Waktu Posting : 25-04-2014 20:50 | Dibaca : 2547x
05-06-2014 19:27
Dada Terasa Deg – Degan perlu diwaspadai karena hal ini bisa membahayakan kesehatan jantung anda. Setiap kali cemas ataupun khawatir, tentu jantung akan berdebar – debar sehingga dada terasa deg – degan atau mungkin dengan detak jantung lebih kencang dari biasanya. Tetapi jika sering deg – degan tanpa sebab bisa jadi hal itu menandakan adanya gangguan irama jantung. Terjadinya gangguan irama jantung sebenarnya adalah salah satu spektrum penyakit jantung yang luas. Dimana, gangguan ini bisa menjadi pertanda awal dari adanya penyakit jantung yang serius. Gangguan irama jantung akan muncul karena adanya kekacauan sinyal listrik yang berfungsi menstimulasi otot jantung untuk memompa darah secara teratur. Pasalnya gangguan jantung menjadi pemicu utama terjadinya penyakit stroke dimana, darah tidak bisa mengalir dengan normal sehingga seiring dengan berjalannya waktu penyakit stroke dapat terjadi. Dengan demikian ketika merasa deg – degan dalam waktu sering sebaiknya segera melakukan pemeriksaan pada dokter. Baca juga : Kenalilah MERS dan Gejalanya Gangguan irama jantung dapat disebabkan karena terjadi penyumbatan pada pembuluh darah. Jika sumbatan tersebut pecah dan masuk kedalam pembuluh darah di otak, dapat menyebabkan penyakit stroke karena adanya kelumpuhan saraf. Salah satu hal yang dikhawatirkan ketika dada terasa deg – degan, adalah ketika menjadi gejala lanjutannya dimana seringkali lebih parah akibat penyumbatan yang terjadi dan dapat masuk ke pembuluh darah otak lebih hulu. Gangguan irama jantung ditandai dengan detak jantung yang tidak normal. Normalnya, jantung manusia berdetak sekitar 60 hingga 100 kali per menitnya. Detak jantung dapat dikatakan tidak normal jika kurang dari 60 detak disetiap menitnya. Detak jantung yang tidak normal sebenarnya dapat diperiksa sendiri dengan tangan kosong. Gangguan irama jantung yang ditandai dengan deg – degan akan berpengaruh aktivitas sehari – hari karena penderitanya sering lemas, mudah capek, bahkan pingsan. Apabila irama jantungnya tidak beraturan, terkadang lambat dan terkadang cepat sehingga dipenderita lebih beresiko terserang kematian mendadak karena penyakit jantung. Sehingga ketika terjadi gangguan irama jantung harus ditindak lanjuti secara tanggap. Gangguan irama jantung dapat terjadi pada beberapa kalangan usia mulai dari dewasa hingga usia lanjut. Baca juga : Sudahkah Anda Membersihkan Kulit Wajah dengan Benar Tidak berbeda dengan penyakit jantung pada umumnya, gangguan irama jantung adalah akibat dari gaya hidup seseorang yang kurang sehat. Karena kesehatan organ dalam terutama jantung sangat dipengaruhi oleh pola hidupnya terutama pola makanan yang dikonsumsi dalam sehari – hari. Ketika seseorang terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak dengan kolesterol tinggi bisa menyebabkan gangguan irama jantung. Kandungan kolesterol di dalam daging akan menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol di dalam darah. Kolesterol jahat di dalam darah ini menyebabkan terjadinya penyumbatan proses peredaran darah di dalam tubuh. Ketika kolesterol terlalu tinggi maka jantung tidak dapat memompa darah secara normal sehingga sering menimbulkan rasa deg – degan. Jarang melakukan olahraga terutama lari – lari bisa menyebabkan penyakit jantung karena getar iramanya tidak dapat berfungsi secara sehat. Faktor – faktor penyakit jantung, yang saat ini sering terjadi adalah adanya gangguan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi di dalam darah sehingga menyebabkan gangguan irama jantung. Untuk mengatasi gangguan irama jantung, dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan sehat terutama sayuran hijau dilengkapi dengan makan oat meal supaya nutrisinya terpenuhi secara baik. Selain itu irama jantung akan berdetak secara normal ketika seseorang rajin berolahraga terutama pada pagi hari. Dada terasa deg – degan yang terjadi sesaat bisa diatasi dengan minum air hangat dan mengurangi konsumsi rokok ataupun minuman beralkohol.
26-01-2016 21:21
Cara memperbanyak ASI adalah kata kunci yang sering ditanyakan dalam website pencarian secara online. Hal ini dikarenakan banyak wanita baik yang akan menunggu saat-saat melahirkan dan menjadi ibu serta para ibu yang akan memiliki anak kembali. Mungkin jika pertanyaan, “bagaimana cara memperbanyak asi” ditanyakan kepada orang-orang tua jaman dulu, hal itu tentu tak susah menjawab. Jawaban mereka pasti adalah memperbanyak makan makanan bergizi seperti perbanyak sayuran dan protein serta susu. Namun ada kondisi yang berbeda dengan para wanita jaman sekarang, apa saja itu? Baca juga : Tips Menjadi Ibu Hamil Cerdas Beberapa kondisi wanita saat ini yang mempengaruhi faktor cara memperbanyak asi: - Sebagian wanita saat ini, bisa dikatakan hampir semuanya, sebelum menikah sudah bekerja. Dan tuntutan pekerjaan saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Banyak jobdesc yang menuntut fisik dan psikis yang kuat. Hal ini berhubungan erat tentunya dengan konsumsi makanan yang diasup. - Hampir semua karyawan wanita selalu mencari tempat makan terdekat dari kantor atau tempat mereka bertugas. Jarang sekali ada yang membawa bekal dari rumah. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap gizi dan kesehatan dari makanan yang mereka beli di luar - Jika asupan makanan sejak muda sudah tidak diperhatikan, seperti misalnya kebanyakan orang jaman sekarang lebih suka junk or fast food, kurang vitamin dari sayuran ataupun buah-buahan, maka tubuh mereka pun akan kekurangan bekal untuk menyusui nantinya. - Dengan kondisi untuk tetap berkomitmen bekerja walaupun sudah melahirkan (karena tuntutan kebutuhan kehidupan), banyak wanita memilih untuk memberikan asi formula atau asi perah. Nah, untuk hal yang satu ini ternyata tidak semua wanita mengerti tentang informasi apa saja yang dibutuhkan demi persiapan proses pemberian asi setelah para ibu menyusui masuk kerja kembali. Dibutuhkan pengetahuan yang lebih dari cukup, agar pemberian asi perah atau asi formula dapat dipilih secara bijak. Informasi penting tentang ASI. Solusi cara memperbanyak asi: - ASI adalah kepanjangan dari air susu ibu dimana arti harafiahnya memang air susu yang dikeluarkan dari payudara sang ibu kandung. ASI adalah konsumsi dan sumber gizi utama bagi seorang bayi dari sejak ia dilahirkan sampai idealnya 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun jika mampu. - Bagaimana proses produksi asi? Pada dasarnya, asi diproduksi karena adanya pengaruh dari 2 hormon. Hormon tersebut yakni hormon oksitosin dan hormon prolaktin. - Apa itu hormon oksitosin? Hormon ini ada pada manusia dengan fungsinya sebagai perangsang kontraksi kuat di dalam dinding rahim atau uterus yang tentunya bermanfaat untuk mempermudah proses kelahiran. Selain itu, hormon oksitosin juga berfungsi untuk mensekresi atau mengeluarkan air susu dengan cara proses perangsangan kontraksi kalenjar payudara pada ibu menyusui. Tentu saja hormon oksitosin ini penting untuk menjawab bagaimana cara memperbanyak asi. Tapi ada 1 hal yang terkadang salah ditangkap oleh para ibu. Hormon oksitosin ini tidak mengatur produksi air susu ibu. Yang mengaturnya adalah hormon prolaktin. - Apa itu hormon prolaktin? Laktogen dan prolaktin berarti sama yakni hormon yang berhubungan dengan menyusui atau laktasi. Fungsinya adalah untuk merangsang kelenjar susu yang memproduksi asi pada ibu sesudah melahirkan. - Jadi apa bedanya? Oksitosin itu untuk merangsang mengeluarkannya. Sedangkan prolaktin yang bertugas mengatur produksinya. - Info penting pertama yang perlu diketahui: Ø Kolustrum adalah kandungan yang dikeluarkan oleh kelenjar asi pada tahap akhir masa hamilnya sampai hari ketujuh setelah persalinan bayinya. Ø Kolustrum mengandung banyak immunoglobulin yang sangat baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit. Ø Ada 2 jenis asi: ~ Foremilk : ASI yang diproduksi pada tahapan awal proses menyusui. · Mengandung banyak protein penting seperti laktosa dan lainnya serta mengandung kadar air yang tinggi namun kadar lemaknya rendah. · Warna : lebih bening dan kebiruan ~ Hindmilk : ASI yang diproduksi pada akhir proses menyusui. · Jumlahnya sedikit namun kadar lemaknya lebih banyak / lebih tinggi dibandingkan foremilk. · Warna : lebih putih · Banyak memberikan energy pada bayi dan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama - Hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI: Ø Makanan yang dikonsumsi Ø Ketenangan jiwa dan pikiran sang ibu Ø Perawatan payudara Ø Anatomis payudara Ø Pola istirahat Ø Faktor isapan anak/frekuensi penyusuan Ø Berat lahir bayi Ø Umur kehamilan saat melahirkan Ø Konsumsi rokok dan alkohol Ø dll Kenapa ada orang yang mengatakan bahwa dengan memeras asi, maka hal ini menjadi salah satu cara memperbanyak asi? Karena seringnya asi dikosongkan dari payudara, maka kelenjar susu akan memproses bahwa asi harus segera diproduksi segera. Dan semakin rutin maka produksi asi juga semakin banyak. Maka dari itu perlu adanya pengetahuan yang jelas tentang cara menyimpan asi perah pula agar hal ini menjadi jalan efektif cara memperbanyak asi. - Cara menyimpan ASI yang benar Ø Jika disimpan di suhu ruangan, ASI dapat digunakan sampai 6 jam kemudian. Ø Jika disimpan dalam kotak pendingin atau sering kita sebut cool box dengan batu es, ASI dapat digunakan sampai 24 jam kemudian. Ø Jika disimpan di dalam kulkas dengan suhu 4 derajat atau lebih dingin lagi, ASI dapat digunakan sampai 5 hari kemudian. (simpan ASI di bagian paling dalam kulkas, jauhkan dari telur, daging dan makanan mentah) Ø Jika disimpan di dalam freezer di kulkas 1 pintu, ASI dapat digunakan sampai 2 minggu kemudian. Ø Jika disimpan dalam freezer kulkas 2 pintu, ASI bisa digunakan sampai 3 bulan kemudian. Ø Jika disimpan dalam freezer khusus dengan suhu di bawah -18 derajat atau lebih dingin, bisa digunakan sampai 6 bulan kemudian. Cara memperbanyak asi juga dapat dipengaruhi oleh pijatan payudara yang berguna untuk memperlancar produksi asi. Selain itu kebersihan puting juga penting. Anda dapat memulai pijatan payudara pada usia trimester ketiga. Baca juga : Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung Caranya adalah dengan memulai dengan membersihkan puting susu agar jalan keluar asi dapat lancar. Cara membersihkannya sangat sederhana dengan baby oil sebelum mandi. Lakukan sambil memilin-milin puting terutama di bagian lipatan-lipatan pada ujung puting. Lakukan cara ini beberapa hari sekali ya Bunda. Setelah itu lakukan pijatan rileksasi pada payudara yang tentu saja sebagai cara memperbanyak asi anda. Berikut tahapannya: Oleskan baby oil / olive oil. Lakukan gerakan memutar pada payudara anda. angkat dan topang payudara kanan dengan tangan kanan anda. Pijat menggunakan tiga jari tangan kiri dengan gerakan memutar. Contohnya adalah gerakan spiral dimulai dari pangkal sampai menuju area areola. Lakukan dengan payudara kiri anda juga. Taruh 5 jari tangan kiri (yang diregangkan) di pangkal payudara kanan. Pijat memutar sambil menekan. Mulai dari pangkal menuju areola. Lanjutkan gerakan no.4 mulai dari arah dinding dada (samping) menuju areola. Selain gerakan memutar, ada juga gerakan kupu-kupu dan memerah payudara. Anda dapat melatihnya kapanpun anda mau di rumah sambil bersantai.
23-02-2016 06:26
Saat ini masyarakat banyak dikejutkan dengan LGBT, banyak diantaranya yang belum tau dan mengerti dengan apa itu yang dimaksud oleh LGBT sendiri. Bahkan ada pula beberapa diantaranya yang bertanya apakah LGBT itu termasuk dalam jenis penyakit LGBT atau bukan? Untuk menjawab beberapa bentuk pertanyaan tersebut, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu uraian penjelasan di bagian bawah ini : Apa itu LGBT? LGBT atau sering pula disebut sebagai GLBT adalah singkatan dari kata Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Istilah ini sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1990 lalu, namun untuk perkembangannya memang baru dikenal oleh masyarakat dalam beberapa waktu terakhir ini. Penggunaan istilah LGBT pada mualnya digunakan untuk mengganti frasa dari Komunitas Gay. Hal ini juga berkaitan dengan penggunaan kata yang lebih mewakili dari kelompok-kelompok orang yang sudah disebutkan pada bagian di atas itu tadi. Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan dengan Cara Pencegahannya Selain itu penggunaan istilah ini juga digunakan untuk menekan bentuk keanekaragaman yang dilihat melalui kacamata seksualitas serta gender. Bahkan peggunaan istilah tersebut juga tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pihak homoseksual atau pun biseksual saja. Karena tidak jarang mereka yang heteroseksual pun dimasukkan dalam istilah yang satu ini. Karena itulah penggunaan istilah LGBT sering pula ditambahkan dengan penggunaan huruf Q yang berarti mewakili kata Queer. Sehingga istilah tersebut pun berubah menjadi LGBTQ atau GLBTQ. Penggunaan istilah ini bahkan tercatat sejak tahun 1996 lalu. Pada dasarnya tidak semua orang setuju dengan penggunaan istilah dari LGBT itu sendiri. Karena ada beberapa diantaranya pendapat yang menyatakan bahwa pergerakan transgender serta transeksual tidak sama dengan apa yang disebut sebagai Lesbian, Gay serta Biseksual. Hal ini berkaitan pula dengan gagasan dari penggunaan kata transgender serta transeksual yang memang berkaitan dengan identitas gender, namun justru terlepas dari bentuk orientasi seksual. LGBT Bukanlah penyakit atau pun kelainan Setelah membicarakan mengenai istilah LGBT yang pada dasarnya sudah dikenal sejak jaman dulu. Salah seorang pakar saraf yang bernama dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS justru mengungkapkan pendapatnya terkait dengan LGBT tersebut. Menurut beliau LGBT bukanlah jenis penyakit atau bahkan kelainan. Karena itulah tidak diperlukan adanya sistem pengobatan atau bahkan penyembuhan yang perlu dilakukan. Dokter yang akrab dengan panggilan Ryu itu bahkan menyebutkan bahwa LGBT sebagai variasi kehidupan saja. Mengepa demikian? Karena di dalam bagian biologi yang dimiliki oleh para kaum tersebut tidak terdapat hal yang tidak normal. Karena itulah hal ini dianggapnya sebagai bentuk variasi belaka. Beliau bahkan menjelaskan bakat seseorang untuk menjadi seorang lesbian, kemudian gay, biseksual atau bahkan transgender itu sendiri pada dasarnya memang sudah terbentuk ketika dirinya menjadi janin dalam kandungan ibu. Meskipun proses terbentuknya jenis kelamin, kemudian gender serta orientasi seksual adalah proses yang terjadi dengan cara terpisah, namun proses tersebut pada dasarnya memang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan ada beberapa orang yang memiliki jenis kelamin laki-laki, namun gendernya justru belum tentu maskulin. Hal ini juga turut memberikan pengaruh pada orientasi seksualnya yang juga belum tentu mengarah pada sosok perempuan. Hal ini juga lebih dijelaskan oleh sosok Ryu melalui penjabarannya yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kromosom XX belum tentu memiliki jenis kelamin sebagai perempuan, begitupun dengan kromosom XY yang juga belum tentu menjadi sosok laki-laki. fakta biologisnya, banyak sekali variasi genetik, yang pada akhirnya dapat membuat keadaan kromosom menjadi lebih banyak atau malah berkurang. Selain hal tersebut Ryu juga menjelaskan jika kaum LGBT memiliki variasi struktur otak yang berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga sulit untuk diubah. Hal ini terkait pula dengan jumlah dari kaum LGBT yang memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Selain itu Ryu juga menambahkan bahwa seseorang yang termasuk homoseksual pada dasarnya tidak dapat menurunkan sifat asli yang dimilikinya. Hal ini jelas berbeda dengan mereka yang heteroseksual yang mampu memiliki keturunan. Karena itulah pada akhirnya menurut Ryu semua itu kembali pada masing-masing pribadi yang memilikinya, dan bentuk kenyamanan yang dirasakan oleh seseorang. Dengan kata lain ketika seseorang menyukai permainan drum dan memiliki bakat dalam hal tersebut, kemudia ia memilih drum itu tadi dibandingkan dengan gitar, maka hal tersebut tentu saja diperbolehkan. LGBT sebagai bentuk penyakit kejiwaan yang menular Berbeda halnya dengan bentuk pendapat yang disebutkan pada bagian di atas tadi. untuk pendapat yang akan dijelaskan pada bagian di bawah ini justru menyebutkan LGBT sebagai bentuk jenis penyakit. Selain itu penyakit LGBT ini juga dimasukkan dalam kategori penyakit menular. Isu mengenai masalah LGBT saat ini memang tengah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia. Cukup banyak diantaranya orang yang berpendapat jika LGBT ini bertentangan dengan nilai serta ajaran agama. Namun tidak jarang pula orang yang beranggapan bahwa kaum LGBT berhak untuk menyuarakan keadaannya sehingga ia tidak dikucilkan dari masyarakat di lingkungan sekitarnya. Beberapa orang yang menyatakan pendapatnya bahwa LGBT bukanlah jenis penyakit justru mulai dipatahkan oleh seorang psikiater bernama Dr. Fidiansyah. Menurut beliau mereka yang termasuk dalam kaum yang satu ini justru termasuk orang yang terkena gangguan jiwa. Karena termasuk dalam bentuk penyakit dari gangguan jiwa, maka bentuk penyakit yang satu ini pun dikategorikan sebagai penyakit yang mampu menular pada orang lainnya. Hal tersebut bahkan diterangkan olehnya dalam sebuah buku yang berjudul PedomanPenggolongan Diagnosis dari Gangguan Jiwa. Dalam bukunya tersebut, Fidiansyah menyebutkan jika homoseksual serta biseksual termasuk dalam bentuk gangguan psikologis serta perilaku yang memang berhubungan dengan perkembangan dari orientasi seksual. Dari pernyataannya tersebut Fidiansyah menyatakan bahwa apa yang sudah diungkapkan olehnya atau bahkan psikiater lain yang menyebutkan LGBT sebagai bentuk penyakit menular bukan ingin mendiskriminasi. Menurut beliau hal ini dilakukan justru untuk membantu para kaum tersebut. berkaitan dengan sebutan LGBT sebagai jenis penyakit gangguan jiwa yang menular tentu saja bentuk penularannya pun tidak dilakukan melalui kontak bakteri, virus, atau bahkan mikroba lainnya. Hal ini justru lebih mengarah pada bentuk penularan melalui perubahan sikap perilaku serta bentuk pembiasaan yang dilakukan olehnya. Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan Karena itulah LGBT dikatakan dapat menular, yang dilakukan melalui penularan perilaku. Teori penularan yang satu ini diungkapkan melalui bentuk pembiasaan. Seperti halnya ketika seseorang mulai mengikuti satu pola tertentu yang pada akhirnya akan membuat dirinya menjadi satu karekter tersebut. Sehingga pada akhirnya terbentuklah kepribadian, dengan bentuk pembiasaan yang sesuai dengan gangguan dari penyakit jiwa itu tadi. Dari beberapa bentuk pendapat yang sudah dijelaskan pada bagian di atas tadi, Anda dapat melihat bahwa masih banyak pertentangan terkait dengan isu kontroversial dari LGBT itu sendiri. Apakah ia termasuk dalam jenis penyakit yang dikenal dengan sebutan Penyakit LGBT atau bukan? Namun jika hal ini sekiranya merugikan memang lebih baik untuk tidak menjadi bagian di dalamnya.