Waktu Posting : 15-06-2014 10:14 | Dibaca : 2250x
04-07-2024 10:58
Anemia aplastik sebenarnya kelainan darah yang langka. Penyebabnya karena sumsum tulang gagal menghasilakan sel darah. Sehingga tubuh mengalami kurang darah. Namun, kini bisa atasi dengan beberapa cara berikut ini : Transfusi Darah Menjadi langkah paling mudah dan banyak orang melakukannya. Memang tidak berfungsi untuk mengobati, namun bisa meringankan gejala yang dialami. Tetapi transfusi tidak boleh dilakukan secara terus menerus karena bisa muncul komplikasi di kemudian hari. Karena jika zat besi dan sel darah merah sudah menumpuk memicu kerusakan organ penting di tubuh. Imunosupresan Adalah obat yang berguna untuk menekan sistem imun yang merusak sumsum tulang ( https://pafikotasalak.org/) .Pengobatan ini memungkinkan sumsum tulang dapat menghasilkan sel darah yang baru. Umumnya cara ini dilakukan pada penderita kelainan autoimun, dimana seseorang tidak bisa menjalani proses transplantasi sumsum tulang. Transplantasi Sumsum Tulang Bertujuan untuk menyusun kembali sumsum tulang penderita anemia aplastik menggunakan sel induk dari pendonor. Sumsum tulang yang sudah tidak mampu bekerja optimal akan dihancurkan. Kemudian, sel induk pendonor dimasukkan melalui darah. Ini bisa dilakukan antar saudara kandung yang memiliki kecocokan donor. Stimulan Sumsum Tulang Cara ini berbeda dengan metode di atas. Sebab, stimulan sumsum tulang dilakukan dengan memberikan obat kepada penderita untuk dikonsumsi. Kegunaannya agar sumsum tulang bisa kembali memproduksi sel darah yang baru. Jadi, harus dirangsang terlebih dulu dengan obat stimulan sumsum tulang. Pemberian Antibiotik dan Antivirus Jika seseorang terinfeksi virus atau bakteri dalam kondisi ini bisa saja memperparah kondisi penyakitnya. Karena tubuh yang mengalami anemia sedang lemah sehingga penyakit lain bisa saja hinggap. Sehingga tujuan konsumsi antibiotik dan antivirus ini agar tidak terjadi infeksi yang semakin parah. Kekebalan tubuh yang lemah harus segara di atasi agar tubuh tetap bisa mempertahankan kondisinya meskipun sedang mengalami anemia. Nah, inilah beberapa cara yang bisa dilakukan jika ingin menangani anemia aplastik ini. Sangat penting diperhatikan agar tidak merusak kekebalan tubuh, sehingga silakan konsultasi dengan dokter makanan apa saja untuk atasi anemia ini.
25-07-2024 04:22
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah perkembangan agama Islam di Nusantara. Berdiri di awal abad ke-20, NU lahir sebagai respons terhadap ancaman dari berbagai pihak yang berusaha menyerap tradisi Islam dari luar Nusantara dan menghilangkan kearifan lokal yang telah berkembang selama berabad-abad. Sebelum NU didirikan, pada akhir abad ke-19, datanglah kolonialisme Belanda yang memberikan tekanan terhadap keberadaan Islam di Indonesia. Pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk mengisolasi masyarakat Muslim dari akses terhadap tradisi Islam yang sejati, serta menciptakan ideologi baru yang lebih sesuai dengan kepentingan mereka. Hal ini membuat ulama-ulama dan masyarakat mulai merasa khawatir akan keberlangsungan agama Islam di tanah air. Pada tahun 1926, para ulama dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap keberadaan agama Islam berkumpul di Surabaya dan mendirikan Nahdlatul Ulama. Organisasi masyarakat ini bertujuan untuk mempertahankan tradisi Islam Nusantara dengan prinsip-prinsip agama yang membawa rahmat bagi alam semesta. NU pun mulai menggalang kekuatan dalam pergerakan dakwah dan mendidik masyarakat tentang kodrat agama yang lembut serta damai. Seiring berjalannya waktu, Nahdlatul Ulama tumbuh menjadi kekuatan yang sangat kuat dalam masyarakat Indonesia, terutama di pulau Jawa. Melalui organisasinya, NU berhasil menjaga kearifan lokal dan mengintegrasikannya dengan ajaran Islam, menjadikan Islam Nusantara sebagai representasi dari harmoni antara ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Dengan demikian, berdirinya Nahdlatul Ulama menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam di Indonesia. Ormas Islam terbesar ini tidak saja berhasil mempertahankan tradisi Islam Nusantara, tetapi juga menjadi pelopor dalam membumikan ajaran agama yang menciptakan damai dan toleransi di Indonesia. NU hadir sebagai benteng penjaga ke-Islaman dari ancaman-ancaman luar yang ingin merusak tradisi dan kearifan lokal yang telah lama melekat pada masyarakat Indonesia. Dengan demikian, melalui perjuangan keras mereka, NU telah membuktikan bahwa keberadaan Islam di Nusantara bukanlah tanpa identitas lokal, melainkan sebuah warisan yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi. Semangat perjuangan NU dalam mempertahankan tradisi Islam Nusantara membawa inspirasi bagi perjalanan agama Islam di Indonesia hingga saat ini.
18-06-2014 23:06
Pernahkah Anda menonton video di YouTube tentang telur yang matang lebih cepat karena pengaruh telepon genggam? Ancaman radiasi dari ponsel memang tak bisa dianggap sepele. Jika radiasi telepon genggam saja bisa membuat telur matang sempurna, apa jadinya telinga kita jika hampir setiap hari menempel dekat sekali dengan alat elektronik itu? Perdebatan mengenai bahaya gelombang elektromagnetik dan radiasi dari telepon seluler bagi kesehatan manusia sudah berlangsung sangat lama. Ada ilmuwan yang membenarkan mengenai bahaya tersebut, ada pula yang membantahnya. Dasarnya, penelitian seputar pengaruh telepon genggam terhadap manusia menunjukkan hasil yang berbeda. Namun, pada intinya semua perangkat yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik pasti bisa mempengaruhi tubuh manusia. Eksperimen sederhana seperti menggoreng telur menggunakan radiasi dari telepon genggam yang tengah aktif menunjukkan bahwa gelombang itu mengubah sesuatu yang organik. Baca juga : Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran Eksperimen itu cukup masuk akal karena frekuensi yang digunakan telepon genggam mirip dengan microwave yang juga mengandalkan gelombang elektromagnetik, memang digunakan untuk memanaskan makanan dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi masalah adalah, penggunaan telepon genggam sangat dekat ke telinga dan otak yang sangat sensitif terhadap gelombang frekuensi tertentu. Orang yang secara rutin berdiri di dekat antena microwafe selama dua-tiga tahun dapat dipastikan akan sakit. Gelombang elektromagnetik dapat mempengaruhi struktur dalam tubuh, termasuk komposisi berbagai macam cairan dalam telinga seperti ion kalium, ion natrium, protein, serta berbagai enzim. Padahal cairan-cairan itu sangat penting dalam proses pendengaran. Penyebab gangguan pendengaran yang lebih signifikan sebenarnya adalah suara. Jangan pikir hanya suara keras seperti konser dan kegaduhan pabrik yang bisa membuat seseorang kehilangan pendengarannya. Suara musik dari pemutar musik MP3 juga berpotensi membuat pendengaran kita terganggu jika kita terbiasa menyetel volume musik di atas 60% dengan durasi lebih dari satu jam setiap hari. Paparan suara yang keras dapat merusak sensor yang berada di sel rambut dalam rumah siput telinga. Ironisnya, suara-suara itu menyerang frekuensi percakapan di atas 2.000 Hertz terlebih dahulu. Sementara itu, frekuensi percakapan itu berada pada 500 Hertz, 1.000 Hertz, 2.000 Hertz, dan 4.000 Hertz. Dengan begitu, banyak penderita gangguan pendengaran yang terlambat menyadari bahwa pendengarannya bermasalah. Baca juga : Tips Sukses Diet Sehat Baik telepon genggam maupun suara gaduh bukanlah hal asing dalam hidup kita. Bagaimana pun harus diakui, kita tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari kedua hal tersebut. Telepon genggam (ponsel) misalnya, mengambil peranan penting dalam kelangsungan komunikasi kita. Sementara itu, kebisingan juga tak dapat terhindarkan terutama untuk masyarakat perkotaan. Yang bisa kita lakukan mungkin menekan risiko sampai sekecil mungkin, demi menghindarkan diri dan keluarga dari segala ancaman kesehatan. Ini bisa kita lakukan dengan aktif melakukan pencegahan. Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran Gunakan handsfree untuk menerima panggilan dari telepon genggam. Semakin dekat telepon genggam dengan telinga, semakin besar pula potensi radiasi yang akan terpaapr pada kepala kita. Usahakan tidak menerima panggilan telepon terlalu lama. Pilih jenis telepon genggam dengan tingkat radiasi terendah. Jika suhu telepon genggam terasa meningkat alias memanas, sebaiknya jauhkan dari tubuh kita. Jauhkan telepon genggam dari anak-anak karena otak dan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan yang sangat sensitif terhadap segala potensi gangguan. Setel volume pemutar musik MP3 atau radio maksimal 60%. Sebaiknya tidak mendengarkan musik melalui earphone lebih dari satu jam. Hindari membiarkan anak-anak berada di pusat permainan di mall selama berjam-jam. Hindari berada di tempat bising seperti konser dan klub malam dalam waktu lama. Periksakan telinga ke dokter THT setiap 3-6 bulan sekali.