Waktu Posting : 22-07-2016 14:28 | Dibaca : 2376x
Ketika memakai kebaya, kamu tentunya tidak akan ketinggalan aksesoris pendukung, bukan? Bagaimanapun, aksesoris diperlukan untuk membuat penampilanmu makin eye catching. Namun, asal jangan main menambahkan aksesoris dan teman pendukung kebayamu, ya! Ada lima tips memadukan kebaya beserta aksesorisnya supaya tampilan semakin menarik, tidak berlebihan, dan tentunya serasi.
Baca juga : Beberapa Penyebab Penis Loyo
1. Jangan Berlebihan!
Prinsip penting dan paling utama dalam memberikan aksesoris pada kebaya adalah jangan berlebihan! Terdengar klise memang, namun banyak orang berkebaya jadi terlihat kurang manis karena tidak mengindahkan tips yang satu ini.
Prinsip jangan berlebihan ini tertuju pada semua jenis aksesoris penunjang kebayamu, mulai dari aksesoris rambut, aksesoris wajah, sampai ke pelengkap busana. Sebagai contoh, gunakan hiasan rambut yang tidak terlalu heboh atau biarkan sanggulmu dihias sederhana. Tidak perlu menambahkan ronce melati karena hanya menimbulkan dugaan kamu berbusana dalam rangka menikah.
Contoh lainnya, cukup pilih salah satu hiasan di sekitaran dadamu, bisa pilih kalung atau bros. Ingin memakai keduanya? Lebih baik jangan, Ladies, karena itu hanya membuat penampilanmu berantakan.
2. Hindari Kalung jika Kebayamu Berleher Tinggi
Menambahkan kalung ataupun bros pada busana kebayamu memang sudah menjadi hal lumrah. Namun khusus untuk kalung, sebaiknya kamu berhati-hati memakainya. Jenis aksesoris yang satu ini menjadi kurang apik dan tidak terlihat jika kebayamu berleher tinggi.
Sebaliknya, jika model kebayamu semacam kutubaru, kalung bisa menjadi hiasan yang amat cantik untuk menggelantung di lehermu. Memilih kalungnya pun tidak boleh sembarangan, ya. Khusus untuk panjangnya, pilihlah kalung dengan tali yang tidak terlalu panjang hingga pas menjuntai di atas kerah kebayamu. Kalau kamu mencari kalung yang cocok dengan pilihan yang bervariasi, kamu bisa mengunjungi Qlapa, marketplace online khusus produk handmade lokal.
3. Pilih Warna Emas dan Perak yang Memberikan Kesan Glamor
Kalau kamu ingin mengoleksi aksesoris khusus kebaya, pilihlah yang berwarna emas dan perak. Selain berkesan netral dan pas dipasangkan dengan beragam kebaya yang kamu pakai, warna emas dan perak mampu memberikan kesan glamor yang elegan. Bisa dibilang, kedua warna ini tidak akan mengkhianatimu dalam berkebaya!
Mau apa pun warna kebayamu dan apa pun model kebayamu, aksesoris berwarna emas dan perak akan selalu mampu memberi pesona tambahan untuk tiap penampilanmu.
4. Pakai Aksesoris Bernuansa Etnik supaya Makin Eksotis
Bagaimanapun, kebaya sangat kental dengan nuansa tradisional dan akan lebih pas jika dipasangkan dengan beragam aksesoris bernuansa etnik. Bahkan untuk model kebaya modern, sentuhan kalung ataupun bros dengan sentuhan adat Jawa ataupun budaya lainnya mampu meneguhkan kesan etnik sehingga busana tersebut tetap tampak anggun dan tidak meninggalkan nuansa tradisionalnya.
Beberapa pilihan aksesoris etnik yang bisa kamu sandingkan dengan kebayamu antara lain kalung batik untuk kebaya polos, bros ala putri keraton, atau anting berjenis giwang. Tidak perlu jauh-jauh mencari, cukup cari koleksi aksesoris buatan pengrajin lokal Indonesia.
Baca juga : Penyebab Penyakit Asam Urat
5. Cari Selop atau High Heels Simpel sebagai Pelengkap Keanggunannya
Bayangkan saja jika kamu memadukan kebaya dengan boots ataupun sepatu slip-on, pasti tampilannya akan aneh. Ya, memang tidak semua alas kaki dapat disandingkan dengan kebaya. Pilihan sepatu terbaik untuk model busana yang satu ini adalah selop atau high heels yang berdesain simpel karena mampu memberikan kesan anggun yang menjadi ciri khas fashion berkebaya.
Kamu bisa memilih selop apabila ingin meningkatkan suasana etnik dalam tampilan busanamu. Sementara itu, high heels dapat dikenakan jika kamu ingin menambahkan unsur modern tanpa kesan berlebihan.
Fashion memang bergantung pada selera tiap orang, Ladies. Namun, kamu juga harus pintar-pintar memilah gaya supaya tampilanmu menarik perhatian banyak orang dalam arti yang positif. Termasuk dalam berkebaya, pemilihan aksesoris menjadi kunci untuk semakin menunjukkan betapa anggunnya penampilanmu. Sebaliknya, jika pilihan aksesorisnya salah, penampilanmu justru bisa hancur total! So, be careful!
25-09-2017 00:17
Faktor-faktor Penyebab Penyakit Jantung - Penyakit jantung dapat diderita oleh siapa saja, tidak memandang usia maupum jenis kelamin, dari anak yang masih balita hingga yang sudah lanjut usia dapat terkena penyakit yang satu ini, baik itu laki-laki maupun perempuan semuanya memiliki peluang untuk terkena penyakit jantung. tidaklah heran jika penyakit jantung menduduki peringkat teratas penyakit yang mematikan di dunia. Oleh sebab itu anda perlu menjaga kesehatan jantung yang dimulai dari diri sendiri. Penyakit jantung secara teoritis disebabkan karena tidak lancarnya aliran darah ke jantung. Hal ini membuat kerja jantung jadi terhambat. Walaupun penyakit jantung merupakan jenis penyakit yang berbahaya, namun ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui ataupun menyadari berbagai faktor penyebab penyakit jantung itu sendiri. Secara umum, faktor penyebab penyakit jantung adalah faktor genetik dan juga gaya hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok dan juga terjadinya kegemukan, namun ternyata selain faktor tersebut masih ada faktor penyebab penyakit jantung yang tersembunyi yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung . Dengan mengetahui faktor-faktor apa saja penyebab penyakit jantung, maka kita dapat melakukan pencegahan penyakit jantung secara dini, sehingga meminimalisir terjadinya serangan jantung. Faktor-faktor penyebab penyakit jantung adalah : 1. Faktor Keturunan Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, terdapat data yang menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga baik dari keluarga wanita atau keluarga pria, keturunan mereka lebih cenderung mempunyai masalah yang serupa yaitu penyakit jantung. 2. Faktor Penyakit Diabetes Para penderita penyakit diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat adanya komplikasi. Para penderita diabetes harus memperhatikan kesehatan karena dapat berdampak sebagai faktor penyebab penyakit jantung. 3. Faktor Gaya Hidup dan Kurang Olah Raga Orang-orang yang kurang olah raga memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. Melakukan olah raga secara teratur dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa dan dapat menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah. 4. Faktor Kegemukan atau obesitas Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidak normalan jumlah lemak dalam tubuh. Menghindari atau mengobati obesitas (kegemukan) adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes kemudian akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Hati-hati dengan berat badan karena dengan berat badan yang berlebihan akan mudah terkena resiko penyakit jantung. 5. Faktor Stres Kondisi stres dapat menyebabkan penyempitan arteri, kondisi dimana adanya penyempitan pada arteri yang dapat menurunkan tingkat aliran darah. Stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung. Itulah beberapa faktor penyebab penyakit jantung yang bisa dijadikan bahan referensi dan juga informasi yang bisa digunakan untuk melakukan pencegahan serangan jantung secara dini. Untuk bisa mencegah penyakit jantung, maka kita harus benar-benar memperhatikan faktor penyebab penyakit jantung tersebut.
23-02-2016 06:17
Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sebagai pelindung tubuh pakaian juga dapat mempercantik penampilan pemakainya. Pakaian meliputi baju (sebagai atasan) dan celana (sebagai bawahan). Celana merupakan salah satu jenis pakaian yang berfungsi menutup pinggang sampai mata kaki atau hanya menutup hingga lutut atau paha. Seiring perkembangan zaman, dunia fashion pun juga mengalami perkembangan. Banyak model pakaian bermunculan, perkembangan model pun mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Munculnya beragam model tersebut menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh para desainer dalam memberikan penampilan yang semakin menarik untuk masyarakat. Beberapa pakaian pun kemudian menjadi trend dan digandrungi oleh sebagian besar masyarakat, salah satunya adalah celana ketat (legging) atau pun jins ketat. Baca juga : Apakah LGBT Itu Penyakit atau Bukan? Celana ketat (legging) adalah celana yang di desain sesuai bentuk tubuh pemakainya atau disebut dengan press body. Beberapa wanita beranggapan bahwa menggunakan celana ketat jauh lebih nyaman dibandingkan memakai rok. Bukan hanya wanita ternyata model celana ketat juga digandrungi oleh kaum lelaki. Akan tetapi, jika dilihat dengan jeli penggunaan celana ketat terutama yang berbahan jins, sebenarnya justru mempersulit penggunanya dalam mengenakan serta melepasnya. Selain itu, ternyata celana ketat juga memiliki bahaya lain bagi kesehatan. Apa saja bahayanya, mari kita simak penjelasannya di bawah ini. Bahaya Menggunakan Celana Ketat (Legging) Sirkulasi darah tidak lancar dan menimbulkan penyumbatan. Menggunakan celana ketat (legging) dapat menimbulkan sirkulasi darah jadi terhambat dan terjadi penyumbatan. Hal tersebut karena pembuluh darah kuhususnya di bagian selangkangan, paha serta organ disekitarnya mengalami penekanan. Sirkulasi yang terhambat pada bagian kaki tersebut biasanya disebut dengan varises. Akibat yang ditimbulkan antara lain, darah yang membeku serta dapat menimbulkan pembengkakan. Menjadi pemicu terjadinya kemandulan. Pada wanita, penggunaan celana ketat (legging) dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan gangguan reproduksi hingga mengalami kemandulan. Hal tersebut dapat terjadi karena tumbuhnya jamur di sekitar organ intim atau organ reproduksi yang kemudian berpengaruh pada prooduktivitas sel telur yang menyebabkan terjadinya kemandulan. Bukan hanya itu saja, pada beberapa kasus juga terjadi gatal-gatal, flek serta keputihan, hingga terjadi iritasi pada area vagina. Mengalami masalah pada saraf. Penggunaan celana ketat dalam jangka waktu yang lama atau panjang, akan menyebabkan penyakit neuritis. Penyakit neuritis tersebut berasal dari saraf pada bagian paha luar atau disebut dengan sindrom Bernhardt, tidak jarang pemakai celana ketat juga mengalami nyeri hingga kesemutan bahkan mati rasa. Beberapa ahli di bidang kesehatan telah berulang kali memberikan peringatan khususnya pada wanita mengenai bahaya pemakaian celana ketat. Karena wanita jauh lebih rentan mengalami gangguan saraf. Akan tetapi, jika peringatan tersebut diabaikan, maka hal buruk yang mungkin terjadi adalah deformasi kerusakan saraf dan tubuh. Merusak kulit. Menggunakan celana ketat yang press body tentu akan menyebabkan kulit pemakainya jadi lebih sering bergesekan dengan celana yang digunakan. Hal tersebut membuat kulit akan mengalami masalah kerusakan hingga masalah serius seperti infeksi kulit dan muncul ruam-ruam pada kulit. Biasanya infeksi tersebut muncul di sekitar paha, apalagi jika bahan celana terbuat dari bahan yang kasar. Infeksi saluran kemih. Diungkapkan oleh dr. Hilarry Jones dari TENA Brand Ambassador bahwa menggunakan celana ketat dalam jangka panjang akan menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika hal tersebut terjadi, maka kandung kemih menjadi terlalu aktif atau mengalami kelemaham. Pada pria, banyak kasus yang terjadi seperti testis yang rentan terkilir. Menimbulkan iritasi dan jamur. Penggunaan celana ketat, khususnya di Indonesia yang memiliki iklim tropis akan menimbulkan iritasi, menyebabkan kelembaban, dan muncul jamur. Keringat yang terlalu banyak tersebut menjadikan jamur lebih mudah berkembang. Hal yang biasanya akan terjadi adalah gatal-gatal pada kulit. Jamur yang biasanya muncul diantaranya, jamur kurap dengan gejala gatal serta muncul benjolan merah, jamur kandida dengan gejala gatal dan basah, serta jamur panu dengan gejala timbul bercak berwarna putih dan coklat. Meninggalkan bekas hitam. Pada awalnya mungkin pengguna celana ketat akan merasakan radang ringan. Akan tetapi, jika proses tersebut terjadi dalam jangka waktu lama, maka akan muncul bercak hitam di daerah pangkal paha. Bercak hitam tersebut akan hilang dengan sendirinya jika telah berhenti memakai celana ketat. Namun bekas hitam tersebut tidak akan mudah dihilangkan, memerlukan waktu yang cukup lama. Menurunkan produksi sperma. Untuk para pria, menggunakan celana ketat dalam jangka waktu yang panjang berakibat pada produksi sperma. Produksi sperma akan menurun, seharusnya produksi sperma pada saat-saat normal adalah sekitar 60 juta per mililiter, karena menggunakan celana ketat sehingga menurunkan produksi sperma menjadi kurang lebih 20 juta per mililiter (jika menggunakan celana ketat secara rutin dan lama). Menyebabkan penyakit paresthesia. Penyakit Paresthesia merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya merasa kesemutan dan merasa kepanasan hingga seperti merasa terbakar. Hal tersebut karena aliran darah yang tidak lancar sebagai salah satu akibat buruk dari penggunaan celana ketat. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pinggul dan paha. Mengganggu kerja usus. Menurut seorang internis yang berasal dari Stamford Connecticut dr. Octaviano Bessa, mengungkapkan penggunaan celana ketat dapat mengganggu atau menimbulkan hambatan pada mobilitas usus. Hal tersebut menimbulkan rasa sakit pada bagian perut setelah dua hingga tiga jam setelah makan serta merasakan rasa tidak nyaman. Sesak nafas. Ternyata pemakaian celana ketat juga dapat menimbulkan sesak nafas, hal tersebut karena sirkulasi darah yang terhambat atau tidak berjalan lancar. Akibat paling parah dari sesak nafas ialah mengalami pingsan atau tidak sadarkan diri. Menyusahkan diri sendiri. Hal tersebut karena memakai dan melepas celana ketat sangat menyusahkan penggunanya. Berkeringat pada bagian paha dan sekitarnya dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pemakainya, serta menimbulkan beberapa penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas. Baca juga : Tips Keramas Benar dan Sehat Bahaya Menggunakan Jins Ketat Menurut ahli bedah Keren Boylem dari Greator Bltimore Medical Center (USA), penggunaan jins ketat dapat memicu penyakit meralgia paresthetica. Penyakit tersebut merupakan suatu kondisi dimana sesuatu (dalam hal ini celana jins ketat) mermas saraf yang melewati paha luar serta mengakibatkan rasa terbakar, kesemutan dan mati rasa. Pemakaian jins ketat tersebut diyakini oleh ahli bedah dapat menimbulkan tekanan yang konstan pada saraf. Hal tersebut disebut dengan sindrom kesemutan paha. Pada wanita penyakit tersebut lebih rentan. Pengguna celana jins ketat akan mengalami rasa geli yang tidak biasa, yang diarasakan turun naik pada sepanjang paha. Semua itu merupakan gejala kerusakan pada saraf. Tekanan pada saraf secara intens dan berulang dapat mengakibatkan kerusakan saraf permanen. Beberapa akibat di atas dapat disimpulkan bahwa pemakaian celana ketat (legging) maupun jins ketat dapat terjadi pada pria dan wanita. Setelah mengetahui beberapa akibat yang ditimbulkan karena pemakaian celana ketat (legging) atau pun celana jins ketat, apakah Anda masih ingin terus menggunakannya? Celana ketat (legging) maupun jins ketat memang salah satu jenis pakaian bagian bawah yang sedang trend serta digandrungi banyak orang. Akan tetapi, kita harus tetap memperhatikan keamanan serata kenyamanannya. Jadi, sebaiknya pilihlah pakaian yang tetap mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta kesehatan.
14-07-2014 19:27
Seseorang mahasiswa dirawat dengan kekurangan serta kram otot sesudah bermain futsal kurun waktu lama yg membuatnya keluarkan banyak keringat. Dia pula cuma minum air mineral waktu bermain. Awal mulanya dokter yang menjaga mengira dia menanggung derita GBS satu reaksi autoimun pasca-infeksi virus dengan gejala kelumpuhan tungkai bawah. Tetapi kontrol elektrolitnya tunjukkan kandungan kalium dibawah nilai normal (hipokalemia). Seberapa utamakah kalium? Menurut Dr. Samuel Oetoro, Sp. GK, MS, kalium atau potasium amat utama untuk sistem saraf serta kontraksi otot. Kalium pula digunakan oleh sistem saraf otonom (SSO), yang disebut ingindali detak jantung, manfaat otak, serta proses fisiologi utama yang lain. Kalium ditemukan di nyaris semua badan dalam wujud elektrolit serta terdapat banyak pada saluran pencernaan. Beberapa besar kalium itu ada didalam sel, beberapa lagi ada diluar sel. Mineral ini bakal beralih dengan teratur dari serta keluar sel, bergantung keperluan badan. Baca juga : Ingin Sehat, Kurangi Konsumsi Garam Sumber Kalium Dari makanan yang setiap hari kitam makan, maka kalium ini cukup gampang kita peroleh. Kalium banyak didapatkan pada kacang-kacangan, jeruk, susu, pisang, daging, kentang, tomat, alpukat, serta bayam. Tetapi tiga tipe makanan yg kandungan kaliumnya paling tinggi ialah mollases, seaweed serta kurma (dates). Sedang air kelapa nyatanya semakin banyak memiliki kandungan kalium dari pada natrium. Untuk bikin keseimbangan kalium serta natrium, kita bisa membubuhkan sejumput garam ke dalam air kelapa yang kita minum (isi air kelapa dalam sebutir kelapa muda sekitar 400 cc atau 2 gelas belimbing yang memiliki kandungan sekitar 400 mg kalium). Dalam situasi normal, organ ginjal bertindak sesuaikan pada konsumsi serta jumlah kalium yang dibuang badan. Beberapa besar kalium dibuang lewat urin, meskipun ada pula yang keluar berbarengan tinja. Gampang lelah Hipokalemia ringan umumnya tak mengakibatkan gejala sekalipun. Keadaan yang lebih berat bisa menyebabkan kekurangan manfaat otot serta badan gampang capek. Kekurangan otot umumnya berlangsung pada otot kaki serta tangan, namun terkadang pula tentang otot mata, otot pernapasan, serta otot untuk menelan. Ke-2 situasi paling akhir ini bisa menyebabkan fatal. Keadaan lemah otot ini dihadapi mereka yang kerap kram di kaki bila terlampau banyak melakukan aktivitas. Juga seseorang pasien sempat hingga lumpuh krn kekurangan kalium. Oleh dokter pasien hipokalemia ringan dianjurkan banyak makan pisang, atau minum juice jeruk serta air kelapa. Pada keadaan hipokalemia kronis, sistem saraf pula alami masalah dalam mengantarkan rangsangan. Yang lebih kronis, walau tidak sering berlangsung, hipokalemia bisa mengakibatkan persoalan serius seperti detak jantung tidak teratur sampai berhentinya detak jantung. Berbagai riset mengatakan, orang yang kekurangan kalium lebih berisiko terserang penyakit hipertensi, yang disebut aspek penyebab penyakit jantung serta stroke. Kurang konsumsi kalium gampang digantikan dengan konsumsi makanan sumber kalium atau garam kalium (kalium klorida) dengan jalan ditelan (oral). Pengobatan oral ini lebih gampang, namun lantaran kalium bisa menghematasi saluran pencernaan, cuma diberikan dalam dosis kecil. Pemberian 40-60 mEq bisa menambah kandungan kalium sebesar 1-1, 5 mEq/L, sedang 135-160 mEq bisa menambah kalium 2, 5-3, 5 mEq/L. Pada hipokalemia berat, kalium dapat diberikan dengan cara intravena. Hal semacam ini mesti dikerjakan dengan amat hati-hati serta cuma dirumah sakit, untuk hindari kenaikan kandungan kalium yang terlampau tinggi. Konsentrasi kalium dalam darah orang dengan hipokalemia berat ini harus di check lagi dengan cara periodik. Apabila keadaan membaik, tipe pengobatan bisa dirubah. Baca juga : Rahasia di Balik Warna Buah dan Sayuran Pemakaian pencahar Diterangkan Dr. Samuel, kandungan kalium dalam darah orang normal 3, 5-5 mEq/liter. Apabila kurang dari itu disebut kekurangan kalium atau di kenal dengan arti hipokalemia. Biasanya orang tidak sering kekurangan kalium. Perhatian spesial pada atlet yang memerlukan konsumsi kalium semakin banyak lantaran banyak keluarkan keringat. Pemakai obat pencahar pula perlu konsumsi kalium lebih untuk menukar kalium yang hilang melalui kotoran. Begitupun pengguna obat diuretik seperti HCT atau furosemid yang menyebabkan kehilangan kalium berbarengan penambahan jumlah air seni. Pasien diabetes serta tidak berhasil ginjal Sebaliknya, orang yang memiliki penyakit diabetes serta tidak berhasil ginjal dianjurkan tak mengonsumsi kalium terlampau banyak. Ini lantaran badan mereka tak bisa lagi dengan cara normal memetabolisme mineral ini. Ginjal yang normal bisa menahan kalium dengan baik. Bila konsentrasi kalium darah terlampau rendah, umumnya lantaran ginjal tak berperan normal atau terlampau banyak kalium yang hilang lewat saluran pencernaan disebabkan diare, muntah, pemakaian obat pencahar kurun waktu lama, atau polip di usus besar. Pada tidak berhasil ginjal dapat berlangsung kenaikan kandungan kalium bila tubulus tak dapat buang kelebihannya ke dalam air seni. Obat-obatan seperti insulin serta obat asma tipe albuterol, terbutalin, serta teofilin dapat menambah perpindahan kalium ke dalam sel serta menyebabkan hipokalemia. Tetapi, penggunaan obat-obatan ini tidak sering jadi pemicu tunggal terjadinya hipokalemia.