Bahaya Di Balik Berat Badan Berlebihan

Additional Image

Waktu Posting : 31-05-2014 10:23 | Dibaca : 2810x

Kelebihan berat badan tak cuma mengganggu penampilan tapi juga membuat badan tak terjamin kesehatannya. Aneka penyakit akan dengan mudah datang dan bersarang. Tapi bukan berarti semua itu tak dapat diatasi. Dengan bantuan olahraga, diet, dan motivasi serta disiplin yang kuat, niscaya berat badan yang berlebih bisa diatasi.

Secara mudah, kegemukan dapat diartikan sebagai adanya kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu sehingga antara lain menyebabkan berat badan melebihi normal. Kelebihan lemak bisa dijumpai di lipatan perut, paha, pantat, lengan bagian atas, leher, dan sebagainya. Selain itu, jantung dan pembuluh darah juga sering diselimuti lemak.

Dan kegemukan bukan saja menurunkan nilai penampilan serta daya tarik, tapi juga mendekatkan kita pada beragam penyakit yang menurunkan nilai kesehatan. Ini berbeda dengan penampilan tubuh atlet body building (binaraga). Walau mereka kelebihan berat badan, tapi tidak dapat dikatakan gemuk sebab yang berkembang adalah otot, bukan lemak tubuh.

Baca juga : Membincang Perawatan Kesehatan Wanita 

Untuk menilai berat badan tersebut antara lain dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Yaitu perbandingan berat badan (kg) dengan  kuadrat tinggi badan (meter). Anda dengan berat 64 kg dan tinggi 1,5 m misalnya, nilai BMI-nya adalah 28,4. Nah, berdasar perhitungan tadi, Anda bisa dikategorikan bertubuh gemuk sebab BMI tubuh yang ideal adalah berkisar antara 20-25. Bila nilainya di atas 27, sudah dikategorikan gemuk. Angka BMI ini hampir sama pada pria maupun wanita.

Begitulah, kegemukan mau tidak mau pasti akan menambah berat badan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Antara lain gangguan pada sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab sebagian kandungan lemak itu terdapat di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, kerja jantung untuk memompa darah semakin berat. Di sisi lain, sebagian lainnya juga akan melapisi bagian luar jantung. Ini pun akan mempersulit kerja jantung.

Adanya lemak di sepanjang pembuluh darah dapat pula menurunkan elastisitas pembuluh darah balik yang pada gilirannya akan mempermudah timbulnya varises, khususnya di betis. Kaki jadi mudah mengalami kelelahan karena beban kaki sebagai penyangga tubuh tambah berat akibat berat badan bertambah. Akibat lain, tulang dan sendi bisa mengalami gangguan. Ya, ibarat mobil sajalah. Bila terlalu sering kelebihan muatan akan mempercepat kerusakan.

Orang yang menderita kegemukan juga cenderung rentan terhadap gangguan penyakit. Misalnya saja penyakit gula (diabetes). Orang yang mengalami kegemukan biasanya suka makan sehingga hormon insulin tidak mampu lagi mengolah gula. Akibatnya gula menumpuk. Ginjalnya pun akan cepat rusak.

Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza 

Dari beragam risiko tersebut, jelas sulit untuk mengatakan, orang gemuk dapat sehat dalam jangka waktu panjang. Mungkin untuk sementara waktu mereka dapat sehat. Tapi 4-5 tahun kemudian berbagai gangguan kesehatan tadi akan muncul, meskipun yang bersangkutan berusaha agar tetap sehat.

Karena kegemukan tidak sehat, maka sedini mungkin ia harus dihindari. Yaitu pada usia 18-20 tahun. Berat badan harus senantiasa terkontrol agar mencapai sekitar berat badan ideal. Setelah usia 20 tahun sudah mendapat berat badan ideal. Ini yang harus dipertahankan. Naik, boleh-boleh saja, tapi tak lebih dari 10 persen.

Berat badan ideal (BBI) dapat dihitung dengan rumus: tinggi badan dikurangi 100. Kalau tingginya 160 cm, berat idealnya sekitar 60 kg. Kalaupun mau naik, ya, cukup 2-3 kg saja. Untuk mempertahankan berat ideal, olahraga adalah jawaban utamanya.

Bagaimana upaya agar tetap sehat kendati menderita kegemukan? Ada dua hal yang harus diperhatikan. Antara lain melakukan aktivitas tubuh secara teratur. Sedapat mungkin harus selalu melakukan olahraga. Misalnya jalan kaki, naik tangga, lari, renang, senam, atau melakukan gerakan tubuh secara teratur dan seimbang.

 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Menangani Keracunan MSG

08-07-2016 07:08

Pertolongan Pertama Gejala Keracunan Makanan yang Mengandung MSG Apabila Anda atau keluarga mengalami gejala keracunan makanan yang mengandung MSG, sebaiknya jangan panik dan segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan intensif agar tidak mengalami keracunan yang lebih parah lagi.   Untuk dapat mengatasi gejala keracunan makanan yang mengandung MSG ini, lakukanlah pertolongan pertama pada si penderita dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini :   1. Menganalisis Gejala Keracunan Makanan Periksa kembali gejala-gejala keracunan makanan yang disebutkan di atas. Cek perlahan dan Anda tidak perlu panik, kepanikan hanya akan membuat Anda tidak dapat menangani kondisi ini.    Baca juga : Tips Mengatasi Flu atau Pilek Secara Alami     2. Periksa Asupan Makanan Ingat-ingat kembali makanan apa saja yang sudah masuk kedalam mulut Anda. Jika gejala keracunan makanan ini terjadi pada anggota keluarga Anda, maka sebaiknya tanyakan kepadanya makanan apa yang telah ia konsumsi.   3. Minum Air Putih atau Susu Susu diketahui dapat meredakan gejala akibat keracunan makanan dan MSG. Setelah gejala mereda, langsung minum banyak air putih agar racun yang ada dalam tubuh Anda segera terbuang melalui urin.   Baca juga : Makanan Lebaran yang Mengakibatkan Penyakit Kambuh     4. Minum Obat Anda juga bisa meminum obat penetralisir racun yang dijual di toko obat. Biasanya obat ini memiliki kandungan alami untuk meredakan gejala keracunan makanan yang disebabkan oleh MSG.    5. Hubungi Dokter Saat gejala keracunan makanan tidak mereda, segeralah hubungi dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih baik. Saat gejala keracunan tambah parah dan Anda tidak berbuat apa-apa, dikhawatirkan racun cepat menyebar dan berpengaruh pada organ tubuh yang lain.

Featured Image
7 Penyakit Akibat Ciuman

15-07-2016 04:25

Ciuman adalah ritual manusia untuk menujukan kasih sayang dan perhatiannya terhadap pasangannya. tapi dibalik rutinitas itu kenali beberapa penyakit menular yang disebarkan melalui ciuman. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman. Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman 1. Herpes Virus yang dianggap bagian dari keluarga herpes termasuk Epstein-Barr, varicella-zoster (penyebab cacar air) dan herpes simplex (menyebabkan cold sores). Herpes simplex virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus saat Ciuman. Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara.   2. Mono Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut Epstein-Barr virus, seperti dikutip dari Wikipedia, virus ini adalah salah satu tipe virus herpes. Namanya cukup unik, Infectious mononucleosis atau EBV infectious mononucleosis, Pfeiffer's disease, Filatov's disease atau bekennya disebut mono. Penyakit ini pertama kali dijabarkan oleh Sprunt dan Evans di sebuah bulletin yang disebarkan di Johns Hopkins Hospitals tahun 1920. Gejala yang muncul akibat penyebaran virus ini adalah sakit tenggorokan, demam, gelisah, rasa tidak nyaman di badan, peradangan, mual-mual hingga kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga mempengaruhi beberapa bagian tubuh dan memicu terbentuknya penyakit lain, seperti radang tenggorokan hingga hepatitis. Infeksi menyebar melalui pertukaran air liur, dan melewati masa inkubasi selama kurang lebih 4-7 minggu. Umumnya, gejala akan dirasakan selama 2-3 minggu dan bertahan selama beberapa bulan lamanya.penyakit ini bisa diobati dan sembuh, hanya saja umumnya menyerang seseorang dalam waktu yang cukup lama. Cenderung saat terserang virus orang akan berburu antibiotik sebagai pengobatan dini. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat membantu meredakan serangan virus.   3. Glandular fever atau kissing disease Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak.   4. Flu dan pilek Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi.   5. Hepatitis B Ciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut.   6. Kutil Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka.   7. Penyakit Meningokokus Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur.   Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman Nah, itulah Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman dan Jadi pastikan anda terhindar dari penyakit akibat ciuman tersebut serta yang perlu dilakukan sebelum ciuman adalah periksa kesehatan mulut pasangan anda, jangan gonta ganti pasangan, tetap mengkonsumsi makanan sehat dan yang terpenting adalah gunakan hati anda untuk melakukan ciuman jangan asal serobot.

Featured Image
Obat Tradisional Untuk Menghilangkan Keputihan

21-07-2016 20:08

Keputihan adalah salah satu masalah yang biasa menyerang wanita. Jika keputihan itu terlanjur menyerang Anda, maka obat tradisional keputihan solusinya. Namun, jika hal ini dibiarkan tentu tidak baik bagi kesehatan. Keputihan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga bisa mengganggu aktifitas Anda sehari-hari. Keputihan ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya bakteri yang menyerang daerah kewanitaan.   Bakteri tersebut bisa muncul di daerah kewanitaan karena beberapa hal juga. Keputihan bisa timbul karena penderita kurang baik dalam merawat daerah kewanitaannya. Keputihan tidak akan muncul jika wanita menjaga daerah kewanitaannya dengan baik dengan cara membersihkannya secara teratur. Anda bisa menggunakan obat keputihan pada wanita tersebut dengan membuatnya sendiri di rumah tanpa harus membeli obat-obatan yang aneh.   Baca juga : Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Softlens   Obat tradisional yang akan dijelaskan di bawah ini adalah ramuan herbal yang menggunakan bahan-efek samping dari obat herbal kemasan yang sudah dijual di pasar. Anda bisa mempercayai obat yang Anda gunakan, terutama jika Anda yang meraciknya sendiri kan? Anda bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti bawang putih, daun sirih, dan bahan alami lain yang dijamin keamanan dan keampuhannya dalam mengobati keputihan yang menyerang Anda.  Bawang Putih Obat tradisional keputihan yang pertama bisa dibuat dari bahan bawang putih. Ya, bawang putih terkenal sejak dahulu kala karena khasiatnya. Bawang putih mengandung beberapa zat penting yang diperlukan tubuh Anda. Bawang putih berperan sebagai anti biotik. Adapun cara membuatnya adalah sediakan beberapa siung bawang putih secukupnya. Haluskan bawang putih dan oleskan di sekitar daerah organ vital Anda. Anda bisa melakukannya secara rutin untuk menghilangkan bakteri jahat di organ vital Anda. Hal yang harus Anda perhatikan yakni bawang putih memiliki sifat pengencer darah, sebaiknya Anda juga berkonsultasi ke dokter terlebih dulu. Kunyit Obat tradisional keputihan berikutnya berbahan dasar kunyit. Kunyit atau si kunir ini memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan. Kunyit bisa menghilangkan keputihan dengan ramuan di bawah ini. Sediakan beberapa buah kunyit, daun sambiloto 5 lembar dan buah delima secukupnya. Cara membuatnya, tumbuklah dan campurkan semua bahan dan rebuslah bersama air sebanyak 3 gelas. Anda juga bisa menambahkan gula atau madu untuk perasa manis. Setelah itu, Anda bisa mengonsumsi ramuan ini sebanyak 2 kali sehari untuk memaksimalkan hasilnya. Daun Sirih Obat tradisional keputihan selanjutnya adalah daun sirih. Daun sirih terpercaya menghilangkan bakteri. Daun sirih juga menimbulkan bau yang sedap dan mengobati bau tak sedap. Cara membuat ramuan daun sirih ini adalah sediakan daun sirih secukupnya, air 2 hingga 3 gelas. Caranya, rebuslah daun sirih tersebut bersama air yang sudah disediakan hingga mendidih. Minumlah air rebusan daun sirih secara teratur. Probiotik Obat tradisional untuk keputihan berikutnya adalah berbentuk makanan yang mengandung zat Probiotik. Apa itu Probiotik? Probiotik adalah zat yang mengandung bakteri sehat. Jadi, konsumsilah makanan yang banyak mengandung zat tersebut agar daerah vital Anda menjadi lebih sehat dan terbebas dari keputihan. Selanjutnya ada Tea Tree Oil. Tea Tree Oil adalah bahan sejenis minyak yang bisa Anda beli di apotek. Gunakan secara teratur untuk menghilangkan bakteri yang ada di daerah vital Anda. Kulit ara dan beringin Obat tradisional keputihan selanjutnya yang bisa Anda gunakan untuk mengobati keputihan adalah kulit pohon ara dan kulit pohon beringin. Mengapa demikian? Kulit kedua pohon tersebut mengandung zat efektif yang bisa mengobati keputihan Anda. Gunakan serbuk dari kulit pohon dan rebuslah bersama dengan air. Selanjutnya, Anda hanya tinggal menyemprotkan atau memercikan air rebusan hangat ke daerah vital Anda. Lakukanlah secara teratur untuk melihat hasilnya. Bunga Mangga Obat tradisional untuk penyakit keputihan berikut adalah ramuan dengan bahan dasar biji buah mangga. Ya, Anda bisa menggunakan biji buah mangga yang ampuh meredakan keputihan. Gunakan bijinya untuk dibuat serbuk kemudian buatlah pasta halus untuk dioleskan ke organ vital. Lakukan secara teratur agar cepat sembuh. Baca juga : Beberapa Penyebab Penis Loyo Akar bayam Obat tradisional keputihan yang berikutnya adalah akar daun bayam. Senyawa yang terkandung di dalamnya ampuh mengobati infeksi bahkan di organ vital sekalipun. Sifat akar bayam adalah anti bakterial, Anda bisa merebusnya dan meminum airnya secara rutin. Bila tidak, Anda bisa juga rutin mengonsumsi sayur bayam yang diolah menjadi aneka sayuran, seperti salah satunya adalah keripik daun bayam. Mudah bukan? Ramuan kombinasi Obat tradisional keputihan yang terakhir adalah ramuan kombinasi. Anda bisa mengombinasikan beberapa ramuan di atas sekaligus. Pertama, Anda bisa menggunakan pasta biji mangga, biji ketumbar, dan juga jeruk nipis. Ambillah bahan tersebut untuk dioleskan ke daerah vital. Anda perlu melakukannya secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hasil akan maksimal jika ditambahkan bahan lain seperti kunyit dan daun sirih. Bagaimana, mudah bukan tips membuat obat tradisional keputihan ini? Anda tidak perlu was-was lagi karena obatnya bisa Anda buat sendiri. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. 

...