Waktu Posting : 03-09-2014 10:20 | Dibaca : 2962x
29-08-2022 05:33
Inkontinensia urine merupakan kondisi hilangnya kontrol kandung kemih. Kondisi ini umum terjadi dan sering kali membuat pengidapnya merasa malu. Tingkat keparahannya berkisar dari sering buang air kecil saat batuk atau bersin, hingga keinginan untuk buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat. Alhasil, pengidapnya tidak bisa ke toilet tepat waktu. Meskipun sering terjadi seiring bertambahnya usia, inkontinensia urine bukanlah konsekuensi penuaan yang tidak terhindarkan. Jika inkontinensia urine mempengaruhi aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk mengunjungi dokter. Biasanya, penyesuaian gaya hidup dan perubahan pola makan atau bahkan perawatan medis tertentu dapat mengobati gejala inkontinensia urine. Inkontinensia urine bisa disebabkan oleh kondisi yang terkait saluran kemih bagian bawah maupun kondisi yang tidak terkait saluran kemih bagian bawah. Jika terkait saluran kemih bagian bawah, kondisi ini lebih diakibatkan karena aktivitas otot dinding kandung kemih yang berlebihan. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh penyakit saraf, sumbatan di saluran kemih, batu di kandung kemih atau pun kanker kandung kemih. Namun, inkontinensia urine juga dapat terjadi meski saluran kemih normal. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada lanjut usia dan terkait dengan kondisi mobilitas juga kognitif. Penyebab inkontinensia sementara atau jangka pendek dapat mencakup : Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi di dalam saluran kemih (uretra, ureter, kandung kemih dan ginjal) dapat menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil Kehamilan Selama kehamilan, rahim memberi tekanan ekstra pada kandung kemih saat mengembang. Sebagian besar wanita yang mengalami inkontinensia selama kehamilan menyadari bahwa inkontinensia akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Obat-obatan Inkontinensia dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk diuretik dan antidepresan. Minuman Mengonsumsi minuman tertentu, seperti kopi dan alkohol, dapat membuat seseorang perlu buang air kecil lebih sering. Jika kamu berhenti mengonsumsi minuman ini, kebutuhan untuk sering buang air kecil pun akan menurun. Sembelit Sembelit kronis (tinja yang keras dan kering) dapat menyebabkan seseorang memiliki masalah kontrol kandung kemih. Sementara itu, penyebab inkontinensia kronis atau jangka panjang dapat meliputi: Gangguan Dasar Panggul Ketika seseorang memiliki masalah dengan otot-otot dasar panggul, maka dapat memengaruhi fungsi organ, termasuk kandung kemih. Stroke Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah dengan kontrol otot. Hal ini mencakup otot-otot yang mengontrol sistem kemih. Diabetes Ketika mengidap diabetes, tubuh memproduksi lebih banyak urine. Peningkatan jumlah urine dapat menyebabkan masalah kebocoran. Selain itu, neuropati perifer dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih. Menopause Ketika tubuh wanita mengalami perubahan kadar hormon dengan cepat, otot-otot dasar panggul juga bisa menjadi lebih lemah. Hal ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Multiple Sclerosis Jika seseorang mengidap kondisi ini, mungkin akan mengalami kehilangan kontrol dengan kandung kemih, yang menyebabkan masalah kebocoran. Pembesaran Prostat Ketika prostat lebih besar dari biasanya, dapat menyebabkan beberapa masalah kontrol kandung kemih. Kondisi ini juga disebut sebagai benign prostatic hyperplasia. Pasca Pengobatan Kanker Prostat Selama operasi kanker prostat, otot sfingter terkadang dapat rusak yang menyebabkan inkontinensia stres. Berdasarkan jenisnya, berikut adalah beberapa gejala infeksi saluran kencing yang bisa terjadi: Inkontinensia Stres Urine bocor keluar di saat terjadi tekanan di kandung kemih, misalnya saat batuk, bersin, atau tertawa. Inkontinensia Urge Pengidap memiliki keinginan yang kuat untuk tiba-tiba buang air kecil diikuti dengan keluarnya urine yang tidak sengaja (mengompol). Pengidap bisa buang air kecil hingga lebih dari 8 kali dalam sehari, termasuk di malam hari. Inkontinensia Overflow Pengidap sering mengompol dalam jumlah urine yang sedikit-sedikit karena kandung kemih tidak sepenuhnya kosong. Inkontinensia urine di antaranya dapat dicegah dengan: Menjaga berat badan tetap ideal. Latihan otot panggul ( senam kegel). Membatasi mengonsumsi minuman yang bersifat diuretic, seperti teh dan kopi. Jika gejala inkontinensia urine sudah mengganggu kehidupan sosial atau menyebabkan ketidaknyamanan (rasa sakit, demam, iritasi kulit karena air kencing), segera periksa ke dokter untuk dapat ditangani dengan tepat.
20-01-2016 18:21
Adakah cara yang tepat untuk mengurangi mata minus? Jawabnnya tentu saja ada. Mata minus dapat dikurangi dan bahkan dapat disembuhkan. Namun untuk mengurangi serta menyembuhkannya sendiri memang dibutuhkan beberapa tahapan langkah yang cukup panjang. Sebelum menjelaskan hal tersbeut, sebaiknya Anda pahami dulu mengenai mata minus itu sendiri serta beberapa hal yang menimbulkan keberadaannya. Mata minus seringkali terjadi akibat dari lengkungan kornea di bagian mata yang lebih cenderung memiliki ukuran pendek jika dibandingkan dengan sumbu bola mata yang tentunya lebih panjang. kedua hal tersebut seringkali dikatakan bermula dari gen atau turunan yang diwariskan oleh kedua orang tuanya. Namun selain gen, ternyata ada juga beberapa bentuk hal lainnya yang berperan aktif dalam menimbulkan mata minus tersebut. Hal ini berkaitan dengan berbagai macam bentuk aktifitas yang dilakukan oleh penderitanya itu sendiri. Ingin tau apa saja aktifitas penyebab mata minus terseut? Simaklah penjelasannya berikut ini : Baca juga : Jual Buku & Ebook Panduan Merawat dan Terapi Penderita Stroke Minimnya asupan makanan sehat Pola makan sehat dikenal dengan istilah 4 sehat 5 sempurna. Untuk mengkonsumsi makanan tersebut, Anda dapat melakukan kombinasi diantara karbohidrat, sayuran dan juga buah-buahan. Jika Anda terlalu banyak mengkonsumsi salah satu bagiannya saja, utamanya karbohidrat, maka ketajaman mata yang Anda miliki pun akan berkurang karena tidak dilengkapi dengan jenis makanan sehat lainnya. Melakukan kebiasaan buruk Ada beberapa jenis aktifitas yang termasuk dalam kategori kebiasaan buruk, terutama bagi kesehatan mata. Kebiasaan tersebut seperti halnya membaca ditempat yang redup, kemudian membaca dengan posisi tiduran atau bahkan melakukan kegiatan membaca dengan jarak yang terlalu dekat. Kebiasaan seperti ini sangat memudahkan mata Anda mejadi cepat lelah, sehingga ia tidak dapat berfungsi dengan lebih optimal, yang pada akhirnya mewajibkan Anda untuk mengurangi mata minus dengan melakukan pengobatan atau bahkan perawatan khusus. Terlalu sering berada di depan layar Penyebab lainnya yang juga dapat membuat mata Anda menjadi tidak sehat atau minus adalah kebiasaan menatap layar dalam jangka waktu yang lama, misalkan menonton televisi atau bahkan menatap layar komputer. Kedua jenis layar tersebut, utamanya komputer dikenal dengan tingkat radiasi yang tinggi. Karena itulah ia dapat menyebabkan mata minus dengan mudah pada penderitanya. Demikianlah 3 bentuk penyebab utama yang seringkali menimbulkan terjadinya mata minus pada penderita. Karena itulah sebaiknya Anda hindari ketiga hal tersebut, dan pastikan untuk menjaga kebersihan dari mata Anda dengan lebih teliti. Namun bagi Anda yang sudah mengalami mata minus, tentunya dibutuhkan cara untuk mengurangi mata minus tersebut, sehingga ia dapat kembali dengan normal. Cara untuk menguranginya itu dapat Anda lakukan dengan menggunakan 8 tips sehat di bagian bawah ini : 1. Menjaga kebersihan dari mata Hal pertama dan yang paling penting untuk merawat kesehatan mata Anda agar ia tetap berada dalam keadaan yang baik adalah dengan menjaga kebersihannya.karena itulah sebaiknya Anda biasakan untuk membersihkan bagian bola mata Anda, selain itu gunakan lah alat pelindung mata ketika Anda tengah melakukan aktifitas di luar ruangan. Karena lingkungan yang kotor, seperti halnya jalanan dapat menyimpan berbagai macam kotoran masuk ke dalam bagian mata Anda hingga mengakibatkan adanya mata minus. 2. Terapi Lilin untuk mengeluarkan air mata Terapi lilin adaah cara tradisional yang seringkali dilakukan untuk mengurangi tingkat keminusan dalam mata. Terapi ini pun dapat Anda lakukan dengan sederhana, cukup nyalakan lilin di depan Anda, dan mulailah untuk menatap lilin tersebut tanpa berkedip, hingga air mata pun mulai bercucuran. Semakin banyak air mata yang Anda keluarkan, maka semakin baik pula hasil yang bisa Anda dapatkan dari terapi yang satu ini. Hal ini berkaitan dengan lilin yang berfungsi dalam menguatkan akomodasi dari daya mata yang Anda miliki. 3. Istirahat dari depan layar Jika Anda adalah orang yang sering bekerja di depan layar atau bahkan hobi menonton televisi, maka sebaiknya pastikan untuk melakukan istirahat dari mata sebanyak 30 menit 1 kali. Istirahat yang Anda lakukan untuk mata juga tidak membutuhkan waktu yang lama, cukup lakukan selama 3 hingga 5 menit saja. Selain itu pastikanlah selama melakukan istirahat terseut untuk melakukan kegiatan senam mata atau bahkan melihat pemandangan lainnya yang lebih jauh dan juga berwarna hijau, sehingga mata akan kembali menjado lebih segar. 4. Terapi alami daun sirih Sebuah terapi alami dengan menggunakan bahan dari daun sirih dikenal sebagai metode yang paling manjur dalam mengembalikan keadaan mata minus menjadi lebih normal kembali. Cara untuk melakukan terapi ini pun cukup sederhana, yaitu dengan mengambil dua bagian dari daun sirih yang dapat menutupi bagian dari kelopak mata Anda. Namun sebelumnya pastikanlah untuk membersihkan daun sirih tersebut lebih dahulu, dan terapkan pada kelopak mata Anda sebelum Anda tertidur. Cara yang satu ini sangat mudah, murah dan bahkan bermanfaat dalam menjaga kesehatan utamanya mengurangi mata minus yang tengah Anda derita. 5. Penggunaan layar anti radiasi Pada bagian di atas sudah dijelaskan cara untuk menghindari mata minus dengan melakukan istirahat setelah melakukan aktifitas di depan layar komputer atau bahkan televisi. Namun untuk cara yang jauh lebih aman selanjutnya. Anda juga dapat menggunakan layar anti radiasi sebagai bentuk perlindungan dari cahaya radiasi yang dikeluarkan oleh layar komputer atau bahkan televisi pada bagian mata Anda. 6. Menatap dan mengikuti arah pergerakan benda Ketika Anda berada di ruangan terbuka dan tentunya berada di lingkungan yang penuh pergerakan, seperti halnya di jalan raya, maka biasakanlah untuk memperhatikan benda-benda yang bergerak disekeliling Anda, baik itu orang yang tengah berjalan, laju kendaraan dari satu titik tertentu menuju titik lainnya atau bahkan burung yang tengah terbang bebas di langit. Ketika menatap benda bergerak tersebut, pastikanlah agar leher dan kepala Anda tidak bergerak namun ikuti gerakan dari objek tersebut dengan menggunakan gerakan mata. Sehingga mata Anda pun akan terasa jauh lebih rileks. Baca juga : 10 Cara Atasi Sakit Kepala Sebelah Atau Migrain Dengan Tepat 7. Senam mata Senam mata adalah aktifitas ringan yang bisa Anda lakukan untuk melatih otot mata dalam memperhatikan fokus dari objek tertentu. Senam mata ini dapat dilakukan di mana pun Anda berada, dan caranya cukup dengan mengedipkan bagian mata selama beberapa saat saja. Selain itu lakukan pula gerakan menatap dari satu fokus tertentu menuju fokus lainnya secara bergantian. Kemudian Anda juga dapat menatap benda yang memang lokasinya berada cukup jauh dari lokasi Anda dalam beberapa saat. 8. Melepaskan kaca mata Ketika Anda tengah bersantai atau bahkan dapat melakukan pekerjaan tanpa menggunakan kaca mata, maka sebaiknya lepaskanlah kaca mata yang Anda gunakan tersebut untuk sementara. Hal ini tentunya sangat berguna untuk mengurangi tingkat ketergantungan mata terhadap kacamata. Dengan melakukan hal yang satu ini, maka mata Anda pun akan lebih terlatih untuk banyak bergerak, sehingga bagian dari otot-otot yang dimilikinya akan lebih banyak berakomodasi dan menjadi fleksibel. Karena itulah cara ini dapat Anda lakukan untuk mengurangi mata minus yang Anda miliki dengan mudah.
07-08-2018 16:45
Jatuh cinta merupakan hal alamiah yang pasti akan dirasakan semua orang. Tak dapat dipungkiri, saat jatuh cinta pasti perasaan akan sangat bahagia. Ternyata, jatuh cinta bukan hanya dapat membuat orang bahagia tapi memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Saat jatuh cinta, seseorang akan memiliki banyak energi positif yang mengalir dalam tubuh dan membuat kinerja tubuh lebih optimal sehingga semua fungsi organ tubuh dapat bejalan dengan lancar. Berikut ini manfaat jatuh cinta untuk kesehatan : 1. Menjaga daya tahan tubuh tetap optimal Perasaan bahagia saat jatuh cinta membuat tubuh tidak mudah stres dan depresi serta dapat membantu menjaga dan merangsang sistem kekebalan tubuh agar lebih prima. Hal ini juga dapat mengurangi risiko tubuh terserang berbagai macam penyakit. 2. Mengurangi tingkat stres dan depresi Penelitian yang dilakukan oleh Journal of Health dan Social Behaviour mengatakan jika orang yang baru menikah memiliki kemungkinan yang rendah terkena depresi daripada orang yang belum menikah. Hal ini terjadi karena saat jatuh cinta tubuh akan mengeluarkan hormon serotonin yaitu hormon yang memberikan perasaan bahagia dan tenang. 3. Dapat mengurangi rasa nyeri Saat memegang tangan pasangan maka rasa nyeri pada tubuh akan berkuran. Efek jatuh cinta dapat mengurangi rasa nyeri di tubuh. 4. Rasa cemas berkurang Saat jatuh cinta maka akan mengeluarkan hormon dopamin yang akan memberikan efek positif dan optimis pada tubuh sehingga rasa cemas pun hilang. 5. Menjaga kesehatan jantung Efek bahagia saat jatuh cinta dapat mnurunkan tekanan darah serta frekuensi denyut nadi serta dapat meingkatkan kualitas sistem yang mengatur kinerja jantung sehingga kesehatannya pun dapat terjaga. 6. Menjaga kesehatan kulit Tersenyum dan tertawa sepanjang hari akan mengurangi kadar kortisol yang menyebabkan stres yang juga dapat memicu masalah kulit seperti jerawat.