Apa beda Osteomalacia dengan Osteoporosis?

Additional Image

Waktu Posting : 28-04-2014 02:46 | Dibaca : 9684x

Apa beda Osteomalacia dengan Osteoporosis?  - Defisiensi zat gizi dalam tubuh mampu menurunkan fungsi tubuh seperti halnya muncul gangguan berupa osteomalacia dan Osteoporosis. Kedua gangguan ini sering diartikan sama oleh sebagian masyarakat. Padahal dalam kenyataannya, kedua penyakit ini memiliki pengertian yang jauh berbeda satu sama lainnya. Jika dilihat dari sepintas mungkin keduanya ini merupakan bentuk gangguan organ yang sama yaitu tulang namun untuk lebih jelasnya anda akan mengetahui secara jelas dan detail tentang perbedaan keduanya yaitu :

A.      Osteomalacia

Osteomalacia merupakan gangguan atau kelainan tulang akibat berkurangnya atau menurunnya kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium atau vitamin D. Gangguan penyakit ini bisa menyebabkan tulang menjadi lunak serta kehilangan kekuatannya yang lama kelamaan akan menyebabkan cacat pada tulang.

Baca juga : Apa Itu Demam Berdarah?  

Penderita : penderita penyakit osteomalacia sebagian besar yaitu anak – anak yang memiliki kelainan tulang dengan bentuk yang bengkok. Kelainan tulang ini dikarenakan asupan vitamin D yang kurang ataupun ketidakmampuan tulang untuk menyerap kalsium bagi kekuatan tulangnya. Namun, tidak hanya anak – anak yang berisiko menderita penyakit osteomalacia namun juga orang dewasa mampu berisiko menderita penyakit ini. Perbedaan nyata antara penderita anak – anak dan dewasa ini terletak pada pemulihan tulangnya. Anak – anak lebih mudah untuk dilakukan pemulihan tulangnya jika menderita osteomalacia dibandingkan dengan penderita dewasa karena susunan tulang dewasa sudah berada tahap pertumbuhan maksimal sehingga sulit dilakukan pembenahan sekalipun dengan cara operasi tulang.

Gejala : Manifestasi klinis yang biasanya dapat diketahui oleh para penderita penyakit osteomalacia yaitu sebagai berikut :

a.       Kelemahan otot pada bagian alat geraknya terutama pada bagian gerak bawah

b.      Perasaan nyeri pada bagian tulang belakang atau punggung, kaki serta daerah panggul penderitanya

c.       Jika tidak dilakukan penanganan yang serius maka akan muncul kesulitan gerak bagi penderitanya

d.      Munculnya kelainan tulang kaki dengan bentuk tulang yang menjadi bengkok

Pencegahan: Untuk menghindari penyakit osteomalacia ini, anda perlu melakukan beberapa upaya preventif di bawah ini yaitu :

a.       Melakukan konsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi serta vitamin D. Contoh makanannya seperti telur, kecambah, ikan laut, dll

b.      Melakukan kebiasaan diri untuk berjemur dibawah sinar matahari di pagi hari. Matahari merupakan unsur kimiawi yang memberikan vitamin D yang baik bagi pertumbuhan tulang. Anda mampu mendapatkan vitamin D secara alami ini dengan berjemur dibawah matahari pada pada pukul 7 sampai dengan pukul 9 pagi.

Baca juga : Berbagai Penyebab Jerawat di Wajah 

c.       Berhati – hatilah ketika anda memutuskan diri untuk melakukan rongent atau penyinaran tulang dengan radiasi sinar yang terlalu lama. Hal ini mampu memunculkan kelainan tulang yang akan membuat anda kesulitan untuk bergerak.

d.      Melakukan konsumsi multivitamin agar tulang anda tidak kekurangan asupan vitamin terutama yaitu vitamin D. Fungsi vitamin D yang penting inilah yang memungkinkan seseorang untuk mengkonsumsi vitamin D secara eksklusif.

Pengobatan: pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit osteomalacia yaitu

a.       Melakukan operasi tulang jika memang tulang anda mengalami pembengkokan karena gangguan penyakit osteomalacia.

b.      Konsultasi dengan dokter untuk mengetahui beberapa treatment / pengobatan tentang tulang

c.       Mengkonsumsi multivitamin untuk nutrisi tulang anda

B.       Osteoporosis

       Penyakit Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang terjadi akibat kepadatan tulang yang berkurang. Hal ini dapat dikatakan bahwa Osteoporosis merupakan kondisi tulang yang mudah mengeropos. Jika anda mengalami kondisi tulang yang seperti ini maka sudah pasti anda akan mengalami produktivitas kerja yang menurun.

       Penderita: penyakit Osteoporosis banyak menyerang kalangan individu yang sudah mengalami lanjut usia atau menopause. Secara alami, kepadatan tulang memang akan mengalami penurunan kepadatan ketika umur tulang juga bertambah dewasa namun bukan berarti Osteoporosis menjadi gangguan tulang yang wajar terjadi. Akhir – akhir ini, Osteoporosis juga banyak dialami kalangan individu usia 20 tahunan sehingga hal ini merupakan bukti nyata bahwa Osteoporosis menjadi gangguan tulang yang harus segera diatasi agar tidak terjadi produktivitas individu yang kian menurun.

         Baca juga : Beberapa Gangguan Kekurangan Iodium 

       Gejala: penyakit Osteoporosis ini akan membuat penderitannya mengalami nyeri sekitar tulang belakang, kemampuan tulang untuk bergerak pun menjadi sedikit terganggu, mengalami sakit didaerah sekitar sendi, anatomi tulang belakang yang akan sedikit membungkuk.

       Pencegahan: tahap awal untuk mencegah terjadinya Osteoporosis yaitu dengan melakukan cek kepadatan tulang secara teratur, konsumsi susu yang kaya akan kalsium tulang, mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi, rajin berolahraga, mengurangi aktivitas yang terlalu berat, dan lain sebagainya.

       Pengobatan          : jika anda sudah mengalami gangguan Osteoporosis ini maka yang perlu anda lakukan adalah mencegah penyakit ini untuk tidak bertambah parah. Untuk itu, maka berikut ini beberapa upaya yang tepat dalam mengobati penyakit osteoporosi, yaitu

a.       Melakukan konsultasi dengan dokter terkait penyakit anda

b.      Melakukan terapi kekuatan tulang

c.       Melakukan konsumsi suplemen kalsium bagi tulang anda.

Semoga artikel mengenai perbedaan Osteoporosis dan osteomalacia ini bermanfaat untuk anda. 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Merawat Kecantikan Kulit Sesuai Dengan Jenis Kulitnya

16-08-2014 06:50

Tak susah dilukiskan, untuk memperoleh kulit sehat serta indah sesungguhnya gampang. Hal yang pertama kali mesti di ketahui ialah apa tipe kulit Anda. Hal semacam ini mempunyai tujuan untuk mengenal perawatan serta produk kecantikan apa yang sesuai serta pas untuk Anda. Pada intinya, jenis kulit bergantung dari berbagai aspek seperti kandungan air di kulit yang berpengaruh pada kenyamanan serta keelastisan kulit, kandungan minyak yang punya pengaruh pada kelembutan kulit, dan tingkat sensitivitas kulit. Pada umumnya, jenis kulit dibagi 5, yakni normal, berminyak, kering, peka, serta campuran. Bersamaan dengan bergulirnya waktu, jenis kulit Anda bisa mengalami perubahan. Umpamanya, saat remaja, Anda bertipe kulit berminyak namun saat Anda telah dewasa jadi jenis kulit normal.   Baca juga : Kenali Posisi Tidur yang Terbaik Bagi Anda   Di bawah ini panduan kecantikan yang dapat Anda kenali serta praktikan perawatannya sesuai tipe/jenis kulit : Kulit Jenis Normal Kulit jenis normal mempunyai karakteristik tak terlampau berminyak serta tak terlampau kering. Ciri-cirinya : · Pori-pori tak tampak besar. · Tak terlampau sensitif · Keseluruhannya, kulit normal tampak halus Untuk menjaga kulit tipe normal, manfaatkanlah pembersih muka yang lembut. Dinginkan kulit dengan menyajikan toner yang menawarkan kesegaran. Paling akhir, berikan pelembab serta pijat dengan jemari. Kulit Jenis Campuran Kulit jenis campuran mempunyai karakteristik kering atau mungkin normal di bagian khusus serta berminyak di bagian yang lain seperti bagian T (hidung, kening, serta pipi). Umumnya orang mempunyai jenis kulit campuran. Ciri-cirinya : · Pori-pori melebar · Komedo · Kulit mengkilat Apabila Anda mempunyai jenis kulit campuran, cucilah muka saat pagi hari dengan pembersih muka untuk bersihkan kulit serta menghindari komedo. Saat malam, berikan cream pembersih pada bagian yang kering untuk menyeimbangkan minyak yang berlebihan. Kulit Jenis Kering Kulit jenis ini umumnya dikarenakan oleh berbagai aspek seperti genetik, hormon, dampak cahaya UV, penyembuhan serta lain-lainnya. Kulit kering dapat tampak dari kulit yang pecah-pecah, terkelupas, gatal, atau mungkin inflamasi. Ciri-cirinya : · Pori-pori kulit tak terlihat · Kulit kemerahan · Tak elastis · Garis kulit tampak terang Kulit kering dapat diatasi dengan berbagai langkah ; mandi janganlah terlampau lama serta terus-terusan, memakai sabun yang lembut di kulit, janganlah menggosok-gosok kulit terlampau keras, serta menggunakan pelembut usai mandi.   Baca juga : Cara Mengelola Marah dengan Baik Kulit Jenis Berminyak Pada umumnya, kulit berminyak dapat dikarenakan oleh masa puber, hormon yang tak seimbang, stress atau mungkin kerap terpapar cahaya matahari serta terlampau lembab. Ciri-cirinya : · Pori-pori kulit membesar · Kulit mengkilat · Banyak komedo serta jerawat Untuk menjaga kulit jenis berminyak bisa dikerjakan dengan beberapa langkah gampang seperti janganlah terus-terusan bersihkan muka, menggosok-gosok muka janganlah terlampau keras, serta janganlah memencet atau mungkin memecahkan jerawat. Kulit Jenis Sensitif Bila Anda mempunyai jenis kulit ini, coba mencari tahu pemicunya. Kulit peka dapat disebabkan berbagai sebab, tetapi biasanya ialah disebabkan pemakaian produk kulit yang tak sesuai yang mengakibatkan keringnya kulit, hingga mempermudah timbulnya gatal-gatal. Ciri-cirinya ialah : · Kulit kemerahan · Gatal · Sensasi terbakar · Kering Janganlah membersihkan muka dengan sabun apabila Anda mempunyai kulit peka. Manfaatkanlah lotion pembersih ringan dengan kandungan hipoalergenik. Terapkan pelembab untuk memperkuat kulit serta menghindari iritasi.

Featured Image
Pentingnya Memahami Kulit Dan Fungsinya

05-05-2014 00:01

Pentingnya Memahami Kulit Dan Fungsinya  - Kulit adalah bagian terluar dari tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk melindungi organ-organ tubuh bagian dalam, mengatur suhu tubuh (thermoregulator), sebagai indra peraba, dan sebagainya. Selain itu, kulit memberikan pengaruh besar terhadap kecantikan. Demikian pentingnya fungsi kulit hingga perlu diberikan perhatian khusus agar terhindar dari kerusakan. Selain akibat benda tajam dan benturan, kulit juga dapat rusak akibat lingkungan alam seperti sinar matahari. Selain sebagai selimut tubuh dan sebagai pelindung alat-alat tubuh yang ada di bawahnya, kulit juga memiliki fungsi-fungsi penting yang lain, mencegah badan menjadi kering, menyaring bahan-bahan yang tak diperlukan badan, mengatur panas badan, melindungi badan dari ancaman luar, dan memberi peringatan awal pada sistem saraf akan adanya bahaya-bahaya dari luar. Dalam pemilihan dan penggunaan kosmetik ada faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan agar kulit tampil cantik, sehat, dan aman. Faktor-faktor tersebut adalah lingkungan alam, manusianya, dan kosmetiknya. 1. Faktor Lingkungan Alam Lingkungan tropis yang bermatahari terik dan udara panas serta lembab memiliki pengaruh yang berbeda dengan lingkungan subtropis yang kurang sinar mataharinya dan berhawa dingin (4 musim) serta kering, misalnya Amerika, Eropa, baik terhadap kulit maupun terhadap kosmetiknya.   Baca juga : Menghindari Sakit Jantung di Waktu Tua   Di daerah tropis seperti Indonesia, kulit banyak berminyak dan berkeringat sehingga kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi dan lengket mudah menyebabkan timbulnya jerawat. Sebaliknya, di lingkungan subtropis yang dingin dan kering, kulit lebih kering sehingga banyak membutuhkan kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi. Sinar matahari dalam jumlah sedikit diperlukan untuk kehidupan manusia, tetapi dalam jangka waktu yang panjang sinar matahari sangat berbahaya dan dapat menginduksi efek buruk antara lain kanker, katarak mata, penuaan dini, kerusakan-kerusakan kulit lain. Hal ini terjadi karena reaksi peroksidan lemak pada permukaan kulit dengan sinar UV (ultra violet) dan oksigen udara yang menghasilkan radikal-radikal oksigen yang bebas dan akan masuk ke dalam kulit serta merusak sel-sel kulit dan menimbulkan rantai-rantai radikal di tubuh dan kerusakan-kerusakan sel yang lain. Oleh karena itu diperlukan perlindungan kulit terhadap sinar matahari. Perlindungan untuk kulit orang Indonesia akan berbeda dengan perlindungan kulit untuk orang Eropa dan Amerika. Udara yang panas dan matahari yang terik juga dapat merusak kosmetik sehingga ketika dipakai dapat menimbulkan berbagai kelainan pada kulit. 2. Faktor Manusia Perbedaan ras kulit, tipe kulit, kepekaan kulit dan pandangan hidup tentang kulit yang dianggap cantik (esthetic behavior) serta pengetahuan akan seluk-beluk kosmetik dan cara pemakaiannya yang benar sangat berpengaruh terhadap hasil pemakaian kosmetik pada kulit. Kulit ras Kaukasia (Eropa) yang putih mengandug sedikit pigmen melanin, kecil-kecil, dan mudah pecah (pheomelanin) menyebabkan kulitnya sulit menjadi cokelat (tanning). Sementara kulit rasa Asia dan Negro yang banyakmengandung pigmen melanin, ukurannya besar-besar dan sulit pecah (eumelanin) sehingga kulit yang sudah coklet ini mudah menjadi lebih cokelat.   Baca juga : Mengolah Bahan Alam untuk Menyembuhkan Asam Urat   Perbedaan tipe kulit membutuhkan kosmeik yang juga berbeda. Kulit orang Eropa yang kering membutuhkan banyak pelembab, sedangkan kulit orang Asia/Indonesia yang berminyak di iklim tropis yang lembab panas tidak membutuhkan kosmetik yang lengket berminyak karena dapat memicu terjadinya jerawat. 3. Faktor Kosmetik Kosmetik secara universal harus aman, tidak merusak kulit dan tubuh karena kosmetik dipergunakan berulang-ulang dalam jangka panjang dipergunakan oleh semua umur dari bayi hingga usia lanjut dan dipergunakan di seluruh tubuh setiap hari. Salah memakai kosmetik atau memakai kosmetik yang tidak tepat guna dan secara berlebih-lebihan dapat menimbulkan kerusakan kulit. Saat ini ribuan macam kosmetik ditawarkan di pasaran dengan berbagai cara sehingga menimbulkan keinginan orang untuk memakainya. Akan tetapi, tidak jarang berlawanan dengan maksud semula memakai kosmetik untuk mempercantik diri, yang didapat malah sebaliknya, kulit menjadi rusak seperti noda hitam, kulit merah seperti udang rebus dan lain-lain karena kosmetik itu. 

Featured Image
Bersih dari Komedo dengan Bahan Alami

14-01-2015 23:33

Bintik-bintik kecil berwarna putih dan bisa jadi hitam yang ada pada beberapa bagian wajah adalah komedo. Biasanya munculnya komedo pada wajah timbul karena tersumbatnya pori-pori kulit wajah. Dan sumbatan ini biasanya disebabkan oleh sebum dan juga keratin berlebih pada wajah. Adanya komedo selain mengurangi keindahan kulit wajah juga dapat menurunkan tingkat percaya diri seseorang. Penyebab Komedo Kondisi kulit wajah berminyak adalah pemicu utama lahirnya komedo yang selama ini selalu muncul pada wajah. Minyak inilah yang nantinya dapat menyumbat pori-pori pada kulit wajah. Biasanya produksi minyak paling banyak adalah pada masa-masa datang bulan dan juga pada saat kita sangat sering mengkonsumsi makanan berminyak dan berlemak. Jika ingin terbebas dari komedo dengan mudah hanya perlu mengurangi produksi minyak pada wajah dan lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan buah yang sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit wajah. Penyebab lain timbulnya komedo adalah penggunaan kosmetik, stress, konsumsi alkohol, merokok, kondisi hormon dan konsumsi kafein secara berlebihan. Bisa juga komedo ditimbulkan oleh pengaruh genetik kulit yang memang tidak bersih sehingga wajah selalu timbul komedo. Baca juga : Tingkatkanlah Kesehatan Mental dan Kreativitas Anda dengan 5 Cara Ini  Mengatasi Komedo Selain menggunakan sabun pencuci wajah yang dapat membasmi komedo, para wanita ini juga sering melakukan perawatan wajah. Biasanya dalam paket perawatan wajah yang disediakan oleh salon wajah, ada perawatan yang khusus difungsikan untuk menghilangkan komedo. Namun perawatan seperti ini diperlukan biaya yang mahal. Padahal ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan komedo tanpa biaya yang mahal. 1.   Tomat. Selain banyak mengandung vitamin C tomat juga mengandung antiseptik yang sangat baik untuk mengeringkan komedo. Gunakan tumbukan tomat pada wajah secara merata dan diamkan selama 15 menit sebelum membilasnya dengan air hangat. 2.   Lemon. Lemon ini sangat bagus mengatasi komedo dengan melakukan perlakuan pada kulit wajah berminyak. Lemon akan menurunkan kadar minyak yang dikeluarkan kulit wajah sehingga meminimalisir timbulnya komedo. Gunakan perasan air lemon yang dicampur garam pada wajah secara merata. Diamkan 20 menit sebelum akhirnya dibilas dengan air hangat. 3.   Pasta gigi. Gunakan pasti gigi dengan cara mengoleskannya pada bagian wajah yang berkomedo, berikan gerakan melingkar untuk menggosoknya dan berikan jarak 25 menit sebelum akhirnya dibilas air hangat. Cobalah menggunakan metode ini selama 2 minggu dan rasakan bagaimana komedo menghilang dari kulit wajah kita. 4.   Madu. Sama halnya dengan tomat, madu juga mengandung antiseptik yang sangat baik untuk mengatasi komedo dan kulit berminyak. Oleskan madu merata keseluruh wajah dan diamkan selama 15 menit. Kemudian bilas menggunakan air hangat. 5.   Bakingsoda. Bubuk bakingsoda harus dicampurkan dengan air terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai masker wajah. Tunggu masker sampai kering, setelah itu bilas menggunakan air hangat. Baca juga :Wajah Mulus Bebas Luka Jerawat  6.   Oatmeal. Campurkan 2 sendok makan oatmeal bersama yogurt. Tambahkan 1 sendok makan lemon dan minyak zaitun ke dalam campuran. Gunakan campuran ini sebagai masker wajah selama 15 menit dan bilas wajah dengan air dingin. 7.   Telur. Gunakan telur sebagai masker wajah dengan cara mengambil 1 butir putih telur dan campurkan dengan satu sendok teh dengan madu. Gunakan masker pada wajah dan diamkan 30 menit lalu basuh dengan air hangat. 8.   Kayumanis. Campurkan kayu manis dan jeruk nipis untuk membuat masker yang sangat pekat pada wajah. Gunakan masker ini pada wajah semalaman dan bersihkan menggunakan air hangat.

...