Waktu Posting : 17-10-2014 18:55 | Dibaca : 2970x
11-06-2014 21:15
Tertawa adalah hal yang benar-benar mengasyikkan. Beberapa hal lucu yang kerap dilontarkan seseorang rekan bikin Anda gembira. Tertawa ialah hal yang benar-benar spontan yang dilakukan oleh seorang. Tertawa sendiri adalah ekspresi kebahagiaan yang nampak dengan cara spontan yang tiada dapat Anda rekayasa. Maka tak heran bila ada ungkapan bahwasanya tertawa ialah obat paling ampun serta menyehatkan. Nah, tahukan Anda bila ungkapan itu benar ada. Oleh karenanya, tertawa tidak cuma bikin seorang jadi gembira, tetapi juga mempunyai sejumlah faedah untuk kesehatan. Baca juga : Kenali Penyebab Maag Akut Tertawa Bisa Menyingkirkan Stres Satu diantara faedah yang paling nyata ialah tertawa bisa menyingkirkan stres. Dalihnya, lantaran tertawa bisa menolong membawa semakin banyak oksigen ke dalam badan serta otak yang bisa bikin Anda lebih rileks. Kecuali itu, tertawa dapat juga menyehatkan beberapa orang di sekitar Anda, lantaran tertawa itu menular serta bakal menolong sekeliling Anda dari stres. Tertawa Ialah Olahraga Tertawa adalah kesibukan fisik yang dapat dikategorikan jadi olahraga mudah untuk badan. Waktu Anda tertawa, muka bakal menjalani peregangan otot serta hal itu bakal menambah denyut nadi serta oksigen yang menyebar ke jaringan. Keadaan ini karena waktu tertawa Anda bakal benapas lebih cepat. Tak cuma itu, tertawa bikin jantung memompa lebih cepat serta bikin peredaran darah lebih lancar. Baca juga : Cara Merawat Kulit Terbakar Secara Alami Tertawa Bisa Menambah kekebalan Badan Tertawa diakui bisa melepas T-cell serta sel pembunuh yang dapat memperkuat system kekebalan badan. Juga sebagian ahli kesehatan menyampaikan bila tertawa dapat menguatkan system imun serta bisa pula dipakai untuk memerangi kanker. Tertawa Bisa Bikin Saraf Rileks Tertawa dapat berikan dampak anti-stres sepanjang 30 - 45 menit pada badan, otak, serta system saraf manusia. Tertawa bakal menyebabkan hormon anti stres serta anti-depresi seperti cortisol serta endorphin hingga menolong system saraf jadi rileks serta tenang.
29-05-2014 04:32
Bukan rahasia lagi, jerawat musuh terbesar mayoritas kaum wanita. Kondisi abnormal kulit yang disebabkan produksi kelenjar meinyak berlebihan ini mengakibatkan penyumbatan pada saluran polikel rambut dan pori-pori kulit. Alhasil, terjadi peradangan di kulit wajah dengan bentuk beragam, dari komedo, bintik-bintik kecil hingga peradangan besar di seputar wajah. Salah satu cara alamiah mengatasi jerawat adalah menggunakan bawang putih. Tanaman dengan nama latin Allium sativum ini mengandung minyak atsiri dan zat alicin yang bersifat anti bakteri. Selain sifat dasarnya anti bakteri, kandungan belerang (sulfur) dalam aroma menyengat zat alicin membantu mengeringkan jerawat. Langkah Penggunaan Bawang Putih Adapun cara untuk mengatasi jerawat dengan menggunakan bawang putih bisa Anda ikuti langkah berikut. Bersihkan wajah dengan facial cleanser anti acne yang mengandung lemon, jeruk nipis, atau citric acid menjelang tidur. [ Baca juga : Mengapa Minum Antibiotika Harus Dihabiskan? ] Usap wajah Anda sekali lagi menggunakan waslap dan air hangat. Setelah dibersihkan, potong sedikit ujung bawang putih dan gosokkan perlahan-lahan pada bintik atau benjol kecil berwarna kemerahan di kulit wajah. Biarkan hingga esok hari. Jika Anda tidak tahan dengan aroma bawang putih, Anda bisa membiarkan hasil gosokan bawang putih itu setidaknya satu jam, dan bersihkan hingga bersih. Selain dalam bentuk potongan kecil, bawang putih bisa ditumbuk halus. Oleskan ke area jerawat dan diamkan selama 10 menit, kemudian bersihkan dengan waslap. Setelah pemakaian bawang putih, otomatis bintik atau benjolan kecil kemerahan di kulit wajah akan terbakar dan akhirnya mengering. Hanya saja pada beberapa jenis kulit, pemakaian bawang putih ini akan meninggalkan bekas hitam. Tapi tidak perlu khawatir karena bisa dihilangkan dengan mudah. Lakukan hal ini satu sampai dua hari hingga jerawat mulai mengering. Penggunaan bawang putih berkhasit efektif satu sampai tiga hari dari masa kemunculan jerawat. Sebaiknya tidak digunakan untuk jerawat yang sudah terinfeksi bakteri dan mengalami peradangan besar. Menghilangkan Noda Hitam Bekas Jerawat Setelah jerawat mengering, sering tersisa bekas hitam di wajah. Berbagai jenis krem malam tersedia untuk menghilangkan noda hitam. Namun ada cara alami yang murah, menggunakan biji pepaya. Baca juga : Kenali Gejala, Penyebab Kanker Tenggorokan dan Pengobatannya Berikut ini cara sederhana untuk menghilangkan noda bekas jerawat yang aman dan mudah dialkukan. Sisihkan biji pepaya dari buahnya, kemudian cuci dengan air bersih. Blender atau hancurkan biji pepaya yang sudah bersih hingga halus. Oleskan biji pepaya yang telah dihaluskan hanya pada bagian yang meninggalkan bekas hitam. Biarkan sekitar 15 sampai 30 menit setiap malam, kemudian bersihkan. Jika ingin hasil yang cepat, biarkan terserap selama tidur, dan dibilas keesokan paginya. Jerawat dan noda hitam hilang, bukan berarti misi selesai. Rajinlah mencuci dan membersihkan wajah. Terlebih jika Anda pengguna make up, yang rentan menyebabkan penimbunan dan penyumbatan sel kulit. Bersihkan make up dengan facial cleanser anti acne yang mengandung jeruk nipis. Lanjutkan dengan sabun pembersih muka non scrub guna mendapatkan hasil maksimal. Rambut yang berminyak dan kotor juga sumber jerawat. Bagi kulit rentan jerawat, hindari pemakaian poni. Bagi pemiliki rambut panjang, ikat atau jepitlah rambut Anda hingga tak sehelaipun mengenai wajah. Selain itu, lakukan facial minimal satu bulan sekali. Facial membantu mengangkat komedo dan sel kulit mati pada wajah. Untuk hasil maksimal lakukan facial O2 yang menyegarkan dan merevitalisasi kulit setelah sel-sel mati terangkat.
02-07-2024 12:23
Kanker otak stadium 4 (Glioblastoma Multiforme) adalah kanker yang tumbuh cepat dan agresif di otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini menyerang jaringan otak terdekat. Tetapi pada umumnya tidak menyebar ke organ yang jauh. GBM adalah kanker otak yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu enam bulan atau kurang jika tidak ditangani, oleh karena itu, sangat penting untuk segera mencari perawatan ke dokter spesialis neuro-onkologi dan bedah saraf. Kanker otak stadium 4 tidak dapat disembuhkan Glioblastoma tetap merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Rata-rata penderitanya memiliki harapan hidup rata-rata 15 bulan. Hanya 5,5% pasien bertahan lima tahun setelah diagnosis. GBM terdiri dari subtipe primer dan sekunder yang berevolusi melalui jalur genetik yang berbeda, yang memengaruhi pasien pada usia yang berbeda dengan hasil yang berbeda. GBM dapat terjadi pada semua usia. Namun cenderung lebih sering terjadi pada kelompok usia paruh baya tua dan lebih sering terjadi pada pria. Tidak ada obat untuk GBM, perawatan mungkin memperlambat pertumbuhan kanker dan mengurangi gejala. https://pafikotasimpangtigaredelong.org/ Gejala kanker otak stadium 4 Gejala bisa bervariasi tergantung pada lokasi kanker di otak, tetapi gejala yang mungkin terjadi adalah berikut ini : Sakit kepala terus-menerus Penglihatan ganda/kabur Muntah Kehilangan selera makan Perubahan suasana hati dan kepribadian Perubahan kemampuan berpikir dan belajar Kejang Penurunan kemampuan berbicara secara bertahap. Diagnosis kanker otak stadium 4 Ada beberapa jenis tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis GBM, antara lain : 1. Tes Neurologis Jenis tes ini memeriksa penglihatan, pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan refleks. Tes ini dapat memberi petunjuk tentang bagian otak yang terkena GBM. 2. Tes Pencitraan Tes pencitraan dapat membantu menemukan lokasi dan ukuran GBM. MRI sering digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini. Tes pencitraan lain mungkin termasuk CT Scan dan Positron Emission Tomography (PET). 3. Mengambil sampel jaringan untuk pengujian Biopsi adalah prosedur untuk mengambil sampel jaringan untuk pengujian. Cara pengambilannya dilakukan menggunakan jarum sebelum operasi atau selama operasi untuk mengangkat GBM. Sampel dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Tes dapat mengetahui apakah sel-sel itu kanker atau apakah itu sel GBM. Tes khusus sel kanker dapat memberi tim dokter pasien lebih banyak informasi tentang GMB dan prognosis pasien. Tim menggunakan informasi ini untuk membuat rencana perawatan. Prosedur Pengobatan kanker otak stadium 4 Kanker otak stadium 4 memang tak bisa disembuhkan namun dengan pengobatan bisa memperlambat dan memperpanjang harapan hidup. Perawatan andalan untuk GBM adalah operasi atau pembedahan, diikuti dengan radiasi dan kemoterapi. Tujuan utama pembedahan adalah mengangkat kanker sebanyak mungkin tanpa melukai jaringan otak normal di sekitarnya. 1. Pembedahan Pembedahan dilakukan untuk mengurangi jumlah jaringan kanker padat di dalam otak, membuang sel-sel di pusat kanker yang mungkin resisten terhadap radiasi dan/atau kemoterapi tahap awal. Di samping itu juga mengurangi tekanan pada otak. 2. Terapi radiasi Setelah operasi dan luka sembuh, terapi radiasi bisa dimulai. Tujuan dari terapi radiasi adalah untuk secara selektif membunuh sisa sel kanker yang telah menyusup ke jaringan otak normal di dalamnya. Dalam terapi radiasi sinar eksternal standar, beberapa sesi ‘fraksi’ dosis standar radiasi dikirim ke lokasi kanker.. Sayangnya, setiap perawatan menyebabkan kerusakan pada jaringan sehat dan normal di sekitarnya. Namun pada saat pemberian terapi selanjutnya, sel sehat telah berhasil memperbaiki diri sementara sel kanker tidak. Proses ini diulang untuk total 10 sampai 30 kali perawatan, biasanya diberikan sekali sehari, lima kali seminggu, tergantung jenis tumornya. Penggunaan terapi radiasi memberi sebagian besar pasien hasil yang lebih baik dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih lama dibandingkan dengan operasi saja atau perawatan suportif terbaik. Pasien yang menjalani kemoterapi diberikan obat khusus yang dirancang untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dengan obat temozolomide adalah standar pengobatan GBM saat ini. Obat ini umumnya diberikan setiap hari selama terapi radiasi dan kemudian selama enam siklus setelah radiasi selama fase perawatan. Prognosis Glioblastoma adalah kanker agresif yang sulit diobati. Perawatan dilakukan untuk meringankan gejala dan membantu pasien tetap nyaman serta memperpanjang hidup pengidapnya.