Waktu Posting : 14-07-2014 04:58 | Dibaca : 17380x
14-01-2015 03:57
Jerawat adalah salah satu masalah pada kulit wajah yang paling sering diderita banyak orang. Penyebab dari jerawat itu sendiri sebenarnya ada banyak. Namun penyebab paling besar timbulnya jerawat adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dan dari segi makanan yang dikonsumsi. Sayangnya masalah jerawat pada kulit wajah tidak hanya muncul saat jerawat itu datang. Bahkan saat jerawat itu pergi masalah baru akan muncul kembali. Masalah tersebut adalah luka yang ditimbulkan akibat jerawat yang pernah muncul. Luka yang ditimbulkan ini biasanya membekas berwarna hitam. Diindikasi luka menghitam ini akibat dari tangan usil yang suka memencet jerawat saat masih belum atau sudah muncul. Namun penjelasana medis tentang luka menghitam ini adalah karena terganggunya kolagen akibat radang yang disebabkan oleh jerawat. Karena membekas dan juga berwarna hitam, luka bekas jerawat ini akan mengurangi kemulusan kulit wajah. Akibatnya wajah terlihat suram dan tidak menyenangkan. Baca juga : Obat Tradisional Kolesterol Jenis-jenis Luka Bekas Jerawat Rasanya banyak orang pernah mengalami munculnya jerawat pada wajah. Banyak orang pula mengalami luka bekas jerawat yang sangat mengganggu kemulusan kulit wajah. Namun tidak banyak orang yang memiliki wawasan luka yang ditimbulkan akibat munculnya jerawat. Padahal wawasan ini perlu untuk dapat mengobati bekas luka jerawat kita dengan tepat sehingga wajah bisa kembali mulus. Ada tiga jenis luka bekas jerawat yang telah teridentifikasi. Luka bekas jerawat pertama adalah atrophic, yakni luka jerawat yang tidak dalam melainkan sedikit dangkal. Luka kedua adalah boxcar. Luka kedua ini adalah jenis luka bekas jerawat yang lebih dalam dari luka pertama dan memiliki ciri-ciri luka yang menggulung. Luka ketiga adalah ice pick yakni luka bekas jerawat yang sangat dalam yang tampilannya menyerupai lubang kecil dibagian atasnya. Ketiga luka ini biasanya memiliki tingkat keparahan yang dapat dilihat dari warna kulit tempat timbulnya jerawat. Biasanya orang dengan kulit warna hitam akan cenderung mengalami bekas luka yang menghitam pula. Sedangkan pada orang yang memiliki kulit cerah, bekas luka akan kemerahan. Luka-luka bekas jerawat ini jika dibiarkan akan membawa dampak buruk pada kulit wajah. Bahkan luka-luka ini semakin bertambah parah karena beberapa hal dibawah ini: 1. Terpapar sinar matahari atau uv. 2. Dipencet/ disentuh dengan tangan. 3. Diolesi dengan vitamin E. Baca juga : Bersih dari Komedo dengan Bahan Alami Mengatasi Bekas Luka Jerawat Untuk mengatasi bekas luka jerawat sangat efektif dilakukan jika kita mengetahui bekas luka-luka yang ditimbulkan oleh jerawat. Namun yang paling sering digunakan untuk mengatasi bekas luka jerawat adalah dengan menggunakan cream jerawat yang berjenis kortikosteroid. Gunakan cream jerawat ini selama jerawat muncul dan meradang. Oleskan cream pada jerawat yang meradang supaya kortikosteroid diserap kulit sehingga radang akan berkurang. Namun cream ini adalah cream yang dalam penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter karena jika dipakai dengan serabutan akan membawa dampak berbahaya bagi kulit wajah. Penggunaan cream jenis kortikosteroid ini akan berefek langsung pada jerawat yang timbul. Setelah dioleskan, cream ini akan memberikan efek kering pada jerawat dan tidak lagi berwarna merah meradang. Saat luka jerawat mengering sebaiknya gunakan pigmen kulit yang akan membantu kecerahan wajah kembali normal. Pigmen kulit seperti kojid acid sangat bagus digunakan karena bahan-bahan alami seperti jamur, bearbarry dan vitamin C. Untuk luka jerawat yang sangat dalam biasanya diatasi dengan melakukan prosedur laser yang lebih mahal dari prosedur lainnya.
17-06-2020 14:04
Setelah diberlakukannya di rumah saja, kini pihak pemerintah mulai memberlakukan fase new normal meskipun pandemi covid-19 belum hilang. Masyarakat kini sudah mulai bia beraktivitas kembali di luar rumah. Namun menjalankan aktivitas di luar rumah di tengah pandemi covid-19 ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Oleh sebab itulah sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh agar daya tahan tubuh tetap terjaga.  Tetap berolahraga di rumah  Agar tubuh tetap sehat serta memiliki daya tahan tubuh yang kuat, lakukan olahraga di rumah. Cukup melakukan olahraga ringan sekitar 30-60menit seperti dengan berlari menggunakan treadmill atau angkat beban dengan dumbell. Atau bisa juga dengan melakukan olahraga yoga agar tubuh tidak kaku sesudah bekerja seharian.  Masak makanan sehat  Mengkonsumsi makanan sehat dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Cobalah untuk memasak makanan sendiri dengan memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein dan kebutuhan serat dengan konsumsi sayur juga buah. Bila perlu tambahkan suplemen penambah daya tahan tubuh agar dapat menunjang aktivitas yang dilakukan di luar rumah.  Lakukan me time  Melakukan aktivitas di luar rumah di tengah pandemi covid-19 mungkin dapat menimbulkan stres. Dan stres ini akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang kemudian dapat menyebabkan sakit. Lakukan hal-hal yang dapat membuat perasaanmu merasa senang. Seperti mendengarkan musik relaksasi, membaca buku dan lain sebagainya.  Jagalah kebersihan  Hal penting lainnya yang perlu dilakukan agar tubuh tetap sehat ketika beraktivitas di luar rumah adalah menjaga kebersihan. ketika mandi sebaiknya gunakan sabun anti bakteri. Kandungan anti bakteri dapat memberikan perlindungan dari kuman penyebab penyakit. Selain itu gunakan masker pada saat keluar rumah. Â
10-05-2014 17:59
Secara tidak sadar tubuh manusia mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun – racun tersebut bisa berupa zat – zat berbahaya, zat – zat sampah, dan berbagai sisa metabolisme. Salah satu cara tubuh dalam mengeluarkan racun sisa metabolisme adalah dengan buang air besar. Buang air besar merupakan proses pembuangan sisa pencernaan yang berupa sampah tidak berguna dan zat – zat berbahaya lain dalam tubuh. Singkatnya, dalam usus besar kita terdapat sampah berbahaya yang harus segera dibuang. Jika kita mengalami masalah sulit buang air besar, maka bayangkan saja jika sampah di rumah Anda tidak segera dibuang dan dibiarkan menggunung. Maka rumah akan berbau sangat busuk dan bahkan akan tumpukan sampah tersebut akan mengotori rumah Anda. Baca juga : Pencegahan Kanker dengan Bahan Herbal Alami Oleh karena itu jangan anggap remeh gangguan kesehatan seperti sulit buang air besar karena akibatnya bisa sangat fatal jika dibiarkan terus. Konstipasi atau kesulitan buang air besar disinyalir menjadi penyebab berbagai jenis penyakit seperti diantaranya adalah radang usus hingga kanker usus besar. Penyebab kesulitan buang air besar bisa bermacam – macam diantaranya adalah kekurangan cairan, pola makan yang tidak sehat, terlalu banyak makan daging, kurang makan – makanan yang mengandung serat, kurang asupan Vitamin C, penyalahgunaan obat – obatan tertentu, hingga kelainan hormon. Dari penyebab – penyebab tersebut, sebagian besar kebanyakan penyakit konstipasi disebabkan oleh makanan yang kita konsumsi. Oleh karena itu salah satu cara paling disarankan untuk menyembuhkan konstipasi adalah dengan mengubah pola makan dan mengkonsumsi bahan herbal tertentu. Berikut ini adalah beberapa makanan alami yang bisa menjadi penyembuh konstipasi: Papaya merupakan buah – buahan yang banyak dikonsumsi sebagai pencahar alami. Kandungan serat dalam buah papaya yang sangat tinggi akan membantu penderita susah buang air besar sehingga pencernaan mereka akan menjadi lancar. Buah papaya ini sangat enak rasanya dan bisa Anda buat menjadi jus, dimakan langsung, atau dibuat rujak. Oatmeal merupakan bahan makanan yang terbuat dari gandum utuh. Bahan makanan ini mengandung serat yang sangat tinggi dan sifatnya yang bisa membersihkan pencernaan dari lemak yang berlebihan. Mengkonsumsi oatmeal juga akan membuat perut kenyang lebih lama sehingga bahan makanan ini sangat cocok dikonsumsi bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Salah satu penyebab susah buang air besar adalah kurangnya Vitamin C. Untuk memenuhi asupan Vitamin C sekaligus membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat, Anda bisa menggunakan kulit manggis. Kulit manggis mengandung Vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging buahnya. Asupan Vitamin C dari kulit buah manggis akan menjadikan buang air besar Anda menjadi lebih lancar. [Baca juga : Tips Makan Makanan Sehat Dengan Biaya Hemat ] Buah melon dapat Anda konsumsi untuk menghilangkan tingkat keasaman tubuh yang bisa mengganggu sistem pencernaan manusia. Lambung merupakan organ pencernaan yang memproduksi asam lambung, produksi asam berlebih dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan maag. Konsumsi melon untuk membantu menekan asam lambung dan mencukupi asupan serat agar buang air besar Anda bisa lancar. Selain beberapa makanan yang dianjurkan diatas, Anda juga harus menerapkan pola hidup yang sehat agar bisa terhindar dari sembelit. Ada berbagai kebiasaan yang harus Anda hindari dan Anda lakukan agar bisa memiliki sistem pencernaan yang lebih lancar seperti: Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh termasuk untuk memperlancar pencernaan. Konsumsi air dengan jumlah yang cukup agar Anda memiliki pencernaan yang sehat. Sekurang – kurangnya seorang manusia dapat dikatakan sehat jika telah mengkonsumsi air sebanyak 2 liter per hari atau sekitar 8 gelas air putih. Kebiasaan duduk sepanjang hari bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Jika pekerjaan menuntut Anda untuk duduk sepanjang hari, lakukan aktivitas olahraga ringan untuk menyegarkan badan seperti naik turun tangga atau sekedar jalan – jalan sebentar ke ruangan lain. Jangan suka menunda buang air besar. Jika terasa mulas, segera cari toilet sesegera mungkin. Biasakan juga untuk buang air besar minimal satu kali sehari agar pencernaan Anda tetap sehat. Kurangi minuman yang mengandung kafein tinggi seperti kopi atau berbagai jenis minuman penambah energi dalam kemasan.