Waktu Posting : 16-06-2014 20:16 | Dibaca : 2407x
31-05-2014 00:35
Influenza atau flu merupakan penyakit saluran pernafasan (hidung, tenggorokan, paru-paru) yang disebabkan infeksi virus influenza. Komponen virus yaitu spike hemaglutinin berikatan dengan reseptor yang ada pada permukaan sel inang. Selanjutnya melalui proses endositiosis nukleokapsid, virus masuk ke sitoplasma. Virus kemudian masuk ke nukleus dan bereplikasi. Protein-protein virus yang bersifat virulen dihasilkan di sitoplasma. Setelah protein-protein virus dihasilkan, beberapa gejala seperti demam, sakit kepala, kelelahan, kedinginan, batuk kering, sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan nyeri pada otot akan mucul. Pada anak-anak seringkali disertai dengan mual, muntah dan diare. Virus flu disebarkan melalui droplet infection atau percikan ludah penderita saat bersin atau batuk, dan melalui saliva (air liur). Jika tidak segera ditangani, flu dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, asma, infeksi telinga, dehidrasi, bronkhitis, sinus kerusakan organ hati, dan diabetes. Pada akhirnya dapat menyebabkan kematian, terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi, seperti orang tua yang berusia di atas 65 tahun, bayi yang baru lahir, wanita hamil, dan seseorang dengan kondisi kesehatan yang buruk. Di Amerika Serikat diperkirakan 10% - 20% penduduk setiap tahunnya menderita influenza, dan sekira 36.000 penduduk meninggal/tahun karena komplikasi. Baca juga : Bahaya di Balik Berat Badan Berlebihan Influenza disebabkan virus, jadi terapi antibiotik seperti penisilin tidak bisa digunakan. Metode yang tepat untuk mencegah infeksi virus flu adalah dengan vaksinasi sebelum musim flu tiba. Musim flu (flu season) di Amerika Serikat biasanya terjadi antara bulan November hingga April. Ada dua jenis vaksin untuk mencegah flu. Pertama adalah flu shot yang merupakan vaksin yang berisi virus mati. Vaksin ini diberikan melalui injeksi pada lengan bagi orang-orang yang sehat, seseorang dengan kondisi medis yang kronis, dan bayi yang telah berusia lebih dari enam bulan. Kedua adalah nasal spray flu vaccine atau Live Attenuated Influenza Vaccine (LAIV). Vaksin jenis ini telah diperkenalkan sejak tahun 2003, berisi virus hidup yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada penderita yang telah berusia 5-49 tahun dengan cara penyemprotan ke dalam hidung atau nasal spray. Kedua vaksin di atas mengandung tiga jenis virus, yaitu virus A (H3N2, HINI) dan virus B. Flu shot vaksin dan LAIV bekerja dengan jalan menginduksi terbentuknya antibodi yang akan melindungi tubuh terhadap infeksi virus flu. Antara tahun 2003-2004 telah diproduksi 87,1 juta dosis vaksin flu. Baca juga : Atasi Kram dan Nyeri Otot dengan Suplemen Herbal Kemampuan vaksin flu untuk melindungi manusia dari serangan virus flu tergantung pada dua faktor, yaitu usia dan status kesehatan penderita, serta kemiripan (match) antara strain virus yang menginfeksi dengan vaksin yang diberikan. Seserorang yang telah divaksinasi pada kondisi tertentu dapat terserang kembali flu, hal ini terjadi karena sistem imun alami yang dibentuk tubuh belum tentu efektif terhadap strain virus baru yang menginfeksi atau vaksin yang diberikan sebelumnya, kemungkinan tidak efektif lagi terhadap virus baru. Meskipun tingkat kematian yang disebabkan penyakit ini tidak terlalu tinggi (sekira 1%), namun pandemik yang terjadi di sekuruh dunia pada tahun 1918-1919 dengan menyebabkan kematian lebih dari 20 juta penduduk mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap virus ini. Obat-obatan antiviral seperti amantadine, rimantadine, oseltamivir dan zanamavir digunakan juga untuk mencegah flu. Namun, pemakaian obat-obatan ini harus dengan resep dokter dan memperhatikan siapa yang akan meminum obat tersebut, dosis, usia, kondisi medis penderita dan efek samping yang mungkin timbul. Apa yang harus kita lakukan jika telah terinfeksi virus flu? Istirahat yang cukup, banyak minum air putih, hindari konsumsi alkohol dan tembakau, konsumsi minuman suplemen berbahan herbal yang memiliki khasial meningkatkan imunitas, berobat ke dokter untuk meringankan flu, serta menjaga kebersihan merupakan beberapa tindakan bijaksana yang bisa dilakukan agar kesehatan segera pulih.
30-05-2014 03:27
Scrub yang sederhana Kamu bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk berbagai jenis scrub pengelupas kulit mati yang mahal, tetapi kamu dapat dengan mudah membuatnya sendiri yang akan bekerja dengan baik juga. Resep dasar ini adalah untuk sejenis pengelupas atau body scrub yang menggunakan hanya berbagai bahan yang asli, sederhana yang akan sangat efektif, jika tidak lebih, daripada berbagai produk yang ada di toko yang memiliki bahan-bahan asing yang mungkin beracun. Kecantikan dari resep ini juga terdapat pada bahwa resep ini bisa disesuaikan dengan apa yang kamu inginkan tergantung dari apa yang kamu butuhkan dan ingin rasakan. Kamu juga dapat menggunakannya tanpa rasa atau menambahkan berbagai macam bahan herbal untuk menambah manfaat seperti bunga lavender untuk relaksasi, rosemary untuk memberi energi danmenyegarkan kamu, atau thyme untuk bahan-bahan antibakterinya. Berikut ini adalah penjelasan bagaimana cara membuat scrub tubuh di rumah. Baca juga : Membuat Masker Wajah Alami Bahan pembuat scrub Garam Epsom adalah produk perawatan kulit yang sangat menakjubkan. garam itu adalah mineral yang alami yang dibentuk dari magnesium sulfide, yang secara langsung menyerap ke dalam kulit. Garam ini secara alami menghaluskan kulit, membersihkan semua sel-sel kulit mati, mengurangi peradangan, dan menenangkan otot. Garam Epsom bisa ditukar dengan kristal garam yang kasar yang akan secara kosmetik melakukan hal yang sama tetapi mengurangi mandaat dari magnesium sulfide. Minyak olive adalah halus dan lembut dan membantu menjaga kulit tetap lembab tetapi tidak berminyak. Jus lemon dan jeruk adalah pencerah yang alami, berguna sebagai seperti pemutih untuk mencerahkan kuku kamu dan kutikula dan mencerahkan titik hitam di kulit. Wanginya yang segar juga memberikan kesegaran dengan cepat. Kamu bisa menggunakan bahan-bahan herbal jika kamu ingin menambhakan lebih banyak keuntungan pada scrub yang kamu buat. Ada banyak bahan herbal yang bisa digunakan seperti lavender untuk memberikan relaksasi. Berikut ini adalah cara membuat scrub tubuh di rumah. Baca juga : Membuat Produk Perawatan Kulit Alami - 1/3 cup dan 2 sdm garam Epsom atau garam kristal yang kasar - 2 sdm minyak olive - Jus lemon atau jeruk - Bahan herbal pilihan Di dalam sebuah mangkuk, campur garam Epsom, dengan minyak olive. Masukan jus lemon atau jeruk dan aduk dengan rata. Tempatkan di sebuah toples dengan tutup yang rapat dan gunakan seminggu sekali untuk mendapatkan kulit yang halus dan bercahaya. Jika kamu hendak menggunakan herbal, tutup bagian atas dari campuran tersebut dengan herbal dan aduk setelah jus lemon atau jeruk. Herbal akan membenamkan garam disekitarnya dan kamu dapat menggunakan semuanya ketika kamu menggunakan scrub itu. Kamu dapat menggosokan scrub ini di kulit yang yang kering atau basah, tetapi jika kamu menggunakannya pada kulit yang kering, bersihkan dengan air yang hangat sesudahnya.
22-10-2018 12:55
Buah-buahan memang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Buah mengandung banyak vitamin dan kandungan lainnya yang bermanfaat untuk tubuh. Lain buah maka lain pula manfaatnya walaupun sama-sama baik untuk tubuh. Beberapa macam buah memiliki manfaat untuk menambah energi slah satunya adalah buah pisang. Siapa yang tak mengenal buah pisang? Buah yang tak mengenal musim, sangat mudah ditemukan dimanapun dengan harga yang terjangkau. Buah pisang mayoritas memiliki warna kuning dan ada beberapa jenis yang berwarna hijau serta memiliki rasa yang manis. Buah pisang sangat baik jika dikonsumsi setiap hari, bukan hanya sebagai penambah energi, pisang juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh loh... Orang yang sedang menjalani program diet, pisang merupakan salah satu buah yang rutin dikonsumsi karena akan memberikan efek mengenyangkan dan juga dapat menahan rasa lapar berlebih. Ada juga yang mengatakan jika pisang dapat mengatasi masalah pencernaan konstipasi atau sulit buang air besar. Benarkah demikian? Seperti yang dilansir dari Food Ndtv.com, menurut buku "Healing Foods", pisang mengandung kalium yang mampu menjaga tekanan darah agar tetap normal dan merupakan antasida alami yaitu senyawa yang mampu menenangkan dan mengurangi rasa sakit perut. Pisang kaya akan serat dan nutrisi yang mampu melindungi lapisan usus dan dapat menjaga bakteri sehat di usus. Pisang juga mampu membantu membuang racun penyebab sembelit. Menurut Ritu Arora, seorang ahli gizi India mengatakan jika pisang mampu membantu memperbaiki sindrom usus dan membiarkan mikro villi hadir di usus kecil untuk membantu pencernaan dan mengurangi konstipasi. Nah, jika mengalami masalah pencernaan susah buang air besar, pisang dapat menjadi solusi untuk mengobati masalah pencernaan yang dialami. Dengan mengonsumsi pisang sebagai obat alami maka tidak akan menimbulkan efek negatif pada tubuh.