Waktu Posting : 11-06-2014 20:44 | Dibaca : 3260x
16-06-2014 11:13
Pamor minuman berenergi naik daun seiring dengan musim pertandingan Piala Dunia. Alasannya, tentu saja untuk membuat badan tetap bugar saat beraktivitas esok harinya. Namun, adakah dampak buruk untuk kesehatan tubuh? Minuman berenergi diciptakan untuk dikonsumsi agar badan tetap berstamina meski kurang istirahat. Oleh karenanya, jenis minuman ini sering dipilih banyak orang untuk begadang atau memulihkan badan setelah begadang. Kalau dilihat di kemasannya, minuman itu memiliki kandungan yang sebenarnya bisa dikatakan baik. Ada vitamin B Complex, ginseng, dan ada juga yang mengandung despantal. Meski memang ada juga nikotin dan kafeunnya. Vitamin B complex yang juga merupakan vitamin neurotropik, dikatakannya memberikan manfaat pada kesegaran tubuh. Ginseng pun bermanfaat untuk kesegaran tubuh, sementara despantal berfungsi untuk merangsang nafsu makan. Baca juga : Cara Mudah Turunkan Gula Darah Sementara, kafein dalam minuman itu bekerja layaknya kopi. Kafein membuat irama atau frekuensi jantung meningkat sehingga seakan-akan tubuh merasa kuat untuk terus "on" meskipun sudah waktunya untuk istirahat. Begitupun nikotin, ia bekerja seperti kafein yang akhirnya ikut merangsang sistem syaraf dan pembuluh darah ikut meningkat. Apakah lantas minuman itu bisa dikatakan suplemen yang baik? Tentu saja ada risiko kesehatan akibat mengkonsumsi minuman berenergi untuk meningkatkan stamina. Apalagi bila itu dikonsumsi dalam jumlah banyak untuk jangka waktu yang panjang. Minuman itu akan membuat tubuh merasa fit tanpa istirahat. Padahal, seluruh organ tubuh mulai dari otak, jantung, hati, dan semuanya memerlukan istirahat yang wajar untuk pemulihan fungsi selnya. Risikonya, pasti organ tubuh akan terganggu fungsinya kalau dipaksa bekerja keras. Jantung adalah organ yang paling terkena dampaknya. Bila tubuh tidak istirahat dan malah terus beraktivitas, maka kerja jantung akan terganggu. Efek samping ringan yang muncul adalah rasa berdebar-debar, sementara risiko fatalnya adalah serangan jantung. Otak juga akan terganggu karena didorong untuk terus bekerja. Tanda-tanda awal gangguan di kepala adalah dengan munculnya rasa pusing. Selain itu, konsumsi minuman benergi juga bisa mengganggu sistem pencernaan seperti gangguan maag. Bila dikonsumsi sekali-sekali dan amat jarang, dampak negatifnya tidak akan muncul. Namun, yang mengkhawatirkan, di dalam minuman itu ada kafein dan nikotin yang memberikan efek adiktif atau candu. Seseorang akan merasa butuh terus, jadinya minum sangat banyak. Minuman itu bisa menimbulkan ketergantungan. Baca juga : Kiat Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Konsumsi dalam jumlah banyak itu juga akan berisiko penyakit diabetes. Hal itu diakibatkan kandungan gula yang cukup tinggi di dalam minuman tersebut. Kandungannya akan berkali-kali lipat kalau dikonsumsi lebih dari satu botol. Kalaupun boleh dikonsumsi, berapa botol? Minuman itu bukanlah obat yang memiliki takaran konsumsi. Jadi jangan terbuai dengan sensasi rasa segar saat meminumnya, tetapi setelahnya malah menjadi sakit. Dan, yang pasti diingat, seluruh organ tubuh kita membutuhkan istirahat berkualitas supaya memperbaiki sel-selnya. Meminumnya sekali saja demi begadang nonton bola oke-oke saja, asal jangan dijadikan kebiasaan sampai akhirnya tubuh tidak bisa lagi menemukan waktunya untuk beristirahat. Saat minuman berenergi dibutuhkan agar badan tetap fit, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah : Untuk minuman berenergi dalam bentuk botol, saat mengkonsumsinya paling banyak adalah dua botol untuk hari tu saja. Namun, tetap saja jangan dikonsumsi terus-menerus di hari-hari berikutnya. Bila sudah meminum minuman berenergi, pastikan jangan lagi mengkonsumsi kopi dan teh yang mengandung kafein. Bila semua dikonsumsi, risiko jangka panjangnya akan lebih berbahaya bagi tubuh. Bila sudah terasa jantung berdebar, kepala pusing, atau nyeri lambung,berhenti mengkonsumsinya. Setelah mengkonsumsinya, perbanyak minum air putih. Hal ini akan membantu ginjal untuk mengeluarkan hasil dari metabolisme tubuh sehingga diharapkan bisa mengurangi efeknya.
12-07-2018 15:22
Obat kolesterol tradisional banyak dicari sebagai salah satu cara orang untuk menyembuhkan penyakit kolestrol yang tradisional. Berbagai ramuan di wariskan oleh pendahulu kita sebagai jalan untuk mengurangi keluhan kolestrol. Obat tradisional biasanya diracik dari ramuan tanaman obat baik daun, biji, akar dan buah buahan. Berikut ini adalah beberapa resep obat kolesterol yang tradisional yang dapat Anda temukan dan racik sendiri di rumah. Bahan-bahan untuk Membuat Obat kolesterol Tradisional Kunyit Nama ilmiah tanaman ini adalah curcuma domesticae rhizoma. Biasanya orang menggunakan tanaman kunyit untuk bumbu masakan khas Indonesia. Khasiat tersembunyi dari tanaman kunyit sebagai cara untuk memperlancar darah dan energi vital. Selain itu, kunyit juga dapat digunakan sebagai anti bakteri dan anti inflamasi. Untuk membuat resep tradisional ini cukup bersihkan rimpang kunyit, iris tipis. Kemudian masukkan irisan kunyit kedalam 2 gelas air hingga tinggal 1 gelas. Saring, minum setelah dingin 3x sehari untuk 12 minggu. Temulawak Tanaman yang masuk kedalam keluarga rimpang rimpangan ini bernama latin curcumae rhizoma. Manfaat alami yang terkandung di dalamnya adalah membantu proses pengeluaran empedu menuju usus. Untuk membuatnya, Anda perlu menyiapkan 3 rimpang temulawak parut. Masukkan parutan kedalam ½ cangkir air panas. Tunggu hingga dingin dan mengendap. Minum air yang berada pada atas endapan. Konsumsi setiap hari untuk mendapatkan efek yang maksimal. Sambiloto Tanaman ini secara turun temurun telah banyak digunakan sebagai bahan pembuatan ramuan tradisional. Cara pembuatannya cukup mudah, yakni dengan merebus 20 gram sambiloto kering ke dalam 3 gelas air, hingga menyusut menjadi 1 gelas. Saring dan minum setiap hari. Buah mengkudu Buah mengkudu memiliki khasiat melancarkan metabolisme tubuh Anda. Jika Anda ingin mengkonsumsi obat kolestrol tradisional tapi malas jika harus merebus ramuan setiap hari, Anda dapat mengonsumsi ramuan tradisional yang saat ini sudah tersaji dalam kemasan. Yakni sebuah obat kolesterol yang terbuat dari perpaduan antara mengkudu dan buah naga merah. Jangan lupa pastikan ramuan herbal instan yang anda konsumsi sudah ada izin kesehatan yang berlisensi.
04-08-2014 08:38
1. Gunakan air bersih untuk memasak mie,jangan gunakan air sisa rebusan mie. 2. Masukan mie ketika air yang direbus sudah mendidih. 3. Masaklah mie hingga matang, jangan dimasak setengah matang karena masih ada zat lilin yang melapisi lapisan mie belum lepas. 4. Jika anda membuat mie goreng maka pisahkan mie dengan air rebusan mie hingga mie sedikit kering, namun jika anda membuat mie rebus maka jangan memakai air rebusan sebagai kuah tapi masaklah air bersih lagi untuk kuahnya. Baca juga :Pencetus Penyakit Diabetes 5. Gunakanlah sebagian dari bumbu bawaan mie saja, karena bumbu bawaan mie mengandung banyak pengawet. Dan alangkah baiknya anda mengunakan bumbu buatan sendiri untuk merendahkan konsumsi pengawet pada bumbu. 6. Pakai minyak zaytun sebagai pengganti minyaknya. 7. Minum habbasy oil 1 - 2 kapsul 1 jam sebelum konsumsi mie instan agar kadar toksin pengawet, penyedap, dan lilinnya bisa tereduksi. Baca juga : Tips Kembali Langsing Usai Lebaran Â