Waktu Posting : 16-06-2014 01:28 | Dibaca : 2421x
27-05-2014 09:41
Limpa ialah organ kecil yang terdapat pas pada bagian bawah tulang rusuk samping kiri, biasanya memiliki ukuran sebesar kepalan tangan, namun keadaan khusus dapat membuatnya menderrita pembengkakan yang dimaksud dengan splenomegali. Limpa terhitung organ yang lembut serta berupa seperti spons yang lakukan fungsi-fungsi gawat dan gampang alami rusaknya, manfaat dari limpa ini sendiri ialah : 1. Keluarkan serta menghancurkan sel darah yang telah tua serta rusak. 2. Memerankan yang utama dalam mencegah infeksi dengan memproduksi beberapa sel darah putih (limfosit) serta melakukan tindakan semacam batas pertahanan pertama dalam melawan patogen yang menyerang. 3. Menaruh beberapa sel darah merah serta trombosit, yakni beberapa sel yang menolong penggumpalan darah. Baca juga : Waspadai Bahaya Tidur Memakai Bra 4. Kemungkinan melakukan tindakan semacam penghubung pada system kekebalan badan serta otak. Pembengkakan limpa biasanya tak memperlihatkan tanda-tanda, namun dalam sebagian masalah terdapat banyak tanda-tanda yang dirasakan seperti : 1. Sakit atau perasaan penuh pada bagian kiri atas perut yang dapat menyebar ke bahu kiri 2. Alami kurang darah atau anemia 3. Mudah kelelahan 4. Gampang alami infeksi serta perdarahan Efek yang berlangsung pada limpa ada yang berbentuk sesaat namun ada juga yang periode panjang bergantung dari seberapa baik perawatan yang di terima, sebagian aspek di ketahui dapat mengakibatkan pembengkakan limpa : 1. Peradangan limpa (splenitis), penyakit ini umumnya berlangsung di bagian merah limpa, pemicunya dapat tumor disebabkan perkembangan sel lasing, dapat pula disebabkan dari paparan zat-zat kimia atau radiasi. 2. Ada beberapa sel darah merah abnormal, ada beberapa sel abnormal dalam darah merah dengan jumlah banyak dapat menyebabkan pembesaran limpa, lantaran limpa mesti berusaha keras untuk menghancurkan beberapa sel itu. Serta makin banyak darah abnormal, maka kemungkinan penyakit pembesaran limpa juga makin tinggi, lantaran sel abnormal itu dapat berbalik menyerang jaringan limpa. 3. Ada infeksi bakteri, virus, maupun parasit, semacam organ pertahanan membuat limpa kerap terkait dengan virus serta bakteri beresiko dalam badan. Saat jumlah virus yang menyerang dalam jumlah banyak, maka limpa memiliki resiko terserang balik oleh sumber penyakit itu. 4. Ada penyakit-penyakit metabolic, dalam badan kemampuan kerja antar organ benar-benar terkait erat serta sama-sama saling berpengaruh, saat ada organ yang terganggu, maka organ lain bakal memiliki resiko alami masalah. Baca juga : Cara Mengontrol Tubuh Agar Tidak Cepat Lapar 5. Kanker darah, saat seorang diserang kanker darah, maka sistem pertahanan badannya tak dapat bekerja maksimal, serta hal semacam ini benar-benar punya pengaruh pada kemampuan kerja serta keadaan kesehatan limpa, lantaran bila darah sudah terkontaminasi sel kanker, maka limpa juga memiliki resiko. 6. Anemia, produksi sel darah merah yang terbatas atau kurang dapat juga berpengaruh terhadap pembengkakan pada limpa. Limpa yang membesar bakal berpengaruh pada masing-masing manfaat vital, umpamanya mendapatkan masalah dalam menyaring beberapa sel darah merah, menurunkann jumlah beberapa sel sehat dalam aliran darah juga sampai mengakibatkan kerusakan organ lain. Komplikasi lain yang punya potensi berlangsung bila limpa alami pembengkakan seperti : 1. Infeksi, hal semacam ini lantaran limpa yang membengkak bakal menurunkan jumlah sel darah merah yang sehat, trombosit serta sel darah putih dalam aliran darah, hingga gampang terkena infeksi. 2. Menderita anemia serta menambah terjadinya perdarahan. 3. Limpa pecah, limpa yang sehat condong gampang rusak terlebih dalam kecelakaan mobil. Namun apabila limpa menderita pembengkakan maka kemungkinannya jauh semakin besar, bila limpa pecah dapat mengakibatkan perdarahan yang membahayakan nyawa. Bila limpa diangkat lewat pembedahan (splenektomi), badan bakal kehilangan sebagian kemampuannya untuk memproduksi antibodi pelindung serta untuk mengeluarkan bakteri yang tak diharapkan dari badan. Hal ini mengakibatkan, kekuatan badan dalam melawan infeksi bakal menyusut. Tak lama lalu, organ yang lain (terlebih hati) bakal menambah fungsinya dalam melawan infeksi untuk menukar kehilangan itu, hingga penambahan kemungkinan terjadinya infeksi tak bakal berjalan lama. Namun, Anda jangan berkecil hati sebab saat ini sudah tersedia obat herbal yang terbuat dari bahan alami yang bisa mengatasi masalah limpa bengkak. Ultra Mangosteen, Ultra Noni maupun DragonNoni bisa Anda pilih.
22-06-2018 01:18
Momen lebaran merupakan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim. Biasanya saat lebaran akan tersedia banyak sajian yang dihidangkan yang pada umumnya mengandung santan dan lemak yang tinggi. Lemak tersebut akan menumpuk pada bagian tubuh terutama pada perut. Kondisi seperti ini bisa dialami baik oleh pria maupun wanita. Lemak yang tertimbun dalam perut pasti akan membuat tak nyaman dan dapat meningkatkan risiko penyakit akibat kelebihan berat badan. Berikut tips diet sehat yang dapat dilakukan untuk mengikis lemak usai lebaran.. Istirahat yang cukup Tidur kurang dari 6 jam sehari dapat menganggu kebuuhan insulin dalam tubuh dalam mengontrol gula darah. Tubuh akan melepaskan sejumlah hormon yang menjadi faktor utama menambah berat badan. Sebaiknya cukupi kebutuhan istirahat dengan tidur selama 7 hingga 8 jam sehari. Olahraga teratur Olahraga yang baik untuk mengatasi masalah lemak dalam tubuh setelah lebaran yaitu dengan latihan cardio, seperti jalan cepat, bersepeda, jogging, lari dan berenang. Lakukanlah selama 30 menit sehari sebanyak 3 hingga 5 hari dalam seminggu. Diet seimbang Mengurangi porsi makan terutama jatah lemak dalam sehari menjadi salah satu cara mengatasi lemak berlebih pada tubuh. Gantilah dengan mengonsumsi makanan dengan kadar protein tinggi dan rendah karbohidrat. Cara ini efektif menghilangkan lemak dalam tubuh dengan cepat. Mencukupi kebutuhan cairan tubuh Mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas sehari dapat membantu mengoptimalkan sistem metabolisme tubuh. Cairan tubuh yang terpenuhi juga akan menjaga kerja hati yang terus mengolah kadar lemak berlebih yang ada dalam tubuh. Konsumsi camilan sehat Saat tubuh lapar dan kadar gula menurun bisa disiasati dengan mengonsumsi camilan sehat diantara makan besar sebanyak 2 hingga 3 kali untuk mengurangi penumpukan lemak dalam tubuh.
28-04-2014 02:46
Apa beda Osteomalacia dengan Osteoporosis? - Defisiensi zat gizi dalam tubuh mampu menurunkan fungsi tubuh seperti halnya muncul gangguan berupa osteomalacia dan Osteoporosis. Kedua gangguan ini sering diartikan sama oleh sebagian masyarakat. Padahal dalam kenyataannya, kedua penyakit ini memiliki pengertian yang jauh berbeda satu sama lainnya. Jika dilihat dari sepintas mungkin keduanya ini merupakan bentuk gangguan organ yang sama yaitu tulang namun untuk lebih jelasnya anda akan mengetahui secara jelas dan detail tentang perbedaan keduanya yaitu : A. Osteomalacia Osteomalacia merupakan gangguan atau kelainan tulang akibat berkurangnya atau menurunnya kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium atau vitamin D. Gangguan penyakit ini bisa menyebabkan tulang menjadi lunak serta kehilangan kekuatannya yang lama kelamaan akan menyebabkan cacat pada tulang. Baca juga : Apa Itu Demam Berdarah? Penderita : penderita penyakit osteomalacia sebagian besar yaitu anak – anak yang memiliki kelainan tulang dengan bentuk yang bengkok. Kelainan tulang ini dikarenakan asupan vitamin D yang kurang ataupun ketidakmampuan tulang untuk menyerap kalsium bagi kekuatan tulangnya. Namun, tidak hanya anak – anak yang berisiko menderita penyakit osteomalacia namun juga orang dewasa mampu berisiko menderita penyakit ini. Perbedaan nyata antara penderita anak – anak dan dewasa ini terletak pada pemulihan tulangnya. Anak – anak lebih mudah untuk dilakukan pemulihan tulangnya jika menderita osteomalacia dibandingkan dengan penderita dewasa karena susunan tulang dewasa sudah berada tahap pertumbuhan maksimal sehingga sulit dilakukan pembenahan sekalipun dengan cara operasi tulang. Gejala : Manifestasi klinis yang biasanya dapat diketahui oleh para penderita penyakit osteomalacia yaitu sebagai berikut : a. Kelemahan otot pada bagian alat geraknya terutama pada bagian gerak bawah b. Perasaan nyeri pada bagian tulang belakang atau punggung, kaki serta daerah panggul penderitanya c. Jika tidak dilakukan penanganan yang serius maka akan muncul kesulitan gerak bagi penderitanya d. Munculnya kelainan tulang kaki dengan bentuk tulang yang menjadi bengkok Pencegahan: Untuk menghindari penyakit osteomalacia ini, anda perlu melakukan beberapa upaya preventif di bawah ini yaitu : a. Melakukan konsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi serta vitamin D. Contoh makanannya seperti telur, kecambah, ikan laut, dll b. Melakukan kebiasaan diri untuk berjemur dibawah sinar matahari di pagi hari. Matahari merupakan unsur kimiawi yang memberikan vitamin D yang baik bagi pertumbuhan tulang. Anda mampu mendapatkan vitamin D secara alami ini dengan berjemur dibawah matahari pada pada pukul 7 sampai dengan pukul 9 pagi. Baca juga : Berbagai Penyebab Jerawat di Wajah c. Berhati – hatilah ketika anda memutuskan diri untuk melakukan rongent atau penyinaran tulang dengan radiasi sinar yang terlalu lama. Hal ini mampu memunculkan kelainan tulang yang akan membuat anda kesulitan untuk bergerak. d. Melakukan konsumsi multivitamin agar tulang anda tidak kekurangan asupan vitamin terutama yaitu vitamin D. Fungsi vitamin D yang penting inilah yang memungkinkan seseorang untuk mengkonsumsi vitamin D secara eksklusif. Pengobatan: pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit osteomalacia yaitu a. Melakukan operasi tulang jika memang tulang anda mengalami pembengkokan karena gangguan penyakit osteomalacia. b. Konsultasi dengan dokter untuk mengetahui beberapa treatment / pengobatan tentang tulang c. Mengkonsumsi multivitamin untuk nutrisi tulang anda B. Osteoporosis Penyakit Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang terjadi akibat kepadatan tulang yang berkurang. Hal ini dapat dikatakan bahwa Osteoporosis merupakan kondisi tulang yang mudah mengeropos. Jika anda mengalami kondisi tulang yang seperti ini maka sudah pasti anda akan mengalami produktivitas kerja yang menurun. Penderita: penyakit Osteoporosis banyak menyerang kalangan individu yang sudah mengalami lanjut usia atau menopause. Secara alami, kepadatan tulang memang akan mengalami penurunan kepadatan ketika umur tulang juga bertambah dewasa namun bukan berarti Osteoporosis menjadi gangguan tulang yang wajar terjadi. Akhir – akhir ini, Osteoporosis juga banyak dialami kalangan individu usia 20 tahunan sehingga hal ini merupakan bukti nyata bahwa Osteoporosis menjadi gangguan tulang yang harus segera diatasi agar tidak terjadi produktivitas individu yang kian menurun. Baca juga : Beberapa Gangguan Kekurangan Iodium Gejala: penyakit Osteoporosis ini akan membuat penderitannya mengalami nyeri sekitar tulang belakang, kemampuan tulang untuk bergerak pun menjadi sedikit terganggu, mengalami sakit didaerah sekitar sendi, anatomi tulang belakang yang akan sedikit membungkuk. Pencegahan: tahap awal untuk mencegah terjadinya Osteoporosis yaitu dengan melakukan cek kepadatan tulang secara teratur, konsumsi susu yang kaya akan kalsium tulang, mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi, rajin berolahraga, mengurangi aktivitas yang terlalu berat, dan lain sebagainya. Pengobatan : jika anda sudah mengalami gangguan Osteoporosis ini maka yang perlu anda lakukan adalah mencegah penyakit ini untuk tidak bertambah parah. Untuk itu, maka berikut ini beberapa upaya yang tepat dalam mengobati penyakit osteoporosi, yaitu a. Melakukan konsultasi dengan dokter terkait penyakit anda b. Melakukan terapi kekuatan tulang c. Melakukan konsumsi suplemen kalsium bagi tulang anda. Semoga artikel mengenai perbedaan Osteoporosis dan osteomalacia ini bermanfaat untuk anda.