Mengapa Minum Antibiotika Harus Dihabiskan?

Additional Image

Waktu Posting : 29-05-2014 03:43 | Dibaca : 2548x

Nanang sudah setahun ini mengidap amandel. Hampir setiap bulan amandelnya kumat. Menurut dokternya, sudah derajat tiga dan belum perlu dioperasi. Namun setiap kali serangan amandelnya datang, Nanang mesti minum antibiotika. Kalau tidak, amandelnya meradang hebat, bernanah dan tak sembuh-sembuh.

Linggar juga begitu. Bahkan ia sudah sering sekali sampai tak bisa bernapas kalau sedang serangan. Tapi Linggar tak mau dioperasi. Ia takut, dan lebih suka memilih minum kapsul antibiotika saja.

Nanang dan Linggar memang sudah sejak kecil minum obat antibiotika, obat untuk memusnahkan kuman penyakit. Namun menurut pengakuan ibunya, obat antibiotikanya sering tidak pernah dihabiskan. Selain minumnya kurang teratur, begitu terasa membaik, ia langsung menyetop sendiri minum antibiotikanya. Padahal dokternya memberinya sampai 5 hari. Ia minum cuma 2 sampai 3 hari saja.

Tapi apakah karena minum antibiotika yang tak habis, dapat menimbulkan amandel?

Oh, tidak. Bukan karena antibiotika yang tak dihabiskan amandel muncul, tapi karena kelenjar pertahanan tubuh di rongga mulut itu yang kalah perang melawan bibit penyakit. Dan kebiasaan minum antibiotika yang setengah-setengah itu dapat membuat kuman penyebabnya menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika tersebut. Dan kalau kumannya sudah kebal begitu, ia akan menyerang ulang penderita, dengan demikian penyakit akan menahun. Amandelnya sering terserang, dan tak sembuh jika diberikan jenis antibiotika yang sama. Perlu dicari jenis antibiotika yang lain.

Baca juga : Inilah Herbal Penangkal Bau Mulut  

Terlalu Bebas Berantibiotika

Obat antibiotika tergolong obat daftar G. Artinya hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Namun di kota-kota besar, toko-toko obat menjualnya tanpa resep dokter, dan digunakan secara bebas, bahkan tanpa aturan yang benar.

Mudah dipahami, akibat dari pemakaian antibiotika yang tidak tertib ini, maka populasi berjenis-jenis kuman menjadi bertambah merajalela. Ia bukan saja menurunkan generasi yang kebal terhadap beberapa jenis antibiotika yang digunasalahkan, tapi juga semakin sukar menciptakan jenis antibiotika baru untuk memusnahkan generasi kuman yang baru. Banyak kuman sudah resisten sehingga pemakaian antibiotika semakin terbatas untuknya. Kita perlu melakukan uji kebal (resistensi tes) untuk memilih jenis antibiotika mana yang cocok untuk kuman yang sedang diidap seorang penderita penyakit infeksi. Dengan demikian tembakan kita lebih terarah.

Sekarang sedikit-sedikit orang membeli kapsul sendiri, lalu meminumnya dengan aturan sendiri, dan tak tahu kapan obat harus dihentikan. Pemakaian antibiotika yang berkepanjangan juga bukan tanpa efek sampingan. Organ hati, ginjal dan darah adalah bagian dari tubuh kita yang paling sering dipengaruhinya.

Sejak penisilin ditemukan, generasi kuman sudah semakin beraneka dan antibiotika pun kian bermunculan untuk membasminya. Masing-masing mempunyai peluru sendiri untuk menembak bagian kuman yang mana, dan tidak setiap antibiotika mampu membunuh semua kuman yang pernah kita kenal. Ada jenis yang bisa menyeluruh, ada yang hanya untuk beberapa jenis saja.

Tetrasiklin tidak untuk anak kurang dari 10 tahun

Sekarang terdapat banyak anak-anak yang mengeluh karena gigi-geliginya berwarna tidak seperti mutiara. Kuning keruh keabuan, bukan karena malas menggosok gigi, tapi karena memang mutu giginya yang buruk akibat pemakaian antibiotika dari golongan tetrasiklin (tetracycline). Jenis antibiotika ini berpengaruh terhadap pembentukan gigi-geligi sejak janin. Jadi memang tidak boleh diberikan bagi anak-anak, sekurang-kurangnya sampai anak mencapai usia 8 tahun.

Baca juga : Atasi Jerawat Membandel Dengan Bahan Alami 

Celakanya, karena setelah gigi (benihnya) terbentuk buruk, tidak ada cara untuk memutihkannya, dengan mengasah atau mengikisnya sekalipun, kecuali melapisinya dengan mantel gigi pada seluruh permukaan gigi, terutama yang tampak dari luar.

Obat jenis ini pun paling sering digunakan karena amat umum dan cukup tua selain golongan kloramfenikol (chloramphenicol). Di puskesmas, poliklinik, di balai pengobatan, tetrasiklin banyak digunakan, dan kini saatnya kita perlu pandai memilih jenis antibiotika mana yang boleh dan mana yang tidak.

Bisa Suntikan

Untuk jenis tertentu, antibiotika hanya dapat diberikan melalui suntikan. Antibiotika streptomisin (streptomycine) untuk penderita penyakit TBC atau Lepra, diberikan hanya lewat suntikan. Biasanya, penderita lebih tertib karena harus mengunjungi dokternya, dibanding yang harus diminum sendiri.

Jika ada satu orang yang tidak tertib menggunakan antibiotika, berarti akan tumbuh jutaan kuman yang sedang dibasmi yang mewariskan generasi baru yang kebal terhadap antibiotika tersebut. Dapat dihitung, berapa banyak jenis kuman yang melahirkan generasi baru yang kian kebal terhadap antibiotika yang ada, harus menjadikan kita semakin takut. Iya, kan?!

 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Cara Menjaga Kesehatan Sendi

07-06-2014 01:18

Persiapan sebelum saat berolah raga diperlukan. Persiapan ini meliputi pemanasan sebelum saat berolah raga serta pendinginan selesai olah raga. Maksudnya kecuali meyakinkan badan telah siap untuk berolah raga juga diakhir latihan, bakal kembalikan ke keadaan seperti sedia saat. Karena persoalan yang dapat timbul waktu berolah raga, seperti persoalan persendian, bisa diminimalisir. Alami masalah persendian sudah pasti dapat menghambat tujuan dari kesehatan ataupun kesehatan Anda. Persoalan ini dapat berlangsung apabila Anda melakukan gerakan tiba-tiba atau menyentak yang bisa mendorong sendi melampaui batasan. Supaya sendi tak alami persoalan itu, pelatih kesehatan Kristoph Thompson seperti diambil Female First berikan beberapa referensi yang bisa dikerjakan. Pastinya supaya persendian terus ada dalam keadaan maksimal baik waktu berolah raga ataupun dalam kesibukan keseharian.   Baca juga : Agar Wajah Mulus Bebas Jerawat Pertahankan berat tubuh sehat. Melindungi berat tubuh sehat bisa berguna untuk persendian. Suatu studi mengatakan bahwasanya turunkan berat tubuh 0, 5 kg saja bakal kurangi pembebanan pada sendi lutut sampai 2 kg untuk setiap saat mengambil langkah. Melakukan pemanasan serta pendinginan. Siapkan saat untuk meyakinkan badan siap berolah raga dengan melakukan pemanasan dimuka latihan. Juga kerjakan pendinginan yang bakal menolong kurangi intensitas kesibukan dengan cara perlahan-lahan serta rasa sakit pada sendi ataupun otot. Pikirkan suplementasi. Pilih suplemen alami yang di dukung oleh bukti klinis untuk tunjukkan keefektifannya untuk kesehatan sendi. Anda dapat juga meminta anjuran dari dokter untuk tahu suplemen yang jitu serta pas dalam melindungi kesehatan sendi.   Baca juga : Agar Sehat Pelari Pemula Perlu Tahu Lima Hal Ini Perkuat otot serta tingkatkan fleksibilitas. Cedera dapat berlangsung waktu sendi diberikan latihan diluar rentang gerak nyaman. Otot penstabil yang lebih kuat serta penambahan fleksibilitas mengecilkan kemungkinan atau keparahan dari cedera. Untuk mengetes kemampuan serta fleksibilitas yang dipunyai, kerjakan skuat. Berdiri dengan menghadap dinding. Ke-2 kaki sedikit terbuka selebar bahu. Tempatkan ke-2 tangan di pelipis. Dengan cara perlahan-lahan, turunkan tubuh sampai paha sejajar dengan lantai tiada bikin lutut atau sisi badan lain menyentuh dinding waktu bergerak naik atau turun. Kerjakan lima skuat dengan jarak 2, 5 cm dari dinding. Beri saat untuk melakukan pemulihan. Cedera lutut bisa menambah kemungkinan timbulnya osteoartritis yang menggangu banyak orang. Apabila berlangsung cedera beri saat cukup untuk pemulihan menyeluruh serta mencari pertolongan profesional apabila simtom terus bertahan.

Featured Image
Inilah Alasan Menghafal Al-Quran di Sekolah Membawa Berkah

08-09-2023 23:01

  Selamat datang di blog kami yang penuh dengan pengetahuan dan inspirasi! Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang alasan mengapa menghafal Al-Quran di sekolah bisa membuka pintu keberkahan. Sebagai kaum Muslim, Al-Quran tidak hanya merupakan kitab suci yang harus kita jadikan pedoman dalam hidup, tetapi juga merupakan surga yang dapat membawa kita menuju kehidupan yang penuh berkah.   Menghafal Al-Quran bukanlah tugas yang ringan, namun manfaatnya jauh melebihi jerih payah yang kita keluarkan. Dalam era yang penuh tantangan, di mana pengaruh negatif semakin merajalela, menghafal Al-Quran menjadi suatu perlindungan bagi jiwa dan hati kita. Di sini, kita akan mendalami mengapa menghafal Al-Quran di sekolah adalah pilihan yang tepat, dan bagaimana menghafal Al-Quran dapat membuka pintu keberkahan dalam hidup kita. Mari kita segera mulai perjalanan ini bersama-sama! Menghafal Al-Quran sebagai Kunci Menuju Kehidupan Penuh Berkah Menghafal Al-Quran adalah kunci bagi kehidupan yang penuh berkah. Ketika kita menghafal Al-Quran dengan ikhlas dan penuh kecintaan kepada Allah SWT, kita akan merasakan kehadiran-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita. Al-Quran adalah sumber ilmu dan hikmah yang tidak terbatas. Dengan menghafal Al-Quran, kita dibimbing untuk menghadapi segala situasi dan tantangan hidup dengan bijak. Ini membuka pintu menuju kehidupan yang penuh berkah, di mana kita merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan kita. Menghafal Al-Quran di sekolah adalah pilihan terbaik untuk menuntut ilmu dan juga keberkahan. Di sekolah, kita mendapatkan pendidikan formal dan bimbingan dari guru-guru yang berpengalaman dalam mengajarkan Al-Quran. Mereka dapat memberikan bimbingan dan dorongan yang kita butuhkan selama proses menghafal Al-Quran. Selain itu, di sekolah kita juga dapat belajar bersama dengan teman-teman sebaya yang memiliki tujuan yang sama. Bersama-sama, kita dapat saling memotivasi dan berkembang dalam menghafal Al-Quran. Hal ini bisa menjadi sebuah investasi yang berlimpah berkah untuk masa depan kita. Ketika kita menghafal Al-Quran dengan sepenuh hati, kita tidak hanya menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam diri kita. Nilai-nilai ini akan membentuk karakter dan sikap kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki Al-Quran sebagai sahabat setia dan pedoman hidup, kita akan meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Semua ini bisa dimulai bersama-sama dengan siswa lainnya di sekolah. Maka dari itu, hadirnya pesantren  bisa menjawab keresahan orang tua yang tidak hanya Al-Quran sebagai Pedoman Hidup Menghafal Al-Quran bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Al-Quran adalah sebuah kitab suci yang memberikan petunjuk bagi kehidupan manusia. Dalam Al-Quran terkandung hukum-hukum Allah SWT, nilai-nilai moral yang tinggi, dan panduan untuk menjalani kehidupan yang benar. Oleh karena itu, menghafal Al-Quran di sekolah merupakan langkah penting dalam memperkuat pondasi keimanan dan menjadi pedoman hidup sehari-hari. Di era yang penuh dengan tantangan dan pengaruh negatif, menghafal Al-Quran adalah salah satu cara untuk melindungi diri kita dari godaan dan pengaruh yang buruk. Al-Quran mengajarkan kita tentang akhlak yang baik, menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang, dan memberikan kekuatan spiritual dalam menghadapi masalah dan cobaan. Dengan menghafal Al-Quran di sekolah, kita menjadi lebih kuat dalam menghadapi godaan dan lebih mampu menjaga diri dari pengaruh negatif di sekitar kita. Menghafal Al-Quran bukanlah tugas yang mudah. Diperlukan waktu, ketekunan, dan disiplin diri untuk menguasai setiap ayat dan surat Al-Quran. Namun, jerih payah yang kita lakukan dalam menghafal Al-Quran akan berbuah manfaat yang luar biasa. Dengan menghafal Al-Quran, kita memiliki kehormatan dan keistimewaan sebagai hafidz/hafidzah Al-Quran. Selain itu, menghafal Al-Quran juga meningkatkan kemampuan menghafal, konsentrasi, dan memori kita. Ini adalah keuntungan yang sangat berarti dalam setiap aspek kehidupan. Menghafal Al-Quran di sekolah bukanlah tugas yang mudah, namun manfaatnya jauh melebihi jerih payah yang kita keluarkan. Al-Quran adalah pedoman hidup yang memberikan perlindungan dan keberkahan dalam menghadapi tantangan era modern. Menghafal Al-Quran di sekolah adalah pilihan terbaik untuk menuntut ilmu dan meningkatkan iman. Dengan menghafal Al-Quran, kita membuka pintu menuju kehidupan yang bernilai dan penuh berkah. Mari kita lanjutkan perjalanan ini bersama-sama, menghafal Al-Quran di sekolah untuk meraih keberkahan dan kesuksesan sejati. Bersama, kita bisa melangkah menuju pintu keberkahan yang telah Allah swt. siapkan untuk kita.  

Featured Image
Migrain Lebih Suka Mengincar Perempuan

14-06-2014 16:57

Tips Kesehatan  - Migrain ialah sakit kepala berat yang menyerang sebelah kepala, kiri atau kanan saja. Tidak hanya kepala yang di buat nyut-nyutan, namun juga melibatkan sensorik, maka dari itu pasien sering terasa lebih peka pada sinar serta nada, mual, muntah, kaki serta tangan kesemutan atau kebas. Satu dari empat wanita diprediksikan menanggung derita nyeri kepala samping ini. Menurut banyak studi, migrain tiga kali lipat semakin banyak berlangsung pada wanita dibanding pria. Migrain sebagai kejadian neuropsikologi yang spektakuler, melibatkan ledakan aktivitas listrik yang bermula di pusat penglihatan di otak. Itu sebabnya sakit kepala migrain juga meliputi aura visual, misalnya terjadi bintik-bintik kebutaan (blind spots) yang terjadi pada 20-30 persen pasien migran. Baca juga : Berkelit dari Serangan Vertigo   Aktivitas listrik itu lalu menyerbu seperti gelombang ke area otak yang mengontrol sensasi. Tak heran jika pasien juga merasakan kesemutan atau kebas, seperti ditusuk jarum. Gelombang itu lalu menghantam area yang mengontrol bahasa. Saat itu terjadi, pasien mendadak sulit menemukan kata-kata atau gagap. Ahli lain menyatakan migran berlangsung lantaran ada pembesaran pembuluh darah serta dikeluarkannya zat kimia dari serat saraf yang melilit pembuluh darah. Akhirnya setelah itu, berlangsung peradangan, timbul nyeri, serta pembesaran arteri. Nyeri migrain dapat berjalan sepanjang sekian hari. Sakit kepala ini mengakibatkan system saraf simpatik merespon, maka nampak rasa mual, diare, serta muntah. Tanggapan ini dapat tunda pengosongan lambung ke usus kecik, hingga memengaruhi penyerapan makanan, kurangi aliran darah. Alhasil tangan serta kaki jadi dingin, lalu meningkatlah kepekaan pada sinar serta nada. Baca juga : Deteksi Dini Keberadaan Kanker Kolon (Usus Besar) Diperkirakan pemicu migrain terkait dengan bau, cahaya, gerakan, dan suara, walau pun masih sulit ditemukan. Diduga faktor gen pun ikut berperan di sini. Ketidakseimbangan hormon, terutama estrogen, menjadi hal yang sering memicu terjadinya migrain sehingga wajar jika perempuan banyak yang terkena penyakit ini.  Memang, tidak enak rasanya ketika migrain sedang berkuasa. Pekerjaan yang harus diselesaikan bakal tertunda gara-gara serangan migrain. Tidak ada jalan, kecuali segera mengistirahatkan diri guna meredakan nyeri kepala sebelah itu. Melakukan teknik rileksasi, pijatan, atau bahkan akupuntur dapat membantu mengurangi nyeri. Akan lebih baik bila Anda memiliki catatan harian tentang migrain agar tahu pemicu dan cara mengelolanya bila mengalami serangan lagi di kemudian hari.

...