Waktu Posting : 16-06-2014 01:28 | Dibaca : 2575x
05-07-2016 05:07
Imunisasi merupakan salah satu cara mencegah penyakit berat pada anak. Infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi antara lain polio, campak, difteri, tuberkulosis, dan hepatitis B. Vaksin dibuat dengan melemahkan virus atau bakteri, namun dalam bentuk yang tidak membahayakan tubuh. Malah, bagian dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan itu akan membantu tubuh membentuk antibodi yang membuat anak menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Pada kasus peredaran vaksin palsu yang baru diungkap oleh kepolisian, diduga para tersangka pemalsuan vaksin mencampur cairan infus dengan antibiotik atau vaksin tetanus. Baca juga : Ingin Coba? Ternyata Ini Manfaat Pakai Kaos Kaki Isi Bawang Merah Menurut ahli vaksin, dr.Dirga Sakti Rambe Msc-VPCD, ada dua efek negatif pemberian vaksin palsu pada bayi. "Yang pertama dampak keamanan vaksin palsu itu dan yang kedua dampak proteksi atau kekebalan, yakni bayi yang diberi vaksin palsu tentu tidak memiliki proteksi atau kekebalan," kata Rambe seperti dikutip Antara. Ahli vaksin dari Universitas Siena, Italia itu, menambahkan, terkait dampak keamanan, kata dia, tergantung dari larutan yang dicampurkan pembuat vaksin palsu. Saat ini, kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu masih diteliti lebih lanjut oleh Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Indonesia dan Badan POM. "Yang jelas proses pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril bisa tercemar virus, bakteri, dan lain sebagainya yang tidak baik bagi kesehatan," katanya. Dia menambahkan, kemungkinan jangka pendek yang dapat terjadi adalah timbulnya infeksi. "Infeksi bisa bersifat ringan bisa juga infeksi sistemik. Infeksi berat bisa berupa demam tinggi, laju nadi meningkat, laju pernafasan meningkat, leukosit meningkat, anak sulit makan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran," katanya. Menurut Kementrian Kesehatan RI dalam twitnya melalui akun @KemenkesRI, karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Baca juga : Waspada, Ini 5 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis! Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli. Sementara itu, untuk dampak proteksi tujuan vaksinasi tidak tercapai, yaitu membentuk kekebalan tubuh sebelum seseorang jatuh sakit. Misalnya, seorang anak mendapat vaksinasi Hepatitis B sebanyak 3 kali. Setelah terpenuhi, anak ini kebal bila kelak terpapar oleh virus Hepatitis B. Ia sudah kebal tanpa harus jatuh sakit. Sementara anak yang tidak divaksinasi, harus sakit dulu baru dapat memiliki kekebalan. Bila ternyata anak ini mendapatkan vaksin yang palsu, tentu kekebalan itu tidak pernah ada.
13-05-2014 09:33
Untuk hidup dan kualitas hidup yang baik, manusia harus memiliki proses metabolisme yang berjalan dengan baik pula sehingga semua sistem yang ada pada tubuhnya bisa berjalan sempurna. Pada dasarnya Tuhan telah menciptakan proses metabolisme yang terbaik untuk kita tetapi dikarenakan gaya hidup dan pola makan serta pola hidup yang tidak sehat yang mengakibatkan proses metabolisme manusia menjadi kacau balau. Akibatnya banyak penyakit datang, organ tubuh tidak bekerja dengan baik, ketidakseimbangan hormone, dll. Dalam artian ilmiah, sebenarnya apakah metabolisme itu sendiri? Metabolisme adalah proses reaksi kimia yang selalu terjadi pada tubuh manusia dan juga mahkluk hidup lainnya. Sedangkan proses metabolisme itu sendiri adalah proses pengubahan segala sesuatu seperti makanan menjadi energi dan daya dalam tubuh manusia. Itulah kenapa jika kita makan sayur tubuh akan bugar, jika minum susu tulang akan kuat. Ini bisa juga diartikan sebagai pengubahan makanan atau apapun yang kita konsumsi menjadi energi, tenaga, kemampuan berpikir dll yang akan menunjang manusia untuk bisa beraktivitas dengan baik. Baca juga : Cara Mencegah Penyakit Kanker Payudara Nah, bagaimanakah dengan mereka yang proses metabolisme nya tidak berjalan dengan baik? Tentu saja ketidakseimbangan akan banyak terjadi dan ini tidak boleh dibiarkan secara terus menerus. Kita bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan jalan keluar sehingga metabolisme tubuh bisa kembali normal. Tetapi, akan lebih baik jika Anda tidak menggunakan obat-obatan atau bahan kimia. Ada banyak obat herbal yang terbuat dari tanaman yang tersedia di sekitar kita. Penggunaan obat atau ramuan herbal untuk mengembalikan proses metabolisme akan sangat baik karena tidak akan menimbulkan efek samping yang negatif yang akan berpengaruh pada tubuh manusia. Beberapa tanaman yang bisa diolah atau digunakan untuk menjadi obat herbal yang akan menormalkan metabolisme tubuh manusia seperti daun buah sirsak, kulit manggis, buah mengkudu, bumbu alami seperti bawang merah, jahe, kunyit, temulawak, kunir putih, brotowali, sambiloto, dll. Konsumsi ramuan herbal mungkin akan terasa tidak nikmat namun hasilnya bisa dipastikan lebih baik. Bagaimana cara pengolahan bahan herbal tersebut diatas? Untuk kulit manggis Anda bisa mencuci nya hingga bersih lalu ambil bagian dalam yang berwarna pink atau merah muda. Kemudian Anda masukkan ke dalam blender dan dibuat jus. Rasanya memang tidak manis tetapi sedikit getir dan pertama kali merasakan mungkin perut Anda akan mual karena belum terbiasa. Tetapi lama kelamaan semua akan berjalan normal. Untuk buah mengkudu atau yang biasa disebut dengan buah noni juga bisa Anda buat jus. Jika Anda tidak tahan dengan rasa pahitnya bisa Anda tambahkan sedikit gula batu atau madu. Madu juga tidak akan menimbulkan efek samping dan sangat aman untuk mengembalikan stamina tubuh. Untuk ramuan herbal seperti bumbu-bumbu temulawak, kunyit dan lainnya Anda bisa membelinya yang sudah dikeringkan atau dalam bentuk serbuk. Hanya saja yang dalam bentuk serbuk jangan Anda minum beserta ampasnya karena akan memperberat kerja ginjal. Caranya Anda rebus secukupnya hingga mendidih dan saring lalu minum airnya saja. Temulawak dan kunyit dikenal sebagai bahan obat herbal yang sangat ampuh dalam melindungi hati dan organ dalam tubuh manusia. Semua bahan herbal diatas sangat mudah didapatkan bahkan sekarang ada yang menjual dalam bentuk kapsul yang sudah berisi ekstrak tanaman herbal tersebut. Untuk lebih aman Anda bisa mengolahnya sendiri. Untuk daun buah sirsak, bisa Anda rebus daunnya beberapa lembar setelah dicuci lalu minum airnya sebanyak 3x dalam sehari. Lakukan terus menerus dan bandingkan kondisi tubuh Anda pasti akan lebih sehat. Baca juga : Mari Basmi Kanker Dengan Daun Sirsak Indonesia yang memang kaya akan ramuan herbal namun kebanyakan belum diekspos dan untuk itu Anda b isa mendapatkan semuanya dengan harga yang sangat terjangkau. Sangat jauh jika dibandingkan dengan obat-obatan kimia yang bisa menelan biaya hingga jutaan bahkan ratusan juta rupiah. Akan lebih baik lagi jika Anda hidup sehat tanpa keluhan penyakit apapun. Gunakan pemanis alami seperti gula dan bukan gula buatan karena gula alami juga lebih baik sama seperti ramuan herbal alami.
02-06-2014 03:29
Gaya hidup mengonsumsi makanan sehat kian digandrungi. Tren mengunggah gambar dan cerita di media sosial juga dipercaya memiliki andil besar dalam menyebarluaskan gerakan ini. Mengunggah foto makanan sehat yang dihias atau dibnetuk khusus agar eye catchy menjelma sebagai keasyikan tersendiri. Salah satu metode yang semakin diakrabi, yaitu mengonsumsi makanan mentah (raw food). Diet raw food adalah penatalaksanaan cara makan dengan cara cuma mengkonsumsi makanan mentah. Biasanya makanan ini dimasak dengan menggunakan panas yang rendah. Diet ini sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia karena dipercayai para pelaku diet bisa mencegah penuaan dini, menangkal penyakit degeneratif seperti kanker, menurunkan berat badan, dan lain-lain. Beberapa selebritis Hollywood berhasil melakukannya. Sebut saja Cher, Uma Thurman, Lisa Bonet, Natalie Portman, Sting, Jason Mraz, sampai Alicia Silverstone. Selebriti tanah air pun tak kalah gencar. Ada Sophie Navita yang kini bergelut dengan kampanye #indonesiamakansayur, juga penyanyi Andien dan Titi DJ yang terlihat gemar mengunggah foto gaya hidup sehatnya di Instagram. Beberapa tag familiar seperti #rawfood, #eatclean, dan #youarewhatyoueat juga tampak berseliweran di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Path. Baca juga : Apakah Minum Susu Bikin Tubuh Gemuk? Beberapa dekade lalu, Artturi Virtanen, seorang ahli biokimia asal Finlandia, menciptakan teori diet raw food. Teori itu juga menyebutkan, dalam pemanasan makanan secara berlebihan akan terbentuk beragam senyawa asing pada makanan yang tak dapat dicerna dengan baik. Selain merangsang terbentuknya zat kimia yang berpotensi menimbulkan kanker, pengolahan makanan modern juga bisa melenyapkan agen-agen antikanker. Pengikut raw food diet (raw foodist) memiliki anggapan bahwa memasak makanan akan menghancurkan nilai atau daya kehidupan yang dimiliki makanan itu. Untuk itu, pengikut diet ini tidak akan makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang dipanaskan lebih dari 46 derajat Celcius. Untuk memulainya secara konsisten, tentu tak sembarangan. Seseorang harus membekali diri dari pengetahuan tentang cara mengolah dengan benar berbagai bahan mentah yang akan dikonsums. Sebab jika tidak, malah akan berakibat buruk bagi kesehatan. Pakar Gizi Klinik dari Universitas Padjadjaran Bandung, Gaga Irawan Nugraha, menyebutkan ada plus minus yang didapatkan saat seseorang menerapkan gaya hidup diet raw food. Beberapa syaratnya adalah makanan mentah itu bebas dari bahan kimia dan bersih. Selain itu, seseorang yang menerapkan metode ini harus tahu benar kebutuhannya terhadap komposisi gizi. Baca juga : Mandi Garam Bisa Hilangkan Letih dan Kurangi Lemak Keputusan untuk memasak sayur-sayuran atau membiarkannya tetap mentah saat dikonsumsi, bersipat personal. Itu sangat bergantung pada kandungan apa yang ingin tetap dijaga. Namun, secara umum, mengolah sayur sebenarnya tak akan merusak kandungan mineral dan seng. Saat mengonsumsi sayur, seseorang biasanya mencari mineral dan serat. Vitamin yang terkandung dalam sayuran bisa diganti dari buah-buahan dan jenis makanan lain. Jadi sah-sah saja jika sayur diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi jika yang diinginkan adalah mineral dan serat. Sementara itu, saat mengkonsumsi kacang-kacangan, kandungan yang bisa didapatkan adalah vitamin, mineral, lemak, dan protein. Namun, seluruh zat gizi dalam kacang-kacangan diliputi oleh dinding sel sehingga takmudah dicerna tubuh. Agar dinding sel mudah pecah, cara termudah yaitu memasaknya. Namun, ada cara lain untuk mengonsumsi kacang-kacangan ini secara mentah, yaitu direndam selama beberapa waktu sebelum dikonsumsi. Secara umum, definisi pola makan yang sehat adalah mengonsumsi makanan yang mengandung zat gizi cukup yang diperlukan tubuh. Konsumsi makanan mentah hanya satu dari beberapa metode yang bisa dilakukan seseorang untuk melakukan diet, menjaga kesehatan, sekaligus bentuk kepedulian linkungan. Intinya bukan mentah atau tidaknya makanan, tapi komposisi makanan utama dan camilan yang dikonsumsi seseorang, serta kebersihan makanan itu sendiri.