Beberapa Gangguan Kekurangan Iodium

Additional Image

Waktu Posting : 28-04-2014 07:01 | Dibaca : 2904x

Beberapa Gangguan Kekurangan Iodium  - Gangguan fisik akibat kekurangan Iodium menimbulkan beberapa dampak kesehatan bagi tubuh terutama untuk pertumbuhan tulang. Kandungan Iodium ini memang merupakan bagian zat gizi mikro bagi tubuh namun jika kebutuhannya tidak diberikan cukup oleh makanan yang dikonsumsi tentunya akan menyebabkan berbagai gangguan berbahaya bagi kesehatan anda. Anda yang sebelumnya kurang memperhatikan pemenuhan zat gizi mikro seperti halnya mineral Iodium ini sebaiknya perlu melakukan pembenahan diri agar terhindar dari berbagai dampak kesehatan akibat kekurangan Iodium. Untuk memenuhi kebutuhan mineral Iodium ini anda dapat memperolehnya melalui konsumsi makanan seperti :

a.       Makanan laut: ikan-ikan laut ( tongkol, cumi-cumi , dll)

b.      Makanan hasil fortifikasi: ikan asin, garam, dan lain - lainnya

c.       Makanan nabati yang mengandung Iodium: bayam, dan lain-lainnya 

Dengan mengkonsumsi makanan yang kaya  mineral Iodium ini, anda akan terhindar dari bahaya gangguan akibat penyakit kekurangan Iodium seperti halnya :

1.        Penyakit gondok

       Manifestasi klinis akibat kekurangan kandungan Iodium bagi tubuh banyak diungkapkan dengan munculnya gangguan gondok. Penyakit gondok ini menimbulkan pembesaran pada bagian leher yang menyebabkan gangguan pada perputaran kepala anda untuk memandang daerah sekitarnya. Penyakit gondok ini memang terjadi karena kekurangan Iodium yang akut baik sejak anda kecil maupun saat anda beranjak dewasa. Kejadian penyakit gondok yang meningkat membuat pemerintah memberlakukan fortifikasi mineral Iodium pada garam sehingga masyarakat lebih mudah untuk mencukupi kebutuhannya berupa mineral Iodium ini. Kelainan penyakit gondok ini banyak terjadi pada kalangan pedesaan yang banyak mengkonsumsi sayur singkong.  Selain kekurangan konsumsi Iodium, zat toksikan daun singkong juga mendukung terjadinya kelainan gondok pada masyarakat sehingga anda perlu melakukan pembatasan terhadap konsumsi daun singkong tersebut. Anda yang sekarang sedang menderita penyakit ini ada baiknya anda memeriksakannya ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang memadai serta menghindarkan diri anda dari kejadian penyakit gondok yang bertambah parah.

Baca juga : Berbagai Penyebab Jerawat di Wajah

2.        Penyakit kretin (kerdil)

       Seseorang yang memiliki pertumbuhan terbatas seperti halnya kerdil ini merupakan bagian penyakit yang disebabkan oleh kekurangan mineral Iodium. Dalam ilmu medis, penyakit kerdil sering disebut sebagai penyakit kretin. Penyakit satu ini memang tidak mengganggu fungsional tubuh secara menyeluruh namun ternyata keberadaannya memberikan gangguan anatomi tubuh seperti tinggi tubuh yang terbatas atau pendek. Dengan adanya gangguan ini sudah pasti me nyebabkan seseorang menjadi rendah diri karena postur tubuhnya berbeda dengan yang lainnya. Kelainan ini selain didukung dengan kekurangan Iodium di masa pertumbuhan ataupun dalam masa kandungan, ternyata juga dipengaruhi oleh hubungan genetik dengan keluarganya. Untuk itu, dalam mencegah terjadinya penyakit kretin ini, anda perlu melakukan konsumsi mineral Iodium yang memang memadai serta melihat riwayat kelainan penyakit keluarga agar tidak menimbulkan perasaan rendah diri yang berlarut-larut.

3.        Kondisi tulang yang mudah mengeropos

       Tulang merupakan bagian padat yang menyongkong tubuh seseorang. Dengan adanya tulang ini, anda akan mampu berdiri tegak serta mampu membentuk kerangka tubuh anda. Bagian tulang mengandung kalsium, zat kapur serta Iodium yang membuatnya menjadi keras serta mengalami pertambahan panjang serta besar. Untuk itu, anda yang mengonsumsi mineral Iodium dengan jumlah asupan yang kurang dapat menyebabkan tulang anda menjadi mudah mengeropos karena kandungan tulang yang berisikan zat mineral Iodium juga berada dalam jumlah yang  sedikit. Untuk mengatasi hal ini anda perlu melakukan konsumsi makanan yang kaya akan Iodium serta juga bisa ditambahkan dengan suplemen Iodium untuk menjaga asupan Iodium yang memadai jumlahnya sehingga kesehatan tubuh anda tetap terjaga.

Baca juga : Rahasia Sembuhkan Marasmus Anak 

4.        Kekebalan tubuh yang menurun

       Berbagai mineral dalam tubuh merupakan nutrisi yang tepat untuk menjaga kekebalan tubuh dalam kondisi yang baik. Contohnya saja yaitu mineral Iodium yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh ini. Untuk itu, meskipun berbagai mineral seperti halnya Iodium ini dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit namun kehadirannya cukup penting untuk memberikan sistem fungsional tubuh yang berjalan lancar. 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Pria Lebih Berisiko Kanker Hati

14-08-2014 16:22

Kanker liver atau hati merupakan salah satu penyakit umum yang banyak diderita masyarakat dunia. Saat ini penyakit tersebut menempati urutan keenam dari jenis kanker yang paling banyak diderita warga di dunia. Meskipun demikian, penyakit ini menempati urutan ketiga dari jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian. Urutan pertama ditempati kanker paru-paru kemudian diikuti oleh kanker perut. Maka dari itu banyak orang mencari Obat Kanker Hati, terutama Obat Herbal Kanker Hati yang aman dan tanpa efek samping. Menariknya, bila diklasifikasikan secara gender, kanker hati merupakan kanker kelima bagi wanita dan ketujuh bagi pria yang paling banyak diderita. Berdasarkan penemuan di lapangan, penderita kanker hati memang lebih banyak ditemukan pada pria, bahkan jumlahnya bisa mencapai dua kali lipat dari wanita. Sebenarnya belum ditemukan hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh gender dalam risiko kanker hati. Namun pria lebih berisiko terkena kanker hati. Risiko tersebut disebabkan karena gaya hidup pria pada umumnya cenderung berisiko terhadap kerusakan organ hati. Misalnya, saat ini perokok, terutama di Asia, lebih banyak didominasi kaum pria. Begitu juga dengan budaya minum, ibu rumah tangga jarang melakukannya. Oleh karena itu pakar kesehatan menyarankan batas konsumsi alkohol untuk wanita tidak melebihi satu unit per hari dan pria dua unit per hari. Takaran unit ini berbeda pada setiap jenis minuman. Misalnya saja satu gelas bir sama dengan tiga unit atau 175 ml anggur merah sama dengan dua unit. Baca juga : Pencetus Penyakit Diabetes  Faktor lainnya yang menyebabkan kanker hati adalah oleh jamur dari kacang dan jagung. Kacang yang berisiko biasanya mengandung alga dan itu tidak ditemukan di kacang kedelai meskipun difermentasi. Jadi tempe dan tahu yang kerap dikonsumsi masyarakat Indonesia tidak berisiko menyebabkan kanker hati. Risiko kanker hati akan meningkat jika seseorang menderita hepatitis B dan C. Hepatitis B tidak hanya disebabkan oleh gaya hidup tetapi juga faktor genetik. Saat ini, diperkirakan sebanyak 6% penduduk Singapura merupakan carrier (pembawa) hepatitis B. Sayangnya, belum ada data berapa banyak kasus serupa terjadi di Indonesia. Khusus untuk carrier hepatitis B disarankan untuk rutin melakukan screening untuk mengetahui kemungkinan adanya gejala awal kanker hati. Begitu juga dengan penderita hepatitis B kronis dan hepatitis C. Carrier hepatitis B disarankan sama sekali tidak boleh meminum alkohol. Sampai saat ini belum ada standar penyembuhan dari kanker hati. Penyembuhan tergantung pada kondisi masing-masing pasien. Semakin awal kanker hati terdeteksi, peluang sembuhnya semakin besar yaitu 50% sampai 70%. Pendeteksian awal kanker hati bisa dilakukan dengan screening. Proses ini dapat membantu dokter untuk menemukan dan mengobati kanker hati sedini mungkin. Jika kanker hati hanya terjadi di sel hati, maka bisa dilakukan pengangkatan atau transplantasi hati melalui proses bedah. Lain halnya jika sel kanker sudah menyebar ke organ lain seperti pembuluh darah, sudah tidak bisa lagi dilakukan transplantasi hati. Transplantasi bisa berhasil pada 70% pasien yang terjangkit kurang dari lima tahun. Baca juga : Waspadai, Minuman Keras Bisa Butakan Mata   Sementara untuk pasien kanker yang sudah menyebar bisa dilakukan perawatan kemoterapi terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk membunuh sel kanker terlebih dan mengontrol pertumbuhan sel kanker. Obat kemoterapi ada dua yaitu melalui infus atau diminum secara langsung. Sayangnya, sel kanker hati sangat pintar dan resisten terhadap obat kemoterapi. Selain itu kemoterapi sangat mahal dan tidak terlalu efektif dalam menangani kanker hati. Di sinilah kehadiran Obat Herbal Kanker Hati sangat begitu berarti bagi masyarakat yang tidak ingin mendapatkan risiko efek samping dari terapi yang berbahankan zat kimia yang umumnya terdapat pada pengobatan medis. Pencegahan terbaik tertentunya dengan membentuk pola hidup sehat. Misalnya mengkonsumsi ikan serta makanan mengandung lemak omega tiga. Jenis makanan itu dapat mengurangi risiko kanker hati sebanyak 36%. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan unuk mencegah timbulnya kanker hati : Vaksinasi pada virus hepatitis B. Jauhi konsumsi beberapa bahan yang memiliki kandungan karsinogen hati, terutama alkohol. Jauhi daging berlemak serta lemak hewani. Laksanakan screening dengan cara reguler bila terhitung dalam golongan resiko kanker hati. Konsumsi minuman kesehatan herbal, terutama Obat Herbal Kanker Hati, yang sudah teruji secara klinis dan terbukti berkhasiat seperti Ultra Mangosnteen, Ultra Noni, dan DragonNoni.

Featured Image
Cara Menjaga Kesehatan Mental Bagi Lansia Saat di Rumah Aja

07-10-2021 06:47

Dalam hal menjaga kesehatan para lansia tidak jarang menjadi hal yang kerap terlupakan. Salah satu penyebabnya, banyak lansia lebih memilih untuk mengutamakan kesehatan fisik dibandingkan dengan kesehatan jiwa. Padahal, kesehatan jiwa yang baik dapat mendukung terjaganya kesehatan fisik juga. Nah, untuk mengatasinya berikut cara menjaga kesehatan mental lansia. Cara Menjaga Kesehatan Mental Bagi Lansia Saat di Rumah Aja 1. Batasi Informasi Cara pertama menjaga kesehatan mental lansia yaitu dengan batasi informasi mengenai virus Corona. Informasi mengenai hal ini memang penting untuk diketahui. Namun, WHO menyarankan agar membatasi untuk menonton, membaca, dan mendengarkan berita yang malah membuat lansia jadi cemas dan gelisah. Karenanya, utamakan untuk mencari informasi dari sumber-sumber yang sudah terpercaya, termasuk juga Halodoc. Karena dalam situs Halodoc, selain menyediakan fitur konsultasi dan buat janji dengan dokter, Halodoc juga menyediakan informasi yang valid terkait dengan kesehatan. 2. Berbagi Cerita Positif Cara selanjutnya yaitu berbagi cerita positif. Bila kamu aktif di sebuah komunitas, cobalah untuk memberi informasi dan cerita positif terkait virus Corona. Jika kamu mengenal orang yang terkena COVID-19 lalu dia bisa pulih dan kembali bersama keluarganya, kamu bisa bagikan kisah tersebut di komunitas. Bisa juga dengan memberikan informasi dari pemberitaan tentang para mantan pasien di negara lain yang sudah sembuh dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Hal ini penting dilakukan agar tidak membuat cemas dan paradigma bahwa orang yang terkena virus ini sudah pasti akan mati. 3. Apresiasi Tenaga Medis Mungkin salah satu keluarga atau orang terdekat kamu termasuk petugas medis yang sedang menangani virus Corona ini. Atau, kamu sendiri yang termasuk bagian di antara mereka? Nah, cobalah untuk mengapresiasi diri sendiri bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik untuk menangani pandemi ini. Maka jagalah diri kamu dengan cukup istirahat selama bekerja atau antara shift, makan makanan yang sehat, dan kelola stres dengan baik ya. Lalu bagi kamu yang memiliki keluarga, kerabat, atau teman tenaga medis, berikanlah apresiasi dengan pesan-pesan penyemangat atau tetap berhubungan secara berkala melalui media sosial. Hal ini akan membuat mentalnya semakin kuat menghadapi wabah Corona dan tentunya membantu agar virus ini segera berlalu. 4. Dukungan Emosional Seperti yang diketahui, virus Corona sangat rentan menyerang para orang tua lanjut usia terutama yang sedang mengidap penyakit. Oleh karena itu, isolasi pun dilakukan untuk mencegah mereka terkena virus tersebut. Namun, hal ini tentu saja akan berdampak bagi kesehatan mentalnya. Misalnya bagi lansia yang sedang mengalami penurunan kognitif atau demensia akan membuat mereka lebih cemas, marah, stres, dan gelisah. Bukan hanya itu, dukungan praktis dan emosional dari keluarga terdekatnya, tentu akan sangat membantu untuk menenangkannya. Untuk itu cobalah berbagi fakta sederhana tentang apa yang terjadi dan memberikan informasi yang jelas tentang cara mengurangi risiko infeksi menggunakan kata-kata yang mudah dipahami.                                         5. Menjaga Kesehatan Lansia Cara terakhir yaitu dengan menjaga kesehatan lansia. Agar kesehatan lansia tetap bugar, kamu bisa mengajak mereka untuk mempelajari latihan fisik yang sederhana selama #dirumahaja. Selain itu, kamu bisa mengajak mereka untuk  melakukan kegiatan menyenangkan bersama dengan bercerita, melukis, menanam dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya yang bisa membuat mereka lebih produktif. Demikian cara menjaga kesehatan mental bagi lansia saat di #RumahAja. Semoga dapat membantu.

Featured Image
Kenalilah MERS Dan Gejalanya

05-06-2014 15:54

Meski MERS baru dikenal tidak melebihi satu semester yang lalu lantaran berhasil bikin khawatir masyarakat di tanah air, tetapi sesungguhnya penyakit ini pertama kali dilaporkan telah dari September 2012 silam. Meski sekian, tidak sempat ada kata terlambat untuk menangani terjangkitnya virus MERS. Sesuai sama nama, Middle East Respiratory Syndrome atau MERS, merupakan penyakit yang berkembang di lokasi Timur Tengah. Pemicunya ialah inveksi virus yang tetap terhitung dalam kelompok Korona (MERS-CoV). Satu misal lain dari kelompok virus Korona ini ialah virus pemicu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pernah mewabah didunia pada masa 2000-an awal. Memanglah, SARS di ketahui lebih punya potensi menulari manusia daripada SARS.   Baca juga : Hati-hati Dehidrasi Ringan Bisa Ancam Produktivitas Nyaris satu tahun yang lalu, tepatnya 17 Juli 2013 pada pertemuan IHR Emergency Committee, Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwasanya MERS-CoV merupakan kondisi serius serta butuh perhatian besar, tetapi belum berlangsung sesuatu yang darurat pada kesehatan orang-orang. Sedang status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) bakal diberikan, bila virus itu meluas ke negara-negara lain. Faktanya, dari dilaporkan tentang kemunculan virus itu pada kisaran September 2012 hingga 1 Agustus 2013, seluruhnya masalah tetap terkait dengan negara-negara di Jazirah Arab, baik dengan cara segera ataupun tak segera. Grup umur yang rawan terinfeksi virus ini ialah lanjut usia (berumur diatas 65), anak-anak, ibu hamil, beberapa orang dengan penyakit kronis (seperti diabetes mellitus serta penyakit jantung/pembuluh darah), dan mereka yang mempunyai system kekebalan badan rendah. Tentang keadaan didalam negeri, MERS jadi perhatian utama orang-orang dari musim haji tempo hari. Juga, dua orang dari 13 propinsi yang sudah melaporkan masalah suspek virus itu di ketahui tidak terselamatkan, meski sampai saat ini belum dapat di pastikan seutuhnya tentang kaitan MERS semacam pemicu utama kematian itu. Profesor Mulia Soeroso yang mengatasi pasien wafat di Medan menyebutkan, " Kita tak dapat meyakinkan dia terkena MERS atau tak, lantaran keluarga tak mengizinkan dikerjakan swap. Namun menurut gejalanya, mengarah kesana, " seperti diambil dari detik. com.   Baca juga : Dada Terasa Deg-degan Seirama dengan hal tadi, launching yang dikeluarkan oleh STANMED CENTER – klinik yang bermarkas di lokasi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – mencantumkan juga bahwasanya beberapa gejala MERS yang kerap didapati ialah terjadinya masalah saluran napas akut yang mencakup demam, batuk serta sesak atau dada jadi berat. Beberapa gejala itu umum juga dibarengi dengan beberapa gejala saluran pencernaan, terhitung diare. Maka, jika Anda merasakan beberapa gejala itu, serta pastinya dilengkapi juga dengan kisah melancong ke negara-negara Timur Tengah dalam kurun 1-14 hari – saat inkubasi MERS-CoV ialah 2-14 hari – atau sekurang-kurangnya berhubungan dengan seseorang yang sakit serta di ketahui bahwasanya 14 hari pada mulanya lakukan perjalanan kesana, maka harus selekasnya memeriksakan keadaan itu ke puskesmas, rumah sakit, ataupun unit-unit service kesehatan lain

...