Waktu Posting : 26-05-2014 03:11 | Dibaca : 2435x
05-07-2016 05:07
Imunisasi merupakan salah satu cara mencegah penyakit berat pada anak. Infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi antara lain polio, campak, difteri, tuberkulosis, dan hepatitis B. Vaksin dibuat dengan melemahkan virus atau bakteri, namun dalam bentuk yang tidak membahayakan tubuh. Malah, bagian dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan itu akan membantu tubuh membentuk antibodi yang membuat anak menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Pada kasus peredaran vaksin palsu yang baru diungkap oleh kepolisian, diduga para tersangka pemalsuan vaksin mencampur cairan infus dengan antibiotik atau vaksin tetanus. Baca juga : Ingin Coba? Ternyata Ini Manfaat Pakai Kaos Kaki Isi Bawang Merah Menurut ahli vaksin, dr.Dirga Sakti Rambe Msc-VPCD, ada dua efek negatif pemberian vaksin palsu pada bayi. "Yang pertama dampak keamanan vaksin palsu itu dan yang kedua dampak proteksi atau kekebalan, yakni bayi yang diberi vaksin palsu tentu tidak memiliki proteksi atau kekebalan," kata Rambe seperti dikutip Antara. Ahli vaksin dari Universitas Siena, Italia itu, menambahkan, terkait dampak keamanan, kata dia, tergantung dari larutan yang dicampurkan pembuat vaksin palsu. Saat ini, kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu masih diteliti lebih lanjut oleh Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Indonesia dan Badan POM. "Yang jelas proses pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril bisa tercemar virus, bakteri, dan lain sebagainya yang tidak baik bagi kesehatan," katanya. Dia menambahkan, kemungkinan jangka pendek yang dapat terjadi adalah timbulnya infeksi. "Infeksi bisa bersifat ringan bisa juga infeksi sistemik. Infeksi berat bisa berupa demam tinggi, laju nadi meningkat, laju pernafasan meningkat, leukosit meningkat, anak sulit makan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran," katanya. Menurut Kementrian Kesehatan RI dalam twitnya melalui akun @KemenkesRI, karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Baca juga : Waspada, Ini 5 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis! Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli. Sementara itu, untuk dampak proteksi tujuan vaksinasi tidak tercapai, yaitu membentuk kekebalan tubuh sebelum seseorang jatuh sakit. Misalnya, seorang anak mendapat vaksinasi Hepatitis B sebanyak 3 kali. Setelah terpenuhi, anak ini kebal bila kelak terpapar oleh virus Hepatitis B. Ia sudah kebal tanpa harus jatuh sakit. Sementara anak yang tidak divaksinasi, harus sakit dulu baru dapat memiliki kekebalan. Bila ternyata anak ini mendapatkan vaksin yang palsu, tentu kekebalan itu tidak pernah ada.
22-07-2016 17:05
Rematik asam urat atau penyakit gout adalah jenis radang sendi yang secara medis telah terbukti dapat diringankan dengan mengonsumsi dan membatasi makanan-makanan tertentu. Pada dasarnya, pengidap rematik asam urat sebaiknya menjalani pola makan kaya karbohidrat kompleks, protein dalam kadar sedang, dan rendah lemak. Pengaturan pola makan ini bukanlah sarana pengobatan, tapi dapat membantu mengurangi gejala. Baca juga : Penyebab Penyakit Asam Urat Purin dan Rematik Asam Urat Rematik asam urat menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada sendi, terutama pada jempol kaki. Peradangan sendi ini disebabkan oleh penumpukan kristal natrium urat, yaitu limbah alami tubuh. Asam urat adalah salah satu hasil pemecahan zat purin di dalam tubuh. Purin adalah zat alami yang ada di dalam tubuh dan dapat ditemukan di berbagai jenis makanan. Makanan mengandung purin berkadar tinggi membuat tubuh menghasilkan lebih banyak asam urat. Oleh karena itu, pengidap asam urat perlu menghindari konsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Panduan Konsumsi Makanan Rematik asam urat dapat ditangani dengan lebih banyak mengonsumsi makanan tertentu yang memperlancar sekresi purin dan membatasi konsumsi makanan serta minuman kaya purin. Berikut ini adalah contohnya. Batasi konsumsi: Daging merah: daging sapi, daging kambing dan daging bebek. Jeroan seperti hati, otak, ginjal, jantung. Beberapa jenis ikan seperti sarden, tuna, makarel. Boga bahari seperti kepiting dan udang. Makanan-makanan manis dan minuman ringan yang tinggi kadar gula buah atau fruktosanya. Makanan mengandung ragi seperti roti. Minuman keras, terutama bir. Beberapa sayuran seperti bayam, jamur, kembang kol, kacang polong, kacang panjang, kacang merah. Baca juga : Tips Agar Hubungan dengan Suami/Istri Semakin Harmonis Perbanyak konsumsi: Buah-buahan, seperti jeruk, melon, apel. Sayuran hijau, wortel, tomat. Air mineral: konsumsi setidaknya 2 liter perhari untuk meluruhkan kadar asam urat. Sumber karbohidrat yang lebih kompleks seperti kentang dan beras merah Makanan mengandung biji-bijian utuh. Susu dan yoghurt rendah lemak atau tanpa lemak mengandung kadar purin yang rendah dan protein yang tinggi. Selain memperbarui pilihan makanan, penting bagi pengidap rematik asam urat untuk menjaga berat tubuhnya dengan berolahraga secara teratur. Hal ini dikarenakan obesitas juga bisa menjadi faktor risiko utama penyakit rematik asam urat.
17-06-2014 08:40
Lensa kontak adalah alat medis yang dipergunakan sebagai alat bantu penglihatan, penggunaan terapeutik, dan kosmetikal. Penggunaan lensa kontak kebanyakan untuk menggantikan fungsi kacamata, mengatasi beberapa kekurangan dari kacamata itu sendiri, seperti meningkatkan kemampuan penglihatan perifer dan menghindari buramnya kacamata akibat hujan atau keringat. Namun, tak jarang lensa kotak dipakai hanya untuk mengubah penampilan mata seseorang. Lensa kontak dapat diklasifikasikan menurut beberapa aspek, termasuk kegunaan primer, material bahan, durasi penggunaan, dan penggantian lensa kontaknya. Menurut kegunaannya, lensa kontak terbagi atas lensa kontak untuk memperbaiki penglihatan, kosmetik, dan terapeutik. Dari material bahannya, bisa berupa lensa kontak rigid (berbahan PMMA/polymethyl methacrylate) yang tidak dapat mengantarkan oksigen dan RGP (rigid gas permeable) yang sekarang lebih populer karena dapat menghantarkan oksigen dengan baik) dan lensa kontak lunak, lebih dikenal dengan softlens yang menyediakan kemampuan penghantaran oksigen yang lebih baik, wetability dan nyaman.Ada juga berbahan campuran lensa kontak rigid dan lunak. Baca juga : Rahasia Kulit Sehat Lensa kontak dapat dikenal dari penggunaannya, beberapa istilah yang sering terdengar, seperti daily wear, yaitu lensa kontak yang hanya dapat digunakan untuk kegiatan sehari-sehari dan harus dilepas pada saat tidur dan extended wear atau continues wear yaitu lensa kontak yang dapat dipakai overnight, sampai enam hari bahkan dengan bahan yang terbaru dapat dipakai sampai 30 hari karena tingginya kemampuan penghantaran oksigen, tentunya dengan syarat-syarat yang sangat ketat, seperti tidak dipakai dalam lingkungan yang berdebu dan kotor sebelumnya. Dikenaljuga lensa kontak dari berapa lama ia dapat dipakai. Lensa kontakl unak single use atau sekali pakai yang dapat dipakai oleh orang-orang dengan riwayat alergi atau mudah terkena infeksi. Lensa kontak lunak lainnya, lensa kontak 2 mingguan atau 4 mingguan, bahkan ada yang setengah atau satu tahun. Lensa kontak rigid, biasanya dapat dipakai sampai beberapa tahun. Jika seseorang ingin menggunakan lensa kontak, sebelumnya harus memikirkannya secara matang. Selain itu, dalam keputusan itu memerlukan kerja sama yang baik antara fitter (biasanya seorang dokter mata atau di luar negeri dapat dilakukan oleh optometris) dan pengguna lensa kontak. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu seorang fitter harus dapat menentukan apakah mata pengguna dalam keadaan sehat dan mampu menggunakan lensa kontak, bahkan harus bisa mengajarkan cara menggunakan dan memelihara lensa kontak yang akan dipakai. Baca juga : Waspadai, Dampak Komputer Bagi Kesehatan Anda Nah, sebagai pengguna lensa kontak, yang paling penting adalah mengetahui secara baik dan disiplin dalam hal penggunaan lensa kontak. Misalnya saja, selalu mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum memegang lensa kontak. Lensa kontak sebaiknya secara rutin dibersihkan, dicuci dengan pencuci lensa kontak (harus selalu terjaga kebersihan cairannya), dan selalu mengecek apakah lensa kontak rusak atau tidak. Cairan pencuci lensa memegang peranan penting dalam pemeliharaan lensa kontak. Mengapa dapat terjadi komplikasi akibat lensa kontak? Tentunya hal ini terjadi akibat ketidaktahuan, kelalaian, dan ketidakmampuan dalam penggunaan lensa kontak secara baik dan disiplin. Hal yang dapat dilakukan adalah mengkonsultasikan kepada seseorang yang kompeten mengenai lensa kontak, jangan memaksakan memakai lensa kontak apabila sudah terjadi mata merah dan iritasi. Pakailah kacamata untuk sementara dan segerakan melakukan konsultasi ke dokter spesialis mata untuk mengatasi keluhannya. Jangan berusaha mengobati keluhannya tersebut dengan membeli obat tanpa resep dari dokter. Ternyata menggunakan lensa kontak itu tidak mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk memutuskan apakah kita sudah mampu memulai hidup dengan lensa kontak. Jagalah kesehatan mata Anda karena mata adalah jendela untuk melihat dunia ini.