Penyebab Penyakit Asam Urat

Additional Image

Waktu Posting : 22-07-2016 21:48 | Dibaca : 2254x

Penumpukan asam urat di dalam sendi adalah penyebab penyakit asam urat. Asam urat sejatinya merupakan limbah yang terbentuk dari penguraian zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Sebagian besar asam urat dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine dan sebagian kecil lainnya dibuang melalui saluran pencernaan dalam bentuk tinja.

Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, maka asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal-kristal tajam natrium urat berukuran mikro yang bermuara di dalam sendi atau di sekeliling jaringan sendi. Ketika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke ruang persendian dan mengganggu lapisan lunak sendi, maka terjadilah peradangan yang terasa sangat sakit.

Baca juga : Tips Memilih Aksesoris untuk Kebaya agar Kamu Makin Cantik  

Ada beberapa faktor yang bisa memicu naiknya kadar asam urat di dalam darah, salah satunya adalah makanan berzat purin tinggi yang kita konsumsi. Contoh-contoh makanan tersebut adalah jeroan hewan (ginjal, hati, jantung), hidangan laut (kerang-kerangan, kepiting, ikan teri, ikan makarel), dan daging merah (sapi, kambing, kerbau).

Selain makanan, kita juga bisa berisiko mengalami penumpukan sama urat di dalam darah jika mengonsumsi minuman manis (baik gula buatan maupun alami) dan minuman beralkohol secara berlebihan.

Risiko terkena penyakit asam urat juga tinggi bagi orang-orang yang sedang menjalani pengobatan menggunakan obat-obatan jenis tertentu, misalnya niacin, aspirin, obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), obat penghambat beta (beta blocker), sislosporin, diuretik, dan obat-obatan kemoterapi.

Sedangkan jika dipandang sebagai bentuk komplikasi, penyakit asam urat berisiko tinggi dialami oleh orang-orang yang sedang menderita penyakit ginjal kronik, penyakit diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, osteoarthritis, psoriasis, dan sindrom metabolisme.

Terlepas dari keempat faktor pemicu di atas, penyakit asam urat juga diduga masuk ke kelompok penyakit turunan alias penyakit genetik. Ini artinya mereka yang memiliki anggota keluarga berpenyakit asam urat berisiko mengalami kondisi yang sama. Menurut penelitian, proporsi dari risiko ini adalah 20 persen.

Baca juga : Pilihan Makanan untuk Pengidap Rematik Asam Urat  

Lebih sedikitnya jumlah perempuan yang terkena penyakit asam urat dibandingkan laki-laki kemungkinan terkait dengan kondisi menopause. Setelah perempuan mengalami menopause, kadar asam urat dapat meningkat dan mulai merasakan gejala-gejala penyakit asam urat.

Terlepas dari faktor-faktor di atas, ada juga sebagian orang yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah mereka, namun tidak ditemukan pembentukan kristal-kristal natrium urat pada sendi-sendinya. Selain itu, di antara sebagian orang yang memiliki kadar asam urat yang sama pun, tingkat kerentanan mereka akan berbeda-beda. Mengenai hal tersebut, hingga kini belum ada penjelasan yang pasti.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
3 Langkah Untuk Mencegah Kanker Payudara

17-10-2014 18:55

Bukanlah rahasia lagi bahwa sekarang ini tingkat penderita kanker payudara, baik pria ataupun wanita, tengah bertambah. Berbarengan dengan makin tingginya tingkat kesadaran wanita pada bahaya kanker payudara, makin tinggi juga masalah kanker payudara yang nampak. Lalu, apa yang dapat dikerjakan oleh kebanyakan orang, terlebih kaum wanita, untuk dapat mencegah serta menghindari penyakit beresiko yang satu ini? Ada berbagai langkah gampang yang perlu di ketahui wanita untuk dapat menghindari kanker payudara, antara lain sebagai berikut.   Baca juga : Body Mass Index 1. Mengerti aspek resiko Yang harus di ketahui oleh kebanyakan orang perihal kanker payudara ialah aspek resiko yang mereka punyai. Aspek resiko kanker payudara mencakup umur, pola hidup, histori keluarga, serta therapy radiasi. Dengan makin menambahnya umur, resiko kanker payudara makin besar. Berbagai pola hidup seperti rutinitas merokok, minum alkohol, keunggulan berat tubuh, serta konsumsi makanan yang tidak sehat pula dapat menyebabkan kanker payudara. Wanita yang mempunyai histori keluarga terserang kanker pula mempunyai resiko lebih tinggi. Demikian pula dengan wanita yang tengah lakukan terapi radiasi di seputar dada. 2. Kontrol dini Sesudah tahu aspek resiko, wanita mesti tahu jalan mengecek keadaan serta kesehatan payudara sendiri. Lakukan kontrol awal oleh diri sendiri bakal menolong wanita temukan hal yang tidak lumrah pada payudara mereka lebih cepat. Kecuali mengecek payudara dengan teratur, wanita pula dapat lakukan tes klinis mulai umur 20 tahunan. Untuk kontrol step lanjut, wanita pula dapat melaksanakan USG, mammogram, atau MRI dengan dokter. Tetapi umumnya kontrol step kelanjutan ini dikerjakan bila wanita telah lakukan kontrol dengan dokter serta memanglah diperlukan. MRI umumnya dipakai pada pasien dengan payudara besar serta tidak tipis, saat dokter susah temukan tonjolan atau kanker. 3. Tanda-tanda serta resiko Tiap-tiap wanita mesti tahu beberapa gejala kanker payudara serta temukan hal yang tidak sama pada payudara mereka. Berbagai tanda-tanda kanker ialah timbulnya tonjolan, pergantian pada kulit serta bentuk payudara, dan keluarnya cairan yang tidak normal pada puting. Berbagai tipe kanker merasa sakit, tetapi tidak tidak sering kanker pula tak merasa sakit.   Baca juga : 4 Jenis Minyak untuk Menjaga Kesehatan Jantung Anda Perlu untuk melaksanakan kontrol awal, lantaran deteksi kanker mulai sejak awal dapat menyelamatkan nyawa wanita. Bila dideteksi mulai sejak awal, wanita dapat hindari therapy yang mahal serta kemoterapi yang bikin tak nyaman. Tidak seluruhnya wanita dapat hadapi kemoterapi serta kuat terima dampak sebelahnya. Bila kanker terdeteksi terlampau lambat, perawatan yang didapatkan mungkin saja telah terlampau lambat serta mungkin mesti dikerjakan mastectomy (pengangkatan payudara). Demikianlah berbagai langkah yang perlu di ketahui wanita untuk menghindari kanker payudara. Ketahui aspek resiko Anda, kerjakan kontrol dengan cara teratur, baik sendiri ataupun dengan kontrol ke dokter, dan secepatnya melakukan tindakan bila ada keanehan dengan payudara Anda.

Featured Image
Wajah Mulus Bebas Luka Jerawat

14-01-2015 03:57

Jerawat adalah salah satu masalah pada kulit wajah yang paling sering diderita banyak orang. Penyebab dari jerawat itu sendiri sebenarnya ada banyak. Namun penyebab paling besar timbulnya jerawat adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dan dari segi makanan yang dikonsumsi. Sayangnya masalah jerawat pada kulit wajah tidak hanya muncul saat jerawat itu datang. Bahkan saat jerawat itu pergi masalah baru akan muncul kembali. Masalah tersebut adalah luka yang ditimbulkan akibat jerawat yang pernah muncul. Luka yang ditimbulkan ini biasanya membekas berwarna hitam. Diindikasi luka menghitam ini akibat dari tangan usil yang suka memencet jerawat saat masih belum atau sudah muncul. Namun penjelasana medis tentang luka menghitam ini adalah karena terganggunya kolagen akibat radang yang disebabkan oleh jerawat. Karena membekas dan juga berwarna hitam, luka bekas jerawat ini akan mengurangi kemulusan kulit wajah. Akibatnya wajah terlihat suram dan tidak menyenangkan. Baca juga : Obat Tradisional Kolesterol   Jenis-jenis Luka Bekas Jerawat Rasanya banyak orang pernah mengalami munculnya jerawat pada wajah. Banyak orang pula mengalami luka bekas jerawat yang sangat mengganggu kemulusan kulit wajah. Namun tidak banyak orang yang memiliki wawasan luka yang ditimbulkan akibat munculnya jerawat. Padahal wawasan ini perlu untuk dapat mengobati bekas luka jerawat kita dengan tepat sehingga wajah bisa kembali mulus. Ada tiga jenis luka bekas jerawat yang telah teridentifikasi. Luka bekas jerawat pertama adalah atrophic, yakni luka jerawat yang tidak dalam melainkan sedikit dangkal. Luka kedua adalah boxcar. Luka kedua ini adalah jenis luka bekas jerawat yang lebih dalam dari luka pertama dan memiliki ciri-ciri luka yang menggulung. Luka ketiga adalah ice pick yakni luka bekas jerawat yang sangat dalam yang tampilannya menyerupai lubang kecil dibagian atasnya. Ketiga luka ini biasanya memiliki tingkat keparahan yang dapat dilihat dari warna kulit tempat timbulnya jerawat. Biasanya orang dengan kulit warna hitam akan cenderung mengalami bekas luka yang menghitam pula. Sedangkan pada orang yang memiliki kulit cerah, bekas luka akan kemerahan. Luka-luka bekas jerawat ini jika dibiarkan akan membawa dampak buruk pada kulit wajah. Bahkan luka-luka ini semakin bertambah parah karena beberapa hal dibawah ini: 1.     Terpapar sinar matahari atau uv. 2.     Dipencet/ disentuh dengan tangan. 3.     Diolesi dengan vitamin E. Baca juga : Bersih dari Komedo dengan Bahan Alami  Mengatasi Bekas Luka Jerawat Untuk mengatasi bekas luka jerawat sangat efektif dilakukan jika kita mengetahui bekas luka-luka yang ditimbulkan oleh jerawat. Namun yang paling sering digunakan untuk mengatasi bekas luka jerawat adalah dengan menggunakan cream jerawat yang berjenis kortikosteroid. Gunakan cream jerawat ini selama jerawat muncul dan meradang. Oleskan cream pada jerawat yang meradang supaya kortikosteroid diserap kulit sehingga radang akan berkurang. Namun cream ini adalah cream yang dalam penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter karena jika dipakai dengan serabutan akan membawa dampak berbahaya bagi kulit wajah.  Penggunaan cream jenis kortikosteroid ini akan berefek langsung pada jerawat yang timbul. Setelah dioleskan, cream ini akan memberikan efek kering pada jerawat dan tidak lagi berwarna merah meradang. Saat luka jerawat mengering sebaiknya gunakan pigmen kulit yang akan membantu kecerahan wajah kembali normal. Pigmen kulit seperti kojid acid sangat bagus digunakan karena bahan-bahan alami seperti jamur, bearbarry dan vitamin C. Untuk luka jerawat yang sangat dalam biasanya diatasi dengan melakukan prosedur laser yang lebih mahal dari prosedur lainnya.

Featured Image
Wanita Butuh Tidur Cukup Dan Berkualitas

08-06-2014 05:26

Hampir semua wanita tahu, tak ada yang bisa membuat pudar kulit wajah separah kurangnya waktu tidur. Ada istilah beauty sleep atau dengan kata lain tidur cukup demi kulit wajah segar. Meski tahu, belum tentu semua wanita melakukannya lho. Ada banyak wanita di luar sana yang barutidur lepas tengah malam dan harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke tempat kerja. Bagaimana dengan Anda? Masih belum termotivasi untuk menambah jam tidur? Ah, mestinya Anda dengarkan saja apa kata ahlinya. Banyak dokter meyakini, kebiasaan kurang tidur bisa membuat wanita berisiko menderita penyakit jantung dan diabetes ketimbang pria. Benarkah? Apakah pria dan wanita sedemikian berbedanya dalam hal fisiologi sehingga mereka memberikan reaksi berbeda terhadap pola tidur yang terganggu? Atau ada kaitannya dengan masalah psikologis? Diyakini testoteron mungkin punya peran. Diingatkan, para wanita agar lebih memperhatikan waktu tidurnya. Saya rasa kita tidak harus menunggu 20, 39, atau 40 tahun untuk mengubahnya. Bagi wanita tidur cukup tidak hanya beauty sleep, tapi juga tidur demi kesehatan. Baca juga : Memadukan Herbal dan Kemoterapi Untuk Penyembuhan Kanker  Tapi benarkah hanya sebegitu dampaknya? Coba saja ingat-ingat, kurang tidur sering kali memicu suasana hati yang buruk. Jangan heran bila seorang istri atau rekan kerja wanita Anda dalam keadaan kesal, padahal masih pagi, tanpa ketahuan penyebabnya. Itulah yang mereka rasakan kalau kurang tidur. Wanita butuh lebih banyak waktu tidur ketimbang pria dan bila dipaksa akan lebih menderita, baik secara fisik maupun mental. Kurang tidur membuat wanita punya suasana hati yang tak enak, kurang energik, serta lebih gampang tersinggung. Tidur nyenyak dibutuhkan agar Anda berfungsi sepanjang hari. Kalau kurang tidur membuat wanita mengantuk dan marah-marah tak karuan, maka tidur nyenyak bisa membuat wanita produktif, membuat keputusan terbaik, menghindari hal-hal tak perlu, dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Baca juga :  Cara Menghilangkan Jerawat dengan Buah-buahan Setiap orang butuh jam tidur berbeda. Kebanyakan butuh 7 hingga 9 jam tidur setiap malam. Tapi ada juga yang butuh lebih lama, dan itu normal. Sebagian lagi malah kurang dari 7 jam. Seiring usia, jam tidur kemungkinan berkurang. Jadi tinggal pada pilihan membuat jam tidur yang terus berkurang itu benar-benar berkualitas. Percuma jika jam tidur Anda panjang namun berkali-kali terbangun gara-gara gangguan yang tidak perlu. Begitu bangun, Anda mestinya merasa segar dan tak merasa terpaksa atau tiba-tiba terbangun. Pertanda lain, sepanjang hari Anda tak bakal mengantuk, sekalipun menjalani aktivitas yang biasa saja, bahkan membosankan. Kalau ingin hari-hari Anda berlalu dengan penuh semangat dan ceria, pastikan tidur dengan cukup dan berkualitas. Nah, selamat tidur.

...