Waspadai Dehidrasi Ringan Mengancam Produktivitas

Additional Image

Waktu Posting : 05-07-2014 16:49 | Dibaca : 3130x

Asik bekerja oke-oke saja, namun agar tidak aktivitas yang semestinya berfaedah bagi Anda itu malah berefek menghabiskan biaya disebabkan kesehatan Anda menjalani penurunan. Lagipula, banyak lamgkah yang dapat dikerjakan untuk melindungi stamina Anda supaya terus stabil. Satu diantara jalan yang paling murah serta gampang ialah dengan mengatur pola minum air putih.

Gaya hidup rajin minum air putih kerapkali tak dicermati oleh kebanyakan orang-orang Indonesia. Riset The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) yang dikerjakan pada 2010 juga mendapati 46% dari 1.200 orang yang dilihat di berbagai kota besar di Indonesia mempunyai kecenderungan menderita dehidrasi ringan.
 
Baca juga : Cara Mengatasi Jerawat di Usia Dewasa

Orang-orang biasanya kurang mengetahui apakah itu dehidrasi ringan. Rasa haus merupakan pemberi tanda awal terjadinya dehidrasi ringan. Hal semacam itu umumnya lantaran malas minum air putih dengan beragam dalih. Walau sebenarnya, hilangnya dahaga malah merupakan indikasi bahwasanya tingkat dehidrasi yang dihadapi seorang telah lebih tinggi. Jadi, waktu merasa haus, baiknya secepatnya minum seperlunya, lantaran bila dilewatkan terus-menerus, bisa memiliki potensi mengakibatkan penyakit-penyakit serius, seperti konstipasi (sulit buang air besar), infeksi saluran kemih serta infeksi batu ginjal

Kebanyakan badan manusia pada intinya memanglah terbagi dalam air : Pada bayi prematur sejumlah 80% dari berat tubuh, bayi normal 70-75%, sedang orang dewasa sejumlah 50-60%.  Kekurangan 1,5% kandungan air dalam badan saja dapat membahayakan mood, terlebih untuk wanita yang lebih rawan pada efek dehidrasi.

Dibawah ini ialah dampak-dampak yang memiliki potensi menyerang pria serta wanita disebabkan dehidrasi ringan :

A. Pada pria, dengan titik dehidrasi 1,5%

Performa kognitif :

Kewaspadaan dengan cara visual menurun
Kemampuan kerja rekam visual menurun
 
Baca juga : 6 Langkah SADARI yang Perlu Anda Pelajari

2. Fase yang melibatkan mood :

Didera kelelahan serta inertia
Tensi darah serta rasa kuatir meningkat

B. Pada wanita, dengan titik dehidrasi 1,3%

Performa kognitif :

Kewaspadaan dengan cara visual menurun
Kemampuan kerja rekam visual menurun

2. Fase yang melibatkan mood :

Didera kelelahan serta inertia
Tensi darah serta rasa kuatir meningkat
Gampang bingung/panik
Semangat serta kegiatan menurun

3. Gejala-gejala

Daya konsentrasi menurun
Kesusahan merampungkan tugas
Diserang sakit kepala

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Hati-hati Mengkonsumsi Minuman Berenergi

16-06-2014 11:13

Pamor minuman berenergi naik daun seiring dengan musim pertandingan Piala Dunia. Alasannya, tentu saja untuk membuat badan tetap bugar saat beraktivitas esok harinya. Namun, adakah dampak buruk untuk kesehatan tubuh? Minuman berenergi diciptakan untuk dikonsumsi agar badan tetap berstamina meski kurang istirahat. Oleh karenanya, jenis minuman ini sering dipilih banyak orang untuk begadang atau memulihkan badan setelah begadang. Kalau dilihat di kemasannya, minuman itu memiliki kandungan yang sebenarnya bisa dikatakan baik. Ada vitamin B Complex, ginseng, dan ada juga yang mengandung despantal. Meski memang ada juga nikotin dan kafeunnya. Vitamin B complex yang juga merupakan vitamin neurotropik, dikatakannya memberikan manfaat pada kesegaran tubuh. Ginseng pun bermanfaat untuk kesegaran tubuh, sementara despantal berfungsi untuk merangsang nafsu makan. Baca juga : Cara Mudah Turunkan Gula Darah  Sementara, kafein dalam minuman itu bekerja layaknya kopi. Kafein membuat irama atau frekuensi jantung meningkat sehingga seakan-akan tubuh merasa kuat untuk terus "on" meskipun sudah waktunya untuk istirahat. Begitupun nikotin, ia bekerja seperti kafein yang akhirnya ikut merangsang sistem syaraf dan pembuluh darah ikut meningkat. Apakah lantas minuman itu bisa dikatakan suplemen yang baik? Tentu saja ada risiko kesehatan akibat mengkonsumsi minuman berenergi untuk meningkatkan stamina. Apalagi bila itu dikonsumsi dalam jumlah banyak untuk jangka waktu yang panjang. Minuman itu akan membuat tubuh merasa fit tanpa istirahat. Padahal, seluruh organ tubuh mulai dari otak, jantung, hati, dan semuanya memerlukan istirahat yang wajar untuk pemulihan fungsi selnya. Risikonya, pasti organ tubuh akan terganggu fungsinya kalau dipaksa bekerja keras. Jantung adalah organ yang paling terkena dampaknya. Bila tubuh tidak istirahat dan malah terus beraktivitas, maka kerja jantung akan terganggu. Efek samping ringan yang muncul adalah rasa berdebar-debar, sementara risiko fatalnya adalah serangan jantung. Otak juga akan terganggu karena didorong untuk terus bekerja. Tanda-tanda awal gangguan di kepala adalah dengan munculnya rasa pusing. Selain itu, konsumsi minuman benergi juga bisa mengganggu sistem pencernaan seperti gangguan maag. Bila dikonsumsi sekali-sekali dan amat jarang, dampak negatifnya tidak akan muncul. Namun, yang mengkhawatirkan, di dalam minuman itu ada kafein dan nikotin yang memberikan efek adiktif atau candu. Seseorang akan merasa butuh terus, jadinya minum sangat banyak. Minuman itu bisa menimbulkan ketergantungan. Baca juga : Kiat Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan   Konsumsi dalam jumlah banyak itu juga akan berisiko penyakit diabetes. Hal itu diakibatkan kandungan gula yang cukup tinggi di dalam minuman tersebut. Kandungannya akan berkali-kali lipat kalau dikonsumsi lebih dari satu botol. Kalaupun boleh dikonsumsi, berapa botol? Minuman itu bukanlah obat yang memiliki takaran konsumsi. Jadi jangan terbuai dengan sensasi rasa segar saat meminumnya, tetapi setelahnya malah menjadi sakit. Dan, yang pasti diingat, seluruh organ tubuh kita membutuhkan istirahat berkualitas supaya memperbaiki sel-selnya. Meminumnya sekali saja demi begadang nonton bola oke-oke saja, asal jangan dijadikan kebiasaan sampai akhirnya tubuh tidak bisa lagi menemukan waktunya untuk beristirahat. Saat minuman berenergi dibutuhkan agar badan tetap fit, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah : Untuk minuman berenergi dalam bentuk botol, saat mengkonsumsinya paling banyak adalah dua botol untuk hari tu saja. Namun, tetap saja jangan dikonsumsi terus-menerus di hari-hari berikutnya. Bila sudah meminum minuman berenergi, pastikan jangan lagi mengkonsumsi kopi dan teh yang mengandung kafein. Bila semua dikonsumsi, risiko jangka panjangnya akan lebih berbahaya bagi tubuh. Bila sudah terasa jantung berdebar, kepala pusing, atau nyeri lambung,berhenti mengkonsumsinya.  Setelah mengkonsumsinya, perbanyak minum air putih. Hal ini akan membantu ginjal untuk mengeluarkan hasil dari metabolisme tubuh sehingga diharapkan bisa mengurangi efeknya.

Featured Image
Mengenal Lebih Jauh Tentang Stroke Ringan

23-05-2014 18:22

Penyakit stroke saat ini sering kali menghantui mereka yang berada dalam usia di atas 40 tahun. Ya dalam hal ini kita sering kali mendapati orang yang berada pada usia di atas 40 tahun mengalami penyakit stroke. Hal ini lantas memunculkan banyak pertanyaan yang ada dalam benak kita, tentang mengapa penyakit yang satu ini bisa terjadi? Setelah para ahli melakukan banyak penelitian tentang penyakit ini maka akhirnya muncul sebuah hasil yang cukup mengejutkan. Stroke ini terjadi rata-rata karena pola hidup yang kurang sehat yang dimiliki oleh penderitannya di masa sebelumnya. Jadi dalam hal ini dapat kita simpulkan bahwa penyakit ini dapat kita cegah dengan pola hidup yang baik. Stroke merupakan penyakit yang berbahaya yang terkadang dapat berakhir pada kematian penderitanya. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang pada sistem syaraf manusia. Jadi ketika sistem syaraf pada manusia tersebut terganggu maka yang terjadi adalah kekakuan atau mati fungsi yang dialami oleh sebagian organ tubuh. Semisal tangan, kaki dan juga organ tubuh lainnya. Perlu untuk anda ingat bahwa penyakit ini adalah pembunuh kedua di dunia setelah penyakit jantung, yang dengannya Indonesia memiliki jumlah penderita penyakit ini yang tidak sedikit. Sehingga dengannya perlu pemahaman lebih lanjut tentang penyakit ini agar mengurangi resikonya.   Baca juga : Indikator Seseorang Terkena Sakit Ginjal  Gejala stroke yang dialami oleh seseorang ini dibagi menjadi dua jenis gejala. Yakni gejala stroke mayor dan minor atau ringan. Dan untuk lebih jelasnya tentang kedua gejala stroke ini maka anda dapat membacanya pada ulasan d bawah ini. Gejala stroke mayor yang biasanya terjadi adalah tiba-tiba mengalami sakit kepala, rasa kaku pada bagian-bagian tubuh tertentu semisal wajah, kaki , tangan dan juga organ lainnya, terjatuh secara tiba-tiba, akan mengalami kesulitan untuk berbicara, penglihatan yang dirasa semakin kabur, denyut nadi terasa kuat namun tubuh dirasakan semakin melemah, sulit melakukan berbagai macam aktivitas yang biasanya dirasakan mudah layaknya berjalan, mengunyah makanan, dan lain sebagainya. Jika mengalami masalah ini maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan segera melakukan perawatan ke dokter dan memberikan bantuan pernapasan kepada penderita. Sedangkan gejala stroke minor atau ringan yang sering kali terjadi adalah penderita akan mengalami sakit kepala secara tiba-tiba, otot-otot yang terasa melemas serta biasanya akan mengalami kesulitan bicara. Jika hal ini terjadi maka upaya terbaik yang seharusnya segera dilakukan adalah mengonsultasikannya ke dokter terkait.   Baca juga : Kebutuhan Gizi Wanita  Penyakit stroke ini merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gaya hidup yang kurang sehat penderita di masa sebelumnya. Sehingga penyakit ini dapat dicegah dengan berbagai upaya di antaranya sebagai berikut: 1. Membiasakan pola makan yang sehat. Anda perlu memperbaiki pola makan anda agar terhindar dari penyakit ini. Seperti halnya mengurangi makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan memperbanyak mengonsumsi buah dan sayuran 2. Mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Seperti yang kita ketahui bahwa air putih mengandung beragam manfaat bagi tubuh kita. Jadi membiasakan mengonsumsinya secara teratur merupakan upaya yang baik untuk dilakukan. 3. Mengendalikan pola pikir. Orang yang stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit stroke. Jadi sebaiknya anda serng kali melakukan refreshing agar otak anda lebih santai. 4. Berolahraga dengan baik. Pagi dan sore hari serta waktu istirahat adalah waktu yang tepat untuk anda gunakan olahraga. Hal ini sangat manjur untuk mengurangi kepenatan sekaligus mengurangi resiko terkena penyakit stroke. Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sajikan kepada anda. Semoga beberapa ulasan di atas dapat memberikan manfaat bagi anda sekalian.

Featured Image
Penyebab Inkontinensia Serta Pencegahannya

29-08-2022 05:33

Inkontinensia urine  merupakan kondisi hilangnya kontrol kandung kemih. Kondisi ini umum terjadi dan sering kali membuat pengidapnya merasa malu. Tingkat keparahannya berkisar dari sering buang air kecil saat batuk atau bersin, hingga keinginan untuk buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat. Alhasil, pengidapnya tidak bisa ke toilet tepat waktu.  Meskipun sering terjadi seiring bertambahnya usia, inkontinensia urine bukanlah konsekuensi penuaan yang tidak terhindarkan. Jika inkontinensia urine mempengaruhi aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk mengunjungi dokter. Biasanya, penyesuaian gaya hidup dan perubahan pola makan atau bahkan perawatan medis tertentu dapat mengobati gejala inkontinensia urine.  Inkontinensia urine bisa disebabkan oleh kondisi yang terkait saluran kemih bagian bawah maupun kondisi yang tidak terkait saluran kemih bagian bawah. Jika terkait saluran kemih bagian bawah, kondisi ini lebih diakibatkan karena aktivitas otot dinding kandung kemih yang berlebihan. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh penyakit saraf, sumbatan di saluran kemih, batu di kandung kemih atau pun kanker kandung kemih. Namun, inkontinensia urine juga dapat terjadi meski saluran kemih normal. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada lanjut usia dan terkait dengan kondisi mobilitas juga kognitif.   Penyebab inkontinensia sementara atau jangka pendek dapat mencakup : Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi di dalam saluran kemih (uretra, ureter, kandung kemih dan ginjal) dapat menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil  Kehamilan Selama kehamilan, rahim memberi tekanan ekstra pada kandung kemih saat mengembang. Sebagian besar wanita yang mengalami inkontinensia selama kehamilan menyadari bahwa inkontinensia akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Obat-obatan Inkontinensia dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk diuretik dan antidepresan.  Minuman Mengonsumsi minuman tertentu, seperti kopi dan alkohol, dapat membuat seseorang perlu buang air kecil lebih sering. Jika kamu berhenti mengonsumsi minuman ini, kebutuhan untuk sering buang air kecil pun akan menurun. Sembelit Sembelit kronis (tinja yang keras dan kering) dapat menyebabkan seseorang memiliki masalah kontrol kandung kemih.  Sementara itu, penyebab inkontinensia kronis atau jangka panjang dapat meliputi: Gangguan Dasar Panggul Ketika seseorang memiliki masalah dengan otot-otot dasar panggul, maka dapat memengaruhi fungsi organ, termasuk kandung kemih. Stroke  Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah dengan kontrol otot. Hal ini mencakup otot-otot yang mengontrol sistem kemih. Diabetes Ketika mengidap diabetes, tubuh memproduksi lebih banyak urine. Peningkatan jumlah urine dapat menyebabkan masalah kebocoran. Selain itu, neuropati perifer dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih.  Menopause Ketika tubuh wanita mengalami perubahan kadar hormon dengan cepat, otot-otot dasar panggul juga bisa menjadi lebih lemah. Hal ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Multiple Sclerosis Jika seseorang mengidap kondisi ini, mungkin akan mengalami kehilangan kontrol dengan kandung kemih, yang menyebabkan masalah kebocoran.  Pembesaran Prostat  Ketika prostat lebih besar dari biasanya, dapat menyebabkan beberapa masalah kontrol kandung kemih. Kondisi ini juga disebut sebagai benign prostatic hyperplasia. Pasca Pengobatan Kanker Prostat  Selama operasi kanker prostat, otot sfingter terkadang dapat rusak yang menyebabkan inkontinensia stres.  Berdasarkan jenisnya, berikut adalah beberapa gejala infeksi saluran kencing  yang bisa terjadi:  Inkontinensia Stres Urine bocor keluar di saat terjadi tekanan di kandung kemih, misalnya saat batuk, bersin, atau tertawa. Inkontinensia Urge Pengidap memiliki keinginan yang kuat untuk tiba-tiba buang air kecil diikuti dengan keluarnya urine yang tidak sengaja (mengompol). Pengidap bisa buang air kecil hingga lebih dari 8 kali dalam sehari, termasuk di malam hari. Inkontinensia Overflow  Pengidap sering mengompol dalam jumlah urine yang sedikit-sedikit karena kandung kemih tidak sepenuhnya kosong. Inkontinensia urine di antaranya dapat dicegah dengan: Menjaga berat badan tetap ideal. Latihan otot panggul ( senam kegel). Membatasi mengonsumsi minuman yang bersifat diuretic, seperti teh dan kopi. Jika gejala inkontinensia urine sudah mengganggu kehidupan sosial atau menyebabkan ketidaknyamanan (rasa sakit, demam, iritasi kulit karena air kencing), segera periksa ke dokter untuk dapat ditangani dengan tepat.

...