Waktu Posting : 21-06-2014 09:41 | Dibaca : 2539x
25-04-2014 20:50
Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi) - Tidak semua kasus darah tinggi atau hipertensi terelakkan. Bila itu menjadi bagian dari hidup Anda, bagaimana bisa tetap sehat berdampingan dengan kondisi itu? Mungkin tak bisa ditumpas, tetapi darah tinggi bisa dijinakkan. Caranya? Prinsipnya seberapa bisa tekanan darah dipertahankan pada nilai yang optimal. Terlebih pada mereka yang berisiko, seperti ada keturunan darah tinggi. Demikian pula bila mengidap pula kencing manis (diabetes melitus), lemak darah abnormal (kolesterol, trigliserida), dan ada riwayat gangguan jantung. Darah tinggi bergabung dengan keadaan tersebut bersifat memperburuk. Bukan saja tidak bijak kelewat cepat minum obat medis, seberapa bisa tidak perlu minum obat dulu. Kalau tanpa minum obat tensi darah masih bisa ditekan normal, obat jangan dipilih dulu. Obat baru diminum apabila dengan cara-cara tanpa obat, tensi masih berada di atas normal. Sedapat mungkin tensinya optimal. Apa sajakah cara-cara tanpa obat itu? Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker Pertama, bila berat badan lebih dari berat idealnya, turunkan dulu sampai ideal. Berat badan ideal diukur dengan BM (Body Mass Index), yakni berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (M) pangkat dua. Bila indeksnya 23-25, berarti ideal. Di atas 25 kegemukan, di bawah 23 mungkin kurus. Seraya dengan menurunkan berat badan sampai ideal, perlu diet rendah garam. Bukan tawar sama sekali, melainkan membatasi saja. Tanpa sadar, konsumsi garam dari menu harian kita rata-rata lebih tinggi tiga kali lipat dari yang tubuh butuhkan. Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi) orang dengan kultur modern sering disebabkan oleh kelebihan sodium (natrium) dalam darah, khususnya pada tubuh yang salt sensitive. Hipertensi masyarakat di pedesaan yang hidupnya lebih papa, juga sering gara-gara menu hariannya yang serba asin (ikan asin, kecap asin). Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi) Selain itu, perlu rutin bergerak badan (olahraga). Tak perlu olahraga atau senam khusus, dengan memilih rutin jalan kaki cepat ( brisk walking), dengan laju 100 M/menit, atau 6 Km/jam, selama 40-45 menit, lima kali seminggu, tensi darah diharapkan terbantu untuk turun. Berat badan menjadi ideal, diet rendah garam, dan gerak badan teratur, mendukung upaya penurunan tensi darah. Selebihnya cukup kalium (dari buah-buahan) dan kalsium. Kalium dan kalsium membantu mengendurkan tensi darah juga. Lain dari itu, jiwa juga perlu tenang, tidak stres, dan hidup tidak tergesa-gesa. Perlu ada waktu untuk bersilaturahmi, ada orang yang mau mendengar isi hati, berekreasi, dan perlu hidup lebih santai. Orang yang tak ada riwayat darah tinggi, tensinya bisa mendadak melonjak kalau pikirannya lagi gundah. Pada kasus demikian, langsung memberinya obat pun tidak arif karena tahu sejatinya dia bukan kasus darah tinggi sejati. Baca juga : Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi Demikian pula orang yang takut kepada dokter (white coat hypertension). Begitu ketemu dokter, darahnya langsung tinggi. Namun, tak demikian kalau mengukurnya sendiri di rumah. Kasus demikian harus bijak ditanggapi. Memberinya obat berarti mencelakakan lantaran begitu keluar dari kamar praktik dokter, tensinya sudah normal lagi. Pemberian obat di sini hanya menambah anjlok tensi darahnya. Untuk mengganti obat medis bisa dicoba beberapa obat herbal yang terbuat dari bahan alami berkhasiat yang secara ilmiah sudah terbukti. Sebut saja mengkudu, buah naga, kulit manggis, daun sirsak, seledri, mentimun, belimbing, dan bawang putih. Kalau bisa pilih yang sudah buatan farmasi dan berizin Depkes karena pasti berbeda khasiatnya bila dikonsumsi langsung dari bahan mentahnya. Jus Ultra Noni tentu lebih berkhasiat dari sekian buah mengkudu yang Anda blender atau peras sendiri. Tak cukup makan mentahnya sebab butuh proses dengan teknologi tinggi untuk menyaripatikan zat berkhasiat yang ada dalam mengkudu.
04-07-2024 13:21
Angina atau angin duduk sudah menjadi momok batu-baru ini. Angin duduk ini selalu dikaitkan erat dengan penyakit jantung atau henti jantung atau sering disebut serangan jantung. Memang demikian adanya, untuk itu Anda yang memiliki penyakit jantung atau pernah mengalami angin duduk harus selalu menjaga kesehatan. Namun, saat Angina sebaiknya kenali 6 bahan alami yang terbukti sangat meringankan. Teh Rosella Teh selalu menenangkan bagi Anda yang sedang tidak enak badan. Namun, Teh Rosella ini berbeda, selain menenangkan juga menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Teh Rosella ini jika diminum dalam keadaan hangat akan memberikan efek baik bagi pencernaan dan kesehatan jantung Anda. Mengkonsumsi teh ini setiap hari dan rutin dapat mencegah Angina datang. Bawang Putih Mengkonsumsi 2-3 siung bawang putih setiap hari dapat menghilangkan plak pada arteri sehingga Anda akan terhindar dari Angin Duduk. Almond Gejala Anda terserang angin duduk adalah rasa mual dan keinginan muntah yang terjadi secara bersamaan. Ini sangat mengganggu dan terasa sakit. Untuk menenangkan kerongkongan Anda, minumlah segelas susu Almond. Selain menenangkan, kandungan Almond juga dapat menetralkan asam. Cuka Sari Apel Saat Anda merasa sedang terserang angin duduk, tidak ada salahnya segera minum satu sendok makan cuka sari apel untuk sekedar meredakan gejala ringan angin duduk. Daun Kemangi Aroma kemangi ini sangat khas dan berkhasiat, terutama untuk meringankan angin duduk yang sedang Anda derita. Mengunyah beberapa daun kemangi setiap pagi hari akan membuat Anda terhindar dari angin duduk. Lebih segar lagi jika Anda membuat jus kemangi dan meminumnya rutin. Tubuh akan membuat imun dari daun kemangi ini. Lemon Lemon ini lebih kepada pencegahan angin duduk karena dengan mengkonsumsinya rutin dapat meluruhkan lemak dan kolesterol serta mencegah penyumbatan pada pembuluh darah Anda. Peras lemon dan campurkan madu untuk lebih memberikan rasa dan manfaat tambahan. Selain 6 bahan di atas, cobalah konsumsi anggur. Anggur sudah terbukti dengan banyak penelitian yang sudah dilakukan bahwa memiliki peran penting bagi kesehatan jantung Anda. Jadi mengkonsumsi jantung dapat menghindarkan Anda dari angin duduk.
14-07-2014 08:26
Berbagai dekade paling akhir bila kita memperhatikan kembali persoalan kesehatan di Indonesia maka didapat pergeseran yang cukup penting dari pola penyakit infeksi jadi penyakit kronik seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, serta stroke. Pergeseran pola penyakit ini di pengaruhi oleh banyak aspek, satu diantaranya ialah gaya hidup orang-orang yang saat ini beralih. Gaya hidup yang disebut dapat dilihat dari sisi nutrisi, manajemen stres, serta kegiatan fisik. Spesial tentang kegiatan fisik, mari kita perhatikan kembali aktivitas yang kita kerjakan selama 24 jam ini, apakah kita telah memasukkan daftar olahraga di dalamnya? Baca juga : Kenalilah Gejala Batu Empedu Seberapa kerap saat kita olahraga dibanding saat untuk duduk? Resiko penyakit kronik Beberapa besar orang yang banyak menggunakan waktunya untuk duduk serta tidak sering melakukan kegiatan fisik mempunyai resiko penyakit kronik lebih tinggi di banding orang yang cukup melakukan kegiatan fisik setiap harinya. Kegiatan duduk kerap dikatakan pula sedentary behaviour ini terhitung ketika ditempat bekerja, transportasi, melihat tv, serta dirumah yang banyak dikerjakan oleh pekerja kantor serta mahasiswa. Suatu riset dari Kansas State University pada 63. 048 pria berumur 45 serta 65 tahun sempat dikerjakan untuk hal semacam ini. Kaum partisipan studi isi survey perihal keadaan kronik yang mereka punyai serta seberapa banyak mereka duduk. Pria yang duduk lebih dari 4 jam /hari mempunyai insidensi menanggung derita penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, kanker atau desakan darah tinggi semakin besar. Semakin lama saat yang di habiskan untuk duduk tiap-tiap hari, semakin tinggi resiko terserang penyakit kronik. Penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah meningkat Sedentary behaviour mempunyai pengeluaran daya yang amat rendah kira–kira 1, 5 metabolic equivalent units (METs), hingga metabolisme badan jadi lebih rendah juga. Pembakaran kalori jadi amat lambat lantaran otot–otot badan tak banyak konsumsi daya, serta berlangsung pembentukan trigliserida serta LDL (low density lipoprotein—dikenal pula semacam kolesterol jahat—adanya hal semacam ini bisa menyebabkan penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah) makin meningkat. Baca juga : Ingin Sehat, Kurangi Konsumsi Garam Pola metabolisme ini bakal mengakibatkan timbulnya beragam jenis penyakit kronik. Penyakit kronik tak berkenaan dengan indeks massa badan, hingga orang–orang yang mempunyai badan ideal maupun kurus terus berisiko terserang penyakit kronik. Sisipkan kegiatan fisik Ada berbagai jalan untuk menyisipkan kegiatan fisik di sela–sela aktivitas sedentary behaviour, yakni : Jauhi ada di depan computer bila tiada yang hal utama yang ditangani Upayakan melakukan relaksasi atau peregangan otot setiap satu jam dari duduk terus-menerus Berjalanlah waktu pergi ke tempat–tempat yang dekat dengan jarak tempuh 5-15 menit Tambah baik olahraga dengan rekan–teman diakhir minggu dibanding hang out makan atau nonton bersama Batasi saat melihat TV Berolahragalah minimum 30 menit tiap-tiap hari Memperbanyak minum air putih.