Olah Raga Malam, Sehatkah?

Additional Image

Waktu Posting : 13-06-2014 22:53 | Dibaca : 2971x

Berusaha tetap berolah raga meskipun banyak kesibukan memang baik supaya tubuh memiliki keseimbangan dan bisa tetap bugar. Akan tetapi, bagaimana kalau hanya memiliki waktu luang pada malam hari? Mau tak mau, pilihan orang sibuk adalah berolah raga di malam hari.

Olah raga tentu memilki banyak manfaat dalam tubuh. Namun, saat dilakukan di malam hari, ternyata ada risiko-risiko yang harus ditanggung oleh tubuh. Bila tak kuat, alih-alih sehat, tetapi kita justru akan sakit.

Seperti kita yang memiliki jadwal dan jam kerja, organ-organ di dalam tubuh kita pun memiliki jadwal kerjanya masing-masing. Bila aktivitas kita tidak mengikuti jadwal kerja organ-organ tubuh, terjadi pemaksaan kerja yang akhirnya membuat tubuh sakit.

Baca juga : Membakar Kalori dengan TRX 

Secara fisiologis manusia memiliki siklus hidup yang normal, yaitu mulai beraktivitas pagi hingga sore hari dan pada malam harinya beristirahat. Siklus yang tidak normal biasanya hanya dimiliki orang yang berprofesi sebagai anggota satuan pengamanan karena ia harus beraktivitas di malam hari sedangkan siang harinya beristirahat.

Siklus tubuh yang normal itu dimulai pada pagi hari saat bangun tidur. Saat itu jadwal kerja organ tubuh ternyata masih dalam tahap rendah. Fungsi jantung, volume paru-paru, kemampuan otak, tekanan darah, kemampuan otot, kelenturan sendi, dan kapasitas hormon norepinephrine serta adrenergik dalam batas yang rendah.

Semakin jam berlalu ke siang hari, kemampuan organ-organ tubuh meningkat. Pada sore hari, seluruhnya mencapai kemampuan maksimal. Kekuatan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh maksimal, volume paru-paru terbesar, kekuatan otot yang terkuat, kelenturan sendi, tekanan darah terbaik, dan peningkatan hormon yang terbaik.

Baca juga : Penyebab Kencing Berdarah  

Pada sore hari seluruh organ tubuh bisa bekerja maksimal karena oksigen terkonsentrasi ke sana. Itu berkaitan juga dengan kondisi lambung yang paling kosong adalah saat sore hari sehingga oksigen di jantung lebih banyak.

Memasuki malam hari, kemampuan semua organ tubuh itu akan terus berkurang dan mencapai titik terendah pada tengah malam saat kita memang seharusnya sudah tidur. Pada pagi hari, siklusnya akan terulang lagi.

Waktu olah raga terbaik adalah sore hari karena di situlah titik puncaknya. Kalau terlalu malam sudah tidak baik karena kemampuan semua organ tubuh mulai menurun. Kalau tetap dipaksakan, organ-organ mengalami pemaksaan untuk bekerja. Bila tindakan seperti ini dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, dipastikan mengganggu kerja fisiologis organ-organ tubuh. Apalagi olah raga malam lebih banyak dilakukan orang yang bekerja penuh sepanjang harinya. Daya tahan tubuh yang semakin lemah karena keletihan akan membuat kita lebih berisiko mengalami gangguan fisiologis. Tujuan olah raga tentu saja untuk sehat, jangan memaksakan diri sampai akhirnya jatuh sakit.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Tips Hidup Normal dengan Diabetes Melitus

24-03-2015 11:43

Penyakit diabetes melitus dapat membuat seseorang merasa dibatasi, sebab ia harus waspada dengan apa saja yang ia konsumsi agar kadar gula dalam darah tetap terkontrol. Kondisi seperti ini bisa sangat sulit, apalagi banyak sekali godaan yang muncul seperti hidangan santapan lezat dan manis di depan mata yang menjadi pantangan baginya. Beberapa jenis makanan tersebut di antaranya mie, pasta, nasi, roti putih, kentang, kafein, gorengan dan minuman bersoda. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh penderita penyakit gula agar tetap bisa menjalani hidupnya dengan normal? Baca juga : Berbagai Gejala Diabetes Melitus Tipe 2  Gaya hidup sehat adalah kunci utama menjaga kadar gula darah seimbang dan terkontrol pada penderita diabetes melitus. Langkah tersebut meliputi olahraga rutin dan pola makan teratur serta tepat. Cara tersebut telah berhasil membuat banyak penderita penyakit gula atau kencing manis bertahan dengan kehidupan yang sehat dan normal, bahkan tanpa tergantung dengan obat-obatan. Yang terpenting adalah fokus penuh pada kada gula darah yang terkontrol. Jalankan diet khusus penderita diabetes yang mengacu pada pilihan makanan yang tepat. Untuk memudahkan langkah tersebut, Anda dapat mengikuti tips berikut ini: §  Konsumsi makanan berserat tinggi dan karbohidrat kompleks dimana sistem pencernaan akan lebih mudah mengurainya sehingga membantu menjaga kadar glukosa. Anda dapat mengkomsumsi nasi merah, gandum, sereal, sayuran dan buah-buahan. Baca juga : Cara Menyembuhkan Diabetes yang Ampuh  §  Cermat memilih yang manis, secukupnya saja dan tidak berlebihan. Kurangi porsi karbohidrat saat Anda akan makan sesuatu yang manis setelahnya. §  Bijak memilih lemak. Pilih lemak tak jenuh yang dapat diperoleh dari tumbuhan dan ikan. §  Jalani pola makan teratur dan buat catatan harian. Aturan yang dianjurkan, termasuk dalam upaya penurunan berat badan pada penderita penyakit gula adalah 3 kali makan utama dan 2 kali makan ringan dalam sehari. Tentunya, atur porsi secukupnya serta buat catatan harian yang bertujuan untuk merekap asupan makanan dan membantu proses evaluasi pada diet yang dijalankan. Resiko komplikasi fungsi organ setelah divonis menderita penyakit gula memang menjadi momok bagi semua orang. Akan tetapi, kemungkinan tersebut dapat dihindari atau diperkecil dengan pola hidup sehat termasuk olahraga dan diet yang tepat untuk penderita diabetes melitus.

Featured Image
Fungsi Beberapa Organ Yang Terlihat Tidak Berguna

02-06-2014 06:11

Evolusi membuat beberapa fungsi organ-organ menjadi tidak terlihat, padahal mungkin organ-organ tersebut dulunya sangat bermanfaat bagi nenek moyang manusia. Berikut ini penjelasan fungsi dari organ-organ yang terlihat kurang berguna tersebut. 1. Puting susu pada pria Puting susu pada wanita berguna untuk menyusui keturunannya yang masih bayi, namun pada pria, fungsi organ ini seperti tidak ada. Puting susu pada pria sebenarnya ada karena semua makluk hidup saat diciptakan awalnya adalah wanita. Sehingga kedua jenis kelamin sama-sama memiliki puting susu, namun tanpa estrogen (hormon kewanitaan), organ tersebut hanyalah ornamen semata. Baca juga : Ketahui 4 Asupan Pencegah Migrain 2. Rambut ketiak Profesor evolusi biologi manusia di Harvard University, Daniel Lieberman, menjelaskan, ada dua tipe kelenjar keringat di tubuh, ekrin dan apokrin yang banyak terdapat pada ketiak. Kelenjar apokrin penting untuk mengeluarkan sinyal seksual. Sehingga dengan adanya rambut, bau yang dihasilkan dari kelenjar tersebut bertahan lebih lama. 3. Alis Para peneliti percaya, alis dapat melindungi mata dari keringat dan air hujan, sehingga membantu nenek moyang untuk berburu. Namun menurut Lieberman, alis juga berfungsi untuk menunjukkan emosi sehingga membantu dalam berkomunikasi. 4. Usus buntu Usus buntu merupakan organ vestigial, yang artinya kehilangan banyak fungsi awalnnya karena proses evolusi. Awalnya, kata Lieberman, organ ini berfungsi sebagai wadah fermentasi pada usus. Namun karena manusia tidak lagi makan makanan berkualitas rendah seperti rumput, maka organ ini tidak lagi berfungsi. Namun penelitian menunjukkan, organ ini mungkin penting sebagai tempat tumbuhnya banyak bakteri "baik". Baca juga : Apakah Minum Susu Bikin Tubuh Gemuk? 5. Amandel Amandel merupakan organ yang penting untuk sistem imun. Melalui mulut, bakteri banyak masuk ke dalam tubuh. Nah, untuk mencegah infeksi, maka sel imun di tenggorokan melancarkan aksi melawan bakteri tersebut . 6. Gigi bungsu Gigi merupakan organ yang sudah tumbuh meski belum digunakan. Artinya meskipun gigi bungsu baru terlihat setelah dewasa, namun sejatinya organ ini sudah tumbuh jauh sebelumnya. Dulu manusia membutuhkan gigi bungsu untuk mendukung tulang rahang supaya tumbuh dengan baik. Namun karena manusia makan makanan yang tergolong lunak dan masak, maka tulang rahang pun tidak tumbuh dengan kapasitas penuh. Sehingga tidak ada tempat bagi gigi bungsu untuk tumbuh.

Featured Image
Gejala dan Penyebab Penyakit Diabetes

25-07-2014 00:14

Diabetes terjadi karena kadar gula di dalam tubuh sangat tinggi. Sehingga fungsi insulin tidak bisa bekerja dengan optimal. Gula darah akan diubah menjadi energi tubuh oleh insulin, tapi bila volumenya berlebihan membuat insulin kewalahan dalam mengatasinya. Kondisi ini semakin parah kala pankreas tidak mampu lagi menghasilkan hormon insulin yang sangat dibutuhkan ini. Bila beragam gejala telah anda rasakan, segera periksakan diri untuk memastikan kadar gula darah masih normal. Bila kadar gula darah anda melebihi angka 70-110 mg/liter, maka anda harus waspada. Karena anda berpotensi menderita diabetes. Secara medis belum ditemukan obat yang ampuh menyembuhkan penyakit ini. Tapi anda bisa mengandalkan obat penyakit diabetes herbal untuk penyembuhan secara tuntas. Baca juga : Tanaman Obat Keluarga  Berbagai penyebab bisa memicu serangan penyakit diabetes. Kenali dengan baik sehingga bisa mencegah serangan penyakit mematikan ini. Penyebab penyakit kencing manis ini, diantaranya adalah malas melakukan olahraga dengan teratur, konsumsi karbohidrat sederhana terlalu banyak seperti nasi, pola istirahat yang tidak mencukupi, kecanduan rokok, terlalu banyak meminum teh  manis, gemar makan gorengan secara berlebihan, gemar ngemil, sering mengalami stres, penggunaan pil kontrasepsi dan sebagainya. Sedangkan gejala yang kerap timbul sebagai pertanda serangan diabetes adalah kerap buang air kecil, terasa mudah haus padahal barusan minum, berat badan menurun drastis, gampang terasa lelah, kerap menderita kesemutan dan menderita luka yang sulit disembuhkan. Baca juga : Penyebab dan Gejala Tumor Otak 

...