Apakah LGBT Itu Penyakit Atau Bukan?

Additional Image

Waktu Posting : 23-02-2016 06:26 | Dibaca : 3527x

Saat ini masyarakat banyak dikejutkan dengan LGBT, banyak diantaranya yang belum tau dan mengerti dengan apa itu yang dimaksud oleh LGBT sendiri. Bahkan ada pula beberapa diantaranya yang bertanya apakah LGBT itu termasuk dalam jenis penyakit LGBT atau bukan? Untuk menjawab beberapa bentuk pertanyaan tersebut, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu uraian penjelasan di bagian bawah ini :

 

Apa itu LGBT?

LGBT atau sering pula disebut sebagai GLBT adalah singkatan dari kata Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Istilah ini sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1990 lalu, namun untuk perkembangannya memang baru dikenal oleh masyarakat dalam beberapa waktu terakhir ini. Penggunaan istilah LGBT pada mualnya digunakan untuk mengganti frasa dari Komunitas Gay. Hal ini juga berkaitan dengan penggunaan kata yang lebih mewakili dari kelompok-kelompok orang yang sudah disebutkan pada bagian di atas itu tadi.

 

Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan dengan Cara Pencegahannya

 

Selain itu penggunaan istilah ini juga digunakan untuk menekan bentuk keanekaragaman yang dilihat melalui kacamata seksualitas serta gender. Bahkan peggunaan istilah tersebut juga tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pihak homoseksual atau pun biseksual saja. Karena tidak jarang mereka yang heteroseksual pun dimasukkan dalam istilah yang satu ini. Karena itulah penggunaan istilah LGBT sering pula ditambahkan dengan penggunaan huruf Q yang berarti mewakili kata Queer. Sehingga istilah tersebut pun berubah menjadi LGBTQ atau GLBTQ. Penggunaan istilah ini bahkan tercatat sejak tahun 1996 lalu.

 

Pada dasarnya tidak semua orang setuju dengan penggunaan istilah dari LGBT itu sendiri. Karena ada beberapa diantaranya pendapat yang menyatakan bahwa pergerakan transgender serta transeksual tidak sama dengan apa yang disebut sebagai Lesbian, Gay serta Biseksual. Hal ini berkaitan pula dengan gagasan dari penggunaan kata transgender serta transeksual yang memang berkaitan dengan identitas gender, namun justru terlepas dari bentuk orientasi seksual.  

 

LGBT Bukanlah penyakit atau pun kelainan

 

Setelah membicarakan mengenai istilah LGBT yang pada dasarnya sudah dikenal sejak jaman dulu. Salah seorang pakar saraf yang bernama dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS justru mengungkapkan pendapatnya terkait dengan LGBT tersebut. Menurut beliau LGBT bukanlah jenis penyakit atau bahkan kelainan. Karena itulah tidak diperlukan adanya sistem pengobatan atau bahkan penyembuhan yang perlu dilakukan.

 

Dokter yang akrab dengan panggilan Ryu itu bahkan menyebutkan bahwa LGBT sebagai variasi kehidupan saja. Mengepa demikian? Karena di dalam bagian biologi yang dimiliki oleh para kaum tersebut tidak terdapat hal yang tidak normal. Karena itulah hal ini dianggapnya sebagai bentuk variasi belaka.  Beliau bahkan menjelaskan bakat seseorang untuk menjadi seorang lesbian, kemudian gay, biseksual atau bahkan transgender itu sendiri pada dasarnya memang sudah terbentuk ketika dirinya menjadi janin dalam kandungan ibu.

 

Meskipun proses terbentuknya jenis kelamin, kemudian gender serta orientasi seksual adalah proses yang terjadi dengan cara terpisah, namun proses tersebut pada dasarnya memang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan ada beberapa orang yang memiliki jenis kelamin laki-laki, namun gendernya justru belum tentu maskulin. Hal ini juga turut memberikan pengaruh pada orientasi seksualnya yang juga belum tentu mengarah pada sosok perempuan.

 

Hal ini juga lebih dijelaskan oleh sosok Ryu melalui penjabarannya yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kromosom XX belum tentu memiliki jenis kelamin sebagai perempuan, begitupun dengan kromosom XY yang juga belum tentu menjadi sosok laki-laki. fakta biologisnya, banyak sekali variasi genetik, yang pada akhirnya dapat membuat keadaan kromosom menjadi lebih banyak atau malah berkurang.

 

Selain hal tersebut Ryu juga menjelaskan jika kaum LGBT memiliki variasi struktur otak yang berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga sulit untuk diubah. Hal ini terkait pula dengan jumlah dari kaum LGBT yang memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Selain itu Ryu juga menambahkan bahwa seseorang yang termasuk homoseksual pada dasarnya tidak dapat menurunkan sifat asli yang dimilikinya. Hal ini jelas berbeda dengan mereka yang heteroseksual yang mampu memiliki keturunan.

 

Karena itulah pada akhirnya menurut Ryu semua itu kembali pada masing-masing pribadi yang memilikinya, dan bentuk kenyamanan yang dirasakan oleh seseorang. Dengan kata lain ketika seseorang menyukai permainan drum dan memiliki bakat dalam hal tersebut, kemudia ia memilih drum itu tadi dibandingkan dengan gitar, maka hal tersebut tentu saja diperbolehkan.

 

LGBT sebagai bentuk penyakit kejiwaan yang menular

Berbeda halnya dengan bentuk pendapat yang disebutkan pada bagian di atas tadi. untuk pendapat yang akan dijelaskan pada bagian di bawah ini justru menyebutkan LGBT sebagai bentuk jenis penyakit. Selain itu penyakit LGBT ini juga dimasukkan dalam kategori penyakit menular. Isu mengenai masalah LGBT saat ini memang tengah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia. Cukup banyak diantaranya orang yang berpendapat jika LGBT ini bertentangan dengan nilai serta ajaran agama. Namun tidak jarang pula orang yang beranggapan bahwa kaum LGBT berhak untuk menyuarakan keadaannya sehingga ia tidak dikucilkan dari masyarakat di lingkungan sekitarnya.

 

Beberapa orang yang menyatakan pendapatnya bahwa LGBT bukanlah jenis penyakit justru mulai dipatahkan oleh seorang psikiater bernama Dr. Fidiansyah. Menurut beliau mereka yang termasuk dalam kaum yang satu ini justru termasuk orang yang terkena gangguan jiwa. Karena termasuk dalam bentuk penyakit dari gangguan jiwa, maka bentuk penyakit yang satu ini pun dikategorikan sebagai penyakit yang mampu menular pada orang lainnya.

 

Hal tersebut bahkan diterangkan olehnya dalam sebuah buku yang berjudul PedomanPenggolongan Diagnosis dari Gangguan Jiwa. Dalam bukunya tersebut, Fidiansyah menyebutkan jika homoseksual serta biseksual termasuk dalam bentuk gangguan psikologis serta perilaku yang memang berhubungan dengan perkembangan dari orientasi seksual.

 

Dari pernyataannya tersebut Fidiansyah menyatakan bahwa apa yang sudah diungkapkan olehnya atau bahkan psikiater lain yang menyebutkan LGBT sebagai bentuk penyakit menular bukan ingin mendiskriminasi. Menurut beliau hal ini dilakukan justru untuk membantu para kaum tersebut. berkaitan dengan sebutan LGBT sebagai jenis penyakit gangguan jiwa yang menular tentu saja bentuk penularannya pun tidak dilakukan melalui kontak bakteri, virus, atau bahkan mikroba lainnya. Hal ini justru lebih mengarah pada bentuk penularan melalui perubahan sikap perilaku serta bentuk pembiasaan yang dilakukan olehnya.

 

Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan  

 

Karena itulah LGBT dikatakan dapat menular, yang dilakukan melalui penularan perilaku. Teori penularan yang satu ini diungkapkan melalui bentuk pembiasaan. Seperti halnya ketika seseorang mulai mengikuti satu pola  tertentu yang pada akhirnya akan membuat dirinya menjadi satu karekter tersebut. Sehingga pada akhirnya terbentuklah kepribadian, dengan bentuk pembiasaan yang sesuai dengan gangguan dari penyakit jiwa itu tadi.

 

Dari beberapa bentuk pendapat yang sudah dijelaskan pada bagian di atas tadi, Anda dapat melihat bahwa masih banyak pertentangan terkait dengan isu kontroversial dari LGBT itu sendiri. Apakah ia termasuk dalam jenis penyakit yang dikenal dengan sebutan Penyakit LGBT atau bukan? Namun jika hal ini sekiranya merugikan memang lebih baik untuk tidak menjadi bagian di dalamnya. 



BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Waspadai Minuman Keras Bisa Akibatkan Buta Mata

14-08-2014 20:55

Beberapa pekan yang telah lalu, ada rekan kita yang datang ke rumah sakit sebab tidak bisa melihat. Dia tidak bisa melihat sesudah ia minum minuman keras bareng dengan rekan-temannya satu hari pada awal mulanya. Hasil kontrol dokter mata memperlihatkan bahwasanya pasien itu terserang masalah saraf mata disebabkan keracunan alkohol tipe methanol. Dokter menyampaikan kemungkinan kecil agar bisa melihat seperti sedia kala. Data paling akhir dari Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo sepanjang 5 thn dari 2008 s/d 2012 ada penambahan insidensi masalah saraf mata disebabkan keracunan alkohol tipe methanol. Pada 2008 diperoleh 36 pasien dengan masalah daya lihat sebab minuman keras ilegal, lalu pada 2009 (40 pasien), 2010 (47 pasien), 2011 (57 pasien), serta 2012 (64 penderita). Minuman keras ilegal ialah minuman keras yang memiliki kandungan turunan alkohol yang tak untuk diminum yakni metanol (methyl alcohol). Metanol ialah turunan alkohol yang umum dipakai untuk industri seperti pada pembersih cat, pencair beberapa bahan industri, satu diantara bahan radiator (antifreeze), cairan pembersih kaca jendela mobil, bahan pencair pada tinta dan satu diantara bahan cat serta pembersih pelitur. Dalam pada itu, tipe alkohol yang umum digunakan untuk memproduksi minuman mengandung alkohol ialah etanol. Metanol kerap disalahgunakan selaku pengganti etanol pada pembuatan minuman mengandung alkohol ilegal untuk memperoleh kandungan alkohol yang cukup hanya harga yang lebih murah.   Baca juga : Pria Lebih Berisiko Kanker Hati Metanol apabila dikonsumsi serta masuk ke pada badan bakal dirubah atau mungkin dimetabolisme jadi zat yang lima kali lebih beracun dibanding apabila zat itu ada diluar badan. Metanol bakal dimetabolisme selanjutnya oleh badan jadi asam format yang membuahkan situasi badan yang asam (metabolik asidosis). Kecuali itu, asam format mengakibatkan masalah transport aksornal pada saraf mata. Hal semacam ini mengakibatkan keracunan metanol adalah satu situasi gabungan dari penurunan pandangan berat yang umumnya menetap serta tanda-tanda yangg tentang semua badan (tanda-tanda systemik) yang meneror jiwa dengan awitan mendadak. Kebutaan bisa berlangsung lantaran meminum minuman yang memiliki kandungan metanol sejumlah 1 ons atau mungkin kurang. Awalannya pasien dengan keracunan metanol bakal mengeluh mual, muntah, nyeri daerah perut, serta sesak napas. Sesudah 18-48 jam pasien mulai alami penurunan tajam pandangan mendadak pada ke-2 mata. Hal semacam ini mengakibatkan pasien datang terlambat ke rumah sakit lantaran umumnya menanti beberapa gejala lain seperti mual, muntah, serta sakit perut hilang. Masalah pandangan yang berlangsung bisa selesai dengan kebutaan permanen lantaran berlangsung rusaknya berat pada ke-2 saraf mata. Masalah pandangan ini di kenal semacam neuropati optik toksik metanol (masalah saraf mata disebabkan keracunan metanol). Situasi ini bisa diikuti dengan kematian apabila keracunan yang berlangsung amat berat. Pada kontrol ke-2 mata diketemukan penurunan tajam pandangan yang berat dibarengi penurunan refleks sinar serta perluasan pupil mata. Pada kontrol spesial saraf mata bisa diketemukan pembengkakan saraf mata atau mungkin rusaknya susunan saraf mata (atrofi) hingga kebutaan yang berlangsung berbentuk permanen. Therapy pada keracunan minuman keras yang memiliki kandungan metanol pada step awal ialah berupaya keluarkan zat toksik itu. Hal semacam ini bisa dikerjakan dengan basuh lambung yang berguna jika dikerjakan satu jam sesudah peristiwa.   Baca juga : Kiat Membasmi Bekas Jerawat dengan Tepat Etanol adalah antidotum (penawar toksin) untuk keracunan metanol sebab etanol mengikat enzim yang dipakai untuk metabolisme metanol selanjutnya didalam badan. Hal semacam ini mengakibatkan pemberian etanol pada pasien keracunan metanol bakal kurangi beberapa gejala keracunan disebabkan metanol pada step awal. Keadan asam pada badan yang berlangsung (metabolik asidosis) diatasi dengan pemberian bikarbonat yang umumnya diberikan dirumah sakit. Untuk menangani pembengkakan saraf mata bisa diberikan steroid. Selainitu, vitamin B kompleks serta anti-oksidan pula diperlukan untuk perbaikan saraf mata. Pada banyak pasien dengan keracunan metanol berat, hemodialisis (bersihkan darah) bisa dikerjakan untuk membuang metanol yang telah dimetabolisme jadi zat toksik pada badan. Jika pasien terlambat datang ke pusat kesehatan bakal mengakibatkan perlakuan awal juga jadi terlambat hingga kemungkinan masalah saraf pada mata berlangsung dengan cara permanen. Maka dari itu cegahlah sebelum terlambat! Salah satunya dengan rajin mengkonsumsi minuman kesehatan yang mengandung antioksidan dan vitamin B kompleks. Anda bisa memilih diantara minuman ini Ultra Mangotseen, DragonNoni, atau Ultra Noni. Ketiga minuman tersebut terbuat dari bahan-bahan herbal alami yang berkhasiat dan mempunyai fungsi sebagai obat.

Featured Image
Mengenal Gejala serta Penyebab Penyakit Maag

03-05-2014 03:28

Mengenal Gejala serta Penyebab Penyakit Maag  - Ada berbagai masalah kesehatan yang bisa Anda alami bila Anda tidak menjaga kesehatan Anda secara baik. Salah satu masalah kesehatan yang cukup umum ditemui saat ini adalah penyakit maag. Secara umum, penyakit maag dapat dijelaskan sebagai suatu kondisi yang terjadi akibat adanya gangguan pada lambung yang diakibatkan oleh kadar asam lambung yang meningkat secara drastis. Salah satu hal penting yang perlu Anda ketahui mengenai penyakit maag adalah gejala yang muncul akibat dari penyakit ini. Adapun gejala penyakit maag antara lain berupa munculnya rasa sakit pada daerah lambung serta ulu hati, perut terasa kembung apabila telat makan, serta rasa sakit yang muncul di daerah perut sehabis makan. Selain itu, gejala penyakit maag lainnya adalah rasa mual, muntah-muntah, sendawa meskipun dalam keadaan lapar, turunnya nafsu makan, pucat, keringat dingin, serta pusing. Gejala penyakit maag dapat bervariasi dan berbeda-beda tergantung dari parah atau tidaknya penyakit maag yang diderita oleh seseorang. Baca juga :  Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Selain mengetahui gejala penyakit maag, hal penting lain yang sebaiknya Anda ketahui mengenai penyakit maag adalah penyebab penyakit ini. Seperti yang disebutkan di atas, penyakit maag muncul akibat kadar asam lambung yang meningkat secara drastis. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor. Penyebab kadar asam lambung yang meningkat antara lain adalah gaya hidup yang kurang sehat, ketidakteraturan pola makan, mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar lemak tinggi secara terus-menerus, kebiasaan merokok, mengkonsumsi kopi secara berlebihan, mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol, mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama, serta mikroorganisme yang merugikan yang hidup dalam lambung. Selain itu, stress, tubuh terlalu lelah, tekanan emosi, serta kurang tidur juga dapat dianggap sebagai pemicu terjadinya penyakit maag. Dengan mengetahui penyebab penyakit maag, Anda akan bisa mengenali penyakit ini sedini mungkin serta melakukan pencegahan atau pengobatan secara lebih efektif. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh penderita maag adalah pola makan serta jenis-jenis makanan yang dikonsumsi. Secara umum, penderita penyakit maag dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis makanan. Di lain pihak, ada juga jenis-jenis makanan yang justru dianjurkan bagi penderita maag. Jenis-jenis makanan yang dianjurkan bagi penderita penyakit maag cukup beragam. Jenis makanan pertama yang dianjurkan bagi penderita penyakit maag adalah makanan yang menjadi sumber karbohidrat seperti bubur, biskuit, kentang, serta makanan yang terbuat dari tepung. Jenis makanan lain yang dianjurkan bagi penderita penyakit maag adalah sayur-sayuran yang tidak menghasilkan gas bila dicerna dan tidak berserat. Adapun jenis sayur-sayuran yang bisa dikonsumsi oleh penderita penyakit maag antara lain berupa brokoli, labu kuning, wortel, dan labu siam. Beberapa jenis buah-buahan juga merupakan jenis makanan yang dianjurkan bagi penderita penyakit maag. Adapun jenis buah-buahan yang dianjurkan bagi penderita penyakit maag adalah jenis buah-buahan yang tidak bersifat asam dan tidak mengandung alkohol seperti tomat, pepaya, dan pisang. Sementara itu, jenis-jenis makanan serta minuman yang sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit maag antara lain berupa makanan yang dapat merusak dinding lambung secara langsung seperti jagung dan nasi keras, makanan sumber protein hewani seperti ikan dan daging yang berlemak, makanan serta minuman dengan kadar serat serta gas yang tinggi seperti kedondong dan buah kering, minuman yang mengandung alkohol dan soda seperti susu dan anggur putih, makanan yang mengandung cuka, makanan yang bersifat pedas, obat-obatan atau suplemen yang bersifat asam seperti suplemen vitamin C dan obat-obatan yang mengandung asam salisilat, makanan yang susah dicerna, makanan dengan kadar lemak tinggi, makanan dengan kadar santan tinggi, coklat, keju, sayuran tertentu seperti sawi, kol dan buah-buahan tertentu seperti nangka dan durian, serta goreng-gorengan. Makanan-makanan tersebut sebaiknya dihindari untuk mencegah timbulnya resiko penyakit maag. Baca juga : Obat Herbal Dan Makanan Untuk Menstabilkan Kadar Kolesterol Berbicara mengenai pencegahan penyakit maag, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah timbulnya penyakit ini. Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit maag adalah dengan mengatur pola makan. Makan secara teratur merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penyakit maag. Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit maag adalah dengan menghindari berbagai jenis minuman yang bisa memicu peningkatan kadar asam lambung seperti minuman beralkohol, minuman bersoda, serta kopi. Memilih jenis makanan yang dapat dicerna dengan mudah juga merupakan salah satu langkah efektif dalam mencegah terjadinya penyakit maag. Selain itu, Anda juga bisa mencegah terjadinya penyakit maag dengan cara beristirahat yang cukup. Pola tidur teratur terbukti dapat mencegah terjadinya penyakit maag secara lebih efektif. Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit maag adalah dengan menghindari stress. Stress merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya produksi asam lambung. Dengan menghindari stress, Anda akan bisa mencegah terjadinya penyakit maag secara lebih efektif. Saat ini ada cukup banyak obat-obatan yang dijual di pasaran yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit maag. Selain obat-obatan generik, Anda juga bisa menemukan berbagai jenis obat-obatan herbal untuk penyakit maag. Obat-obatan herbal biasanya lebih disukai karena jenis obat-obatan ini terbuat dari bahan alami yang lebih aman digunakan. Selain itu, harga obat-obatan herbal juga lebih terjangkau dan biasanya memiliki khasiat yang lebih baik dibandingkan obat-obatan generik. Bila Anda ingin membeli obat herbal untuk penyakit maag, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan seperti bahan baku, cara kerja obat, petunjuk penggunaan, serta harga obat herbal tersebut. Jangan lupa untuk memeriksa tanggal produksi serta tanggal kadaluarsa obat herbal untuk maag yang akan Anda beli sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat optimal dari obat herbal tersebut.

Featured Image
Olah Raga Malam, Sehatkah?

13-06-2014 22:53

Berusaha tetap berolah raga meskipun banyak kesibukan memang baik supaya tubuh memiliki keseimbangan dan bisa tetap bugar. Akan tetapi, bagaimana kalau hanya memiliki waktu luang pada malam hari? Mau tak mau, pilihan orang sibuk adalah berolah raga di malam hari. Olah raga tentu memilki banyak manfaat dalam tubuh. Namun, saat dilakukan di malam hari, ternyata ada risiko-risiko yang harus ditanggung oleh tubuh. Bila tak kuat, alih-alih sehat, tetapi kita justru akan sakit. Seperti kita yang memiliki jadwal dan jam kerja, organ-organ di dalam tubuh kita pun memiliki jadwal kerjanya masing-masing. Bila aktivitas kita tidak mengikuti jadwal kerja organ-organ tubuh, terjadi pemaksaan kerja yang akhirnya membuat tubuh sakit. Baca juga : Membakar Kalori dengan TRX  Secara fisiologis manusia memiliki siklus hidup yang normal, yaitu mulai beraktivitas pagi hingga sore hari dan pada malam harinya beristirahat. Siklus yang tidak normal biasanya hanya dimiliki orang yang berprofesi sebagai anggota satuan pengamanan karena ia harus beraktivitas di malam hari sedangkan siang harinya beristirahat. Siklus tubuh yang normal itu dimulai pada pagi hari saat bangun tidur. Saat itu jadwal kerja organ tubuh ternyata masih dalam tahap rendah. Fungsi jantung, volume paru-paru, kemampuan otak, tekanan darah, kemampuan otot, kelenturan sendi, dan kapasitas hormon norepinephrine serta adrenergik dalam batas yang rendah. Semakin jam berlalu ke siang hari, kemampuan organ-organ tubuh meningkat. Pada sore hari, seluruhnya mencapai kemampuan maksimal. Kekuatan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh maksimal, volume paru-paru terbesar, kekuatan otot yang terkuat, kelenturan sendi, tekanan darah terbaik, dan peningkatan hormon yang terbaik. Baca juga : Penyebab Kencing Berdarah   Pada sore hari seluruh organ tubuh bisa bekerja maksimal karena oksigen terkonsentrasi ke sana. Itu berkaitan juga dengan kondisi lambung yang paling kosong adalah saat sore hari sehingga oksigen di jantung lebih banyak. Memasuki malam hari, kemampuan semua organ tubuh itu akan terus berkurang dan mencapai titik terendah pada tengah malam saat kita memang seharusnya sudah tidur. Pada pagi hari, siklusnya akan terulang lagi. Waktu olah raga terbaik adalah sore hari karena di situlah titik puncaknya. Kalau terlalu malam sudah tidak baik karena kemampuan semua organ tubuh mulai menurun. Kalau tetap dipaksakan, organ-organ mengalami pemaksaan untuk bekerja. Bila tindakan seperti ini dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, dipastikan mengganggu kerja fisiologis organ-organ tubuh. Apalagi olah raga malam lebih banyak dilakukan orang yang bekerja penuh sepanjang harinya. Daya tahan tubuh yang semakin lemah karena keletihan akan membuat kita lebih berisiko mengalami gangguan fisiologis. Tujuan olah raga tentu saja untuk sehat, jangan memaksakan diri sampai akhirnya jatuh sakit.

...