Waktu Posting : 13-07-2016 06:36 | Dibaca : 1957x
29-08-2022 05:33
Inkontinensia urine merupakan kondisi hilangnya kontrol kandung kemih. Kondisi ini umum terjadi dan sering kali membuat pengidapnya merasa malu. Tingkat keparahannya berkisar dari sering buang air kecil saat batuk atau bersin, hingga keinginan untuk buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat. Alhasil, pengidapnya tidak bisa ke toilet tepat waktu. Meskipun sering terjadi seiring bertambahnya usia, inkontinensia urine bukanlah konsekuensi penuaan yang tidak terhindarkan. Jika inkontinensia urine mempengaruhi aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk mengunjungi dokter. Biasanya, penyesuaian gaya hidup dan perubahan pola makan atau bahkan perawatan medis tertentu dapat mengobati gejala inkontinensia urine. Inkontinensia urine bisa disebabkan oleh kondisi yang terkait saluran kemih bagian bawah maupun kondisi yang tidak terkait saluran kemih bagian bawah. Jika terkait saluran kemih bagian bawah, kondisi ini lebih diakibatkan karena aktivitas otot dinding kandung kemih yang berlebihan. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh penyakit saraf, sumbatan di saluran kemih, batu di kandung kemih atau pun kanker kandung kemih. Namun, inkontinensia urine juga dapat terjadi meski saluran kemih normal. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada lanjut usia dan terkait dengan kondisi mobilitas juga kognitif. Penyebab inkontinensia sementara atau jangka pendek dapat mencakup : Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi di dalam saluran kemih (uretra, ureter, kandung kemih dan ginjal) dapat menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil Kehamilan Selama kehamilan, rahim memberi tekanan ekstra pada kandung kemih saat mengembang. Sebagian besar wanita yang mengalami inkontinensia selama kehamilan menyadari bahwa inkontinensia akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Obat-obatan Inkontinensia dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk diuretik dan antidepresan. Minuman Mengonsumsi minuman tertentu, seperti kopi dan alkohol, dapat membuat seseorang perlu buang air kecil lebih sering. Jika kamu berhenti mengonsumsi minuman ini, kebutuhan untuk sering buang air kecil pun akan menurun. Sembelit Sembelit kronis (tinja yang keras dan kering) dapat menyebabkan seseorang memiliki masalah kontrol kandung kemih. Sementara itu, penyebab inkontinensia kronis atau jangka panjang dapat meliputi: Gangguan Dasar Panggul Ketika seseorang memiliki masalah dengan otot-otot dasar panggul, maka dapat memengaruhi fungsi organ, termasuk kandung kemih. Stroke Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah dengan kontrol otot. Hal ini mencakup otot-otot yang mengontrol sistem kemih. Diabetes Ketika mengidap diabetes, tubuh memproduksi lebih banyak urine. Peningkatan jumlah urine dapat menyebabkan masalah kebocoran. Selain itu, neuropati perifer dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih. Menopause Ketika tubuh wanita mengalami perubahan kadar hormon dengan cepat, otot-otot dasar panggul juga bisa menjadi lebih lemah. Hal ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Multiple Sclerosis Jika seseorang mengidap kondisi ini, mungkin akan mengalami kehilangan kontrol dengan kandung kemih, yang menyebabkan masalah kebocoran. Pembesaran Prostat Ketika prostat lebih besar dari biasanya, dapat menyebabkan beberapa masalah kontrol kandung kemih. Kondisi ini juga disebut sebagai benign prostatic hyperplasia. Pasca Pengobatan Kanker Prostat Selama operasi kanker prostat, otot sfingter terkadang dapat rusak yang menyebabkan inkontinensia stres. Berdasarkan jenisnya, berikut adalah beberapa gejala infeksi saluran kencing yang bisa terjadi: Inkontinensia Stres Urine bocor keluar di saat terjadi tekanan di kandung kemih, misalnya saat batuk, bersin, atau tertawa. Inkontinensia Urge Pengidap memiliki keinginan yang kuat untuk tiba-tiba buang air kecil diikuti dengan keluarnya urine yang tidak sengaja (mengompol). Pengidap bisa buang air kecil hingga lebih dari 8 kali dalam sehari, termasuk di malam hari. Inkontinensia Overflow Pengidap sering mengompol dalam jumlah urine yang sedikit-sedikit karena kandung kemih tidak sepenuhnya kosong. Inkontinensia urine di antaranya dapat dicegah dengan: Menjaga berat badan tetap ideal. Latihan otot panggul ( senam kegel). Membatasi mengonsumsi minuman yang bersifat diuretic, seperti teh dan kopi. Jika gejala inkontinensia urine sudah mengganggu kehidupan sosial atau menyebabkan ketidaknyamanan (rasa sakit, demam, iritasi kulit karena air kencing), segera periksa ke dokter untuk dapat ditangani dengan tepat.
06-06-2014 15:21
Mempunyai tubuh sehat itu tidak sulit. Anda cukup melakukan beberapa hal simpel dan mudah di bawah ini. 1. Makan satu apel sehari Kata peribahasa satu apel satu hari, menghindari kita dari penyakit. Mengapa? Kata peneliti dari University of Nottingham Inggris, orang yang makan apel lima hari satu minggu, mempunyai guna paru-paru yang tambah baik serta lebih rendah risikonya terkena penyakit asma. Rahasia sehatnya ada pada kandungan antioksidan dalam apel terutama quecertin yang bisa menurunkan risiko terkena kanker paru-paru. 2. Janganlah lupakan seledri Seledri dipakai oleh penyembuhan tradisional Cina untuk menangani hipertensi. Studi dari Kampus Chicago, AS menjumpai bahwasanya tikus yang di beri ekstrak kimia dari seledri turun tensi darahnya sampai 12 %. Ialah zat bernama phthalide yang tidak cuma merilekskan otot pembuluh darah yang mengatur tensi darah namun juga menurunkan produksi hormon stres. Baca juga : Menurunkan Kolesterol 3. Terkena cahaya matahari Namun yakinkan terkena cahaya matahari sebelum waktu menunjukkan jam 8 pagi. Kata riset dari National Cancer Institute AS, orang yang tiap-tiap hari terkena cahaya matahari, lebih terlindungi dari ancaman kanker payudara serta usus. Itu lantaran vitamin D yang dihasilkan tubuh saat terkena cahaya matahari. 4. Makan ikan Terlebih ikan yang memiliki kandungan asam lemak omega 3. Lantaran kandungan omega 3 ini baik untuk turunkan kandungan kolesterol jahat juga menyebabkan kita jadi orang yang lebih bahagia. Kok? Studi dari University of Kuopio, Findlandia mendapatkan bahwasanya pemakan ikan berisiko lebih rendah terkena depresi. Studi dari Jepang juga memperoleh bahwasanya orang yang tiap-tiap hari makan ikan condong lebih bahagia. Kenapa begitu? Itu lantaran zat bernama DHA, asam lemak yang ditemukan di otak. 5. Makan bawang putih Daging yang dibakar, dipanggang, digoreng dengan temperatur tinggi kerap dikatakan menghasilkan karsinogen, yakni zat pemicu kanker. Untuk mengusir zat karsinogen, konsumsilah bawang putih berbarengan daging. Studi yang dipresentasikan oleh American Association for Cancer Research mendapatkan bahwasanya diallyl sulphid (DAS), yakni fitokimia yang menghasilkan bau tidak enak pada bawang putih barangkali menghalangi dampak karsinogen yang di produksi saat makanan kaya protein dimasak dalam temperatur tinggi. Baca juga : Hilangkan Lelah dan Stres dengan Aroma Terapi 6. Makan oat saat sarapan Kenapa? Lantaran oat kaya dengan sumber fitokimia, antioksidan yang menolong turunkan kolesterol jahat serta mencegah penyakit jantung. Menurut beberapa peneliti dari Tufts University Boston AS, oat kaya avenanthramides, grup fitokimia yang kurangi jumlah plak serta molekul lemak yang melekat di dinding pembuluh arteri hingga kurangi aliran darah ke jantung. 7. Perkaya otak dengan kata-kata Ini untuk memperkuat otak Anda. Tekuni kalimat baru serta pakai kata atau kalimat baru dalam pembicaraan harian Anda. Kenapa? Menurut riset dari University of Kentucky Medical Center, itu adalah langkah gampang untuk mencegah penyakit Alzheimer’s. Riset itu melibatkan sekumpulan biarawati. Peneliti temukan bahwasanya beberapa biarawati yang terus aktif di umur tua condong memakai kalimat tidak umum serta melebihi dua suku kata. Perbandingannya, beberapa biarawati yang terkena Alzheimer’s terus melindungi kalimat mereka bersahaja. Diprediksikan mereka yang terus aktif dengan cara kognitif barangkali mendirikan “cadangan” otak yang memperkecil beberapa gejala penyakit Alzheimer’s
05-06-2014 15:54
Meski MERS baru dikenal tidak melebihi satu semester yang lalu lantaran berhasil bikin khawatir masyarakat di tanah air, tetapi sesungguhnya penyakit ini pertama kali dilaporkan telah dari September 2012 silam. Meski sekian, tidak sempat ada kata terlambat untuk menangani terjangkitnya virus MERS. Sesuai sama nama, Middle East Respiratory Syndrome atau MERS, merupakan penyakit yang berkembang di lokasi Timur Tengah. Pemicunya ialah inveksi virus yang tetap terhitung dalam kelompok Korona (MERS-CoV). Satu misal lain dari kelompok virus Korona ini ialah virus pemicu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pernah mewabah didunia pada masa 2000-an awal. Memanglah, SARS di ketahui lebih punya potensi menulari manusia daripada SARS. Baca juga : Hati-hati Dehidrasi Ringan Bisa Ancam Produktivitas Nyaris satu tahun yang lalu, tepatnya 17 Juli 2013 pada pertemuan IHR Emergency Committee, Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwasanya MERS-CoV merupakan kondisi serius serta butuh perhatian besar, tetapi belum berlangsung sesuatu yang darurat pada kesehatan orang-orang. Sedang status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) bakal diberikan, bila virus itu meluas ke negara-negara lain. Faktanya, dari dilaporkan tentang kemunculan virus itu pada kisaran September 2012 hingga 1 Agustus 2013, seluruhnya masalah tetap terkait dengan negara-negara di Jazirah Arab, baik dengan cara segera ataupun tak segera. Grup umur yang rawan terinfeksi virus ini ialah lanjut usia (berumur diatas 65), anak-anak, ibu hamil, beberapa orang dengan penyakit kronis (seperti diabetes mellitus serta penyakit jantung/pembuluh darah), dan mereka yang mempunyai system kekebalan badan rendah. Tentang keadaan didalam negeri, MERS jadi perhatian utama orang-orang dari musim haji tempo hari. Juga, dua orang dari 13 propinsi yang sudah melaporkan masalah suspek virus itu di ketahui tidak terselamatkan, meski sampai saat ini belum dapat di pastikan seutuhnya tentang kaitan MERS semacam pemicu utama kematian itu. Profesor Mulia Soeroso yang mengatasi pasien wafat di Medan menyebutkan, " Kita tak dapat meyakinkan dia terkena MERS atau tak, lantaran keluarga tak mengizinkan dikerjakan swap. Namun menurut gejalanya, mengarah kesana, " seperti diambil dari detik. com. Baca juga : Dada Terasa Deg-degan Seirama dengan hal tadi, launching yang dikeluarkan oleh STANMED CENTER – klinik yang bermarkas di lokasi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – mencantumkan juga bahwasanya beberapa gejala MERS yang kerap didapati ialah terjadinya masalah saluran napas akut yang mencakup demam, batuk serta sesak atau dada jadi berat. Beberapa gejala itu umum juga dibarengi dengan beberapa gejala saluran pencernaan, terhitung diare. Maka, jika Anda merasakan beberapa gejala itu, serta pastinya dilengkapi juga dengan kisah melancong ke negara-negara Timur Tengah dalam kurun 1-14 hari – saat inkubasi MERS-CoV ialah 2-14 hari – atau sekurang-kurangnya berhubungan dengan seseorang yang sakit serta di ketahui bahwasanya 14 hari pada mulanya lakukan perjalanan kesana, maka harus selekasnya memeriksakan keadaan itu ke puskesmas, rumah sakit, ataupun unit-unit service kesehatan lain