Apakah Minum Susu Bikin Tubuh Gemuk?

Additional Image

Waktu Posting : 02-06-2014 04:24 | Dibaca : 2433x

Kendati susu memiliki berbagai manfaat untuk tubuh, sejumlah orang memandang meminum susu berefek samping tubuh jadi gemuk. Benarkah seperti itu?


"Semua pada dasarnya tergantung dari jenis susu yang kita pilih untuk dikonsumsi sehari-hari. Ada beberapa jenis susu berdasarkan komposisi lemak, seperti susu full cream yang mengandung empat persen lemak. Umumnya, susu jenis ini dikonsumsi anak-anak karena membutuhkan kandungan lemak dan vitamin, serta gizi untuk tubuh berkembangnya. Atau bisa dibilang, anak-anak tidak akan gemuk kalau tidak ada faktor genetik dari kecil, karena mereka sedang membutuhkan (tubuh) tumbuh ke atas. Dan akan berbeda cerita lagi kalau orang dewasa yang sudah tidak membutuhkan tumbuh ke atas meminum susu jenis ini," kata Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp. GK, spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara bertema “UHT Milk: A World of Benefit and Choices”.

Baca juga : Amankah Tren Diet Raw Food?

Selain itu, kata dia, susu jenis low fat yang memiliki lemak yang rendah. Di mana kandungan lemaknya setengah dari susu full cream. Kemudian, ada juga susu skim yang memiliki kandungan lemak lebih sedikit lagi, yaitu hanya satu persen. Menurut dr. Fiastuti, susu jenis ini baik yang menginginkan nutrisi, tapi tak membuatnya gemuk.

Baca juga : Fungsi Beberapa Organ yang Terlihat tidak Berguna

"Singkatnya, kalau ingin meminum susu tapi tak gemuk, pilihlah jenis susu yang rendah (kandungan) lemaknya. Namun, kita juga tidak memungkiri setiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing dalam kebiasan meminum susu," tutupnya.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Cek Rekomendasi Obat Demam Bayi di Bawah 1 Tahun Berikut Ini

02-07-2024 04:16

Selain dengan bahan alami,  obat demam bayi di bawah 1 tahun dapat Anda dapatkan di apotek terdekat. Memilih obat sesuai dengan usianya memang suatu keharusan, termasuk memilih obat demam bayi di bawah 1 tahun yang tepat. Dengan memberikan obat demam bayi di bawah 1 tahun dengan dosis yang benar kondisi Si Kecil akan segera membaik. Ketika bayi yang masih sangat kecil demam hal ini membuat semua orangtua panik. Pasalnya khawatir untuk memberikan pengobatan yang macam-macam lantaran tubuhnya masih sangat rentan. Demam biasanya terjadi ketika mereka setelah imunisasi maupun indikasi suatu penyakit tertentu. Pada dasarnya demam merupakan bentuk pertahanan dengan cara melawan penyakit lain yang ada di dalam tubuh. Selain mengatasinya dengan obat-obatan yang tersedia, perawatan saat anak demam juga turut diperhatikan. Misalnya, pakaian anak harus lah longgar, berikan lebih banyak cairan untuk dan makanan yang bergizi. Tetapi, bila Anda ingin mempercepat proses penyembuhan, maka bisa memberinya obat-obatan sesuatu dengan dosis usianya. Anda bisa mendapatkan  obat demam untuk bayi di bawah satu tahun di apotek. https://pafikotameulaboh.org/ Berikut ini adalah beberapa rekomendasi obat demam bayi di bawah 1 tahun yang bisa diberikan. 1. Panadol Sirup Drops Panadol sirup drops mengandung kandungan paracetamol yang mampu membantu menurunkan panas pada bayi. Obat ini dapat diberikan untuk bayi usia 0-1 tahun untuk meredakan sakit kepala, nyeri otot dan demam pasca imunisasi. Adapun dosis penggunaan untuk bayi berusia 3-9 bulan adalah 0,8 ml. Obat bisa diberikan sebanyak 3-4 kali sehari. Sementara untuk bayi berusia kurang dari tiga bulan harus sesuai dengan petunjuk dokter. 2. Sanmol Paracetamol Sama seperti obat lainnya, Sanmol aman dikonsumsi untuk anak usia 0-5 tahun. Untuk bayi yang berusia di bawah satu tahun, maka Moms bisa memberikan dosis sebanyak 0,6 mL sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Sanmol Sirup 60 ml mengandung Paracetamol yang dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit kepala, sakit gigi, dan menurunkan demam. Sanmol bekerja pada pusat pengatur suhu hipotalamus untuk menurunkan suhu serta menghambat sintesis prostaglandin sehingga dapat mengurangi nyeri ringan sampai sedang. 3. Mirasic Sirup Paracetamol Untuk mendapatkan obat ini, Moms bisa mendapatkannya hanya di apotek. Mirasic juga bisa diberikan untuk anak yang usianya kurang dari 1 tahun dengan dosis 3-4 kali sehari sebanyak 2,5 ml. Anda bisa memberikan Mirasic supaya demam anak setelah imunisasi, maupun perawatan sakit kepala, sakit gigi, maupun kondisi lainnya. 4. Pamol Syrup Obat ini aman juga dikonsumsi untuk anak mulai dari 0-1 tahun dan usia di atasnya, dan diminum sesudah makan. Dosis untuk bayi di bawah 1 tahun adalah 2,5 – 5 ml untuk pemberian tiga kali sehari atau saat benar-benar dibutuhkan. Pamol mengandung bahan aktif Paracetamol yang mengatasi demam dan gejala lainnya seperti nyeri ringan, sakit kepala, hingga nyeri persendian. Sebaiknya hindari penggunaan obat ini secara berlebihan lantaran dapat menyebabkan efek samping seperti muntah, mual, diare, hingga nyeri perut. 5. Tempra Drops Obat penurun demam berikutnya yang bisa diberikan untuk bayi di bawah satu tahun adalah Tempra Drops. Untuk bayi yang berusia di bawah tiga bulan harus mengikuti petunjuk dokter. Obat ini bisa diberikan sehanyak 3-4 kali dalam sehari maupun ketika beanr-benar dibutuhkan.

Featured Image
Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

23-05-2014 16:32

Puasa merupakan salah satu kewajiban yang dimiliki oleh umat islam saat bulan ramadhan datang. Selain itu bagi umat islam juga mengenal adanya puasa sunnah seperti puasa senin kamis dan sebagainya. Jika ditinjau dari segi agama maka puasa ini dapat diartikan sebagai sebuah cara untuk meningkatkan keimanan seseorang kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Namun jika kita meninjau lebih jauh, terutama dari segi kesehatan maka kita akan menemukan banyak hal menarik. Termasuk di antaranya adalah manfaat melakukan puasa bagi kesehatan tubuh kita. Dan karena itulah maka di sini saya merangkum berbagai macam manfaat yang dapat anda peroleh ketika menjalankan ibadah puasa, sebagai berikut : 1. Manfaat kesehatan pertama yang diperoleh oleh orang yang sedang berpuasa adalah tidak terjadinya pengasaman darah. Hal ini terjadi karena asam amino teroksidasi dengan pelan serta zat keton tidak meningkat pada orang yang sedang berpuasa. 2. Puasa ini sangat jelas berbeda dengan kelaparan. Seseorang yang kelaparan dapat berpengaruh buruk pada kesehatannya. Sedangkan puasa justru memiliki manfaat yang baik bagi tubuh karena meski menahan lapar dan haus, kebutuhan akan energi tetap dapat tercukupi saat sahur da berbuka puasa. Selain itu orang yang berpuasa juga dapat membantu proses peremajaan sel yang terdapat dalam tubuhnya.  [Baca juga : Kenali Insomnia ] 3. Puasa dapat menjadi sebuah alternatif diet yang sehat pada seseorang yang mengalami kelebihan berat badan. Ya dengan berpuasa maka kadar glukosa yang terdapat di dalam tubuh akan berkurang dan salah satunya juga berdampak pada penurunan berat badan pada diri seseorang yang berpuasa dalam waktu tertentu, semisal dalam puasa ramadhan. 4. Puasa ternyata juga dapat menyebabkan jantung seseorang menjadi lebih sehat. Penurunan kadar LDL pada seseorang akan membuah jantung terasa lebih sehat. Selain itu juga pembuluh darah yang akan semakin baik. 5. Bermanfaat bagi ginjal. Orang yang berpuasa akan menahan lapar dan haus pada kurun waktu tertentu. Nah karena tidak minum dari sahur hingga buka inilah yang mengakibatkan konsentrasi urin pada diri seseorang akan semakin baik. Sehingga jika hal ini dibiasakan maka kesehatan organ ginjal seseorang pun akan semakin terjaga. 6. Penurunan pengeluaran hormon pada diri seseorang. Orang yang berpuasa akan mengalami penurunan pengeluaran hormon seperti insulin. Dan berdasarkan penelitian hal ini menyebabkan seseorang dapat hidup lebih lama karena resiko penyakit yang cenderung menurun.  [Baca juga : Gejala dan Pengobatan Secara Herbal untuk Penyakit Rematik  ] 7. Puasa juga berpengaruh pada pembentukan sel sperma pada seorang laki-laki. Dalam kata lain orang laki-laki yang berpuasa, memiliki produksi sperma yang relatif baik. 8. Seorang yang berpuasa akan berusaha sekuat tenaganya untuk selalu sabar. Dan hal ini secara tidak langsung telah amat berpengaruh pada kondisi psikososial diri seseorang terhadap Sang Maha Pencipta, maupun dalam hubungannya dengan manusia yang lainnya. 9. Seorang yang tengah berpuasa relatif dalam kondisi yang tenang. Sehingga hal ini mengakibatkan mereka pada keadaan Diana adrenalin relatif menurun. Hal ini sangat baik, karena secara tidak langsung telah menurunkan resiko bagi seseorang untuk terkena berbagai macam penyakit yang cukup berbahaya semisal hipertensi, stroke hingga penyakit jantung. 10. Bagi anda yang sering kali mengalami encok atau peradangan sendi maka puasa adalah salah satu hal yang baik untuk anda lakukan. Hal ini karena dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli telah disebutkan bahwa ada hubungan yang baik antara puasa dengan perbaikan peradangan sendi yang dialami oleh seseorang. Demikianlah apa yang dapat saya sajikan pada ulasan ini. Semoga beberapa ulasan di atas dapat memberikan banyak manfaatnya bagi anda sekalian.

Featured Image
Kanker Serviks, Gejala, Penyebab Dan Penanganannya

07-09-2014 23:46

Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks.   Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis.  Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.

...