Waktu Posting : 07-07-2016 20:35 | Dibaca : 2082x
Berapa kali kamu merasa malas mengenakan sepatu karena bau? Seberapa sering kamu mengalami lecet, tumit nyeri, dan betis sakit karena sepatu? Jika kamu sering mengalami masalah-masalah tadi maka ada baiknya kamu mengintip ulasan berikut ini Ladies. Kali ini Vemale akan mencoba menghadirkan tips-tips praktis untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan sepatu seperti yang telah dilansir olehboldsky.com berikut ini.
Nah itu tadi beberapa tips praktis yang bisa kamu coba untuk membuat sepatumu lebih nyaman dikenakan. Say goodbye deh buat lecet-lecet dan juga bau sepatu. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya Ladies.
15-07-2016 07:24
Padatnya kegiatan, kerap membuat orang menunda jadwal makan, atau bahkan lupa untuk mengisi perut. Sebaiknya kurangi atau hentikan kebiasaan tersebut. Jika telat makan terus menerus akan buruk bagi kesehatan Anda.  1. Mood memburuk, mudah murung dan lesu Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan glukosa yang seharusnya disuplai dari makanan. Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman  2. Metabolisme melambat Dengan tidak adanya asupan makanan maka proses metabolisme melambat, yang berakibat pada berkurangnya kemampuan fisik dan mental anda. 3. Kram perut Makan teratur sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain untuk asupan nutrisi, juga bisa mengatur sistem pencernaan untuk lebih aktif. Jika Anda selalu menangguhkan makan, apalagi keseringan, maka sistem pencernaan akan terkejut, dan meresponnya tidak bagus. Akibatnya perut pun akan kram. Baca juga : Jangan Terlalu Sering Pegang Payudara dan Vagina Pacar  4. Maag Sekalipun anda tidak makan, lambung tetap dapat menghasilkan asam. Normalnya asam ini tidak akan membahayakan jaringan lambung. Tapi itu akan berubah jika Anda sering telat makan. 5. Nutrisi kurang, tubuh jadi kurang fit Akibatnya tubuh bisa terserang bakteri seperti H Pylori yang dapat meningkatkan kadar asam lambung. Jika berlebihan dapat merusak jaringan lambung dan mengakibatkan maag.Â
17-04-2015 09:11
Pasangan yang bergirah ketika melakukan hubungan di atas ranjang tentu akan menjadi dambaan setiap pasangan suami istri. Akan tetapu tidak semua dari mereka yang mengetahui apa yang harus mereka lakukan agar pasangannya dapat terus memberikan gairah seksual atau sebaliknya ia sendiri yang dapat menimbulkan gairah bagi pasangannya. Baca juga : Resep Obat Air Mani Encer secara Alami Apabila Anda ingin menjaga agar hubungan seksual Anda tetap bergairah, berikut resep penggunaan obat tradisional. Bahan-bahan yang diperlukan : · 1 sendok the merica atau lada · Ragi secukupnya · 2 buah jeruk nipis · 1 batang lengkuas · 2 batang jahe besar · 1 sendok teh garam Cara pembuatannya : Parutlah lengkuas dan jahe hingga halus. Kemudian campurkan dengan ragi menjadi satu. Setelah itu, masukkan air perasan jeruk nipis dan garam. Aduklah hingga merata. Saring dan diambil airnya saja. Ramuan tersebut sangat cocok bagi laki-laki maupun perempuan. Yang perlu diingat bahwa ramuan tersebut juga mampu menghambat kehamilan. Oleh karena itu, ramuan ini tidak disarankan bagi pasangan yang ingin memiliki momongan. Selain mengonsumsi ramuan tradisional tersebut, Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal seperti berikut ini: Baca juga : Ramuan Jamu Kuat Tradisional · Jangan langsung menolak ajakan pasangan Anda, meskipun tubuh Anda terasa letih dan tidak bergairah. Jika pasangan Anda memberikan sinyal kepada Anda, maka sebaiknya jangan lansung Anda tolak. Ada baiknya bila Anda memberikan pelukan hangat dan ciuman mesra atau reaksi lainnya. Siapa tahu rasa letih justru hilang dan Anda siap untuk melakukan hubungan suami istri. · Bercinta seminggu penuh demi kehidupan ranjang yang terus membara? Bisa-bisa yang terjadi malah rasa bosan. Perlu Anda ingat, yang penting bukanlah kuantitas melainkan kualitas. Meskipun hubungan seksual hanya dilakukan hanya satu atau dua kali dalam seminggu, tetapi jika dilakukan dengan baik dan penuh kualitas, pasti kehidupan rumah tangga akan semakin berkualitas. Hindari hubungan seksual yang cenderung diforsir. · Setelah melakukan hubungan badan biasanya akan terasa lelah sehingga Anda akan langsung tidur. Padahal, yang demikian merupakan salah satu hal yang paling fatal dalam hubungan suami istri. Tutuplah sesi dengan saling mendekap dan memberikan kecupan mesra untuk membangkitkan stamina serta menghangatkan keintiman Anda berdua.
31-05-2014 10:23
Kelebihan berat badan tak cuma mengganggu penampilan tapi juga membuat badan tak terjamin kesehatannya. Aneka penyakit akan dengan mudah datang dan bersarang. Tapi bukan berarti semua itu tak dapat diatasi. Dengan bantuan olahraga, diet, dan motivasi serta disiplin yang kuat, niscaya berat badan yang berlebih bisa diatasi. Secara mudah, kegemukan dapat diartikan sebagai adanya kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu sehingga antara lain menyebabkan berat badan melebihi normal. Kelebihan lemak bisa dijumpai di lipatan perut, paha, pantat, lengan bagian atas, leher, dan sebagainya. Selain itu, jantung dan pembuluh darah juga sering diselimuti lemak. Dan kegemukan bukan saja menurunkan nilai penampilan serta daya tarik, tapi juga mendekatkan kita pada beragam penyakit yang menurunkan nilai kesehatan. Ini berbeda dengan penampilan tubuh atlet body building (binaraga). Walau mereka kelebihan berat badan, tapi tidak dapat dikatakan gemuk sebab yang berkembang adalah otot, bukan lemak tubuh. Baca juga : Membincang Perawatan Kesehatan Wanita Untuk menilai berat badan tersebut antara lain dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Yaitu perbandingan berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Anda dengan berat 64 kg dan tinggi 1,5 m misalnya, nilai BMI-nya adalah 28,4. Nah, berdasar perhitungan tadi, Anda bisa dikategorikan bertubuh gemuk sebab BMI tubuh yang ideal adalah berkisar antara 20-25. Bila nilainya di atas 27, sudah dikategorikan gemuk. Angka BMI ini hampir sama pada pria maupun wanita. Begitulah, kegemukan mau tidak mau pasti akan menambah berat badan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Antara lain gangguan pada sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab sebagian kandungan lemak itu terdapat di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, kerja jantung untuk memompa darah semakin berat. Di sisi lain, sebagian lainnya juga akan melapisi bagian luar jantung. Ini pun akan mempersulit kerja jantung. Adanya lemak di sepanjang pembuluh darah dapat pula menurunkan elastisitas pembuluh darah balik yang pada gilirannya akan mempermudah timbulnya varises, khususnya di betis. Kaki jadi mudah mengalami kelelahan karena beban kaki sebagai penyangga tubuh tambah berat akibat berat badan bertambah. Akibat lain, tulang dan sendi bisa mengalami gangguan. Ya, ibarat mobil sajalah. Bila terlalu sering kelebihan muatan akan mempercepat kerusakan. Orang yang menderita kegemukan juga cenderung rentan terhadap gangguan penyakit. Misalnya saja penyakit gula (diabetes). Orang yang mengalami kegemukan biasanya suka makan sehingga hormon insulin tidak mampu lagi mengolah gula. Akibatnya gula menumpuk. Ginjalnya pun akan cepat rusak. Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza Dari beragam risiko tersebut, jelas sulit untuk mengatakan, orang gemuk dapat sehat dalam jangka waktu panjang. Mungkin untuk sementara waktu mereka dapat sehat. Tapi 4-5 tahun kemudian berbagai gangguan kesehatan tadi akan muncul, meskipun yang bersangkutan berusaha agar tetap sehat. Karena kegemukan tidak sehat, maka sedini mungkin ia harus dihindari. Yaitu pada usia 18-20 tahun. Berat badan harus senantiasa terkontrol agar mencapai sekitar berat badan ideal. Setelah usia 20 tahun sudah mendapat berat badan ideal. Ini yang harus dipertahankan. Naik, boleh-boleh saja, tapi tak lebih dari 10 persen. Berat badan ideal (BBI) dapat dihitung dengan rumus: tinggi badan dikurangi 100. Kalau tingginya 160 cm, berat idealnya sekitar 60 kg. Kalaupun mau naik, ya, cukup 2-3 kg saja. Untuk mempertahankan berat ideal, olahraga adalah jawaban utamanya. Bagaimana upaya agar tetap sehat kendati menderita kegemukan? Ada dua hal yang harus diperhatikan. Antara lain melakukan aktivitas tubuh secara teratur. Sedapat mungkin harus selalu melakukan olahraga. Misalnya jalan kaki, naik tangga, lari, renang, senam, atau melakukan gerakan tubuh secara teratur dan seimbang.