Waktu Posting : 23-05-2014 13:10 | Dibaca : 4142x
19-06-2014 00:35
Bekerja itu merupakan aktivitas yang menyehatkan baik untuk fisik maupun psikis sekaligus dapat menjadi sumber penghasilan. Oleh karena itu, tidaklah sulit bila ada yang berpendapat bahwa orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu bekerja dengan baik. Pada usia lanjut, bekerja dapat memelihara fungsi otak agar tak mudah lupa, sedangkan pada orang dewasa bekerja akan menjaga rasa percaya diri. Bekerja sebaiknya tak lebih dari 8 jam dalam sehari atau 40 jam seminggu. Sewaktu-waktu boleh bekerja lembur, terutama bila di kantor sedang sibuk. Bekerja terus-menerus selama 30 jam sangat berbahaya untuk jiwa karena yang bersangkutan mengalami kelelahan yang parah, baik fisik maupun mental. Kondisi dapat memburuk bila juga meminum minuman yang mengandung kafein. Kafein dapat memicu kerja sistem kardiovaskuler termasuk jantung. Baca juga : Obesitas Bisa Merusak Kesehatan dan Penampilan Ketika seseorang bekerja keras/lembur di atas batas kemampuan, awalnya tubuh akan menyesuaikan diri dengan memacu seluruh cadangan energi, baik fisik maupun mental sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Prestasi serta produktivitas kerja meningkat sangat mengagumkan. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlangsung semua cadangan energi habis terpakai sehingga akhirnya yang bersangkutan dapat mengalami exhausted atau kelelahan kerja dan itulah yang disebut sebagai burn out. Apa itu burn out? Kata burn out sangat populer di dunia kerja dan kadang sulit dibedakan dengan stres di tempat kerja. Pada abad ini,burn out banyak ditemukan pada karyawan wanita dengan usia sebelum usia 30 tahun. Gejala-gejala burn out yang sering ditemukan antara lain : Exhaustion yaitu perasaan lelah dan letih pada hampir setiap waktu, baik secara emosi, mental maupun fisik. Kehilangan motivasi atau antusias terhadap semua kegiatan, termasuk untuk kerja, sulit bangun pagi hari untuk memulai kerja. Berkembang frustasi, sinis, dan emosi negatif lainnya, biasanya yang bersangkutan cenderung bersikap sinis, selalu berpikiran negatif pada orang ilaini. Masalah kognitif berupa kesulitan konsentrasi dan memusatkan perhatian serta mengalami keseulitan memecahkan masalah atau mengambil keputusan (fight atau flight). Menimbulkan masalah dalam hubungan interpersonal baik di tempat kerja maupun rumah; lebih banyak konflik seperti melakukan perdebatan atau pertengkaran dan sebaliknya lebih menarik diri untuk berbicara dengan teman kerja satu tim atau dengan anggota keluarga. Tak peduli terhadap keadaan dirinya, misalnya dengan banyak merokok, minum suplemen yang mengandung stimulan, banyak makan junk food atau sebaliknya kurang makan dan tak cukup istirahat atau tidur. Mengobati diri sendiri dengan mengonsumsi obat tidur atau minum alkohol berlebih, minum kopi untuk meningkatkan energi pada pagi hari. Preokupasi terhadap kerja terutama ketika tidak bekerja. Akhirnya, kualitas hidup dan rasa puas akan menurun secara drastis. Setelah burn out berlangsung cukup lama, yang bersangkutan dapat mengalami berbagai penyakit fisik seperti gangguan pencernaan, serangan jantung sampai kematian mendadak, depresi yang disertai ide bunuh diri, dan obesitas. Angka bunuh diri akibat burn out banyak ditemukan di Jepang yang masyarakatnya terkenal gila kerja atau workaholic. Baca juga : Begadang Pengaruhi Sistem Endokrin dan Kardiovaskular Jika mulai merasakan keluhan-keluhan seperti tadi, berarti Anda mengalami burn out. Yang perlu Anda lakukan adalah segera ambil cuti untuk beristirahat. Mulailah dengan melakukan aktivitas yang Anda inginkan yang selama ini tidak sempat dilakukan seperti mendengarkan musik yang membuat relaks dan nyaman. Tinggalkan, sekali lagi tinggalkan semua pikiran tentang pekerjaan selama Anda istirahat. Meditasi akan membuat Anda menjadi lebih relaks dan tenang atau membaca buku atau mengunjungi keluarga/kerabat untuk bersilaturahmi atau buatlah sesuatu yang benar-benar dapat membuat Anda relaks. Sediakanlah waktu untuk itu. Temukan sesuatu di luar sana untuk melakukan aktivitas atau hobi. Semua komunikasi yang dapat mencetuskan stres dalam pekerjaan, tinggalkan. Sediakan waktu untuk kegiatan bersama keluarga, liburan, atau aktivitas sosial. Bukalah telepon atau e-mail (surat elektronik) Anda setelah makan malam. Bila dengan cara tersebut tadi belum juga membantu, segera hubungi psikiater untuk konsultasi lebih lanjut.
09-08-2018 08:46
Bra merupakan salah satu fashion wanita yang wajib digunakan untuk menjaga bentuk serta menjaga kesehatan payudara agar tetap kencang dan mengurangi risiko kanker payudara. Kualitas bra yang bagus sangat mempengaruhi penampilan wanita. Postur tubuh akan tampak lebih indah jika menggunakan bra yang berkualitas. Namun, bra juga memiliki batas waktu tertentu untuk digunakan. Jika terlalu lama digunakan saat kondisi bra sudah berubah maka fungsi bra tersebut tidak akan maksimal. Lalu bagaimana cara mengetahui jika bra yang dimiliki masih dapat dipakai atau tidak? Simak ulasannya berikut ini.. Jika bentuk bra sudah berubah dari pada saat pertama dibeli dan bra sudah tidak selentur dulu (perubahan pada kawat, kain dan lainnya) maka kemungkinan besar fungsinya sudah tak maksimal dan harus segera diganti yang baru. Jika warna bra sudah berubah sebaiknya segera buang bra tersebut dan ganti dengan yang baru karena perubahan warna pada bra bisa menandakan bra tersebut sudah tidak higienis lagi. Ketika mengalami perubahan berat badan baik penurunan maupun kenaikan berat badan yang signifikan maka sebaiknya segera cari bra yang baru yang ukurannya pas sehingga nyaman digunakan. Saat merasa gatal dan iritasi setelah menggunakan bra tersebut maka sebaiknya mengganti bra dengan yang baru. Kulit payudara sangat lembut dan sensitif sehingga memerlukan bra yang nyaman dipakai. Tali bra juga mempengaruhi kualitas bra. Jika sudah tidak elastis sudah dipastikan tidak bisa menyangga dengan baik. gantilah dengan bra yang baru. Nah itulah beberapa cara mudah untuk memastikan kapan bra perlu diganti. Jangan menganggap sepele karena bra dapat menjaga kesehatan dan keindahan payudara. Perhatikan perawatan yang pas untuk payudara Anda.
02-06-2014 13:56
Diet sukse sulit didapatkan jika Anda tidak tepat menerapkan program diet yang harus Anda jalankan. Salah satu program diet yang dapat Anda coba ialah diet golongan darah. Program diet yang dilalukan berdasarkan golongan darah si pelaku diet nin mampu mewujudkan tubuh proporsional nan indah. Ingin mengetahui cara diet yang tepat berdasarkan program diet ini? Mari kita cari tahu bersama-sama! Diet Golongan Darah O Untuk melaksanakan diet golongan darah, sebaiknya Anda mengetahui tiga klasifikasi makanan yang baik dan tidak baik untuk dikonsumsi. Golongan makanan baik merupakan jenis makanan yang mampu menjadi obat penyembih masalah tubuh Anda. selain itu, kategori makanan netral yang akan Anda konsumsi tidak akan memberikan efek negatif atau pengaruh lain pada tubuh. Sedangkan kategori makanan yang harus dihindari merupakan jenis makanan yang mengandung racun dan dapat membahayakan tubuh. Baca juga : Kandungan dan Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan Tubuh Untuk mensukseskan diet golongan darah O, Konsumsilah sayuran hijau dan makanan yang mengandung protein tinggi. Contoh makanan sangat baik yang dapat Anda konsumsi ialah seafood yang mengandung protein tinggi. Jangan menganggap semua sayuran baik untuk program diet. Anda yang bergolongan darah O harus menghindari sayuran seperti terong, jamur, tauge, kentang, dan makanan lainnya yang banyak mengandung lektin. Untuk menghindari masalah gangguan lambung, nyeri sendi dan alergi, cobalah untuk mengkonsumsi makanan berkategori netral seperti ikan tuna, tempe, daging, dan susu kedelai. Lakukan pula olahraga kardio seperti berenang, jogging, dan bersepeda yang mampu meningkatkan kebugaran dan kesegaran tubuh. Baca juga : Manfaat Senam Hamil Diet Golongan Darah A Jika Anda memiliki golongan darah A, menjadi seorang vegetarian menjadi pilihan yang paling tepat. Anda dapat mengkonsumsi buah dan sayur yang lebih sehat dari pada daging merah atau seafood yang malah menambah masalah kegemukan. Namun, pengkonsumsian lemak, protein, dan kebutuhan zat lainnya juga harus dipenuhi agar tubuh menjadi seimbang. Oleh karena itu, Anda dapat mengkonsumsi ikan tuna, kurma, daging ayam, dan telur yang cenderung berkategori makanan netral tidak memberikan efek lain pada tubuh. Diet Golongan Darah B Jika Anda memiliki darah B, cobalah mengkonsumsi aneka ikan laut, brokoli, dan yogurt yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Anda dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda walaupun golongan darah B memiliki tingkat antibody yang sangat tinggi sehingga Anda dapat terhindar dari berbagai penyakit. Untuk mensukseskan diet ini, cobalah untuk menghindari pengkonsumsian daging ayam, kacang tahan, alpukat, belimbing, air sida, daging bebek, dan jagung yang mampu memperbesar resiko serangan jantung dan penggumpalan darah. Oleh karena itu, Anda dapat mengkonsumsi jenis makanan netral seperti daging sapi, telur ayam, dan kacang merah yang tidak akan memberikan efek lain pada tubuh. Jadi, diet golongan darah ini mudah bukan?