Waktu Posting : 01-02-2026 18:28 | Dibaca : 5x
Sistem jaminan produk halal merupakan salah satu fondasi penting dalam perlindungan konsumen dan pengembangan industri halal di Indonesia. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap produk yang beredar memenuhi standar halal yang kredibel. Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan industri halal, Ahmad Haikal Hasan, sebagai Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), memegang peran strategis dalam merancang masa depan jaminan produk halal yang inklusif, modern, dan terpercaya.
Ahmad Haikal Hasan menekankan bahwa jaminan produk halal bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga merupakan bagian dari pelayanan publik dan perlindungan konsumen. Perspektif ini mendorong BPJPH untuk mengembangkan sistem yang mudah diakses oleh seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Penyederhanaan prosedur sertifikasi, pendampingan teknis, dan edukasi yang masif menjadi langkah utama agar sertifikasi halal tidak menjadi hambatan, melainkan menjadi alat bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka.
Inovasi menjadi salah satu ciri kepemimpinan Ahmad Haikal Hasan. Digitalisasi proses sertifikasi halal memungkinkan pelaku usaha untuk mendaftar, memantau, dan memperoleh sertifikasi secara lebih cepat dan transparan. Teknologi ini juga membantu BPJPH dalam memantau rantai pasok dan menjaga integritas sistem, sehingga kepercayaan publik terhadap produk halal tetap terjaga. Dengan digitalisasi, sistem jaminan produk halal di Indonesia siap menghadapi tantangan era industri 4.0 dan memperluas jangkauan hingga ke wilayah terpencil.
Literasi halal juga menjadi fokus penting dalam visi Ahmad Haikal Hasan. Ia menekankan bahwa pemahaman masyarakat mengenai halal harus lebih dari sekadar label pada kemasan. Halal mencakup bahan baku, proses produksi, distribusi, dan kebersihan produk. Program edukasi yang menyasar pelaku usaha, komunitas, sekolah, dan universitas dirancang untuk menumbuhkan kesadaran publik, meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, dan membangun ekosistem halal yang kuat. Dengan masyarakat yang lebih teredukasi, sistem jaminan produk halal akan lebih efektif dan berkelanjutan.
Di kancah global, Ahmad Haikal Hasan menempatkan standar halal Indonesia sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing produk nasional. Sertifikasi halal yang kredibel dan diakui internasional membuka peluang ekspor, meningkatkan reputasi produk lokal, dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal dunia. Sinergi antara kementerian terkait, lembaga pemeriksa halal, dan pelaku industri menjadi kunci untuk memastikan standar halal diterapkan secara konsisten dan transparan.
Secara keseluruhan, Ahmad Haikal Hasan memimpin BPJPH dengan visi membangun masa depan jaminan produk halal yang modern, inklusif, dan profesional. Melalui inovasi digital, literasi publik, penyederhanaan layanan, dan penguatan kolaborasi lintas sektor, sistem halal Indonesia tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Kepemimpinan Ahmad Haikal Hasan menunjukkan bahwa masa depan jaminan produk halal dapat menjadi kekuatan strategis bagi pembangunan ekonomi, kualitas produk, dan kepercayaan publik.
12-06-2014 10:27
Gigi yang didapatkan kawat untuk maksud medis ataupun kosmetik adalah pusat berkumpulnya bekas makanan serta plak yang bisa menodai gigi serta bikin warna alami gigi beralih. Gigi memanglah jadi lebih rapi, tetapi dibarengi dengan munculnya persoalan baru pada gigi. Untuk yang memilki gigi berkawat, benar-benar utama untuk terus melindungi kebersihan gigi sesudah makan dengan pasta gigi yang memiliki kandungan fluoride. Sesudah menyikat gigi, terus kerjakan penelusuran jika tetap ada bekas makanan yang menyangkut di sela-sela kawat. Pakai juga obat kumur fluoride yang bisa meraih sela-sela gigi berkawat yang tak bisa dijangkau sikat gigi. Petunjuk Menyikat Gigi Berkawat Pastikan sikat gigi dengan bulu lembut umum untuk memulai kebiasaan menyikat gigi. Sikat dengan gerakan dari atas ke bawah serta dari bawah ke atas pada tiap-tiap area yang berkawat. Lalu, awalilah menyikat gigi dengan proxabrush atau sikat gigi yang berupa seperti pohon Natal. Sikat gigi tipe ini dengan cara spesial didesain untuk bersihkan diantara dua kawat. Gerakkan sikat dari atas ke bawah serta dari bawah ke atas diantara ke-2 jalur kawat. Gerakkan sekian kali sebelum saat beralih ke area lain sampai gigi bersih. Baca juga : Yuk Mengenal Hepatits A Petunjuk Makan dengan Gigi Berkawat Menggunakan kawat bermakna kurangi sedikit kebebasan dalam mengunyah serta melahap apapun. Memanglah banyak tipe makanan terus dapat di nikmati sepanjang makanan bisa dipotong kecil-kecil, tetapi terus ada tipe makanan yang baiknya dihindari sekalipun supaya kawat tak kendur atau jadi lepas. Tipe makanan itu ialah : 1. Makanan yang keras serta susah digigit seperti apel serta kue yang keras. 2. Makanan yang kenyal seperti karamel. 3. Jagung. 4. Kacang-kacangan yang keras serta wortel. 5. Es serta permen karet. Aktivitas lain yang harus diwaspadai oleh orang yang memakai kawat gigi ialah aktivitas olahraga. Ada kemungkinan terpukul di muka untuk mereka yang hoby olahraga hingga melukai mulut, gigi, atau juga muka. Gunakan pelindung mulut yang didesain sesuai sama ukuran serta wujud mulut serta terbuat dari plastik keras serta mampu membuat perlindungan jaringan lunak dalam mulut. Bila Kawat Terlepas atau Kendur Persoalan yang umum dihadapi ialah saat kawat rusak, karet mengendur, atau jalur kawat yang mencuat pada tempat yang tak semestinya. Hal semacam ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan untuk pemakai kawat gigi meskipun bukan situasi yang darurat. Tetapi, baiknya terus menghubungi dokter gigi yang mengatasi pemasangan kawat. Baca juga : Ada Apa Di Balik Terapi Pijat? Tersebut aksi pertolongan pertama saat berlangsung persoalan dengan posisi kawat. 1. Kawat terlepas. Gunakan sedikit lilin ortodontis untuk tempelkan kawat ke posisi awal mulanya untuk sesaat saat. Umumnya, lilin ortodontis (lem) bakal diberikan waktu pertama kali menempatkan kawat. 2. Karet terlepas. Bila hal semacam ini berlangsung, taruh karet serta selekasnya jadwalkan kontrol dengan dokter gigi yang mengatasi. 3. Kawat yang mencuat serta rusak. Pakai ujung pensil yang mempunyai penghapus untuk meggerakkan kawat yang mencuat ke posisi yang lebih aman serta tak mengganggu. Bila tak sukses, gunakan sedikit lilin ortodontis (lem) di ujung kawat yang mencuat. Janganlah coba memotong kawat lantaran ada resiko kawat tertelan atau terhirup e paru-paru. Bila berlangsung sariawan atau luka disebabkan kawat yang mencuat, kumur dengan air gara atau obat kumur antiseptik. Resiko lain memakai kawat ialah ada kerentanan bibir serta mulut merasakan sariawan. Umumnya, sariawan yang diakibatkan oleh kawat gigi bisa diobati dengan salep yang meredakan rasa sakit serta menolong mengobati lukanya.
13-01-2025 18:31
Ahli Farmasi Indonesia ada sejak di Proklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, telah berjuang bahu membahu dengan semua golongan masyarakat, untuk melenyapkan penjajahan dari muka bumi Indonesia, serta turut aktif mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemudian ikut serta dalam Pembangunan Masyarakat dan Negara.Oleh karena itu Ahli Farmasi Indonesia merupakan salah satu potensi pembangunan yang tidak pernah absen dalam perjuangan pembangunan Negara. Sebagai salah satu potensi pembangunan sesuai Fungsinya, Ahli Farmasi Indonesia disamping tugas keseharian, tetap ikut serta mempertinggi taraf kesejahteraan umum, khususnya dibidang Kesehatan Masyarakat dan Farmasi.Pada tanggal 13 Februari 1946, di Yogyakarta dibentuklah suatu Organisasi yang dinamakan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) sebagai wadah untuk menghimpun Semua Tenaga yang Bakti Karyanya di bidang Farmasi, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia selanjutnya disingkat PAFI.PAFI dan Pengurus Pusat PAFI berkedudukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazaskan Pancasila, Organisasi PAFI adalah Organisasi Profesi yang bersifat Kekaryaan dan Pengabdian.Diantara didirikannya PAFI bertujuan untuk meningkatkan standar profesi farmasi di Indonesia.Melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, PAFI membantu para profesional farmasi untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan mereka. Hal ini penting karena farmasi adalah bidang yang terus berkembang dan berubah, dengan banyak inovasi dan penemuan baru yang terjadi setiap tahun. Dengan bekerja sama dengan PAFI, para profesional farmasi dapat terus memperbarui pengetahuan mereka dan mengikuti perkembangan terkini dalam bidang ini.PAFI juga berperan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Dengan meningkatkan standar profesi farmasi, PAFI membantu memastikan bahwa obat-obatan yang digunakan oleh masyarakat aman dan efektif. PAFI juga berperan dalam memastikan bahwa apotek-apotek di seluruh Indonesia menjalankan praktik yang baik dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan melibatkan PAFI dalam pengaturan dan pengawasan apotek, masyarakat dapat memiliki akses ke obat-obatan yang berkualitas dan aman.PAFI juga berfungsi sebagai wadah kolaborasi dan pertukaran informasi antara para profesional farmasi di Indonesia. Melalui konferensi, seminar, dan pertemuan lainnya, PAFI memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara anggotanya. Hal ini penting karena dalam bidang farmasi, kolaborasi dan pertukaran informasi adalah kunci untuk terus berinovasi dan meningkatkan praktik.Dengan menjadi anggota PAFI, para profesional farmasi dapat terlibat dalam jaringan yang kuat dan mendapatkan akses ke berbagai sumber daya dan informasi terbaru. Untuk lebih jelas terkait pendaftaran bisa kunjungi websitenya di webpafi.or.id.
15-08-2025 07:09
Militer seringkali dipandang sebagai institusi yang identik dengan kedisiplinan tinggi, ketegasan, bahkan kekakuan. Namun di tengah pandangan tersebut, muncul sosok yang mampu menghadirkan sisi lain dari kepemimpinan militer Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Semasa menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), ia memperlihatkan bahwa menjadi seorang jenderal tak hanya soal komando dan strategi, tapi juga soal rasa kemanusiaan, kepedulian, dan keberanian dalam merangkul rakyat.Menjadi Prajurit dan Pemimpin yang MembumiJenderal Dudung berasal dari latar belakang keluarga sederhana dan religius. Ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1988 dan meniti karier dari bawah dengan berbagai penugasan di lapangan. Perjalanan panjang itu membentuk kepribadiannya sebagai pemimpin yang paham realitas prajurit, serta dekat dengan kehidupan rakyat kecil.Kedekatannya dengan masyarakat terlihat dari sikapnya yang sering turun langsung ke lapangan, berdialog dengan warga, dan merespons keluhan prajurit maupun masyarakat tanpa sekat. Dalam banyak kesempatan, ia selalu menekankan bahwa TNI bukan hanya pelindung negara, tapi juga pelindung rakyat.TNI harus hadir untuk rakyat, bukan hanya saat perang, tapi juga saat rakyat membutuhkan perlindungan, bantuan, dan perhatian, ungkapnya.Kepemimpinan Tegas, Tapi Tidak KakuKetegasan Jenderal Dudung bukanlah bentuk otoriterisme, tetapi implementasi disiplin yang adil dan rasional. Ia dikenal sebagai sosok yang berani mengambil keputusan sulit, termasuk ketika menjabat sebagai Pangdam Jaya dan memerintahkan penurunan baliho ormas yang dianggap mengganggu ketertiban umum. Tindakan itu menunjukkan bahwa ia tidak gentar menghadapi tekanan demi menjaga wibawa negara dan hukum.Namun di balik semua ketegasan itu, Dudung tetap menunjukkan sikap yang penuh empati. Ia tidak ragu memeluk prajurit yang mengalami masalah, mendengarkan curahan hati anak-anak muda, bahkan bersikap terbuka kepada tokoh-tokoh masyarakat dan agama.Sentuhan Religius dalam KepemimpinanSebagai keturunan dari Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh Wali Songo yang menyebarkan Islam dengan pendekatan damai dan kultural, nilai-nilai spiritualitas sangat membentuk cara berpikir Jenderal Dudung. Ia memandang agama sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan perdamaian, bukan sebagai alat untuk mengintimidasi atau membelah masyarakat.Beragama jangan keras. Inti dari semua agama adalah cinta kasih dan perbuatan baik, katanya.Ia aktif membina kehidupan rohani prajurit dan mendorong keberagaman agama di tubuh TNI agar tetap harmonis. Bagi Dudung, iman dan kebangsaan harus berjalan beriringan. Ia konsisten menolak paham radikal dan intoleran, yang kerap menyusup ke berbagai elemen masyarakat.Membangun Citra Baru TNI yang Lebih HumanisKiprah Jenderal Dudung dalam membangun TNI yang humanis dan terbuka mencerminkan arah baru militer Indonesia tidak lagi hanya sebagai kekuatan tempur, tetapi sebagai bagian dari rakyat yang siap mengayomi. Selama masa kepemimpinannya, ia memperkuat program kemanusiaan seperti:Penanganan bencana alamBakti sosial di wilayah terpencilKeterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur desaPembinaan ideologi dan karakter bangsa di kalangan generasi mudaSemua ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan Dudung tidak semata-mata berorientasi pada kekuatan fisik militer, tetapi juga kekuatan moral dan sosial.Warisan Nilai Seorang JenderalJenderal Dudung Abdurachman telah membuktikan bahwa seorang pemimpin militer dapat menjalankan peran sebagai pelindung negara, sekaligus sebagai pengayom rakyat. Kepemimpinannya yang tegas, religius, dan humanis menjadi inspirasi bagi generasi penerus TNI dan masyarakat luas.Dalam dunia yang sering kali diliputi oleh polarisasi dan konflik identitas, pendekatan Dudung menunjukkan bahwa pemimpin tidak harus kaku untuk dihormati, dan bahwa kekuatan justru lahir dari kepedulian.Warisan keteladanan ini diharapkan menjadi cermin bagi pemimpin Indonesia ke depan bahwa keberanian sejati bukan hanya ada di medan perang, tapi juga di medan pengabdian kepada kemanusiaan.