Waktu Posting : 28-04-2014 01:43 | Dibaca : 2621x
29-05-2014 03:43
Nanang sudah setahun ini mengidap amandel. Hampir setiap bulan amandelnya kumat. Menurut dokternya, sudah derajat tiga dan belum perlu dioperasi. Namun setiap kali serangan amandelnya datang, Nanang mesti minum antibiotika. Kalau tidak, amandelnya meradang hebat, bernanah dan tak sembuh-sembuh. Linggar juga begitu. Bahkan ia sudah sering sekali sampai tak bisa bernapas kalau sedang serangan. Tapi Linggar tak mau dioperasi. Ia takut, dan lebih suka memilih minum kapsul antibiotika saja. Nanang dan Linggar memang sudah sejak kecil minum obat antibiotika, obat untuk memusnahkan kuman penyakit. Namun menurut pengakuan ibunya, obat antibiotikanya sering tidak pernah dihabiskan. Selain minumnya kurang teratur, begitu terasa membaik, ia langsung menyetop sendiri minum antibiotikanya. Padahal dokternya memberinya sampai 5 hari. Ia minum cuma 2 sampai 3 hari saja. Tapi apakah karena minum antibiotika yang tak habis, dapat menimbulkan amandel? Oh, tidak. Bukan karena antibiotika yang tak dihabiskan amandel muncul, tapi karena kelenjar pertahanan tubuh di rongga mulut itu yang kalah perang melawan bibit penyakit. Dan kebiasaan minum antibiotika yang setengah-setengah itu dapat membuat kuman penyebabnya menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika tersebut. Dan kalau kumannya sudah kebal begitu, ia akan menyerang ulang penderita, dengan demikian penyakit akan menahun. Amandelnya sering terserang, dan tak sembuh jika diberikan jenis antibiotika yang sama. Perlu dicari jenis antibiotika yang lain. Baca juga : Inilah Herbal Penangkal Bau Mulut Terlalu Bebas Berantibiotika Obat antibiotika tergolong obat daftar G. Artinya hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Namun di kota-kota besar, toko-toko obat menjualnya tanpa resep dokter, dan digunakan secara bebas, bahkan tanpa aturan yang benar. Mudah dipahami, akibat dari pemakaian antibiotika yang tidak tertib ini, maka populasi berjenis-jenis kuman menjadi bertambah merajalela. Ia bukan saja menurunkan generasi yang kebal terhadap beberapa jenis antibiotika yang digunasalahkan, tapi juga semakin sukar menciptakan jenis antibiotika baru untuk memusnahkan generasi kuman yang baru. Banyak kuman sudah resisten sehingga pemakaian antibiotika semakin terbatas untuknya. Kita perlu melakukan uji kebal (resistensi tes) untuk memilih jenis antibiotika mana yang cocok untuk kuman yang sedang diidap seorang penderita penyakit infeksi. Dengan demikian tembakan kita lebih terarah. Sekarang sedikit-sedikit orang membeli kapsul sendiri, lalu meminumnya dengan aturan sendiri, dan tak tahu kapan obat harus dihentikan. Pemakaian antibiotika yang berkepanjangan juga bukan tanpa efek sampingan. Organ hati, ginjal dan darah adalah bagian dari tubuh kita yang paling sering dipengaruhinya. Sejak penisilin ditemukan, generasi kuman sudah semakin beraneka dan antibiotika pun kian bermunculan untuk membasminya. Masing-masing mempunyai peluru sendiri untuk menembak bagian kuman yang mana, dan tidak setiap antibiotika mampu membunuh semua kuman yang pernah kita kenal. Ada jenis yang bisa menyeluruh, ada yang hanya untuk beberapa jenis saja. Tetrasiklin tidak untuk anak kurang dari 10 tahun Sekarang terdapat banyak anak-anak yang mengeluh karena gigi-geliginya berwarna tidak seperti mutiara. Kuning keruh keabuan, bukan karena malas menggosok gigi, tapi karena memang mutu giginya yang buruk akibat pemakaian antibiotika dari golongan tetrasiklin (tetracycline). Jenis antibiotika ini berpengaruh terhadap pembentukan gigi-geligi sejak janin. Jadi memang tidak boleh diberikan bagi anak-anak, sekurang-kurangnya sampai anak mencapai usia 8 tahun. Baca juga : Atasi Jerawat Membandel Dengan Bahan Alami Celakanya, karena setelah gigi (benihnya) terbentuk buruk, tidak ada cara untuk memutihkannya, dengan mengasah atau mengikisnya sekalipun, kecuali melapisinya dengan mantel gigi pada seluruh permukaan gigi, terutama yang tampak dari luar. Obat jenis ini pun paling sering digunakan karena amat umum dan cukup tua selain golongan kloramfenikol (chloramphenicol). Di puskesmas, poliklinik, di balai pengobatan, tetrasiklin banyak digunakan, dan kini saatnya kita perlu pandai memilih jenis antibiotika mana yang boleh dan mana yang tidak. Bisa Suntikan Untuk jenis tertentu, antibiotika hanya dapat diberikan melalui suntikan. Antibiotika streptomisin (streptomycine) untuk penderita penyakit TBC atau Lepra, diberikan hanya lewat suntikan. Biasanya, penderita lebih tertib karena harus mengunjungi dokternya, dibanding yang harus diminum sendiri. Jika ada satu orang yang tidak tertib menggunakan antibiotika, berarti akan tumbuh jutaan kuman yang sedang dibasmi yang mewariskan generasi baru yang kebal terhadap antibiotika tersebut. Dapat dihitung, berapa banyak jenis kuman yang melahirkan generasi baru yang kian kebal terhadap antibiotika yang ada, harus menjadikan kita semakin takut. Iya, kan?!
07-05-2014 03:09
Beberapa Pilihan Obat Herbal Mata Minus - Mata minus adalah masalah kesehatan pada mata yang juga dikenal sebagai rabun jauh atau myopia. Dengan masalah penglihatan ini, umumnya penderita mengalami kesulitan dalam melihat objek – objek atau tulisan yang berjarak cukup jauh. Semakin besar nilai minus yang diderita, semakin tidak jelas pula penglihatan yang dialami. Tentu saja penyakit mata minus ini akan sangat berbahaya ketika penglihatan semakin kabur dan tidak menggunakan alat bantu melihat apapun. Penyakit rabun jauh atau mata minus merupakan penyakit yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti rusaknya lensa mata akibat terlalu sering bekerja sambil menghadap layar komputer dalam waktu yang lama, kecelakaan, atau juga karena faktor keturunan. Masalah mata berupa rabun jauh sebenarnya merupakan masalah yang dapat diatasi dengan mudah jika belum terlalu parah atau minus mata belum terlalu besar (masih di bawah 3). Jika minus mata bukan merupakan masalah yang disebabkan oleh kerusakan lensa atau tidak didapat karena faktor genetik, penyakit mata minus ini dapat diobati secara alami. Beberapa obat herbal untuk mata minus dapat Anda pilih untuk mengatasinya. Berikut beberapa pilihannya. Baca juga : Kolesterol Tinggi Membahayakan Kesehatan Daun Sirih Daun sirih adalah daun beraroma khas yang bisa kita temukan dengan mudah karena banyak dijual di pasar – pasar tradisional atau bahkan supermarket. Bagi Anda yang bertempat tinggal di area perkampungan, daun sirih ini juga bisa ditemukan tumbuh dengan liar di perkarangan rumah atau sengaja ditanam sebagai tanaman obat. Karena mengandung banyak khasiat yang ampuh mengobati berbagai penyakit, tanaman merambat ini juga banyak ditanam sebagai tanaman obat di dalam apotek hidup di banyak perkarangan rumah penduduk. Daun sirih mengandung beberapa jenis senyawa aktif yang membuatnya efektif sebagai antiseptik, anti bakteri, anti kuman, dan juga anti oksidan. Minyak atsiri yang terkandung di dalamnya sangat bermanfaat dalam mengobati berbagai penyakit, termasuk menyehatkan mata dengan melenturkan otot – otot mata dan mengembalikan kesehatan lensa mata. Untuk mengobati rabun jauh dengan daun sirih, Anda hanya memerlukan dua lembar daun sirih dan empat buah plester yang akan digunakan sebagai alat perekat. Cara menggunakan daun sirih ini adalah dengan melipatnya menjadi empat, kemudian rekatkan ke kedua mata yang tertutup dengan menggunakan plester di bagian atas dan bawah. Tentu saja, penggunaan daun sirih untuk mengobati rabun jauh ini dilakukan pada malam hari saat tidur. Minyak atsiri yang terkandung di dalam daun sirih akan keluar dan menyehatkan mata, mengeluarkan semua kotoran, dan juga melenturkan otot – otot mata. Terapi Penglihatan Masalah mata berupa rabun jauh merupakan masalah yang umumnya terjadi karena lelahnya lensa mata karena terlalu lama melihat objek yang dekat dan bercahaya terang. Untuk mengatasinya, terapi penglihatan dapat menjadi solusi yang sangat efektif. Caranya, usahakan untuk mengistirahatkan mata setiap 30 menit bekerja dengan terus menatap layar komputer. Istirahatkan mata dengan cara melihat objek – objek yang jauh di luar jendela. Usahakan untuk melihat pemandangan yang luas dan berwarna hijau seperti pepohonan atau persawahan. Kedua, terapi lainnya adalah dengan melihat benda – benda bergerak tanpa menggunakan kacamata. Usahakan agar objek – objek tersebut terlihat jelas dan tidak berbayang sehingga lensa mata Anda dapat terlatih. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan terapi totok mata dari mereka yang ahli dalam hal ini. Totok mata akan melancarkan peredaran darah ke sekitar mata dan melenturkan otot – ototnya, termasuk lensa mata. Baca juga : Sirsak Ampuh Tumpas Asam Urat Konsumsi Buah dan Sayur yang Menutrisi Mata Agar mata dapat terus sehat, konsumsi buah dan sayur yang mengandung nutrisi baik bagi mata adalah hal yang sangat penting. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi jus anggur merah dan wortel secara teratur setiap hari. Jus dari kedua bahan ini sangat baik untuk menjaga kesehatan mata karena mengandung betakaroten dan pro vitamin A yang sangat menyehatkan untuk mata. Selain itu, Anda juga dapat memilih jenis sayuran dan buah lain yang mengandung nutrisi tinggi untuk menyehatkan mata secara alami. Konsumsi jenis makanan sehat ini juga akan meningkatkan kesehatan tubuh, salah satunya pada mata.
27-03-2015 08:22
Asam urat adalah penyakit yang tidak mematikan namun cenderung menyakitkan, berikut adalah beberapa obat-obat tradisional yang dapat kita pilih untuk mengobati asam urat. 1. Kumis kucing Obat-obat tradisional untuk mengatasi asam urat yang pertama adalah kumis kucing. Kumis kucing mempunyai kandungan anti bakteri dan senyawa orthosiphonin glikosida. Tanaman ini juga bersifat diuretik itu akan membantu tubuh membuang kelebihan asam urat. 20 g kumis kucing 20 g jahe merah 20 g meniran 20 g sawi tanah 10 g kapulaga Pertama cuci bersih semua bahan, kemudian memarkan jehe merah dan campurkan dengan bahan lainnya. Rebus menggunakan 1 liter air, hingga tersisa setengah. Minum 3x hari sehari atau 2 x sehari. Baca juga : Dua Jenis Obat Ginjal yang Bermanfaat Bagi Penderita Ginjal Akut 2. Daun sambiloto Obat yang kedua adalah daun sambiloto, kandungannya adalah senyawa flavanoid, alkane, aldehid, keton, protein dan mineral. 10 g sambiloto 10 g komfrey 10 g temulawak kering 1 g lada 5 gelas air Pertama rebus semua bahan dari 5 gelas hingga tersisa 3 gelas. Minuman tersebut dikonsumsi 3 x sehari, sebaiknya 1 atau 2 jam sebelum makan. 3. Daun binahong Obat yanng ketiga adalah daun binahong yang mengandung saponin, minyak atsiri, alkaloid, polifenol dan asam oleanotik, dll. 10 lbr daun binahong Daun tersebut dicuci hingga bersih kemudian kita dapat membuat jus, atau dapat dikonsumsi secara langsung. Baca juga : Penyebab dan Pengobatan Kolesterol dengan Cara Alami 4. Daun sirsak Obat yang ke empat adalah daun sirsak, kandungan diuretik dalam daun ini dapat mengobati asam urat. 5 lembar daun sirsak yang masih muda Cuci hingga bersih daun sirsak tersebut, lalu rebus hingga mendidih, dan dinginkan. Minum 3 x sehari. 5. Buah mengkudu Buah yang kaya manfaat ini juga dapat mengatatasi asam urat 2 buah mengkudu yang sudah masak madu secukupnya Buah mengkudu dicuci bersih kemudian di haluskan. Kita dapat memarut atau diblender. Saring mengkudu dalam gelas, dan air mengkudu dapat dicampur dengan madu. Obat-obat tradional untuk asam urat tersebut sebaiknya dikonsumsi setiap hari agar asam urat segera sembuh. Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut hubungi www.kesehatan.tips.