Waktu Posting : 02-06-2014 06:11 | Dibaca : 2827x
Evolusi membuat beberapa fungsi organ-organ menjadi tidak terlihat, padahal mungkin organ-organ tersebut dulunya sangat bermanfaat bagi nenek moyang manusia. Berikut ini penjelasan fungsi dari organ-organ yang terlihat kurang berguna tersebut.
1. Puting susu pada pria
Puting susu pada wanita berguna untuk menyusui keturunannya yang masih bayi, namun pada pria, fungsi organ ini seperti tidak ada. Puting susu pada pria sebenarnya ada karena semua makluk hidup saat diciptakan awalnya adalah wanita. Sehingga kedua jenis kelamin sama-sama memiliki puting susu, namun tanpa estrogen (hormon kewanitaan), organ tersebut hanyalah ornamen semata.
Baca juga : Ketahui 4 Asupan Pencegah Migrain
2. Rambut ketiak
Profesor evolusi biologi manusia di Harvard University, Daniel Lieberman, menjelaskan, ada dua tipe kelenjar keringat di tubuh, ekrin dan apokrin yang banyak terdapat pada ketiak. Kelenjar apokrin penting untuk mengeluarkan sinyal seksual. Sehingga dengan adanya rambut, bau yang dihasilkan dari kelenjar tersebut bertahan lebih lama.
3. Alis
Para peneliti percaya, alis dapat melindungi mata dari keringat dan air hujan, sehingga membantu nenek moyang untuk berburu. Namun menurut Lieberman, alis juga berfungsi untuk menunjukkan emosi sehingga membantu dalam berkomunikasi.
4. Usus buntu
Usus buntu merupakan organ vestigial, yang artinya kehilangan banyak fungsi awalnnya karena proses evolusi. Awalnya, kata Lieberman, organ ini berfungsi sebagai wadah fermentasi pada usus. Namun karena manusia tidak lagi makan makanan berkualitas rendah seperti rumput, maka organ ini tidak lagi berfungsi. Namun penelitian menunjukkan, organ ini mungkin penting sebagai tempat tumbuhnya banyak bakteri "baik".
Baca juga : Apakah Minum Susu Bikin Tubuh Gemuk?
5. Amandel
Amandel merupakan organ yang penting untuk sistem imun. Melalui mulut, bakteri banyak masuk ke dalam tubuh. Nah, untuk mencegah infeksi, maka sel imun di tenggorokan melancarkan aksi melawan bakteri tersebut
.
6. Gigi bungsu
Gigi merupakan organ yang sudah tumbuh meski belum digunakan. Artinya meskipun gigi bungsu baru terlihat setelah dewasa, namun sejatinya organ ini sudah tumbuh jauh sebelumnya. Dulu manusia membutuhkan gigi bungsu untuk mendukung tulang rahang supaya tumbuh dengan baik. Namun karena manusia makan makanan yang tergolong lunak dan masak, maka tulang rahang pun tidak tumbuh dengan kapasitas penuh. Sehingga tidak ada tempat bagi gigi bungsu untuk tumbuh.
16-10-2018 00:12
Ngemil di malam hari terutama saat jam tidur merupakan salah satu penyebab naiknya berat badan secara drastis karena tubuh akan menyimpan lemak dari pada menyimpan cadangan energi. Namun aktivitas ini sulit dihindari karena biasanya pada malam hari tubuh akan terus menerus menginginkan camilan sebagai pengisi waktu luang saat tidak melakukan aktivitas apapun. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara agar tidak tergoda untuk ngemil di malam hari. Berikut tipsnya : 1. Konsumsi lebih banyak protein Rasa ingin ngemil di malam hari merupakan respon tubuh untuk megatakan jika tidak cukup makan. Konsumsi lebih banyak protein akan membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan otomatis akan menghentikan kebiasaan ngemil terutama pada malam hari. 2. Jalan-jalan Saat ingin ngemil di malam hari, cobalah untuk berjalan-jalan keluar rumah menghirup udara segar dan melakukan sedikit olahraga ringan yang dapat membantu memperlancar pencernaan, menjernihkan pikiran serta membuat tidur lebih pulas. 3. Jika benar-benar ingin makan maka makanlah makanan yang sehat Cobalah konsumsi sesuatu yang sehat dan tidak membuat berat badan naik drastis. 4. Pahami apa yang diinginkan Dari pada membeli es krim setiap malam maka tidak ada salahnya untuk memperhatikan waktu dimana sering merasa lapar dan makanan apa yang diinginkan. Semakin menyadari keinginan tersebut maka akan semakin mudah menghentikan kebiasaan ngemil pada malam hari. 5. Minum teh herbal Minum secangkir teh herbal merupakan cara terbaik untuk bersantai sebelum tidur dan menjaga pikiran dari keinginan untuk ngemil.
01-07-2014 09:29
Xerostomia atau yang lebih di kenal dengan mulut kering, bukan merupakan satu jenis penyakit. Xerostomia adalah tanda-tanda dari beragam penyakit atau keadaan kesehatan yang lain. Keadaan ini mengakibatkan produksi air liur jadi menyusut atau malahan tiada sepenuhnya. Air liur berperan untuk membasahi mulut, menolong menelan, serta mencicipi makanan. Air liur pula menolong mencegah pembentukan plak gigi yang dikarenakan oleh makanan. Kecuali itu, air liur pula menolong menetralkan asam mulut yang membahayakan enamel gigi. Xerostomia bisa berlangsung lantaran berbagai hal. Tersebut di bawah ini ialah 5 pemicu paling umum yang kerap menyebabkan xerostomia : 1. Efek Samping Obat Obat-obatan adalah pemicu paling umum terjadinya xerostomia. Beberapa ratus obat bisa mengakibatkan mulut kering. Terhitung salah satunya ialah obat pembasmi rasa sakit, obat-obatan untuk depresi, obat flu, obat kejang otot, serta obat alergi. Orang lansia kerap minum banyak obat-obatan, terhitung obat yang barangkali dapat mengakibatkan mulut kering. Oleh karenanya, banyak dari mereka yang alami keadaan mulut kering. Baca juga : Waspadai Stroke di Usia Muda 2. Komplikasi dari Penyakit serta Infeksi Berbagai penyakit terkait dengan mulut kering. Salah satunya ialah diabetes, anemia, cystic fibrosis, rheumatoid arthritis, desakan darah tinggi, serta infeksi HIV. Xerostomia pula berlangsung pada sindrom Sjogren. Pada keadaan ini, antibodi badan menyerang kelenjar saliva serta kelenjar air mata. Berbagai infeksi virus, seperti penyakit gondok, pula merubah produksi air liur serta mengakibatkan xerostomia. 3. Dehidrasi Tiap-tiap keadaan yang mengakibatkan hilangnya cairan badan pula bisa mengakibatkan xerostomia. Keadaan ini terhitung demam, keringat terlalu berlebih, muntah, diare, kehilangan darah, atau kehilangan air lewat kulit lantaran luka bakar. 4. Terapi Radiasi Xerostomia ialah efek samping yang umum berlangsung lantaran terapi radiasi untuk menyembuhkan kanker di kepala serta leher. 5. Operasi Pengangkatan Kelenjar Ludah Bila berlangsung pembengkakan yang besar pada kelenjar ludah, operasi pengangkatan kelenjar barangkali mesti dikerjakan. Bila kelenjar ludah diangakat, maka sudah pasti produksi air liur bakal berhenti. Mulut kering ialah keadaan yang merubah seputar satu dari empat sampai lima orang dewasa, terlebih wanita. Mulut kering (xerostomia) dikarenakan terlebih lantaran kurangnya air liur untuk melindungi mulut terus basah. Berlangsung penurunan sekresi air liur dari kelenjar ludah, hingga mengakibatkan keadaan ini. Xerostomia biasanya berlangsung pada umur dewasa muda (seputar 20 tahun) serta umur lanjut (60-80 tahun). Tersebut ialah 6 tanda-tanda umum dari xerostomia : 1. Perasaan lengket serta kering di mulut serta lidah 2. Bibir pecah-pecah 3. Kesusahan dalam mengunyah, menelan, rasakan, atau berbicara 4. Mulut luka 5. Bau napas tidak enak 6. Gigi palsu yang jadi jadi tak nyaman Baca juga : Mengenal 8 Jenis Penyakit Peredaran Darah Air liur menolong dalam mengunyah, menelan serta mengolah makanan. Air liur pula membuat perlindungan gigi dari pembusukan dengan jalan membersihkan bekas makanan, gula serta asam yang dihasilkan oleh bakteri. Saat kekurangan air liur, seperti dalam keadaan mulut kering, maka keadaan ini bisa mengakibatkan resiko kesehatan semacam ini: 1. Kurang air liur bakal turunkan pH mulut (mulut semakin asam) hingga menambah resiko rusaknya gigi, penyakit gusi, bau mulut, serta infeksi mulut. 2. Beberapa hal yang bisa diakibatkan oleh adanya mulut kering antara lain susah dalam mengunyah, menelan dan berbicara, gigi palsu jadi longgar, rasa terbakar, penurunan kepekaan akan rasa makanan, sakit mulut dan tenggorokan. Langkah tersebut bisa mencegah keadaan mulut kering atau xerostomia : 1. Tidur dengan mulut terbuka mengakibatkan mulut kering pada pagi hari. Sebisa-bisanya bernapaslah dengan hidung saat tidur. 2. Memakai buatan pencegah mulut kering. Untuk lebih aman, tanyakan dengan dokter tentang buatan yang paling jitu. 3. Melindungi kebersihan mulut. Sikat gigi serta berkumur dengan cara teratur. Pakai juga benang gigi (dental floss). 4. Minum air sekurang-kurangnya 8 gelas /hari. 5. Jauhi konsumsi kafein serta alkohol
28-04-2014 21:50
Pencegahan dan Pengobatan HIV/AIDS - Respon internasional terhadap penyakit HIV/AIDS ini cukup besar yang dibuktikan dengan program penurunan penyakit seksual ini dalam bentuk program kesehatan WHO yaitu MDG’S 2015 (Millenium Development Government’s 2015). Program ini secara langsung ditujukan untuk mengurangi kesakitan serta kematian akibat penyakit HIV/AIDS. Selain itu, juga diberikan pengarahan terhadap orang – orang disekitar penderita untuk tidak menjauhi serta mengucilkan penderita penyakit HIV/AIDS karena penyakit ini tidak mampu menular hanya dengan sentuhan fisik biasa. Pengarahan yang dilakukan ini tentunya menjadi poin penting para petugas kesehatan untuk mampu memberitahukan kepada masyarakat tentang penyebab penyakit HIV/AIDS, cara penularan penyakit HIV/AIDS, pencegahan penyakit HIV/AIDS serta melakukan pengobatan penyakit HIV/AIDS. Selengkapnya mengenai penyakit HIV/AIDS ini mungkin dapat anda lihat dalam ulasan berikut ini, yaitu : Baca juga : Rahasia Sembuhkan Marasmus Anak Apa itu penyakit HIV/AIDS? Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang terjadi akibat hubungan seksual yang tidak sehat. HIV merupakan jenis virus yang menyebabkan penyakit seksual satu ini. Sedangkan untuk penyakit yang diderita oleh kalangan ODHA( orang dengan HIV/AIDS) ini dinamakan dengan AIDS ( Acquired Immune deficiency Syndrome). Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa HIV merupakan jenis virusnya sedangkan penyakit seksual ini dinamakan dengan AIDS. Mungkin kedua pengertian ini banyak disalah artikan oleh masyarakat sehingga dengan artikel ini anda dapat memahami dengan mudah mengenai kedua kata ini yang sebenarnya memiliki definisi yang berbeda. Apa penyebab penyakit seksual ini? Penyakit seksual yang mematikan serta tidak dapat disembuhkan ini disebabkan oleh beberapa perilaku yang tidak sehat. Diantara beberapa perilaku yang tidak sehat ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini : 1. Melakukan hubungan seksual yang berganti – ganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman seperti kondom. 2. Melakukan hubungan seksual yang menyimpang melalui oral maupun anus. 3. Melakukan injeksi jarum suntik secara bergantian. Hal ini sebenarnya banyak dialami para ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) yang melakukan konsumsi narkoba suntik. Oleh sebab itu, anda perlu berhati – hati terhadap penggunaan jarum suntik dengan memastikan terlebih dahulu sterilitas jarum suntik. Bagaimana cara penularan penyakit ini? Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang biasa dikenal dengan penyakit menular seksual yang memiliki masa inkubasi paling lama. Masa inkubasi dalam rentang yang lama ini dikaitkan dengan sistem kerja virus yang memang menyerang sel CD4 yang berperan penting dalam ketahanan atau kekebalam tubuh individu, sehingga apabila virus ini sudah masuk dalam tubuh anda maka anda akan mudah terserang beberapa bibit penyakit lainnya. Untuk itu, anda perlu melakukan pencegahan penularan virus ini. Sebelum melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS maka anda perlu mengetahui terlebih dahulu cara penularan virus ini. HIV bisa menular melalui : Baca juga : Tips Mengatasi Asam Urat dengan Aman dan Nyaman a. Cairan seksual Dalam berhubungan intim sebaiknya anda tidak melakukannya dengan banyak orang karena kesehatan organ reproduksi seseorang itu tidak bisa dipastikan secara langsung. Jika anda melakukan hubungan seksual dengan ODHA tanpa alat pengaman maka secara langsung cairan seksual tersebut menular pada anda. b. Injeksi narkoba suntikan Cairan suntikan yang digunakan secara bergantian ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit HIV/AIDS dikarenakan HIV bisa menular melalui darah sehingga ketika anda melakukan injeksi secara langsung dan bergantian maka tentunya anda akan berisiko untuk tertular penyakit satu ini. c. Melalui cairan darah Cairan darah ODHA merupakan perantara yang pasti menyebabkan terjadi penyakit HIV/AIDS. Untuk itu, anda yang sedang ingin melakukan transfuse darah perlu berhati – hati dalam menggunakan darah orang lain tersebut. Bagaimanakah cara pencegahan penyakit HIV/AIDS? Untuk mencegah terjadinya angka kesakitan penyakit HIV/AIDS yang meningkat maka anda perlu melakukan beberapa langkah pencegahan diantaranya yaitu 1. Pastikan anda dan pasangan anda hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang saja atau tidak berganti – ganti pasangan. 2. Melakukan hubungan seksual yang wajar dengan menghindari seksual melalui oral maupun anus. 3. Melakukan injeksi suntikan yang steril dan tidak berganti – ganti. 4. Mendekatkan diri kepada sang khalik untuk mempertebal iman. 5. Melakukan transfuse darah yang memang sudah di screening dari HIV. Bagaimana cara pengobatan penyakit HIV/AIDS? 1. Dengan melakukan VCT atau tes HIV/AIDS secara dini 2. Melakukan konsumsi ARV untuk mengembalikan efektivitas trombosit anda 3. Melakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom 4. Tidak melakukan injeksi suntikan secara bergantian dengan orang lain 5. Melakukan pengobatan serta konsultasi tentang penyakit HIV/AIDS yang teratur dengan petugas kesehatan