Waktu Posting : 23-10-2014 04:05 | Dibaca : 2953x
30-06-2014 13:04
Merokok membunuhmu. Memang benar adanya. Selain berpengaruh langsung pada kesehatan paru-paru, merokok mengakibatkan persoalan pada gigi, diantaranya : Bau mulut. Pergantian warna gigi. Peradangan bukaan kelenjar ludah di langit-langit mulut. Meningkatnya timbunan plak serta tartar pada gigi. Hilangnya tulang dalam rahang meningkat. Resiko leukoplakia meningkat, yakni bercak putih didalam mulut. Resiko penyakit gusi meningkat, yang disebut pemicu utama hilangnya gigi. Sistem pengobatan sesudah pencabutan gigi, perawatan periodontal, atau bedah mulut jadi tambah lama. Prosedur implan gigi mempunyai tingkat kesuksesan yang lebih rendah. Resiko kanker mulut meningkat. Bagaimana Merokok Mengakibatkan Penyakit Gusi? Rokok serta hasil olehan tembakau yang lain bisa mengakibatkan penyakit gusi lantaran memengaruhi lekatan tulang serta jaringan lunak pada gigi Anda. Dengan cara lebih khusus, merokok nampaknya mengganggu manfaat normal dari beberapa sel jaringan gusi. Masalah itu bikin perokok lebih rawan pada infeksi, seperti penyakit periodontal, serta nampaknya pula mengganggu aliran darah ke gusi, yang bisa memengaruhi pengobatan luka. Baca juga : Beberapa Fakta Kegiatan Seks terhadap Kesehatan Apakah Pipa Rokok serta Cerutu Mengakibatkan Persoalan Gigi? Ya bisa. Sama halnya rokok, cerutu serta pipa rokok bisa mengakibatkan persoalan kesehatan mulut. Menurut hasil riset yang diterbitkan dalam Journal of American Dental Association, perokok cerutu alami gigi keropos serta tulang alveolar keropos (yakni keroposnya sisi tulang rahang sebagai jangkar gigi) dengan kecepatan yang setara dengan perokok. Perokok pipa pula mempunyai resiko gigi keropos yang sama juga dengan perokok. Diluar resiko ini, perokok pipa serta cerutu tetap memiliki resiko terkena kanker oral serta faring (tenggorokan), meskipun bila mereka tak hirup rokok serta konsekwensi yang lain seperti bau mulut, gigi bernoda, serta penambahan resiko penyakit periodontal (gusi). Apakah Hasil Olahan Tembakau Yang Tidak Berasap Aman? Sama halnya dengan cerutu serta rokok, hasil olahan tembakau tidak berasap (umpamanya tembakau yang dihirup serta dikunyah) memiliki kandungan sekurang-kurangnya 28 bahan kimia yang sudah dapat dibuktikan menambah resiko kanker mulut dan kanker tenggorokan serta kerongkongan. Juga, mengunyah tembakau memiliki kandungan kandungan nikotin semakin banyak dari rokok, hingga mengakibatkan pemakainya lebih susah untuk berhenti. Demikian pula dengan satu kaleng tembakau yang dihirup, bisa menyajikan semakin banyak nikotin kian lebih 60 rokok. Tembakau tiada asap bisa merangsang jaringan gusi Anda, mengakibatkan gusi berkurang dari gigi Anda. Sesudah jaringan gusi berkurang, akar gigi jadi terbuka, hingga bisa menambah resiko gigi membusuk (tooth decay). Akar gigi yang terbuka pula lebih peka pada iritasi panas serta dingin atau yang lain, hingga bikin makan serta minum jadi tak nyaman. Kecuali itu, bahan gula yang kerap ditambahkan untuk menambah rasa tembakau tiada asap bisa menambah resiko gigi membusuk. Suatu riset yang diterbitkan dalam Journal of American Dental Association memperlihatkan bahwasanya pemakai tembakau kunyah empat kali memungkinkan meningkatkan gigi membusuk dibanding yang tak memakainya. Tembakau tiada asap pula umumnya memiliki kandungan pasir serta kerikil halus, yang bisa bikin gigi Anda aus. Menghilangkan Rutinitas Tembakau Tiada memperhatikan berapakah lama Anda sudah memakai produk tembakau, bila Anda berhenti memakainya saat ini, maka resiko serius untuk kesehatan Anda bakal menyusut. Sebelas tahunan sesudah berhenti merokok, kemungkinan bekas perokok terkena penyakit periodontal (gusi) tak jauh tidak sama dibanding beberapa orang yang tak sempat merokok. Juga, dengan menurunkan frekuensi Anda merokok bisa menolong mengurangi resiko terkena penyakit gusi. Satu riset mendapatkan bahwasanya perokok yang menurunkan rutinitas merokok mereka jadi kurang dari 1/2 bungkus satu hari cuma mempunyai resiko meningkatkan penyakit gusi tiga kali semakin besar dari non perokok. Angka ini memberi arti lebih rendah dibanding resiko orang yang merokok melebihi satu 1/2 pak /hari yakni enam kali lebih tinggi dari non perokok. Riset lain yang dipublikasikan dalam Journal of the Association American Dental mendapatkan bahwasanya penyakit mulut lesi leukoplakia bisa seutuhnya pulih dalam kurun waktu 6 minggu dari 97.5% pasien pemakai olahan tembakau tiada asap berhenti memakai buatan itu. Berbagai statistik dari American Cancer Society tunjukkan berbagai argumen serius lain untuk berhenti merokok. Mereka menyebutkan bahwasanya : Kira-kira 90% dari pasien kanker mulut, bibir, lidah, serta tenggorokan memakai tembakau, serta resiko terkena kanker ini meningkat bersamaan meningkatnya frekuensi merokok atau mengunyah tembakau serta lamanya merokok. Perokok mempunyai kemungkinan enam kali semakin besar dibanding non perokok untuk meningkatkan kanker ini. Seputar 37% dari pasien yang terus merokok sesudah kanker mereka membaik, bakal meningkatkan kanker ke-2 kalinya dari kanker mulut, bibir, lidah, serta tenggorokan. Jumlah ini semakin besar dibanding dengan mereka yang berhenti merokok yakni 6%. Baca juga : Kenali Faktor Risiko Akibat Kolesterol Tinggi Bagaimana Saya Bisa Berhenti Memakai Tembakau? Untuk berhenti memakai tembakau, dokter gigi atau dokter barangkali bisa menolong meredakan ketagihan nikotin Anda dengan obat-obatan, seperti permen karet serta patch nikotin. Sebagian dari buatan ini adalah obat OTC, sedang sebagian yang lain membutuhkan resep dokter. Obat lain (seperti Zyban) membutuhkan resep dokter. Kelas berhenti merokok serta grup pendukung kerap dipakai berbarengan dengan terapi obat. Program ini di tawarkan lewat rumah sakit lokal di masyarakat Anda serta terkadang lewat pemberi kerja atau perusahaan asuransi kesehatan Anda. Tanyakan pada dokter atau dokter gigi untuk info tentang program-program sejenis yang barangkali mereka ketahui. Obat herbal serta pula hipnosis serta akupunktur adalah pengobatan lain yang barangkali bisa menolong Anda menghentikan rutinitas menggunakan tembakau.
09-02-2021 14:01
Sering tidur tanpa menggunakan bantal? Hati-hati ya, karena secara medis ada sejumlah bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal. Tidur tanpa bantal bisa mengancam kesehatan. Karena tidur dengan menggunakan bantal merupakan cara beristirahat yang ideal serta disarankan oleh para medis. Hal tersebut dikatakan oleh Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher, dr.Arina Ikasari Muhtadi Sp. THT-KI yang dikutip dari laman kompas.com. Lebih lanjut lagi menurutnya bahwa menggunakan bantal ketika tidur merupakan suatu keharusan karena bantal bisa memberikan efek yang positif pada tubuh manusia ketika terlelap. Tidur tanpa menggunakan bantal bisa menyebabkan bahaya terutama pada seseorang dengan kondisi tertentu.  Beberapa bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal di antaranya adalah : Sakit leher dan punggung Dilansir darilaman Medical News Today bahwa beberapa orang yang tidur tanpa menggunakan bantal dengan posisi telentang maupun menyamping bisa menyebabkan sakit leher dan punggung. hal tersbeut karena ada tekanan pada leher bila tidur tanpa bantal. Selain itu juga bisa mengganggu kualitas tidur dan memicu sakit tidak hanya pada leher tetapi juga pada punggung. Risiko terkena penyakit refluks Bantal mempunyai berbagai fungsi serta manfaat bagi tubuh dan kesehatan tubuh. Dan salah satu fungsi yang terpenting dari bantal yaitu bisa membantu meninggikan kepala ketika tidur dengan posisi minimal 30 derajat atau seukuran satu bantal. Dr Arina menyebutkan bila orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur tanpa bantal jauh lebih berisiko terkena penyakit refluks atau penyakit asam lambung. Ini karena posisi kepala sejajar atau tidak lebih tinggi dari bagian badan ketika tidur. Berbahaya bagi penderita sakit jantung Bantal dianjurkan bagi orang-orang yang menderita sakit jantung atau yang pernah mengalaminya. Dan bahkan sebaiknya orang-orang yang pernah memiliki riwayat jantung sebaiknya menggunakan dua bantal agar jantung lebih mudah bekerja. Oleh karena itu tidur tanpa bantal bisa berbahaya pada kesehatan para penderita penyakit jantung karena membuat jantung bekerja ekstra.  Itulah beberapa bahaya yang bisa terjadi bila tidur tanpa menggunakan bantal sehingga sebaiknya bila anda tidur menggunakan bantal.Â
22-05-2015 12:22
Siapa yang tidak tahu bagaimana cara membuat jus buah yang enak? Siapapun pasti dapat membuat jus buah yang enak, namun apakah kita tahu ada beberapa buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam bentuk jus, atau ada beberapa buah yang sebaiknya tidak dijadikan satu ketika diblender? Buah memang mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, namun ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk cara membuat jus buah yang enak, dan tentunya menyehatkan untuk tubuh. 1. Sortir buah Yang pertama kali harus kita lakukan adlah mensortir buah yang akan dibuat minuman jus. Sebaiknya pilih buah yang masih dalam keadaan segar, jangan pilih yang sudah layu. Karena kandungan nutrisi dan juga gizi yang ada dalam buah itu tentunya sudah hilang, atau bahkan dapat menjadi penyakit, karena ada beberapa kuman yang menempel. Baca juga : 3 Kesalahan Dalam Pengolahan Jus yang Harus Dihindari 2. Menggunakan gula yang baik Ada beberapa jus buah yang dapat menggunakan pemanis dan ada baiknya minuman jus tersebut tidak menggunakan gula karena rasanya sudah manis. Gula yang sebaiknya digunakan adalah dalam bentuk cair, bukan dalam bentuk kristal, agar mudah larut. 3. Menggunakan air Ketika kita menggunajan juicer tentunya kita tidak akan membuatuhkan air, namun ketika kita menggunakan blender, maka kita membutuhkan air dalam jumlah tertentu. Kita dapat meggunakan air dingin, air dalam suhu nornal atau air es. 4. Menggunakan susu atau tidak Ada beberapa buah-buahan yang dapat kita kombinasikan dengan susu, dan ada beberapa jenis jus buah yang sebaiknya tidak menggunakan susu, agar tidak mengubah atau merusak nutrisi atau kandungan vitamin C yang ada dalam buah tersebut. Baca juga : Waspada Dengan Kolesterol Tinggi yang Mengintai 5. Kombinasi beberapa buah Jika kita berniat untuk mengkombinasikan beberapa buah, seperti buah strawberry dan juga buah melon, atau buah yang lainnya, ada baiknya jika memperhatikan komposisi rasa dan juga aroma. Ada baiknya menggunakan komposisi yang tepat, agar rasa jus tetap enak, dan aroma yang dihasilkan juga enak. Cara membuat jus buah yang enak ini memang mudah, dan tentunya akan membuat tubuh menjadi sehat, untuk keterangan lebih lengkap dapat menghubungi www.kesehatan.tips.