Waktu Posting : 21-06-2014 07:18 | Dibaca : 2399x
22-11-2025 03:04
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru terus menghadirkan berbagai inovasi dalam upaya mewujudkan kota yang ramah lingkungan, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya. Seiring berkembangnya kota dan meningkatnya aktivitas masyarakat, tantangan terkait pengelolaan lingkungan semakin besar. Oleh karena itu, DLH Banjarbaru berfokus pada solusi inovatif yang tidak hanya efektif, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan.Salah satu inovasi yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah berbasis digital dan partisipatif. Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru mulai memperkenalkan sistem pencatatan sampah menggunakan aplikasi sederhana yang dapat digunakan oleh bank sampah maupun petugas lapangan. Melalui aplikasi ini, data timbunan sampah, jenis sampah, hingga aktivitas daur ulang dapat dipantau secara lebih akurat. Pendekatan digital ini membantu pemerintah memahami pola produksi sampah dan menyiapkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.Tak hanya itu, DLH juga mendorong pembentukan bank sampah kreatif yang tidak sekadar mengumpulkan sampah anorganik, tetapi juga menghasilkan produk daur ulang bernilai ekonomi. Beberapa bank sampah di Banjarbaru kini mengembangkan produk seperti kerajinan plastik, pot tanaman dari botol bekas, hingga ecobrick yang digunakan untuk pembangunan fasilitas sederhana. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.Dalam hal penghijauan, DLH Banjarbaru mengembangkan program Satu Rumah Satu Pohon sebagai gerakan massif yang melibatkan warga secara langsung. Masyarakat diajak menanam pohon di halaman rumah masing-masing serta merawatnya secara berkala. Program ini disambut positif karena tidak hanya menambah jumlah ruang hijau, tetapi juga menciptakan lingkungan rumah yang lebih asri dan sejuk. Selain itu, DLH juga mengembangkan taman-taman tematik di beberapa wilayah kota yang dapat digunakan sebagai ruang publik untuk rekreasi sekaligus sarana edukasi lingkungan.Pemanfaatan teknologi juga diterapkan melalui pemantauan kualitas udara dan air berbasis sensor. DLH menempatkan alat monitoring di beberapa titik strategis untuk mengukur tingkat polusi udara, kualitas air sungai, dan tingkat kebisingan. Data dari sensor tersebut membantu mendeteksi potensi pencemaran lebih cepat sehingga tindakan pencegahan dapat segera diambil. Inovasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan lingkungan sekaligus keamanan masyarakat.Program edukasi lingkungan berbasis komunitas juga menjadi terobosan yang terus dikembangkan. DLH Banjarbaru bekerja sama dengan sekolah, karang taruna, komunitas sepeda, hingga organisasi pecinta alam untuk melaksanakan berbagai kegiatan lingkungan seperti penanaman pohon, bersih-bersih sungai, pengelolaan sampah organik, hingga kampanye literasi lingkungan. Melalui pendekatan komunitas, pesan-pesan pelestarian lingkungan lebih mudah diterima dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.Salah satu inovasi yang cukup menarik adalah pengembangan kompos organik skala rumah tangga. DLH mengadakan pelatihan teknis bagi warga untuk mengolah sampah dapur menjadi kompos menggunakan metode takakura atau komposter tertutup. Kompos yang dihasilkan kemudian dapat digunakan untuk tanaman di rumah maupun disalurkan ke taman kota. Program ini tidak hanya mengurangi sampah organik yang selama ini mendominasi TPA, tetapi juga mendukung program penghijauan kota secara menyeluruh.Dalam rangka mengurangi emisi karbon, DLH Banjarbaru juga mendukung penggunaan transportasi ramah lingkungan melalui kampanye Hari Tanpa Kendaraan Pribadi di beberapa kawasan tertentu. Selain itu, jalur sepeda dan fasilitas pejalan kaki terus dibenahi untuk mendorong gaya hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan.Melalui berbagai inovasi tersebut, DLH Banjarbaru membuktikan bahwa pembangunan kota dapat selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan sektor usaha menjadi kunci keberhasilan berbagai program yang dijalankan. Dengan semangat berkelanjutan dan inovasi, Banjarbaru semakin dekat untuk menjadi kota ramah lingkungan yang tidak hanya bersih dan hijau, tetapi juga memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warganya.Upaya DLH Banjarbaru ini menjadi contoh bahwa inovasi lingkungan bukan sekadar program jangka pendek, tetapi investasi penting untuk masa depan kota. Dengan komitmen yang kuat, Banjarbaru berpotensi menjadi salah satu kota dengan pengelolaan lingkungan terbaik di Kalimantan Selatan.
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.
11-06-2014 06:21
Obesitas ialah kelebihan berat tubuh yang disebabkan oleh banyak lemak dalam badan. Waktu ini obesitas tidak cuma menyebabkan persoalan yang terkait dengan kecantikan saja atau sebatas indah lantaran tidak tampak langsing, tetapi obesitas mengakibatkan sangat banyak penyakit serta masalah kesehatan. Penyakit yang paling umum menyerang pada seseorang obesitas ialah jantung, diabetes serta tekanan darah tinggi. Satu diantara pemicu obesitas ialah pola makan serta pola hidup yang salah. Awalilah dengan mengubahnya jadi tambah baik. Dengan demikian Anda bisa turunkan berat tubuh. Tak cuma itu, menambah kesibukan fisik serta tingkah laku dapat juga menolong Anda terlepas dari obesitas. Obesitas dapat disebutkan bila indeks saat badan seorang atau Body Mass Index (BMI) -nya meraih 30 atau lebih. Indeks massa badan (BMI) dapat dihitung lewat cara berat tubuh (kg) dibagi dengan tinggi tubuh (cm). Rumus perhitungan BMI ialah : berat tubuh : (tinggi tubuh/100) 2 Umpamanya, berat tubuh Anda 50 kg serta tinggi tubuh Anda 160 cm. BMI = 50 dibagi (160/100) 2= 50 : 2, 56 = 19, 53  Baca juga : Kiat Mencegah Kanker Prostat Bila akhirnya di bawah 18.5 itu berarti berat Anda di bawah standard atau terlampau kurus, lalu apabila akhirnya 18.5 – 24, 9 bermakna berat tubuh Anda normal, sedang apabila akhirnya 30 atau lebih Anda terhitung dalam kelompok obesitas. Pemicu Obesitas Walau faktor genetik dapat juga punya pengaruh pada berat tubuh yang bisa berisiko obesitas, tetapi beberapa faktor berikut dapat juga punya pengaruh. • Pola hidup yang jelek. Pola hidup yang jelek dapat juga memengaruhi berat tubuh, seperti makan makanan berkalori tinggi (terutama saat malam hari), mengonsumi makanan cepat saji, serta minuman tinggi kalori. • Tak melakukan aktivitas. Bila Anda tak memiliki kesibukan apa pun, cuma berdiam diri serta bermalas-malasan, Anda tak akan membakar lemak dalam badan. Tetapi, bila Anda banyak beraktivitas serta kerap olahraga maka bakal menolong Anda dalam membakar lemak. • Diet yang salah. Dengan melupakan sarapan ialah langkah diet yang salah. Umumnya bila Anda melupakan sarapan lantaran tengah diet, Anda bakal makan semakin banyak pada waktu makan siang. Hal inilah yang bikin berat tubuh lebih cepat naik. • Kurangnya saat tidur. Seorang yang tidur kurang dari tujuh jam /hari bisa memengaruhi hormon yang bisa menambah nafsu makan. • Konsumsi obat spesifik. Beberapa tipe obat bisa menyebabkan obesitas, seperti obat diabetes, obat anti kejang, obat antipsikotik steroid serta beta blocker. • Hamil. Sepanjang kehamilan umumnya seseorang wanita alami kenaikan berat tubuh yang cukup penting. Sesudah bayi lahir, umumnya mereka susah untuk turunkan berat tubuh seperti awal mulanya.  Baca juga : Diet Sehat untuk Penderita Hipertensi Komplikasi Kecuali menyebabkan resiko penyakit seperti diabetes, jantung serta darah tinggi. Obesitas juga berisiko menyebabkan beberapa penyakit dibawah ini, seperti : • Kolesterol tinggi serta trigliserida • Diabetes jenis 2 • Sindrom metabolik, gabungan pada gula darah yang tinggi, desakan darah tinggi, trigliserida serta kolesterol tinggi • Stroke • Kanker, terhitung kanker rahim, leher rahim, ovarium, payudara, usus besar, rektum serta prostat • Depresi • Penyakit kandung empedu • Persoalan ginekologi, seperti menstruasi yang tak teratur serta kesuburan • Disfungsi ereksi serta kesehatan seksual, yang karena ada penyumbatan lemak yang menyebabkan ada penyempitan arteri ke alat kelamin • Persoalan kulit Diagnosis Beberapa tes bakal dikerjakan untuk tahu apakah Anda obesitas atau tak. Beberapa tes yang bakal dikerjakan dokter umumnya ialah : • Mengkalkulasi Body Mass Index (BMI) Anda • Mengukur lingkar pinggang Anda. Lemak umumnya ada di seputar pinggang atau perut, yang dapat menyebabkan penyakit diabetes serta jantung. Wanita dengan lingkar pinggang kian lebih 35 inci serta lelaki kian lebih 40 inci mempunyai kemungkinan semakin besar pada beragam penyakit di banding yang mempunyai ukuran pinggang lebih kecil • Kontrol fisik dengan cara umum, mencakup, tinggi tubuh, desakan darah, detak jantung, suhu badan, manfaat paru-paru serta keadaan perut Anda • Teliti darah. Dengan kontrol ini Anda bisa tahu beberapa penyakit yang barangkali Anda punyai. Penanganan Maksud utama dari perawatan obesitas ialah tercapainya kehidupan yang sehat serta berat tubuh ideal. Adapun langkah untuk meraih maksud itu ialah dengan berdiet dengan : • Kontrol pola makan sehat dengan makan makanan rendah kalori • Kerjakan olahraga dengan cara teratur serta kesibukan lain • Tanyakan dengan dokter untuk melatih pola makan serta kekhawatiran waktu susah untuk berdiet • Mencari dorongan untuk menolong Anda dalam turunkan berat tubuh seperti, rekan, keluarga, teman dekat serta beberapa orang di seputar. • Ganti pola hidup jadi lebih sehat serta teratur.