Waktu Posting : 07-10-2021 06:47 | Dibaca : 771x
Dalam hal menjaga kesehatan para lansia tidak jarang menjadi hal yang kerap terlupakan. Salah satu penyebabnya, banyak lansia lebih memilih untuk mengutamakan kesehatan fisik dibandingkan dengan kesehatan jiwa. Padahal, kesehatan jiwa yang baik dapat mendukung terjaganya kesehatan fisik juga. Nah, untuk mengatasinya berikut cara menjaga kesehatan mental lansia.
Cara Menjaga Kesehatan Mental Bagi Lansia Saat di Rumah Aja
1. Batasi Informasi
Cara pertama menjaga kesehatan mental lansia yaitu dengan batasi informasi mengenai virus Corona. Informasi mengenai hal ini memang penting untuk diketahui. Namun, WHO menyarankan agar membatasi untuk menonton, membaca, dan mendengarkan berita yang malah membuat lansia jadi cemas dan gelisah.
Karenanya, utamakan untuk mencari informasi dari sumber-sumber yang sudah terpercaya, termasuk juga Halodoc. Karena dalam situs Halodoc, selain menyediakan fitur konsultasi dan buat janji dengan dokter, Halodoc juga menyediakan informasi yang valid terkait dengan kesehatan.
2. Berbagi Cerita Positif
Cara selanjutnya yaitu berbagi cerita positif. Bila kamu aktif di sebuah komunitas, cobalah untuk memberi informasi dan cerita positif terkait virus Corona. Jika kamu mengenal orang yang terkena COVID-19 lalu dia bisa pulih dan kembali bersama keluarganya, kamu bisa bagikan kisah tersebut di komunitas.
Bisa juga dengan memberikan informasi dari pemberitaan tentang para mantan pasien di negara lain yang sudah sembuh dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Hal ini penting dilakukan agar tidak membuat cemas dan paradigma bahwa orang yang terkena virus ini sudah pasti akan mati.
3. Apresiasi Tenaga Medis
Mungkin salah satu keluarga atau orang terdekat kamu termasuk petugas medis yang sedang menangani virus Corona ini. Atau, kamu sendiri yang termasuk bagian di antara mereka? Nah, cobalah untuk mengapresiasi diri sendiri bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik untuk menangani pandemi ini. Maka jagalah diri kamu dengan cukup istirahat selama bekerja atau antara shift, makan makanan yang sehat, dan kelola stres dengan baik ya.
Lalu bagi kamu yang memiliki keluarga, kerabat, atau teman tenaga medis, berikanlah apresiasi dengan pesan-pesan penyemangat atau tetap berhubungan secara berkala melalui media sosial. Hal ini akan membuat mentalnya semakin kuat menghadapi wabah Corona dan tentunya membantu agar virus ini segera berlalu.
4. Dukungan Emosional
Seperti yang diketahui, virus Corona sangat rentan menyerang para orang tua lanjut usia terutama yang sedang mengidap penyakit.
Oleh karena itu, isolasi pun dilakukan untuk mencegah mereka terkena virus tersebut. Namun, hal ini tentu saja akan berdampak bagi kesehatan mentalnya. Misalnya bagi lansia yang sedang mengalami penurunan kognitif atau demensia akan membuat mereka lebih cemas, marah, stres, dan gelisah.
Bukan hanya itu, dukungan praktis dan emosional dari keluarga terdekatnya, tentu akan sangat membantu untuk menenangkannya. Untuk itu cobalah berbagi fakta sederhana tentang apa yang terjadi dan memberikan informasi yang jelas tentang cara mengurangi risiko infeksi menggunakan kata-kata yang mudah dipahami.                    Â
5. Menjaga Kesehatan Lansia
Cara terakhir yaitu dengan menjaga kesehatan lansia. Agar kesehatan lansia tetap bugar, kamu bisa mengajak mereka untuk mempelajari latihan fisik yang sederhana selama #dirumahaja.
Selain itu, kamu bisa mengajak mereka untuk melakukan kegiatan menyenangkan bersama dengan bercerita, melukis, menanam dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya yang bisa membuat mereka lebih produktif.
Demikian cara menjaga kesehatan mental bagi lansia saat di #RumahAja. Semoga dapat membantu.
08-07-2016 01:32
Mulai dari makanan ringan hingga makanan berat pun tersaji. Tapi patut diingat, tidak semua makanan yang tersaji di meja makan baik untuk kesehatan Anda. Jangan sampai makanan Lebaran ini membuat Anda terserang penyakit. Coba cek, apakah makanan tersebut membahayakan kesehatan Anda atau tidak. Jangan sampai perayaan hari kemenangan membuat Anda jatuh sakit. Waspadai 5 makanan Lebaran yang berbahaya bagi kesehatan Anda: Baca juga : Tips Bercinta Sepanjang Malam 1. Opor Ayam atau Rendang Makanan Lebaran identik dengan opor ayam dan rendang daging karena memiliki rasa yang istimewa dan terkenal akan kelezatannya. Tapi makanan ini harus Anda waspadai karena menggunakan bahan utama santan, yang dapat memicu kolesterol dalam tubuh meningkat. Sebaiknya makanlah opor dan rendang tidak secara berlebihan agar kolesterol dalam tubuh Anda tidak meningkat. Pilihlah salah satu, jika Anda makan rendang daging, maka baiknya Anda tidak mengambil opor ayam ke dalam piring Anda. 2. Gulai Kari dan Sate Kambing Makanan Lebaran kedua yang harus diwaspadai adalah gulai kari dan sate kambing. Sama halnya dengan makanan Lebaran pertama yaitu opor, makanan ini juga mengandung santan dalam mengolahnya. Sudah pasti, ketika Anda memakan makanan tersebut secara berlebihan, maka kolesterol dalam tubuh akan meningkat. Tak hanya itu, sate kambing juga diketahui dapat memicu hipertensi dan dyslipidemia serta dapat mengakibatkan penyakit jantung dan stroke bagi penderitanya. 3. Es Sirup dan Soda Minuman menyegarkan ini memang paling enak ketika diminum bersama dengan makanan Lebaran yang telah disajikan, terlebih lagi disajikan dengan es batu yang dingin. Walaupun enak, ingatlah bahwasanya rasa manis dari sirup bisa mengakibatkan efek yang buruk pada tubuh. Glukosa atau gula yang tinggi berpotensi penyakit diabetes melitus dan obesitas. Sedangkan minuman soda dapat membahayakan kesehatan lambung dan tulang. Jadi, batasi konsumsi dua minuman ini ya. 4. Soto Jeroan Siapa yang tidak akan tergoda dengan makanan Lebaran yang satu ini? Kuah sotonya yang hangat dan gurih, dicampur dengan bawang goreng yang lezat, pas sekali dengan hidangan ketupat yang pasti ada di meja saat Idulfitri. Soto Jeroan selalu menjadi biang keladi ketika kolesterol dan asam urat menyerang, pasalnya makanan lezat ini sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh Anda. Selain kolesterol dan asam urat, makanan ini juga dapat memicu penyakit serangan jantung. 5. Kue Kering Sama halnya dengan opor ayam, kue kering juga menjadi salah satu makanan Lebaran utama yang akan hadir. Tak lengkap rasanya bila kue kering dalam stoples tidak hadir di meja saat Lebaran. Baca juga : Menangani Keracunan MSG Sayangnya kue kering dengan rasa manis dan gurih ini memiliki kandungan kalori yang tinggi. Sehingga Anda yang mengidap diabetes melitus dan obesitas diharapkan menjauhi hidangan kue-kue kering ini. Semua makanan Lebaran yang tersaji di meja makan memang memiliki rasa yang lezat dan nikmat, terlebih lagi disantap bersamaan pada acara halal bihalal oleh keluarga. Pada saat yang sama, hal ini juga patut Anda waspadai, karena makanan yang tersaji pada saat lebaran dapat membuat kolesterol dalam tubuh menjadi meningkat.
13-08-2018 17:35
Banyak artikel yang mengatakan jika wanita memiliki risiko lebih tinggi terserang hipertensi dari pada pria. Apa penyebabnya? Peneliti dari Wake Forest Baptis Medical Center menemukan fakta untuk menjawab pertanyaan tersebut yang dipublikasikan dalam Therapeutic Advances in Cardiovascular Disease. Penelitian ini merupakan penelitian yang pertama yang menemukan perbedaan secara signifikan yang menjadi penyebab hipertensi banyak diderita wanita dari pada pria. Carlos Ferrario selaku pimpinan riset mengatakan "Kalangan medis berpikir jika penyebab hipertensi pada pria dan wanita sama, sehingga pengobatan dilakukan berdasarkan anggapan tersebut. Pada studi ini, gender pertama kali dipertimbangkan sebagai elemen yang sangat penting untuk mencari pengobatan anti hipertensi. Banyak hal yang dipertimbangkan seperti kenaikan tekanan darah". Ferrario juga mengatakan jika 20-30 tahun belakangan ini angka kematian pada pria akibat penyakit kardiovaskular menurun. Namun tidak dengan wanita yang justru penyakit kardiovaskular ini menjadi penyakit pembunuh utama pada wanita. Apa yang menyebabkan hasil berbeda antara wanita dan pria padahal mereka dirawat dengan cara yang sama? Para peneliti mengungkapkan perbedaan hasil berkaitan dengan gender dan juga kurangnya pengertian mekanisme bilogi dasar pada pria dan wanita. Studi ini dilakukan pada 100 orang wanita dan pria berusia 53 tahun dan lebih yang menderita hipertensi namun tidak diberikan perawatan dengan baik. Seluruh responden hanya mengalami penyakit akibat darah tinggi. Hasilnya penyakit [embuluh darah sekitar 30-40% lebih banyak diderita oleh wanita dari pada pria. Ada perbedaan fisiologis yang signifikan antara sistem kardiovaskular pria dan wanita. Banyaknya hormon juga turut mengatur tekanan darah dalam tubuh dan berperan meningkatkan risiko penyakit jantung.
27-07-2020 00:27
Istilah protokol new normal memang sedang menjadi bahan perbincangan masyarakat Indonesia, karena protokol tersebut harus dilakukan menuju kondisi new normal sekarang ini. Semenjak ada peraturan lock down dan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) sebelumnya, baru sekarang inilah mulai diberlakukan lagi kondisi new normal atau pelonggaran setelah covid mewabah. Adapun protokol yang harus dijalankan oleh seluruh masyarakat tersebut adalah: Menjaga Kesehatan Diri Ini adalah awal dari protokol pribadi setiap orang, yaitu dengan menjaga kesehatan diri melalui gaya hidup sehat dan mengkonsumsi asupan bergizi dan menjaga imun tubuh. Serta menggunakan masker serta penggunaan hand sanitizer atau mencuci tangan secara rutin, terutama di tempat umum. Protokol Bekerja Di Kantor Bagi yang bekerja atau karyawan, akan sangat banyak sekali yang harus dilakukan dan diperhatikan terutama bagi perusahaan. Yaitu, dimulai dengan menyediakan semua hal yang diperlukan untuk bisa menjaga kesehatan diri dan lingkungan dengan menyediakan alat pencuci tangan di kantor, menggunakan masker menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan kantor. Pastikan area kantor selalu bersih dan higienis. Selain itu, bagi perusahaan agar mengusahakan untuk jam kerja yang tidak terlalu larut guna menjaga kesehatan para pekerja agar bisa beristirahat bahkan sebisa mungkin tidak diadakan system kerja shift. Juga tidak lupa membentuk tim penanganan covid 19 khusus di setiap perusahaan. Masih Berlakukan Physical Distancing Walaupun sudah menuju new normal, tetap berlakukan physical distancing sebagai protokol new normal yang harus dijalani. Membiasakan Menggunakan Barang Pribadi Selain menjaga kesehatan diri, kita juga harus membiasakan menggunakan barang pribadi sendiri. Seperti alat makan, mukena dan lainnya. Menyediakan Pengukuran Suhu Setiap tempat-tempat umum wajib menyediakan pengukuran suhu, agar di tempat-tempat tertentu bisa dilakukan pengecekan suhu tubuh bagi setiap orang yang masuk ke tempat-tempat umum seperti mall, bank, dan lainnya. Tata Cara Berkumpul Di Luar Rumah Untuk yang melakukan kegiatan diluar rumah, lakukanlah kegiatan dengan sebaik-baiknya. Ketika ingin berkumpul di luar rumah harus mengikuti tata caranya, yaitu tetap menggunakan masker, menjaga jarak masing-masing, serta melakukan yang sudah menjadi rutinitas yaitu sering mencuci tangan dan tidak saling bersentuhan terlebih dulu. Dalam melakukan protokol new normal ini, sebisa mungkin sangat diperhatikan aspek-aspek penting untuk menjaga kesehatan di luar rumah terutama di tempat keramaian. Seperti misalnya di pasar yang akan terjadi penumpukan orang, usahakan tetap menjaga jarak aman dan menggunakan masker.