Waktu Posting : 10-06-2014 10:42 | Dibaca : 3429x
04-06-2014 19:15
Data WHO (World Health Organization) atau dikenal pula dengan nama Badan Kesehatan Dunia, empat dari sepuluh wanita terdiagnosis kanker payudara sepanjang hidup mereka. Karenanya, deteksi awal kanker payudara benar-benar disarankan, seperti dinyatakan dr. Martha Roida Manurung dari Instalasi Deteksi Dini dan Onkologi Sosial RS Kanker Dharmais, Jakarta. Lalu, bagaimana apabila hasil deteksi awal positif kanker payudara? Tersebut strategi menghadapinya : 1. Janganlah panik Sisihkan saat untuk diri sendiri supaya mempunyai peluang mengerti diagnosis dokter, tahu tipe kanker yang dihadapi, pikirkan aksi yang bakal dikerjakan setelah itu, serta bagaimana menghadapinya. Tahu seluruhnya bakal menolong pasien membuat gagasan serta menyiapkan diri dengan lebih baik. Baca juga : Cara Mudah Rileksasi Tubuh dan Pikiran 2. Buka jalur komunikasi dengan dokter Komunikasi yang baik dengan dokter bakal menolong meraih hasil maksimal penyembuhan kanker payudara. Amatlah utama untuk pasien untuk memperoleh info yang pasti tentang kondisinya. Janganlah sangsi ajukan pertanyaan. 3. Punyai " breastfriend " " Breastfriend " ialah sebutan untuk teman dekat atau anggota keluarga paling dekat yang bisa menolong pasien lewat perjalanan melawan penyakitnya. Pasien dapat membawa dan rekan atau keluarga dekat waktu berkonsultasi untuk menolong mengingat serta mengerti anjuran serta nasehat dokter. " Breastfriend " dapat juga menolong menentramkan pasien waktu penyembuhan. Baca juga : Trik Dongkrak Energi Tubuh dari Makanan dan Olahrga 4. Gali info serta mengerti diagnosis dokter Kenali serta kumpulkan info sebanyak-banyaknya perihal kanker payudara. Tetapi, konfirmasikan beberapa hal yang utama dengan dokter. 5. Kumpulkan seluruh info di satu tempat Seluruhnya bahan itu terhitung info, asuransi, hasil kontrol laboratorium, catatan medis yang di buat sendiri, janji dengan dokter, serta yang lain. Usaha ini bakal memudahkan pasien serta " breastfriend " mengidentifikasi beberapa hal yang tak terang serta butuh di tanyakan pada dokter. 6. Berhimpun dengan grup pendukung Apabila butuh, bergabunglah dengan grup pendukung atau penyintas kanker. Karena, pasien dapat memperoleh input positif berkenaan penyakitnya.
05-06-2014 19:27
Dada Terasa Deg – Degan perlu diwaspadai karena hal ini bisa membahayakan kesehatan jantung anda. Setiap kali cemas ataupun khawatir, tentu jantung akan berdebar – debar sehingga dada terasa deg – degan atau mungkin dengan detak jantung lebih kencang dari biasanya. Tetapi jika sering deg – degan tanpa sebab bisa jadi hal itu menandakan adanya gangguan irama jantung. Terjadinya gangguan irama jantung sebenarnya adalah salah satu spektrum penyakit jantung yang luas. Dimana, gangguan ini bisa menjadi pertanda awal dari adanya penyakit jantung yang serius. Gangguan irama jantung akan muncul karena adanya kekacauan sinyal listrik yang berfungsi menstimulasi otot jantung untuk memompa darah secara teratur. Pasalnya gangguan jantung menjadi pemicu utama terjadinya penyakit stroke dimana, darah tidak bisa mengalir dengan normal sehingga seiring dengan berjalannya waktu penyakit stroke dapat terjadi. Dengan demikian ketika merasa deg – degan dalam waktu sering sebaiknya segera melakukan pemeriksaan pada dokter. Baca juga : Kenalilah MERS dan Gejalanya Gangguan irama jantung dapat disebabkan karena terjadi penyumbatan pada pembuluh darah. Jika sumbatan tersebut pecah dan masuk kedalam pembuluh darah di otak, dapat menyebabkan penyakit stroke karena adanya kelumpuhan saraf. Salah satu hal yang dikhawatirkan ketika dada terasa deg – degan, adalah ketika menjadi gejala lanjutannya dimana seringkali lebih parah akibat penyumbatan yang terjadi dan dapat masuk ke pembuluh darah otak lebih hulu. Gangguan irama jantung ditandai dengan detak jantung yang tidak normal. Normalnya, jantung manusia berdetak sekitar 60 hingga 100 kali per menitnya. Detak jantung dapat dikatakan tidak normal jika kurang dari 60 detak disetiap menitnya. Detak jantung yang tidak normal sebenarnya dapat diperiksa sendiri dengan tangan kosong. Gangguan irama jantung yang ditandai dengan deg – degan akan berpengaruh aktivitas sehari – hari karena penderitanya sering lemas, mudah capek, bahkan pingsan. Apabila irama jantungnya tidak beraturan, terkadang lambat dan terkadang cepat sehingga dipenderita lebih beresiko terserang kematian mendadak karena penyakit jantung. Sehingga ketika terjadi gangguan irama jantung harus ditindak lanjuti secara tanggap. Gangguan irama jantung dapat terjadi pada beberapa kalangan usia mulai dari dewasa hingga usia lanjut. Baca juga : Sudahkah Anda Membersihkan Kulit Wajah dengan Benar Tidak berbeda dengan penyakit jantung pada umumnya, gangguan irama jantung adalah akibat dari gaya hidup seseorang yang kurang sehat. Karena kesehatan organ dalam terutama jantung sangat dipengaruhi oleh pola hidupnya terutama pola makanan yang dikonsumsi dalam sehari – hari. Ketika seseorang terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak dengan kolesterol tinggi bisa menyebabkan gangguan irama jantung. Kandungan kolesterol di dalam daging akan menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol di dalam darah. Kolesterol jahat di dalam darah ini menyebabkan terjadinya penyumbatan proses peredaran darah di dalam tubuh. Ketika kolesterol terlalu tinggi maka jantung tidak dapat memompa darah secara normal sehingga sering menimbulkan rasa deg – degan. Jarang melakukan olahraga terutama lari – lari bisa menyebabkan penyakit jantung karena getar iramanya tidak dapat berfungsi secara sehat. Faktor – faktor penyakit jantung, yang saat ini sering terjadi adalah adanya gangguan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi di dalam darah sehingga menyebabkan gangguan irama jantung. Untuk mengatasi gangguan irama jantung, dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan sehat terutama sayuran hijau dilengkapi dengan makan oat meal supaya nutrisinya terpenuhi secara baik. Selain itu irama jantung akan berdetak secara normal ketika seseorang rajin berolahraga terutama pada pagi hari. Dada terasa deg – degan yang terjadi sesaat bisa diatasi dengan minum air hangat dan mengurangi konsumsi rokok ataupun minuman beralkohol.
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.