Waktu Posting : 28-04-2016 11:32 | Dibaca : 2296x
22-07-2016 21:48
Penumpukan asam urat di dalam sendi adalah penyebab penyakit asam urat. Asam urat sejatinya merupakan limbah yang terbentuk dari penguraian zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Sebagian besar asam urat dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine dan sebagian kecil lainnya dibuang melalui saluran pencernaan dalam bentuk tinja. Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, maka asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal-kristal tajam natrium urat berukuran mikro yang bermuara di dalam sendi atau di sekeliling jaringan sendi. Ketika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke ruang persendian dan mengganggu lapisan lunak sendi, maka terjadilah peradangan yang terasa sangat sakit. Baca juga : Tips Memilih Aksesoris untuk Kebaya agar Kamu Makin Cantik Ada beberapa faktor yang bisa memicu naiknya kadar asam urat di dalam darah, salah satunya adalah makanan berzat purin tinggi yang kita konsumsi. Contoh-contoh makanan tersebut adalah jeroan hewan (ginjal, hati, jantung), hidangan laut (kerang-kerangan, kepiting, ikan teri, ikan makarel), dan daging merah (sapi, kambing, kerbau). Selain makanan, kita juga bisa berisiko mengalami penumpukan sama urat di dalam darah jika mengonsumsi minuman manis (baik gula buatan maupun alami) dan minuman beralkohol secara berlebihan. Risiko terkena penyakit asam urat juga tinggi bagi orang-orang yang sedang menjalani pengobatan menggunakan obat-obatan jenis tertentu, misalnya niacin, aspirin, obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), obat penghambat beta (beta blocker), sislosporin, diuretik, dan obat-obatan kemoterapi. Sedangkan jika dipandang sebagai bentuk komplikasi, penyakit asam urat berisiko tinggi dialami oleh orang-orang yang sedang menderita penyakit ginjal kronik, penyakit diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, osteoarthritis, psoriasis, dan sindrom metabolisme. Terlepas dari keempat faktor pemicu di atas, penyakit asam urat juga diduga masuk ke kelompok penyakit turunan alias penyakit genetik. Ini artinya mereka yang memiliki anggota keluarga berpenyakit asam urat berisiko mengalami kondisi yang sama. Menurut penelitian, proporsi dari risiko ini adalah 20 persen. Baca juga : Pilihan Makanan untuk Pengidap Rematik Asam Urat Lebih sedikitnya jumlah perempuan yang terkena penyakit asam urat dibandingkan laki-laki kemungkinan terkait dengan kondisi menopause. Setelah perempuan mengalami menopause, kadar asam urat dapat meningkat dan mulai merasakan gejala-gejala penyakit asam urat. Terlepas dari faktor-faktor di atas, ada juga sebagian orang yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah mereka, namun tidak ditemukan pembentukan kristal-kristal natrium urat pada sendi-sendinya. Selain itu, di antara sebagian orang yang memiliki kadar asam urat yang sama pun, tingkat kerentanan mereka akan berbeda-beda. Mengenai hal tersebut, hingga kini belum ada penjelasan yang pasti.
21-07-2016 00:35
Berikut adalah 7 hal yang wajib di hindari oleh para pria, karena 7 hal ini akan menyebabkan Mr.P anda loyo, Hampir semua pria ingin lebih jantan dan perkasa dalam hal seks. Segala cara akan mereka lakukan untuk membuktikan kepada pasangan bagaimana keperkasaannya di tempat tidur. Tak heran jika gangguan seksual seperti ejakulasi dini atau impotensi merupakan masalah yang bisa membuat pria frustrasi. Selain faktor penyakit yang terkait dengan pembuluh darah atau prostat, ada beberapa hal yang bisa membuat pria gagal mempertahankan ereksinya lebih lama.  Baca juga : Obat Tradisional untuk Menghilangkan Keputihan  1. Hobi menonton video porno Sesekali melihat film dewasa untuk membangkitkan gairah mungkin boleh saja. Namun, terlalu sering menonton film ini justru merusak kehidupan seksual di dunia nyata. Pria yang hobi menonton film porno akan sulit membedakan yang nyata dan fantasi. 2. Ejakulasi dini Faktanya, satu dari tiga pria pada satu waktu dalam hidupnya akan mengalami ejakulasi dini. Kondisi ini didefinisikan sebagai mencapai orgasme kurang dari satu atau dua menit. Salah satu kiat mengatasinya adalah ereksi dengan teknik stop-start menggunakan tangan. Lakukan masturbasi, tetapi ketika ejakulasi sudah hampir sampai, hentikan selama beberapa detik, lalu rangsang lagi. Latihan ini secara teratur bisa membuat ereksi lebih bertahan lama. 3. Kebiasaan tidak sehat Kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat, dan kurang olahraga merupakan penyebab paling sering berkurangnya gairah pria. Pertimbangkan untuk mengubah gaya hidup agar suasana di tempat tidur tetap menggairahkan. 4. Kondom Sebagian besar pria memang kerap gagal ereksi jika menggunakan kondom. Namun sebagai alat kontrasepsi pencegah kehamilan dan penularan penyakit seksual, kondom sebaiknya tetap dikenakan. Salah satu cara untuk menjaga agar ereksi tidak terganggu adalah dengan memberikan lebih banyak stimulasi. Mintalah pasangan untuk lebih aktif menyentuh area sensitifnya. Memilih kondom yang lebih tipis juga bisa menjadi solusi.  Baca juga : Tips Memilih Aksesoris untuk Kebaya agar Kamu Makin Cantik  5. Stres Entah itu karena stres di tempat kerja atau ada amarah terpendam, kecemasan bisa merusak libido pria. Rasa cemas dan stres berdampak langsung pada sistem saraf simpatik sehingga ereksi jadi terganggu. 6. Otot panggul lemah Pria yang menderita ejakulasi dini dan melatih otot panggulnya dengan semacam latihan kegel ternyata mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan mempertahankan ketegangan "Mr P". Karena itu, tak ada salahnya jika otot bagian ini juga mulai menjadi sasaran latihan. 7. Perhatian teralih Seperti halnya wanita, pria juga merasa tidak nyaman berhubungan seksual jika merasa privasi-nya berkurang. Misalnya saja dinding kamar yang kurang kedap, masih tinggal di rumah mertua, atau anak-anak yang belum tidur. Ketidaknyamanan tersebut bisa membuat pria ingin agar kegiatan seksnya cepat selesai.
21-08-2017 10:47
Cara Sederhana Merawat Payudara Sehari-hari - Payudara yang sehat dan kencang dapat meningkatkan penampilan dan harga diri wanita. Untuk mendapatkan payudara yang sehat dan kencang maka harus dijaga serta dirawat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyakit kanker payudara dan masalah kesehatan lainnya. Lalu apa saja ciri-ciri dari payudara yang sehat? Berikut ini beberapa ciri payudara yang sehat, yaitu : Kulit Payudara Lembut dan Tidak Ada Benjolan Pada payudara yang sehat maka kulit akan terasa lembut pada saat diraba dan pada permukaannya tidak terdapat benjolan. Bila terdapat benjolan, jangan dibiarkan agar benjolan tersebut tidak berkembang. Oleh karena itu harus terus diawasi perkembangannya. Puting Payudara Terasa Keras Puting payudara terasa lebih keras bila dibandingkan dengan bagian payudara lainnya. Bagi yang belum menikah maka puting payudara agak pendek dan wajar-wajar saja. Namun bila setelah menikah maka puting payudara akan menyembul lebih tinggi. Ukuran Kedua Bukit Payudara Ukuran payudara biasanya simetris namun ukurannya tidak sama persis. Ukuran bukit yang kiri biasanya lebih besar daripada ukuran bukit payudara yang kanan. Pada masa remaja, ukuran kedua bukit payudara ini simetris dan pada perkembangan usia selanjutnya terlebih setelah menikah serta menggunakan kontrasepsi maka perbedaan ukuran kedua bukit payudara akan semakin terlihat perbedaannya. Saat Ditekan atau Disentuh Tidak Terasa Nyeri Apabila payudara terasa sakit pada saat ditekan secara lembut maka sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Payudara Kencang dan Tidak kendur Payudara yang sehat maka bentuknya akan kencang dan tidak melorot ke bawah. Kulitnya pun terasa lembut dan kenyal bila dipegang atau diremas. Payudara yang kencang dapat menjadi suatu pertanda sebagai kesuburan. Warna Puting Payudara Payudara yang sehat pada wanita yang berkulit putih dan belum melahirkan maka puting payudara berwarna merah muda dan wanita yang memiliki kulit yang agak gelap, puting payudaranya berwarna kecoklatan. Perawatan sehari-hari yang dapat dilakukan agar mendapatkan payudara yang sehat yaitu dengan cara-cara berikut ini : Mengkonsumsi makanan yang sehat, dapat ditambahkan dengan makanan seperti brokoli, minyak zaitun, kopi dan kacang-kacangan. Menggunakan bra yang tepat, gunakan bra yang tidak terlalu ketat dan juga tidak terlalu longgar. Tujuannya agar stabilitas dari bentuk payudara terjaga. Pemijatan rutin pada payudara , dapat membantu untuk mengencangkan payudara. Lakukan pemijatan kurang lebih 15 menit. Bersihkan terlebih dahulu payudara dengan menggunakan handuk basah yang sudah direndam dengan air hangat kemudian usaplah payudara secara pelan dan lembut. Rajin berolahraga, lakukan olahraga berupa gerakan push-up agar payudara menjadi lebih sehat dan kencang. Menggunakan pelembab pada bagian payudara agar kulit payudara tetap lembut dan sehat. Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter sehingga kesehatan payudara dapat terkontrol. Apalagi bila anda telah berusia 40 tahun ke atas.