Waktu Posting : 24-05-2016 18:27 | Dibaca : 2114x
13-06-2014 19:52
Sejuta alasan terkadang dilontarkan saat berhadapan dengan kenyataan bahwa kita harus memulai olah raga. Mau joging, malas berpanas-panasan. Mau treadmill, sudah terbayang kaki yang akan super pegal. Faktor bosan juga sering kali hinggap karena membayangkan olah raga konvensional yang dianggap kurang menantang. So, jika ingin memiliki tubuh bugar, stop cari alasan! Mau coba yang berbeda? Ayo lakukan TRX (Total Resistance eXercise) atau yang banyak disebut sebagai suspension training. Pencinta olah raga ini semakin tumbuh sukur dalam dua tahun terakhir. Meski mayoritas dilakukan perempuan, tak jarang olah raga ini juga menarik minat kaum lelaki yang ingin rehat dari olah raga hardcore. Latihan ini bisa mengencangkan otot tubuh di bagian yang diinginkan dengan memfokuskan gerakan di bagian itu. Banyak orang yang mengaku tertarik dengan TRX karena unik, yakni memakai tali dan pas dicoba ternyata enak, tidak perlu ngos-ngosan seperti halnya lari, tapi bisa bakar kalori banyak sekali. Baca juga : Olahraga Malam, Sehatkah? TRX pada awalnya diciptakan oleh seorang anggota Angkatan Laut AS, Randy Hetrick. Ide latihan ini muncul ketika ia tinggal di dalam kapal selam dan tidak memiliki peralatan latihan serta terbatasnya ruangan untuk berlatih. Ia Kemudian sebagian dari perlengkapan parasut dan sabuk karatenya ia gunakan untuk membuat sebuah protottipe TRX yang dimodifikasi menjadi bentuk yang saat ini dikenal. Sejak itu, TRX didesain bagi pasukan Angkatan Laut AS untuk teknik mengolah tubuh yang efektif, namun dalam waktu singkat. Penggunaannya semakin meluas dalam tiga tahun terakhir karena sekarang, siapa pun bisa melakukannya. Metode pelatihan pada olah raga ini adalah menggunakan beban tubuh sendiri sebagai pusat gravitasi untuk melatih otot inti, misalnya bagian perut serta otot-otot tubuh lainnya. Cara penggunaannya adalah menggenggam ujung tali dengan berat badan sebagai beban. Tak seperti mesin kebugaran yang sarat dengan beban logam dan skala beban yang diatur, TRX hanya memanfaatkan tiang palang dan tali kokoh yang mampu menopang beban tubuh pemakainya. Baca juga : Bedah Plastik Estetik, Sehatkah? Bukan hanya fisik, mental pun diuji agar tetap fokus karena keseimbangan dan daya tahan juga masuk agenda latihan ini. Meski terlihat simpel, penggunanya bisa melakukan full body workout karena seluruh bagian otot tubuh bisa dilibatkan di setiap gerakannya secara otomatis. Latihan ini juga bisa dibilang unik karena secara umum menggunakan tangan atau kaki pada titik jangkar tunggal, sementara badan tidak kontak dengan lantai. Keadaan ini memberikan ketidakseimbangan sehingga memungkinkan untuk melatih keseimbangan, kekuatan daya tahan, fleksibilitas, integritas gabungan, dan pencegahan cedera. Mengingat banyaknya kaum hawa yang tertarik dengan olah raga ini, apakah ada hubungan langsung antara latihan TRX dan perampingan tubuh?
09-03-2025 23:22
LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah prosedur bedah mata yang digunakan untuk mengoreksi masalah penglihatan, terutama untuk orang yang mengalami miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), atau astigmatisme. Prosedur ini menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea (bagian depan mata) agar cahaya dapat fokus dengan tepat pada retina dan meningkatkan penglihatan.Cara Kerja LASIK Mata :Pembuatan Flap: Dalam prosedur LASIK, pertama-tama dokter akan menggunakan alat mikrokeratom atau laser femtosecond untuk membuat flap tipis di bagian luar kornea.Pemrograman Laser: Setelah flap dibuka, laser digunakan untuk mengubah bentuk jaringan di bawah permukaan kornea, yang mengarah pada perubahan fokus cahaya yang masuk ke mata.Penutupan Flap: Setelah proses pemotongan kornea dengan laser, flap tersebut diposisikan kembali dan akan menempel dengan sendirinya tanpa perlu jahitan.Kegunaan LASIK :Mengoreksi Rabun Jauh (Miopia): Pada miopia, cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan dengan benar di retina, menyebabkan objek yang jauh menjadi buram. LASIK membantu mengubah bentuk kornea agar cahaya difokuskan pada retina.Mengoreksi Rabun Dekat (Hipermetropia): Hipermetropia terjadi ketika cahaya difokuskan di belakang retina, menyebabkan penglihatan jarak dekat menjadi buram. LASIK membantu mengubah bentuk kornea untuk memfokuskan cahaya lebih tepat di retina.Mengoreksi Astigmatisme: Astigmatisme disebabkan oleh bentuk kornea yang tidak merata, yang menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi. LASIK dapat memperbaiki ketidaksempurnaan ini dengan meratakan bentuk kornea.Meningkatkan Kualitas Hidup: LASIK dapat mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak, memberikan kebebasan dan kenyamanan bagi orang-orang yang memiliki masalah penglihatan.Pemulihan Cepat: Salah satu keuntungan utama dari LASIK adalah pemulihan yang relatif cepat, dengan banyak pasien mengalami peningkatan penglihatan dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah prosedur.Keuntungan LASIK:Peningkatan Penglihatan Cepat: Banyak pasien melaporkan bahwa penglihatan mereka membaik segera setelah prosedur dan sebagian besar pasien dapat mencapai penglihatan yang sangat baik.Mengurangi Ketergantungan pada Kacamata atau Lensa Kontak: Banyak orang yang menjalani LASIK tidak lagi memerlukan kacamata atau lensa kontak untuk aktivitas sehari-hari.Prosedur yang Minim Penderitaan: Prosedur ini umumnya tidak menyakitkan, karena anestesi lokal berupa tetes mata digunakan untuk membius mata selama prosedur.Potensi Risiko dan Efek Samping :Penglihatan Kabur atau Halos: Beberapa pasien mungkin mengalami penglihatan kabur, terutama pada malam hari atau melihat halo di sekitar cahaya.Infeksi atau Peradangan: Walaupun jarang, ada risiko infeksi atau peradangan setelah prosedur.Perubahan Penglihatan: Tidak semua orang mendapatkan hasil yang sempurna, dan dalam beberapa kasus, koreksi penglihatan bisa tidak memadai, yang memerlukan prosedur tambahan.Kesimpulan :LASIK adalah prosedur bedah mata yang efektif untuk mengoreksi masalah penglihatan seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisme. Dengan menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea, LASIK memungkinkan banyak orang untuk mengurangi atau menghilangkan ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak, meningkatkan kualitas hidup secara signifikan. Namun, seperti semua prosedur medis, LASIK juga memiliki beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menjalani operasi ini.
13-06-2014 22:53
Berusaha tetap berolah raga meskipun banyak kesibukan memang baik supaya tubuh memiliki keseimbangan dan bisa tetap bugar. Akan tetapi, bagaimana kalau hanya memiliki waktu luang pada malam hari? Mau tak mau, pilihan orang sibuk adalah berolah raga di malam hari. Olah raga tentu memilki banyak manfaat dalam tubuh. Namun, saat dilakukan di malam hari, ternyata ada risiko-risiko yang harus ditanggung oleh tubuh. Bila tak kuat, alih-alih sehat, tetapi kita justru akan sakit. Seperti kita yang memiliki jadwal dan jam kerja, organ-organ di dalam tubuh kita pun memiliki jadwal kerjanya masing-masing. Bila aktivitas kita tidak mengikuti jadwal kerja organ-organ tubuh, terjadi pemaksaan kerja yang akhirnya membuat tubuh sakit. Baca juga : Membakar Kalori dengan TRX Secara fisiologis manusia memiliki siklus hidup yang normal, yaitu mulai beraktivitas pagi hingga sore hari dan pada malam harinya beristirahat. Siklus yang tidak normal biasanya hanya dimiliki orang yang berprofesi sebagai anggota satuan pengamanan karena ia harus beraktivitas di malam hari sedangkan siang harinya beristirahat. Siklus tubuh yang normal itu dimulai pada pagi hari saat bangun tidur. Saat itu jadwal kerja organ tubuh ternyata masih dalam tahap rendah. Fungsi jantung, volume paru-paru, kemampuan otak, tekanan darah, kemampuan otot, kelenturan sendi, dan kapasitas hormon norepinephrine serta adrenergik dalam batas yang rendah. Semakin jam berlalu ke siang hari, kemampuan organ-organ tubuh meningkat. Pada sore hari, seluruhnya mencapai kemampuan maksimal. Kekuatan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh maksimal, volume paru-paru terbesar, kekuatan otot yang terkuat, kelenturan sendi, tekanan darah terbaik, dan peningkatan hormon yang terbaik. Baca juga : Penyebab Kencing Berdarah Pada sore hari seluruh organ tubuh bisa bekerja maksimal karena oksigen terkonsentrasi ke sana. Itu berkaitan juga dengan kondisi lambung yang paling kosong adalah saat sore hari sehingga oksigen di jantung lebih banyak. Memasuki malam hari, kemampuan semua organ tubuh itu akan terus berkurang dan mencapai titik terendah pada tengah malam saat kita memang seharusnya sudah tidur. Pada pagi hari, siklusnya akan terulang lagi. Waktu olah raga terbaik adalah sore hari karena di situlah titik puncaknya. Kalau terlalu malam sudah tidak baik karena kemampuan semua organ tubuh mulai menurun. Kalau tetap dipaksakan, organ-organ mengalami pemaksaan untuk bekerja. Bila tindakan seperti ini dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, dipastikan mengganggu kerja fisiologis organ-organ tubuh. Apalagi olah raga malam lebih banyak dilakukan orang yang bekerja penuh sepanjang harinya. Daya tahan tubuh yang semakin lemah karena keletihan akan membuat kita lebih berisiko mengalami gangguan fisiologis. Tujuan olah raga tentu saja untuk sehat, jangan memaksakan diri sampai akhirnya jatuh sakit.