Waktu Posting : 15-07-2016 07:24 | Dibaca : 3282x
Padatnya kegiatan, kerap membuat orang menunda jadwal makan, atau bahkan lupa untuk mengisi perut. Sebaiknya kurangi atau hentikan kebiasaan tersebut.
Jika telat makan terus menerus akan buruk bagi kesehatan Anda.
 1. Mood memburuk, mudah murung dan lesuÂ
Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan glukosa yang seharusnya disuplai dari makanan.
Baca juga :Â 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman Â
2. Metabolisme melambat
Dengan tidak adanya asupan makanan maka proses metabolisme melambat, yang berakibat pada berkurangnya kemampuan fisik dan mental anda.
3. Kram perut
Makan teratur sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain untuk asupan nutrisi, juga bisa mengatur sistem pencernaan untuk lebih aktif. Jika Anda selalu menangguhkan makan, apalagi keseringan, maka sistem pencernaan akan terkejut, dan meresponnya tidak bagus. Akibatnya perut pun akan kram.
Baca juga :Â Jangan Terlalu Sering Pegang Payudara dan Vagina Pacar Â
4. MaagÂ
Sekalipun anda tidak makan, lambung tetap dapat menghasilkan asam. Normalnya asam ini tidak akan membahayakan jaringan lambung. Tapi itu akan berubah jika Anda sering telat makan.
5. Nutrisi kurang, tubuh jadi kurang fit
Akibatnya tubuh bisa terserang bakteri seperti H Pylori yang dapat meningkatkan kadar asam lambung. Jika berlebihan dapat merusak jaringan lambung dan mengakibatkan maag.Â
11-06-2024 23:54
Dari dulu hingga kini, stroke termasuksalah satu penyakit yang paling ditakuti. Penyakit ini terjadi ketika jaringan otak tidak berfungsi dengan baik dan aliran darah serta oksigen ke dalamnya kurang. Hingga saat ini, diketahui setidaknya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko stroke, di antaranya : 1. Tingginya Tekanan Darah Penyebab paling umum terjadinya stroke adalah tingginya tekanan darah, atau dalam dunia medis disebut hipertensi. Sebaiknya kamu waspada akan ancaman stroke jika memiliki tekanan darah lebih dari 140/90. 2. Kebiasaan Merokok Memiliki kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Pasalnya, nikotin yang terkandung di dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah (penyebab paling umum dari stroke). Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan lemak di arteri leher utama menumpuk, darah menjadi lebih kental, dan lebih rentan membeku. Bahaya rokok ini juga perlu diwaspadai oleh mereka yang sering terpapar asap rokok, lho. 3. Mengidap Penyakit Jantung Penyakit jantung dan stroke memang bisa dibilang memiliki hubungan yang erat. Pasalnya, orang yang mengidap penyakit ini lebih rentan terserang stroke, dibanding yang tidak. Hal ini tak terlepas dari fungsi jantung yang sangat vital, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Berbagai gangguan pada jantung yang dimaksud dalam hal ini termasuk fibrilasi atrium, kerusakan katup jantung, detak jantung yang tidak teratur, dan arteri yang tersumbat karena timbunan lemak. 4. Genetik Faktor ini cukup berpengaruh pada risiko stroke seseorang. Artinya, jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke, risiko kamu untuk bisa mengalami kondisi serupa akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dan keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 5. Obesitas Jika obesitas disebut-sebut bisa sebabkan stroke, jawabannya tentu iya. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang tertuang dalam Obesity and Stroke Fact Sheet dari Obesity Action Coalition, yang menjelaskan bahwa peluang untuk terkena stroke dapat meningkat pada orang yang kelebihan berat badan, tak peduli pria ataupun wanita. Selain itu, obesitas juga menjadi faktor risiko untuk hipertensi, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan stroke. 6. Kolesterol Tinggi yang Tak Terkontrol Kolesterol yang kadarnya terlalu tinggi akan membentuk lapisan pada dinding-dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi sempit, sehingga sel-sel darah pun menjadi sulit mengalir ke seluruh tubuh. Jika aliran darah terhambat, risiko penyakit berbahaya seperti stroke pun meningkat. 7. Mengidap Diabetes Diabetes bisa dibilang penyebab tidak langsung terjadinya stroke. Hal ini karena orang yang mengidap penyakit ini biasanya lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi dan cenderung obesitas. Kedua kondisi itu dapat meningkatkan risiko stroke. Terlebih, diabetes dapat membuat pembuluh darah menjadi rusak, sehingga stroke jadi lebih mungkin terjadi. 8. Usia Meski bukan faktor penentu utama (karena siapapun bisa mengalami stroke), usia nyatanya dapat meningkatkan risiko. Secara umum, peluang seseorang untuk terserang stroke akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah berusia lebih dari 55 tahun. 9. Gender Pada usia yang sama, jika dibandingkan, wanita memiliki risiko yang lebih kecil ketimbang pria, untuk mengalami stroke. Namun, bukan berarti wanita terbebas dari risiko stroke, lho. Mengingat penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu. Hanya saja, kemungkinan stroke pada wanita baru meningkat ketika telah menginjak usia lanjut. Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Cegah penyakit ini dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jika kamu merasa berisiko mengalami penyakit ini, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter maupun mengonsumsi obat sesuai petunjuk ahli farmasi. Kunjungi websitenya di https://pafisorongkab.org/.
14-07-2014 18:33
Garam ialah suatu hal yang tak dapat terlepas dari kehidupan kita. Tak enak terasa konsumsi masakan yang tak memakai garam semacam bumbunya. Tetapi, konsumsi garam yang terlalu berlebih nyatanya bisa menyebabkan resiko hipertensi atau desakan darah tinggi. Bagaimana dapat hal semacam itu berlangsung? Riset sudah menunjukkan, garam ialah satu diantara aspek utama yang mengakibatkan naiknya desakan darah seorang kecuali kegemukan serta kurangnya olah raga. Hal itu lantaran bakal berlangsung penambahan desakan darah sebesar 9 mmHg jika konsumsi garam meningkat sejumlah 6 gram /harinya dalam kurun saat 30 tahun. Hal semacam ini tunjukkan bahwasanya aspek usia pula amat merubah naiknya desakan darah seorang disebabkan terlampau banyak konsumsi garam. Berbagai riset menuturkan bahwasanya ada dua jenis tanggapan pada masuknya garam ke badan seorang. Jenis pertama ialah seorang yang peka pada garam, sedang jenis ke-2 ialah seorang yang tahan pada garam. Baca juga : Ini Lho Bahaya Duduk Terlalau Lama Ke-2 jenis ini didasarkan pada tingkat kenaikan desakan darah serta penurunan suhu badan sesudah konsumsi garam. Jantung serta pembuluh darah merupakan organ utama yang menggerakkan manfaat penyusunan kenaikan desakan darah serta pergantian suhu badan, hingga konsumsi garam yang terlalu berlebih bisa juga merubah ke-2 organ yang amat utama ini. Kenapa garam dapat menambah desakan darah Bagaimana garam bisa menambah desakan darah? Bila kandungan garam dalam darah meningkat, badan bakal berupaya menetralkannya, yakni mengencerkannya dengan air. Hal semacam ini berlangsung lewat dua mekanisme yakni : merangsang pusat haus di otak, hingga seorang bakal minum semakin banyak air, atau mengakibatkan pelepasan hormon antidiuretik, yakni hormon yang mengakibatkan ginjal menyerap kembali beberapa besar air yang sudah disaringnya, sebelum saat dikeluarkan jadi urin. Masuknya air dalam jumlah besar ke dalam pembuluh darah mengakibatkan volume darah yang ada dalam sistem peredaran darah jadi tambah. Mengakibatkan, desakan darah meninggi. Seorang yang mempunyai jenis peka pada garam bakal alami kenaikan desakan darah yang lebih tinggi dari pada seorang dengan jenis tahan pada garam. Sebaliknya, seorang yang peka pada garam bakal alami penurunan suhu badan yang lebih rendah dari pada mereka yang tahan pada garam. Hal itu menuturkan bahwasanya seorang yang bertipe peka pada garam mempunyai keseimbangan penyusunan suhu badan yang tambah baik pada jenis tahan garam. Tetapi sebaliknya, ia mempunyai keseimbangan penyusunan desakan darah yang lebih rendah dari pada yang tahan garam. Baca juga : Bahaya Kekurangan Kalium Pergantian elastisitas dinding pembuluh darah Kenaikan desakan darah tinggi sesudah konsumsi garam ini bukan hanya tak barangkali bakal menyebabkan pergantian elastisitas dinding pembuluh darah yang disebut satu diantara aspek terpenting penyebab hipertensi. Merupakan hal yang utama untuk kita untuk membatasi konsumsi garam /harinya. Sudah dapat dibuktikan bahwasanya kurangi konsumsi garam lebih kurang 6 gram /harinya bakal turunkan desakan darah sejumlah 7/4 mmHg pada pasien hipertensi serta turunkan 4/2 mmHg pada mereka yang mempunyai desakan darah normal. Oleh karenanya, terapi rendah garam untuk pasien hipertensi merupakan satu pilihan yang dianjurkan oleh kaum tenaga medis untuk menunjang proses pengobatan kecuali memakai obat-obatan sintesis. Hal itu bisa dikerjakan dengan kurangi jumlah garam dalam masakan maupun mengecek komposisi bahan ketika beli serta menentukan makanan yang rendah kandungan garamnya.
30-05-2014 03:27
Scrub yang sederhana Kamu bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk berbagai jenis scrub pengelupas kulit mati yang mahal, tetapi kamu dapat dengan mudah membuatnya sendiri yang akan bekerja dengan baik juga. Resep dasar ini adalah untuk sejenis pengelupas atau body scrub yang menggunakan hanya berbagai bahan yang asli, sederhana yang akan sangat efektif, jika tidak lebih, daripada berbagai produk yang ada di toko yang memiliki bahan-bahan asing yang mungkin beracun. Kecantikan dari resep ini juga terdapat pada bahwa resep ini bisa disesuaikan dengan apa yang kamu inginkan tergantung dari apa yang kamu butuhkan dan ingin rasakan. Kamu juga dapat menggunakannya tanpa rasa atau menambahkan berbagai macam bahan herbal untuk menambah manfaat seperti bunga lavender untuk relaksasi, rosemary untuk memberi energi danmenyegarkan kamu, atau thyme untuk bahan-bahan antibakterinya. Berikut ini adalah penjelasan bagaimana cara membuat scrub tubuh di rumah. Baca juga : Membuat Masker Wajah Alami Bahan pembuat scrub Garam Epsom adalah produk perawatan kulit yang sangat menakjubkan. garam itu adalah mineral yang alami yang dibentuk dari magnesium sulfide, yang secara langsung menyerap ke dalam kulit. Garam ini secara alami menghaluskan kulit, membersihkan semua sel-sel kulit mati, mengurangi peradangan, dan menenangkan otot. Garam Epsom bisa ditukar dengan kristal garam yang kasar yang akan secara kosmetik melakukan hal yang sama tetapi mengurangi mandaat dari magnesium sulfide. Minyak olive adalah halus dan lembut dan membantu menjaga kulit tetap lembab tetapi tidak berminyak. Jus lemon dan jeruk adalah pencerah yang alami, berguna sebagai seperti pemutih untuk mencerahkan kuku kamu dan kutikula dan mencerahkan titik hitam di kulit. Wanginya yang segar juga memberikan kesegaran dengan cepat. Kamu bisa menggunakan bahan-bahan herbal jika kamu ingin menambhakan lebih banyak keuntungan pada scrub yang kamu buat. Ada banyak bahan herbal yang bisa digunakan seperti lavender untuk memberikan relaksasi. Berikut ini adalah cara membuat scrub tubuh di rumah. Baca juga : Membuat Produk Perawatan Kulit Alami - 1/3 cup dan 2 sdm garam Epsom atau garam kristal yang kasar - 2 sdm minyak olive - Jus lemon atau jeruk - Bahan herbal pilihan Di dalam sebuah mangkuk, campur garam Epsom, dengan minyak olive. Masukan jus lemon atau jeruk dan aduk dengan rata. Tempatkan di sebuah toples dengan tutup yang rapat dan gunakan seminggu sekali untuk mendapatkan kulit yang halus dan bercahaya. Jika kamu hendak menggunakan herbal, tutup bagian atas dari campuran tersebut dengan herbal dan aduk setelah jus lemon atau jeruk. Herbal akan membenamkan garam disekitarnya dan kamu dapat menggunakan semuanya ketika kamu menggunakan scrub itu. Kamu dapat menggosokan scrub ini di kulit yang yang kering atau basah, tetapi jika kamu menggunakannya pada kulit yang kering, bersihkan dengan air yang hangat sesudahnya.