Waktu Posting : 24-06-2014 06:39 | Dibaca : 2586x
22-05-2014 05:22
Kita cenderung mulai menjalani pola hidup yang malas dan tak sehat yang telah berdampak pada pola hidup yang semakin mengandalkan sesuatu serba instan dan ingin serba cepat dalam kehidupan di abad ke-21 yang serba modern ini. Pola hidup manusia memang mengikuti kecanggihan teknologi. Di rumah duduk menonton televisi, di kantor duduk mengetik di komputer, di mobil duduk, di restoran duduk, dan lain-lain yang sepanjang hari kita habiskan duduk diam dengan gadget dan tumpukan pekerjaan. Masih adakah jalan kaki sore bercengkrama dengan tetangga? Masih adakah ke pasar berjalan kaki? Masih adakah pergi ke lapangan luas bersama anak-anak untuk sekadar bermain tangkap bola? Belum lagi tekanan ekonomi yang kian menghimpit di tengah zaman yang serbamahal. Kita menggenjot diri sendiri untuk bekerja dan bekerja demi materi. Bekerja tak lagi mengenal waktu hingga istirahat kurang. Urusan makan apalagi. Belum lagi demi pergaulan, kita menjadi dekat dengan sumber penyakit seperti asap rokok,minuman beralkohol, serta gaya hidup tak sehat lainnya. Baca juga : Obat Alamiah Untuk Penyakit Gondok Gaya hidup tidak sehat bersanding erat dengan tubuh yang tidak sehat. Ada dua belas komponen untuk gaya hidup sehat, namun yang paling berkaitan erat adalahpola makan sehat dan pola aktivitas fisik. Pola makan sehat dimulai dengan memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh. Ciri awalnya adalah keteraturan dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Keteraturan itu terbagi lagi dalam empat hal. Pertama adalah memiliki jadwal yang teratur yaitu tiga kali makan pokok dan dua kali camilan. Jadwal itu harus dijalani setiap hari karena berkaitan dengan pengaturan hormon dalam tubuh. Kedua adalah komposisi yang dikonsumsi. Untuk sehat, gizi harus seimbang. Harus ada sumber karbohidrat, sumber protein hewani, sumber protein nabati, serta sumber vitamin dan mineral. Keempat komponen itu harus ada dalam setiap kita mengkonsumsi makanan pokok. Kemudian ketiga adalah jumlah. Jumlah makanan yang kita konsumsi harus cocok dengan kebutuhan, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. Untuk orang awam, mengetahui apakah yang kita konsumsi berlebih bisa dengan melihat apakah berat badan naik dengan jumlah yang biasa dikonsumsi. Bila ya, maka itu sudah berlebih. Terakhir, pemilihan camilan. Komposisi camilan biasanya menutupi kekurangan dalam makanan pokok. Misalnya, makanan pokok kurang protein nabati, maka kita mencamil kacang-kacangan. Kalau makanan pokok kurang vitamin dan mineral, maka pilihlah camilan buah berair banyak. Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Hipertensi Orang zaman sekarang sering mengeluh bahwa bekerja itu capek. Padahal yang dilakukan dari pagi hingga malam hanyalah duduk dan duduk meski berpindah tempat, berpindah ruangan, dan berpindah kursi. Itu sangat ringan. Untuk pola hidup sehat, kita tingkatkan aktivitas fisik. Biasakan naik tangga, kerjakan pekerjaan rumah sendiri, dan tetap melakukan olah raga rutin. Minimal olah raga itu harus dilakukan lima hari dalam seminggu. Meski begitu, dianjurkan untuk melakukan olah raga setiap hari. Namun, jangan langsung berpikir beratnya karena yang dimaksud di sini adalah olah raga santai yang dilakukan 30 menit saja setiap harinya. Kemudian, bukan bekerja saja yang harus berkualitas, tidur pun harus berkualitas. Tidur minimal enam jam sehari. Itu cukup asalkan dalam kondisi deep sleep atau tidur berkualitas. Percuma tidur sepuluh jam kalau seperti tidur ayam. Kualitas tidur ini penting. Sebenarnya, ini hal-hal yang sudah kita ketahui secara umum. Sekarang, kita tinggal melakukannya karena kalau terbiasa dengan gaya hidup tidak sehat, kesehatan kitalah taruhannya. Kebiasaan itu akan menuai masalah jangka panjang. Tanda-tandanya pertama kali adalah kegemukan. Setelah itu muncul penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), stroke (serangan jantung), dan kanker. Well, you are what you eat. Tubuh sehat tak serta merta hadir, tapi harus dipupuk dengan pola makan dan aktivitas fisik yang sehat. Meski begitu, sehat pun bukan berarti berumur panjang karena itu semua di tangan Tuhan. Namun, dengan pola hidup sehat, kita berarti menghargai tubuh yang diberikan Tuhan karena tidak merusaknya.
10-07-2018 22:51
Sebum merupakan kelenjar lemak alami dari tubuh kita yang membuat kelembaban kulit tetap terjaga. Akibat rendahnya tingkat minyak, kulit kering terlihat kusam, pecah-pecah, tingkat kelembaban rendah, dan terasa kencang. Namun jika ternyata anda pemilik kulit kering, tidak perlu khawatir. Karena ada beberapa cara perawatan kulit kering agar cantik. Permukaan kulit yang terasa dan terlihat kasar adalah gejala kulit kering yang sering muncul. Selain itu, pemilik kulit kering sering mendapati permukaan kulit mereka terasa kencang atau kaku saat mandi, setelah mandi, atau saat berenang. Bahkan kemerahan dan rasa gatal juga biasanya muncul. Berikut dijelaskan cara ampuh perawatan kulit kering yang alami. Perawatan kulit kering secara alami Gunakan sabun pelembap Penyebab kulit kering memang sangat bervariasi. Salah satu yang paling sering menyebabkan seseorang mengalami gangguan ini adalah sabun yang kurang cocok. Terutama jika sabun badan digunakan untuk muka. Mulai sekarang pastikan menggunakan sabun pelembap untuk menjaga kesegaran kulit. Apalagi khusus untuk sabun wajah, sebaiknya pilih yang mengandung pelembap yang tinggi. Pakai pelembap setelah mandi Ketika cuaca berubah-ubah seperti sekarang ini, penggunaan pelembap kulit setelah mandi akan membantu mengatasi kulit kering sepanjang hari. Ada banyak sekali produk pelembap kulit yang dijual di pasaran. Masing-masing merek tentu memiliki keunggulan tersendiri. Apapun pilihanmu, pastikan pelembap tersebut mengandung banyak nutrisi untuk kulit. Madu Kelembaban kulit kering bisa dikembalikan dengan menggunakan madu. Madu juga dapat mengatasi siku yang kasar, dan bibir & tumit yang kering. Tidak Mandi Terlalu Lama Mandi terlalu lama dapat menyebabkan kulit semakin kering, jadi jangan biasakan menghabiskan banyak waktu di kamar mandi. Waktu mandi terlama adalah 15 menit. Selain itu, tidak perlu menggosok badan dengan kuat hingga badan terasa benar-benar bersih, karena itu hanya akan menghilangkan minyak alami pelembab kulit. Hindari Mandi Air Panas Setelah beraktivitas seharian penuh, memang mandi air panas terasa menyegarkan. Namun ternyata, mandi air panas justru tidak baik untuk kulit, karena menyebabkan kulit kehilangan kelembaban dan kering, yang kemudian bisa menimbulkan gatal-gatal, ruam, dan infeksi. Jadi, sebaiknya anda menggantinya dengan air hangat. Mengatasi kulit kering sebenarnya cukup sederhana, namun juga perlu konsistensi. Hanya dengan mengubah beberapa kebiasaan hidup seperti yang sudah dijelaskan di atas tentang perawatan kulit kering, kebanyakan kulit kering bisa teratasi.
05-07-2016 19:44
Sebuah hasil survei mengungkap, jumlah orang yang setiap malam rutin tidur 8 jam semakin sedikit. Jadwal kerja yang sibuk, kemacetan di jalan, hingga godaan bermain gadget, membuat tidur menjadi prioritas nomer dua. Dampak dari kurang tidur sebenarnya sudah banyak dibahas, mulai dari kelelahan, kurang konsentrasi, hingga obesitas. Baca juga : Menghindari Jatuh di Kamar Mandi Dalam studi terbaru disebutkan, durasi tidur yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, juga berpengaruh pada risiko seseorang menderita diabetes. Tim peneliti menganalisis 800 orang sehat dari berbagai negara Eropa dan secara spesifik mencari tahu hubungan antara durasi tidur dan metabolisme glukosa. "Pada pria, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, terkait dengan respons yang rendah pada sel tubuh terhadap insulin, mengurangi penyerapan glukosa, dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko diabetes . Pada wanita, kaitan itu tidak diketahui," kata Femke Rutters, yang melakukan penelitian. Baca juga : Beberapa Makanan yang Mempercepat Datangnya Stroke Durasi tidur yang dianggap cukup dalam penelitian ini adalah 7 jam setiap malam. Jika kita kurang tidur, kita cenderung lebih bernafsu pada makanan tidak sehat, emosi tidak stabil, dan mengalami penurunan daya ingat dan konsentrasi. Sementara, jika kita tidur terlalu banyak, kita berpotensi mengalami nyeri punggung, diabetes, dan penyakit jantung