Waktu Posting : 17-10-2014 18:55 | Dibaca : 3107x
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.
12-03-2016 10:21
4 Jenis Olah Raga Ini Ampuh Bakar Kalori Dalam Tubuh - Berolahraga ialah kegiatan fisik yang dikerjakan seorang untuk melatih serta melenturkan ototo-otot pada tubuh, umumnya berolahraga tak cuma berupa kegiatan fisik saja tetapi ada juga berolahraga yang dikerjakan memakai otak seperti catur. Mulai sejak dulu berolahraga jadi jalan nomer satu yang dipakai orang dalam melindungi kesehatan ataupun turunkan berat badan. Lantaran kecuali berolahraga bisa bikin badan jadi lebih sehat serta jauh dari beragam penyakit, berolahraga pula amat berguna dalam membakar timbunan lemak atau kalori pada badan. Tahukah Anda, kalau nyatanya tak semuanya cabang berolahraga bisa membakar lemak dengan cara efisien. Bahkan juga asumsi yang menyampaikan kalau makin lama berolahraga yang dikerjakan jadi bakal makin banyak juga lemak yang terbakar itu salah. Yang benar nyatanya bukanlah terdapat pada seberapa lama waktunya, tetapi pada seberapa kerap atau teratur. Baca juga : Kiat Sehat untuk Pria Agar Tetap Segar Bugar Berolahraga Apa Saja Yang Efisien Membakar Kalori? Tipe berolahraga apa sajakah yang bisa membakar kalori dengan cara efisien salah satunya ialah semacam tersebut : 1. Bersepeda Berolahraga yang bisa membakar kalori dengan cara efisien yang pertama ialah bersepeda. Tak beberapa orang yang tahu nyatanya berolahraga enteng tanpa ada mesti banyak menahan beban ini bisa membakar sekurang-kurangnya 1000 kalori perjam, sesuai sama seberapa cepat Anda mengayuh sepeda. Makin cepat bakal makin banyak juga kalori yang terbakar. Faedah lainnya yang bisa didapat dari bersepeda ialah menyajikan latihan kardio serta mengencangkan dan membuat betis serta paha. 2. Berlari Satu diantara berolahraga yang bisa membakar kalori paling efisien ialah berolahraga lari. Sebab, dengan lari bisa bikin semuanya organ tubuh kita bergerak, lari pula bisa menyajikan faedah dalam melatih kemampuan kaki serta otot dengan cara optimal. Faedah lainnya yang dapat kita dapatkan dari lari ialah tubuh makin bugar tertama di bagian atas. Berlarilah dengan kecepatan tengah dengan cara konstan, pakai sepatu yang nyaman serta tak menyebabkan iritasi. Kerjakan pemanasan serta stretching terlebih dulu untuk hindari cidera. 3. Badminton Berolahraga pembakar lemak yang efisien yang selanjutnya ialah badminton. Berolahraga yang bisa melindungi bentuk tubuh serta bikin tubuh jadi fit ini diakui bisa membakar kalori sekurang-kurangnya 300 kalori sepanjang 30 menit. Berolahraga yang umum dimainkan oleh dua orang atau lebih ini adalah berolahraga yang amat mengasyikkan, terutama bila dikerjakan dengan orang yang kita sayangi. Faedah lainnya dari olahraga badminton pula bisa menyajikan latihan kardio yang amat baik, pula bisa bangun kemampuan dan kekebalan atau ketahanan. Berolahraga badminton pula berguna untuk kita dalam melatih ketangkasan serta kecepatan. Baca juga : Kurangi Kafein Mulai Sekarang Jika Tidak Ingin Cepat Lelah 4. Berenang Berolahraga yang paling akhir yang efisien dalam membakar kalori ialah berolahraga air yakni renang. Tipe berolahraga yang kerap dipakai untuk turunkan berat badan untuk pelaku diet ini, bisa membakar kalori pada badan sedikitnya 360 dalam 30 menit. Sebab waktu berenang menyebabkan semuanya anggota tubuh bergerak serta melatih pernapasan. Berenanglah dengan cara teratur dengan beberapa gerakan yang jitu, serta latihan pernapasan yang baik. Demikian artikel kesehatan sekitar berolahraga efisien pembakar kalori. Kecuali bisa turunkan berat badan dengan cara penting, berolahraga pula amat direferensikan untuk Anda yang hendak melindungi kesehatan supaya terlepas dari beragam jenis penyakit. Cocokkan dengan pola makan yang sehat supaya berolahraga yang Anda kerjakan bisa membakar kalori dengan cara optimal, hingga tubuh yang fit serta ideal bisa selekasnya Anda punyai.
25-04-2014 03:15
Terlalu Dini Minum Obat Medis Hipertensi Bisa Picu Stroke - Seakan sudah dilumrahkan awam kalau setiap tekanan darah atas atau sistolik di atas 120 dan tekanan bawah distolik di atas 80 serta merta dianggap sudah darah tinggi (hipertensi). Tak soal kapan diukur, bagaimana mengukurnya, dan dalam kondisi apa orang diukur. Kita tahu tekanan darah berfluktuasi dari waktu ke waktu, bahkan dari jam ke jam. Emosi, kondisi bergiat, efek hormonal dan faktor stres ikut mempengaruhi tekanan darah. Vonis bahwa seseorang hipertensi tidak dihasilkan oleh keputusan selewat sambil lalu. Sekali seseorang divonis hipertensi, mungkin harus berurusan dengan terus minum obat. Sikap seperti itu tidaklah bijak. Karena bila keputusan itu ternyata tidak tepat, orang merugi karena harus minum obat untuk sesuatu yang belum perlu. Baca juga : Obat Hipertensi dari Jus Buah-buahan Sejatinya, tekanan darah diukur pada saat baru bangun tidur pagi hari. Belum melakukan apa-apa, misal belum mengomel pada pembantu, belum merasa jengkel, dan belum juga bergiat fisik, di saat itulah tekanan darah langsung diukur. Tekanan darah saat itu mencerminkan kondisi semurninya tekanan darah. Tentu akan menjadi berbeda hasilnya bila diukur sudah melakukan aktivitas. Seseorang baru dipastikan hipertensi bila diukur tiga kali berturut-turut selang waktu beberapa hari dengan alat yang sama memberikan hasil yang sama-sama lebih tinggi dari normal. Hanya dari pemeriksaan tensi satu kali saja, dan hanya karena melihat lebih tinggi dari 120/80 mmHg, lalu langsung memastikan kalau itu hipertensi, bisa jadi belum tentu diagnosis yang betul. Optimalnya tekanan darah itu kurang atau sama dengan 120/80 mmHg. Menurut WHO International Society of Hypertension, tensi 130/85 mmHg masih tergolong normal dan 139/89 mmHg tergolong normal atas (high normal). Seseorang baru dikategorikan hipertensi (ringan) setelah tensinya 140/90 mmHg. Tentu dengan catatan, pengukuran dilakukan dengan kondisi seperti sudah disebut di atas dan alat tensimeternya sudah ditera normal. Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi Jadi kalau kondisi pengukuran tidak menghasilkan nilai tensi yang sesungguhnya dan tensinya belum berkategori hipertensi, tak bijak kalau terlalu cepat langsung diintervensi dengan obat. Mengapa? Bila tensi ternyata bukan yang sesungguhnya langsung diberi obat, bisa jadi tensi darah malah jadi anjlok. Kita tahu, tubuh punya mekanisme otoregulasi tekanan darah. Waspadai bila tak ada riwayat darah tidak pernah tinggi mendadak jadi tinggi. Perlu lebih kritis untuk bertanya ulang kalau dokter masih memberi resep, apa obat memang sudah diperlukan. Bila suatu saat tensi meninggi, ada sistem tubuh yang mengatur untuk menurunkannya. Sebaliknya, kalau tensi menurun, tubuh akan menaikkannya. Biarkan dulu mekanisme itu berjalan tanpa perlu diintervensi dengan obat. Kelewat cepat memberi obat, berarti mengacaukan mekanisme otomatisasi tubuh melakukan keseimbangan tekanan darah (homeostasis). Bisa jadi, malah bisa anjlok akibatnya. Kejadian anjloknya tensi darah akibat kelewat cepat atau mungkin kelewat tinggi pemberian dosis obat darah tinggi, bukan peristiwa yang jarang. Acap oleh ulah pasien sendiri yang memutuskan minum obat begitu merasa tekanan darah yang diukurnya sendiri di rumah meningkat, bisa-bisa fatal akibatnya. Baca juga : Tak Semua Obat Medis Cocok Untuk Hipertensi Tekanan darah yang mendadak anjlok buruk akibatnya pada otak dan jantung, selain ginjal. Pasokan darah ke organ-organ tubuh penting itu mendadak berkurang. Kita tahu otak paling rentan terhadap kekurangan pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Kasus stroke berisiko terjadi kalau tensi darah mendadak anjlok. Stroke bisa terjadi lantaran tensi darah kelewat tinggi, bisa juga bila kelewat rendah.