Ingin Coba? Ternyata Ini Manfaat Pakai Kaos Kaki Isi Bawang Merah

Additional Image

Waktu Posting : 05-07-2016 16:52 | Dibaca : 2385x

Kamu mungkin merasa aneh ketika mendengar bahwa ada beberapa orang yang memakai kaos kaki pada malam hari dan menaruh irisan bawang merah di dalamnya. Kamu pasti bertanya, BUAT APA?, benar kan?

Ternyata hal ini bukan lah suatu hal aneh lho. Ada manfaat mengejutkan di balik kebiasaan unik ini. Dan setelah membaca ini, kamu mungkin justru ingin mencobanya.

Baca juga : Beberapa Makanan yang Mempercepat Datangnya Stroke  

 

1. Membunuh bakteri di kaki penyebab bau
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kulit dapat menyerap nutrisi (vitamin dan mineral) dari bawang merah jika kamu meletakkannya di kaki saat akan tidur. Termasuk salah satunya mendapatkan manfaat antibakterial dari bawang merah. Sifat antibakterial karena adanya kandungan sulfur ini membantu membunuh bakteri penyebab bau kaki.

 

 

2. Melembutkan kaki
Jika kamu memiliki kulit keras atau sering juga disebut "kapalan" di kaki, bawang merah juga bisa membantu melembutkan kulit kaki tersebut. Caranya, rendam potongan bawang merah di dalam cuka. Campuran asam dan sulfur dari kedua bahan ini ampuh melembutkan kaki kasar dan keras. 
 
 
Untuk menyingkirkan bau kaki, kamu cukup menempelkan irisan-irisan bawang merah di telapak kaki, dan sepanjang punggung kaki, baru pakai kaos kaki. Jika pun kamu tak punya bawang merah, bisa juga digantikan dengan bawang bombay, karena khasiatnya dan kandungannya hampir sama.

 

Bagaimana, tertarik mencoba tidur pakai kaos kaki yang diisi bawang merah?


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Bahaya Ga Sih Ada Kandungan Alkohol Dalam Skincare?

21-09-2018 16:54

Alkohol seringkali digunakan sebagai salah satu bahan dalam skincare ataupun kosmetik. Banyak orang yang menghindari kandungan alkohol saat ingin memilih produk skincare dan kosmetik karena beranggapan jika alkohol dapat membawa dampak buruk pada kesehatan kulit. Alkohol memang terkenal sebagai kandungan "berbahaya" yang dianggap dapat menyebabkan kulit iritasi, kering bahkan bersifat karsinogenik. Namun ternyata, anggapan jika alkohol berbahay ternyata salah besar. Jika memang berbahaya, maka produk kosmetik atau skincare tidak akan dapat beredar luas dan tidak akan mendapat ijin BPOM, namun nyatanya banyak produk beralkohol yang mengantongi ijin BPOM yang berarti aman untuk digunakan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beauty vlogger asal korea selatan, ia mengatakan jika alkohol merupakan produk yang aman digunakan untuk kulit dan ada beberapa manfaat dari alkohol yang ada dalam sebuah produk kosmetik maupun makeup seperti berikut ini : 1. Alkohol sebagai pelarut Alkohol merupakan pelarut yang sangat baik untuk bahan lain yang ada dalam produk sehingga kandungan dalam produk skincare atau kosmetik tersebut dapat terformulasikan secara baik dan bekerja maksimal pada kulit. 2. Alkohol sebagai pengawet Alkohol berperan penting untuk mencegah formula produk agar tidak terkontaminasi oleh kuman, bakteri dan jamur sehingga formula produk tidak akan berubah dan dapat bekerja maksimal saat diaplikasikan pada kulit dan produk pun tetap higienis. Alkohol juga akan menambah masa kadaluarsa produk sehingga dpaat lebih lama digunakan. 3. Alkohol akan mengurangi kadar minyak pada kulit Efek ini pasti akan sangat disenangi oleh orang dengan tipe kulit berminyak karena dapat menggunakan produk mengandung alkohol serta mampu mengurangi kadar minyak berlebih pada kulit. Namun proses tersebut bersifat sementara dan kandungan alkohol tidak akan mengganggu atau mengubah secara signifikan produksi minyak alami pada kulit. 4. Alkohol dapat meringankan tekstur produk Kandungan alkohol dalam produk skincare dan kosmetik dapat meringankan tekstur formula produk sehingga saat diaplikasikan pada kulit maka akan memberikan efek ringan.

Featured Image
Menelisik Dampak Kebijakan Anies di Ibu Kota

03-10-2025 14:38

Kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta selama periode 2017-2022 membawa sejumlah kebijakan yang berupaya mengubah wajah ibu kota menjadi lebih manusiawi, inklusif, dan berkelanjutan. Transformasi kota di bawah kendali Anies tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perbaikan kualitas hidup masyarakat Jakarta secara menyeluruh. Namun, seperti halnya perubahan besar, kebijakan-kebijakan tersebut juga menimbulkan beragam respons dan dampak yang perlu dikaji lebih dalam.Salah satu kebijakan penting yang menjadi sorotan adalah penataan kawasan permukiman kumuh dengan pendekatan tanpa penggusuran massal. Misalnya, penataan Kampung Akuarium yang dilakukan melalui dialog intensif dan partisipasi aktif warga, bukan dengan cara membongkar paksa. Model ini menunjukkan langkah progresif dalam mengedepankan hak-hak warga miskin kota dan memperlihatkan kepekaan sosial dalam tata kelola kota.Selain itu, Anies juga berupaya meningkatkan ruang terbuka hijau di Jakarta dengan memperbanyak taman dan ruang publik yang ramah pejalan kaki. Pembangunan ruang publik ini bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga. Peningkatan aksesibilitas trotoar serta jalur pedestrian di berbagai titik strategis juga menjadi bagian dari upaya membangun kota yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.Kebijakan transportasi juga mendapat perhatian serius. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di era Anies memperluas layanan bus TransJakarta dan meningkatkan integrasi moda transportasi umum. Meski masih menghadapi tantangan kemacetan dan infrastruktur yang belum optimal, upaya ini menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan memperbaiki mobilitas warga.Di bidang olahraga dan rekreasi, pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) menjadi ikon baru kota yang menyasar tidak hanya sebagai sarana olahraga kelas dunia, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya. Proyek ini sekaligus memperlihatkan ambisi Jakarta untuk menjadi kota metropolitan yang mampu mengakomodasi kebutuhan beragam lapisan masyarakat.Meski begitu, transformasi kota di bawah kepemimpinan Anies tidak luput dari kritik. Beberapa pihak mempertanyakan efektivitas kebijakan dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial yang masih mengakar di ibu kota. Ada juga yang menilai bahwa beberapa proyek besar, seperti pembangunan JIS, belum sepenuhnya berdampak langsung bagi masyarakat bawah. Tantangan seperti gentrifikasi dan relokasi warga miskin tetap menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius.Selain itu, beberapa kebijakan pengelolaan ruang publik dan tata kota menuai kontroversi terkait dampaknya pada kelompok rentan. Ketimpangan akses layanan publik dan perbedaan kualitas fasilitas antar wilayah juga menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan.Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kebijakan Anies Baswedan membawa nuansa baru dalam pengelolaan Jakarta yang lebih manusiawi dan partisipatif. Pendekatan dialog dan keterlibatan warga menjadi modal penting dalam transformasi kota yang berkelanjutan. Visi Anies untuk membangun Jakarta yang inklusif, berkeadilan sosial, dan berwawasan lingkungan memberikan arah yang jelas bagi pengembangan ibu kota di masa depan.Kesimpulannya, transformasi kota Jakarta di masa Anies Baswedan memperlihatkan kemajuan dalam berbagai aspek, meski masih menyisakan tantangan besar. Evaluasi terus-menerus dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar perubahan yang diinisiasi tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar berdampak positif bagi seluruh warga Jakarta.

Featured Image
10 Kebiasaan Penyebab Diabetes

22-07-2016 09:33

Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga :  Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga:  5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini)   9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula

...