Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi)

Additional Image

Waktu Posting : 25-04-2014 20:50 | Dibaca : 2433x

Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi)  - Tidak semua kasus darah tinggi atau hipertensi terelakkan. Bila itu menjadi bagian dari hidup Anda, bagaimana bisa tetap sehat berdampingan dengan kondisi itu? Mungkin tak bisa ditumpas, tetapi darah tinggi bisa dijinakkan. Caranya?

Prinsipnya seberapa bisa tekanan darah dipertahankan pada nilai yang optimal. Terlebih pada mereka yang berisiko, seperti ada keturunan darah tinggi. Demikian pula bila mengidap pula kencing manis (diabetes melitus), lemak darah abnormal (kolesterol, trigliserida), dan ada riwayat gangguan jantung. Darah tinggi bergabung dengan keadaan tersebut bersifat memperburuk.

Bukan saja tidak bijak kelewat cepat minum obat medis, seberapa bisa tidak perlu minum obat dulu. Kalau tanpa minum obat tensi darah masih bisa ditekan normal, obat jangan dipilih dulu. Obat baru diminum apabila dengan cara-cara tanpa obat, tensi masih berada di atas normal. Sedapat mungkin tensinya optimal. Apa sajakah cara-cara tanpa obat itu?
 
Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker 

Pertama, bila berat badan lebih dari berat idealnya, turunkan dulu sampai ideal. Berat badan ideal diukur dengan BM (Body Mass Index), yakni berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (M) pangkat dua. Bila indeksnya 23-25, berarti ideal. Di atas 25 kegemukan, di bawah 23 mungkin kurus.

Seraya dengan menurunkan berat badan sampai ideal, perlu diet rendah garam. Bukan tawar sama sekali, melainkan membatasi saja. Tanpa sadar, konsumsi garam dari menu harian kita rata-rata lebih tinggi tiga kali lipat dari yang tubuh butuhkan.

Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi) orang dengan kultur modern sering disebabkan oleh kelebihan sodium (natrium) dalam darah, khususnya pada tubuh yang salt sensitive. Hipertensi masyarakat di pedesaan yang hidupnya lebih papa, juga sering gara-gara menu hariannya yang serba asin (ikan asin, kecap asin).
 
Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi)
 
Selain itu, perlu rutin bergerak badan (olahraga). Tak perlu olahraga atau senam khusus, dengan memilih rutin jalan kaki cepat ( brisk walking), dengan laju 100 M/menit, atau 6 Km/jam, selama 40-45 menit, lima kali seminggu, tensi darah diharapkan terbantu untuk turun.

Berat badan menjadi ideal, diet rendah garam, dan gerak badan teratur, mendukung upaya penurunan tensi darah. Selebihnya cukup kalium (dari buah-buahan) dan kalsium. Kalium dan kalsium membantu mengendurkan tensi darah juga.

Lain dari itu, jiwa juga perlu tenang, tidak stres, dan hidup tidak tergesa-gesa. Perlu ada waktu untuk bersilaturahmi, ada orang yang mau mendengar isi hati, berekreasi, dan perlu hidup lebih santai.

Orang yang tak ada riwayat darah tinggi, tensinya bisa mendadak melonjak kalau pikirannya lagi gundah. Pada kasus demikian, langsung memberinya obat pun tidak arif karena tahu sejatinya dia bukan kasus darah tinggi sejati.
 
Baca juga :  Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi
 
Demikian pula orang yang takut kepada dokter (white coat hypertension). Begitu ketemu dokter, darahnya langsung tinggi. Namun, tak demikian kalau mengukurnya sendiri di rumah. Kasus demikian harus bijak ditanggapi. Memberinya obat berarti mencelakakan lantaran begitu keluar dari kamar praktik dokter, tensinya sudah normal lagi. Pemberian obat di sini hanya menambah anjlok tensi darahnya.

Untuk mengganti obat medis bisa dicoba beberapa obat herbal yang terbuat dari bahan alami berkhasiat yang secara ilmiah sudah terbukti. Sebut saja mengkudu, buah naga, kulit manggis, daun sirsak, seledri, mentimun, belimbing, dan bawang putih. Kalau bisa pilih yang sudah buatan farmasi dan berizin Depkes karena pasti berbeda khasiatnya bila dikonsumsi langsung dari bahan mentahnya.

Jus Ultra Noni tentu lebih berkhasiat dari sekian buah mengkudu yang Anda blender atau peras sendiri. Tak cukup makan mentahnya sebab butuh proses dengan teknologi tinggi untuk menyaripatikan zat berkhasiat yang ada dalam mengkudu. 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Mari Mengenal Fungsi Keringat Bagi Badan

10-07-2014 07:56

Tahukah Anda apa faedah keringat untuk kesehatan badan? Sampai kini kita kerap keluarkan keringat baik disengaja ataupun tidak seperti waktu dalam kemacetan di jalan, tengah presentasi di kantor atau tengah makan siang dengan nasi hangat serta lauk sambal pedas. Keringat yang mengucur paling-paling cuma diseka dengan sapu tangan atau tissue. Kita tak sempat mencari tahu kenapa keringat keluar serta apa fungsinya untuk badan. Di bawah ini ialah manfaat-manfaat keringat untuk kesehatan badan : 1. Keringat bikin suhu badan terus dingin Keringat berperan untuk mengatur suhu badan, yaitu mendinginkan suhu badan anda yang naik saat olahraga. Berkeringat amat utama untuk proses pendinginan badan dengan cara alami.   Baca juga : Tips Diet Sehat Dengan Buah-buahan 2. Keringat bisa bersihkan toksin dari badan Keringat menolong badan Anda dengan cara alami buang toksin. Penelitian sudah memperlihatkan bahwasanya keringat memiliki kandungan beragam tipe senyawa, terhitung sedikit logam yang punya potensi beracun, seperti kadmium, aluminium, serta mangan. Ini ialah argumen utama kenapa berkeringat dikira semacam detoxicant (penetralisir zat beracun). 2 juta sampai 5 juta kelenjar keringat di kulit manusia bisa memerankan utama dalam menyingkirkan banyak zat beracun yang ada di badan. 3. Keringat bisa membuat cantik kulit Keringat memiliki kandungan sedikit antibiotik yang bisa melawan bakteri yang ditemukan dengan cara alami pada kulit. Berkeringat pula bisa bersihkan pori-pori yang hingga bikin kulit tampak cerah serta halus. Banyak berkeringat pula bisa memperlambat sinyal tanda penuaan awal serta kurangi efek rusaknya kulit. 4. Keringat membuat lancar aliran darah Berkeringat pula bisa menolong menambah kesehatan jantung serta pembuluh darah. Saat badan memanas serta keluarkan keringat, jantung bekerja lebih keras untuk menambah aliran darah. Mekanisme ini berguna untuk kesehatan periode panjang. 5. Keringat bisa melawan infeksi Kaum dokter menyampaikan bahwasanya berkeringat bisa menangkis methicillin-resistant Staphylococcus aureus, lebih di kenal semacam MRSA, bakteri jahat yang bertanggungjawab untuk berbagai infeksi yang susah diobati. Keringat sudah dapat dibuktikan memerankan utama dalam memerangi bakteri beresiko serta jamur pada kulit. Itu lantaran keringat memiliki kandungan nitrit, dimana sesudah meraih permukaan kulit bakal mengkonversi jadi oksida nitrat, gas kuat dengan karakter spektrum anti-bakteri serta anti-jamur. Keringat pula memiliki kandungan antibiotik atau peptida antimikroba alami yang dikatakan DermIcidin, yang bisa membunuh MRSA serta bakteri jelek yang lain yang ada di permukaan kulit. 6. Turunkan stres Keringat tak dengan cara segera bisa turunkan stres atau menambah situasi hati. Tetapi, menambah panas badan dengan olahraga atau sauna mempunyai efek positif. Endorfin serta bahan kimia yang lain yang dilepaskan waktu olahraga dengan cara alamiah menambah mood serta turunkan stres.   Baca juga : Ciri Kanker Kulit Basal Cell Carsinoma 7. Keringat bisa mencegah asma Bila anda berkeringat banyak sesudah olahraga, maka sangat mungkin anda untuk meminimalisir terjadinya asma. Riset dari Kampus Michigan menyampaikan bahwasanya berkeringat bisa menolong turunkan kemungkinan terjadinya asma. Serta makin anda berkeringat saat olahraga, makin baik, lantaran makin anda berkeringat, makin rendah kemungkinan anda alami asma. 8. Membakar kalori Berkeringat pula dapat menolong turunkan berat tubuh. Saat badan dipanaskan waktu olahraga, lemak dalam badan larut dalam air serta keluar dari badan melalui keringat. Berkeringat bisa membakar 300 kalori per jam. 9. Keringat menolong melawan penyakit Sempat bertanya-tanya kenapa anda berkeringat saat anda tengah demam? Berkeringat ialah jalan badan dalam memberi tahu sistem kekebalan badan untuk melawan penyakit. Tak cuma menolong melindungi berat tubuh, keringat pula berguna saat anda tengah demam. Penambahan kegiatan metabolik merangsang sistem kekebalan badan. Jadi, saat anda demam, berkeringat ialah jalan badan anda untuk berupaya mengobati sendiri.

Featured Image
Deteksi Dini Keberadaan Kanker Kolon (Usus Besar)

14-06-2014 19:22

Kecuali melakukan pola hidup lebih sehat, sesungguhnya kanker kolon dapat dihindari dengan skrining serta deteksi awal. Sejumlah 95 % masalah kanker usus besar bisa diatasi, bila ditemukan awal melalui tes serta kontrol rinci. Tetapi, pantas disayangkan, banyak orang-orang malas melakukan deteksi awal lantaran terasa tak yakin terkena kanker usus besar. Serta yang terutama, sebelum saat Anda melakukan pemeriksaan-pemeriksaan itu, bacalah gejala-gejala yang didapatkan dari tubuh Anda. Dengarlah nada keluhan tubuh Anda. Bila ada yang lain dari pada lazimnya, mesti aware, janganlah didiamkan. Orang sakit perut itu umum. Namun bila telah tak hilang-hilang, mesti diwaspadai. ” Walau tak nyaman, atau barangkali menjijikkan, tiada kelirunya Anda memerhatikan feses yang Anda mengeluarkan waktu BAB. Lantaran pergantian pada pola BAB – frekuensi ataupun konsistensinya – adalah tanda awal yang vital.   Baca juga : Migrain Lebih Suka Mengincar Perempuan Bila Anda alami persoalan dengan saluran cerna, berkonsultasilah ke dokter. Janganlah sangsi untuk kembali ke dokter itu kalau penyembuhan yang didapatkan tidak kunjung memperlihatkan hasil, atau persoalan Anda selalu berjalan. Bila butuh, datangi dokter lain untuk meminta second opinion, supaya Anda meyakini dengan apa yang tengah berlangsung di saluran cerna Anda. Dibawah ini ialah beberapa kontrol kanker kolon yang dapat Anda lakoni, demikian Anda mencurigai ada persoalan dengan usus besar Anda. Kontrol colok dubur serta darah samar. Langkah yang paling simpel ialah dengan kontrol colok dubur, dimana dokter bakal memasukkan jarinya ke rektum. Kontrol bisa dikerjakan di klinik rawat jalan. Walau cuma mengonsumsi saat kurang dari lima menit, tetapi bisa mengakibatkan sedikit ketidaknyamanan untuk beberapa orang yang melakukan. Cara tersebut umumnya cuma bisa mendeteksi kanker yang terdapat pada 5-8cm paling akhir dari rektum. Kecuali itu, Anda dapat juga melakukan kontrol darah samar di laboratorium pada misal feses Anda untuk mendeteksi ada darah yang datang dari polip.   Baca juga : Cara Alami Redakan Sakit Gigi Photo ronsen dengan bahan kontras serta kontrol biomolukuler. Memasukkan barium cair lewat pipa sempit ke dalam rektum untuk melapisi semua usus, lalu diidentifikasi dengan photo ronsen (cahaya X), juga bisa dikerjakan untuk mendeteksi kanker serta polip yang besarnya melebihi satu sentimeter. Serta akhir-akhir ini, dikenalkan kontrol biomolekuler untuk kanker usus besar pada misal tinja pasien, yakni tes tumor M2-PK (M2 pyruvates kinase), yang disebut pemberi tanda (biomarker) metabolik tumor. Gen pemberi tanda itu ditemukan E. Eigenbrodt dari Jerman pada1992, lalu di kembangkan Schebo Biotech. Dalam kontrol diukur kesibukan metabolisme tumor usus besar pada stadium awal untuk mendeteksi polip atau adenoma yang tak berdarah. Kolonoskopi. Sedangkan untuk kanker yang terdapat lebih jauh didalam usus besar, Anda bisa melakukan kontrol kolonoskopi. Kontrol itu memakai teropok serat optik fleksibel yang dimasukkan lewat rektum ke dalam usus besar. Lewat teropong itu, bisa saja pengambilan potongan kecil dari jaringan tumbuh untuk pengujian. Prosedur itu bisa dikerjakan dengan bius minimum di klinik rawat jalan. Walau tak nyaman, prosedur berjalan kurang dari 30 menit. Bila Anda dikira berisiko tinggi menderita kanker kolon, baiknya pikirkan untuk melakukan kolonoskopi tiap-tiap tiga thn sekali. Sedang bila Anda mempunyai riwayat polip di kolon, kerjakan kolonoskopi serta penghapusan polip tiap-tiap th. sampai tiada polip baru tumbuh. Di sebagian negara, kolonoskopi direferensikan untuk mereka yang berumur 50-70, semacam skrining teratur tiap-tiap tiga th. sekali.

Featured Image
Ketahuilah, Hipertensi Merusak Organ Tubuh Secara Diam-diam

08-07-2014 22:43

Makin pesatnya tekhnologi serta mordernisasi, bisa merubah pola hidup serta pola makan yang kerap tak disadari menyebabkan tidak bagus pada kesehatan. Hipertensi  atau tekanan darah tinggi umpamanya, saat ini tergolong penyakit tak menular yang paling banyak dialami orang-orang. Tetapi, sayangnya tak kebanyakan orang memahami bahwasanya dirinya mengalami hipertensi. Hal semacam itu terjadi sebab hipertensi tak memberikan gejala. Tak sedikit orang yang datang ke dokter baru di ketahui memiliki hipertensi, juga banyak pula yang telah menderita komplikasi organ. Untuk tahu apakah seorang menyandang hipertensi, tak dapat disangka-duga demikian saja, namun mesti diukur dengan alat pengukur tensi darah. Tensi darah yang normal berkisar pada 120-110/80-70 mmHg. Lebih dari itu, maka kita mesti waspada sebab bila berlangsung penambahan tekanan darah berkelanjutan bakal mengakibatkan kerusakan pembuluh darah di beberapa bagian besar badan.   Baca juga : Sehatkan Pencernaan Demi Halau Kanker Lambung Pada fase awal, hipertensi tentu saja tak memperlihatkan gejala, namun bila tensi darahnya hingga 250, dapat menyebabkan gejala seperti kejang serta pandangan kabur. Untuk seorang dengan tensi darah diatas 160 telah mesti minum obat hipertensi. Apabila seorang telah terkena hipertensi, seumur hidupnya mesti minum obat. Bila tak minum obat dengan teratur maka hipertensinya tak termonitor serta bakal menyebabkan tidak bagus untuk kesehatannya. Organ badan seperti ginjal, jantung bisa rusak disebabkan hipertensi yang tak diobati dengan benar, Pikirkan, didalam ginjal ada jutaan pembuluh darah kecil yang berperan selaku penyaring product bekas darah yang perlu dikeluarkan. Jika pembuluh darah di ginjal rusak, maka kemungkinan aliran darah berhenti mengeluarkan limbah serta cairan esktra dari badan. Bila cairan melimpah dalam pembuluh darah, maka bisa menambah tensi darah. Tensi darah yang demikian hebat bisa mengakibatkan kerusakan dinding-dinding pembuluh darah serta pula dapat mengakibatkan kerusakan jantung.   Baca juga : 6 Langkah Sadari yang Perlu Anda Pelajari Memperhatikan resiko yang tinggi itu, amatlah “miris” bila cuma sedikit saja orang yang meremehkan kesehatannya. Sekarang ini prevalensi hipertensi di Indonesia 31,7% atau sepertiga masyarakat Indoneisa, sekitar 50 juta lebih masyarakat mengalami hipertensi. Dari jumlah itu, 50 prosentasenya tak tahu bila dirinya hipertensi. Sedang dari 50% yang tahu mengalami hipertensi, separuhnya tak minum obat. Serta parahnya lagi, dari 50% yang minum obat itu, cuma separuhnya yang minum obat dengan teratur. Ini jadi persoalan. Walau pasien hipertensi mesti minum obat seumur hidupnya, namun mutu hidupnya tetap dijaga dengan mengatur pola makan serta pola hidup sehat. Dalam pada itu untuk mencegah supaya kita terlepas dari resiko hipertensi, maka dari awal telah melaksanakan hidup sehat, diantaranya, kurangi konsumsi garam, tak merokok, olah raga fisik minimum 30 menit satu hari, serta perbanyak makan sayur serta buah-buahan.

...