Manfaat Origami Untuk Kesehatan Pikiran

Additional Image

Waktu Posting : 23-10-2014 04:05 | Dibaca : 2881x

Seperti yang telah Anda kenali, origami adalah seni melipat kertas yang populer datang dari dan di kembangkan di Jepang. Semacam hoby origami memanglah tampak gampang serta amat remeh, namun bila dipandang semacam suatu hal yang mendidik, origami mempunyai peran yang amat besar. Wah apa sajakah sih manfaat dari seni melipat kertas ini?
 
Baca juga : Rahasia Hidup Sehat Ekonomis

Seperti yang sudah ditulis oleh simpleepaper origami adalah seni melipat kertas jadi satu bentuk atau deskripsi spesifik seperti hewan, tumbuhan, tokoh kartun, maupun benda-benda yang lain. Suatu hasil origami adalah satu hasil kerja tangan yang amat cermat. Lewat origami ini Anda bakal belajar perihal beberapa hal terlebih perihal kesabaran. Anda bakal pula dapat meningkatkan daya imajinasi, ketrampilan tangan, melatih motorik halus, dan belajar untuk menghormati satu karya.

Nyatanya, origami ini pula diakui untuk menaikkan kecerdasan seorang. Origami bisa tingkatkan kekuatan matematika. Dalam proses lipat-melipat pasti berlangsung perhitungan, membagi kertas jadi berbagai lipatan, atau bagaimanakah membagi kertas itu jadi berbagai sisi yang sama besar. Sesudah itu saat suatu hasil lipatan origami yang telah jadi di buka kembali, bakal tampak pola-pola simetris dari garis sisa lipatan. Ini terang adalah sisi dari evaluasi matematika.
 
Baca juga : Tingkatkanlah Kesehatan Mental dan Kreativitas Anda dengan 5 Cara Ini
 
Origami ini pula bentuk evaluasi seni. Anda pula bakal belajar mengerti proses melalui origami ini. Suatu pelajaran paling utama yang dapat di ambil adalah dalam kehidupan ini tiada yang instan. Seluruhnya pasti ada bagian yang perlu dilewati. Anda bakal belajar perihal perjuangan serta jadi seorang yang tak tidak mudah menyerah. Tertarik mencobanya?

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Tradisi Mudik Juga Ada di Beberapa Negara ini

30-04-2022 01:14

  Di Indonesia, tradisi mudik kerap diidentikkan dengan Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini merupakan aktivitas pulang atau kembali ke kampung halaman yang dilakukan oleh para perantau atau pekerja migran. Selain Indonesia, sejumlah negara di luar negeri tampaknya juga memiliki tradisi mudik menjelang lebaran.  Dilansir dari pssat.ugm.ac.id, aktivitas mudik ini mulanya menjadi sangat populer setelah kemerdekaan RI, tepatnya pada 1960-an. Kala itu, masyarakat berbondong-bondong ke Jakarta untuk mengais rejeki ke ibu kota baru Indonesia tersebut. Ketika menjelang lebaran tiba, mereka merasa rindu dengan kampung halamannya dan memutuskan untuk kembali.  Sejak saat itu, fenomena mudik menjadi tradisi khas saat menjelang lebaran. Namun, tak hanya di Indonesia saja yang punya tradisi mudik. Di luar negeri pun terdapat tradisi mudik ini dengan pemaknaan dan istilahnya masing-masing. Dirangkum Tempo dari berbagai sumber, berikut lima negara yang memiliki tradisi mudik:  1. China  Di China, tradisi mudik tidak hanya berlangsung saat Lebaran, melainkan terjadi pada saat perayaan tahun baru Imlek. Mengutip ibtimes.co.uk, perayaan Imlek di China jauh lebih meriah ketimbang Hari Raya Idul Fitri. Momen tersebut banyak dimanfaatkan warganya untuk pulang ke kampung halaman atau mudik agar dapat merayakan bersama keluarga.  2. India  Tradisi mudik di India yang terbesar berlangsung saat perayaan Festival of Lights alias Diwali. Perayaan yang terjadi setiap Oktober atau November itu sama meriahnya dengan perayaan Idul Fitri di sejumlah negara-negara Islam. Warga India akan beramai-ramai kembali ke kampung halaman mereka. Bahkan, fenomena mudik di India ini lebih heboh ketimbang di Indonesia, seperti dikutip dari rediff.com.  3. Bangladesh  Seperti halnya di Indonesia, sebagian besar warga Bangladesh merantau ke kota-kota besar untuk bekerja dan memperbaiki nasib. Setiap menjelang perayaan hari besar, seperti Idul Fitri mereka akan pulang ke kampung halaman untuk merayakannya bersama sanak keluarga. Aktivitas mudik ini menjadi agenda tahunan yang wajib dilakukan para warga Bangladesh yang merantau.  4. Pakistan  Menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya jalur-jalur utama penghubung antar wilayah di Negara Pakistan akan terlihat penuh sesak. Tentunya, hal itu dipenuhi oleh kendaraan para pemudik serta angkutan umum yang hendak melangsungkan perjalanan ke kampung halaman. Melansir newspakistan.pk, pemerintah Pakistan akan melibatkan pihak kepolisian untuk bersiaga melancarkan arus mudik ini.  5. Arab Saudi  Fenomena mudik juga dilakukan oleh warga muslim di Arab Saudi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sama halnya dengan di Indonesia, keluarga di kampung halaman akan mendekorasi rumahnya seindah mungkin dan menyiapkan aneka masakan khas lebaran guna menyambut anggota keluarga lain yang akan berkunjung.   

Featured Image
Obesitas Bisa Merusak Kesehatan Dan Penampilan

18-06-2014 14:29

Obesitas kerapkali dikira sebuah situasi sesaat yang dapat diatasi selama beberapa bulan  dengan melakukan diet yang ketat. Ini ialah asumsi yang salah. Tiap-tiap orang memanglah membutuhkan beberapa lemak tubuh untuk menyimpan tenaga, penyekat panas, penyerap guncangan serta yang lain. Tetapi dalam jumlah berlebihan, timbunan lemak malah bakal merugikan metabolisme tubuh. Ada tiga langkah penghitungan untuk memastikan klasifikasi berat tubuh Anda. Pertama ialah penghitungan simpel untuk tahu berat tubuh ideal yakni tinggi tubuh dikurangi 100, jumlahnya dikali satu kilogram. Yang ke-2 ialah mengkalkulasi lingkar pinggang. Batas lingkar pinggang normal untuk wanita ialah lebih kecil dari 80 cm serta lebih kecil dari 90 cm untuk pria. Lemak yang ada di daerah perut lebih beresiko lantaran bakal masuk ke dalam metabolisme badan. Misalnya, bila lemak menutupi hati, tugas hati bakal terganggu serta lama-lama bakal rusak.   Baca juga : Inilah 3 Pilar Agar Tubuh Ideal Yang ketiga ialah penghitungan Indeks Massa Badan (IMT), yakni pengukuran yang memperbandingkan berat tubuh serta tinggi tubuh. Rumus matematika IMT ialah berat tubuh (kilogram) dibagi dengan tinggi tubuh (mtr.) pangkat dua. Menurut ukuran yang diputuskan Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) untuk daerah Asia Pasifik, idealnya orang mempunyai IMT pada 18,5 – 22,9. Bahaya laten yang mengancam Penumpukan lemak pada penderita obesitas bisa menambah kemungkinan terjadinya Beberapa penyakit menahun seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, radang tulang dan sendi, tekanan darah tinggi, masalah hormonal, stroke, penyakit kantung empedu, jantung, kanker, masalah pernapasan dan masalah kardiovaskular. Diabetes jenis 2, misalnya, berlangsung lantaran glukosa yang ada didalam darah tak bisa masuk ke dalam sel yang tertutup lemak. Mengakibatkan, kandungan gula dalam darah tinggi. Tetapi lantaran sel tak memperoleh konsumsi yang harusnya, maka bakal timbul rasa lapar. Waktu kita kembali makan, siklus yang sama bakal terulang. Hal semacam ini selalu menambah kandungan gula dalam darah yang selanjutnya mengakibatkan diabetes jenis 2. Sesaat itu, komplikasi obesitas yang paling kerap dikeluhkan ialah radang tulang serta sendi. Obesitas bisa mengakibatkan beragam persoalan ortopedik seperti nyeri punggung bawah serta memperburuk osteoartritis, terlebih di sendi lutut serta pergelangan kaki. Hal semacam ini disebabkan trauma mekanis pada persendian disebabkan kelebihan berat tubuh.   Baca juga : Efek Gila Kerja dan Cara Mengatasinya Obesitas dapat juga menyebabkan masalah pernafasan lantaran penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma serta didalam dinding dada menghimpit paru-paru. Hal semacam ini bisa menyebabkan kesusahan bernapas walau penderita cuma beraktivitas mudah. Masalah pernapasan ini dapat juga berlangsung waktu tidur hingga mengakibatkan terhentinya pernafasan untuk tempo sesaat (apnea). Menanggung derita obesitas dapat juga menambah kemungkinan rusaknya otak Anda. Bersamaan dengan pertambahan umur, otak Anda bakal alami penyusutan (atrofi). Tetapi menanggung derita obesitas nyatanya bisa mempercepat prosesnya. Hal semacam ini sudah pasti kabar buruk lantaran atrofi otak disebut-sebut seperti satu diantara pemicu demensia. Sebuah riset atas 6.500 orang yang dikerjakan di California Utara, Amerika Serikat menunjukkan bahwasanya orang yang kelebihan berat tubuh di daerah perut di umur 40-an lebih memiliki resiko penyakit sukasia di umur 70-an. Apa yang mengakibatkan sistem penyusutan otak lebih cepat pada penderita obesitas belum di ketahui dengan cara pasti. Tetapi, obesitas di ketahui mengakibatkan beragam penyakit satu diantaranya tidur apnea yang mengakibatkan pasokan oksigen ke otak berhenti sepanjang sebagian detik. Hal semacam ini bisa mengakibatkan rusaknya otak. Jaringan lemak juga menyebabkan persoalan. Sel lemak keluarkan hormon leptin yang diprediksikan bertindak dalam perubahan Alzheimer.

Featured Image
Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran

18-06-2014 23:06

Pernahkah Anda menonton video di YouTube tentang telur yang matang lebih cepat karena pengaruh telepon genggam? Ancaman radiasi dari ponsel memang tak bisa dianggap sepele. Jika radiasi telepon genggam saja bisa membuat telur matang sempurna, apa jadinya telinga kita jika hampir setiap hari menempel dekat sekali dengan alat elektronik itu? Perdebatan mengenai bahaya gelombang elektromagnetik dan radiasi dari telepon seluler bagi kesehatan manusia sudah berlangsung sangat lama. Ada ilmuwan yang membenarkan mengenai bahaya tersebut, ada pula yang membantahnya. Dasarnya, penelitian seputar pengaruh telepon genggam terhadap manusia menunjukkan hasil yang berbeda. Namun, pada intinya semua perangkat yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik pasti bisa mempengaruhi tubuh manusia. Eksperimen sederhana seperti menggoreng telur menggunakan radiasi dari telepon genggam yang tengah aktif menunjukkan bahwa gelombang itu mengubah sesuatu yang organik. Baca juga : Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran  Eksperimen itu cukup masuk akal karena frekuensi yang digunakan telepon genggam mirip dengan microwave yang juga mengandalkan gelombang elektromagnetik, memang digunakan untuk memanaskan makanan dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi masalah adalah, penggunaan telepon genggam sangat dekat ke telinga dan otak yang sangat sensitif terhadap gelombang frekuensi tertentu. Orang yang secara rutin berdiri di dekat antena microwafe selama dua-tiga tahun dapat dipastikan akan sakit. Gelombang elektromagnetik dapat mempengaruhi struktur dalam tubuh, termasuk komposisi berbagai macam cairan dalam telinga seperti ion kalium, ion natrium, protein, serta berbagai enzim. Padahal cairan-cairan itu sangat penting dalam proses pendengaran. Penyebab gangguan pendengaran yang lebih signifikan sebenarnya adalah suara. Jangan pikir hanya suara keras seperti konser dan kegaduhan pabrik yang bisa membuat seseorang kehilangan pendengarannya. Suara musik dari pemutar musik MP3 juga berpotensi membuat pendengaran kita terganggu jika kita terbiasa menyetel volume musik di atas 60% dengan durasi lebih dari satu jam setiap hari. Paparan suara yang keras dapat merusak sensor yang berada di sel rambut dalam rumah siput telinga. Ironisnya, suara-suara itu menyerang frekuensi percakapan di atas 2.000 Hertz terlebih dahulu. Sementara itu, frekuensi percakapan itu berada pada 500 Hertz, 1.000 Hertz, 2.000 Hertz, dan 4.000 Hertz. Dengan begitu, banyak penderita gangguan pendengaran yang terlambat menyadari bahwa pendengarannya bermasalah. Baca juga : Tips Sukses Diet Sehat  Baik telepon genggam maupun suara gaduh bukanlah hal asing dalam hidup kita. Bagaimana pun harus diakui, kita tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari kedua hal tersebut. Telepon genggam (ponsel) misalnya, mengambil peranan penting dalam kelangsungan komunikasi kita. Sementara itu, kebisingan juga tak dapat terhindarkan terutama untuk masyarakat perkotaan. Yang bisa kita lakukan mungkin menekan risiko sampai sekecil mungkin, demi menghindarkan diri dan keluarga dari segala ancaman kesehatan. Ini bisa kita  lakukan dengan aktif melakukan pencegahan. Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran Gunakan handsfree untuk menerima panggilan dari telepon genggam. Semakin dekat telepon genggam dengan telinga, semakin besar pula potensi radiasi yang akan terpaapr pada kepala kita. Usahakan tidak menerima panggilan telepon terlalu lama. Pilih jenis telepon genggam dengan tingkat radiasi terendah. Jika suhu telepon genggam terasa meningkat alias memanas, sebaiknya jauhkan dari tubuh kita. Jauhkan telepon genggam dari anak-anak karena otak dan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan yang sangat sensitif terhadap segala potensi gangguan. Setel volume pemutar musik MP3 atau radio maksimal 60%. Sebaiknya tidak mendengarkan musik melalui earphone lebih dari satu jam. Hindari membiarkan anak-anak berada di pusat permainan di mall selama berjam-jam. Hindari berada di tempat bising seperti konser dan klub malam dalam waktu lama. Periksakan telinga ke dokter THT setiap 3-6 bulan sekali.

...