6 Langkah SADARI Yang Perlu Anda Pelajari

Additional Image

Waktu Posting : 05-07-2014 19:26 | Dibaca : 2694x

Kanker payudara tetap jadi momok untuk golongan wanita. Tidak mengherankan sebab kanker itu paling umum ditemukan diantara wanita. Kanker payudara merupakan penyakit dengan jumlah kejadian paling banyak, dan jadi satu dari beberapa pembawa kematian penting yang  ditimbulkan kanker. Masalah itu lantaran kebanyakan penderita kanker payudara berkunjung untuk berobat pada stadium lanjut. Meski sebetulrnya, jika terdeteksi awal serta secepatnya diterapi, sebenarnya kanker dapat dikalahkan.

Karenanya, Anda dapat melaksanakan kontrol payudara sendiri (SADARI) dengan cara teratur pada 7-10 hari sesudah hari pertama menstruasi. Pada saat itu, kepadatan payudara menyusut. Lakukan tiap-tiap satu hingga tiga bulan satu kali. Namun agar jangan SADARI jadi menukar jadwal kontrol payudara fisik oleh dokter serta jadwal mammografi.

Baca juga : Ketahuilah, Hipertensi Merusak Organ Tubuh Secara Diam-diam 

Dibawah ini terdapat beberapa langkah dari Yayasan Kanker Indonesia yang dapat Anda ikuti waktu Anda lakukan SADARI :

1. Berdiri tegak. Perhatikan apabila bentuk dan permukaan kulit payudara mengalami adanya perubahan, pembengkakan serta/atau pergantian pada puting. Janganlah cemas apabila wujud payudara kanan serta kiri tak simetris.

2. Angkat ke-2 lengan ke atas, tekuk siku serta posisikan tangan di belakang kepala. dorong siku ke depan serta perhatikan payudara; serta dorong siku ke belakang serta perhatikan wujud ataupun ukuran payudara. Otot dada Anda dengan sendirinya berkontraksi waktu Anda lakukan gerakan ini.

3. Posisikan ke-2 tangan pada pinggang, miringkanlah pundak Anda ke arah depan agar payudara menggantung, serta dorong ke-2 siku Anda ke arah bagina depan, kemudian kencangkanlah atau kontraksikanlah otot dada Anda.

Baca juga : Waspadai, Dehidrasi Ringan Mengancam Produktivitas

4. Angkat lengan kiri ke atas, serta tekuk siku hingga tangan kiri memegang sisi atas punggung. Dengan memakai ujung jari tangan kanan, raba serta tekan ruang payudara, dan perhatikan semua sisi payudara kiri sampai ke ruang ketiak. Laksanakan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran serta gerakan lurus dari arah pinggir payudara ke puting, serta sebaliknya. Ulangilah gerakan yang sama pada payudara kanan Anda.

5. Cubit ke-2 puting. Perhatikan apabila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter kalau hal semacam itu berlangsung.

6. Pada posisi tiduran, tempatkan bantal dibawah pundah kanan. Angkat lengan ke atas. Perhatikan payudara kanan serta kerjakan tiga pola gerakan seperti pada awalnya. Dengan memakai ujung jari-jari, tekan semua sisi payudara sampai ke seputar ketiak. Ulangilah langkah ini pada bagian yang berlawan, untuk mencermati payudara samping kiri.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Cara Alami dan Obat Herbal untuk Mengatasi Keputihan

06-05-2014 00:07

Cara Alami dan Obat Herbal untuk Mengatasi Keputihan  - Keputihan adalah salah satu masalah kesehatan di area intim yang paling banyak dialami oleh wanita. Karena sebagian besar wanita mengalami masalah keputihan, masalah ini pun sering dianggap masalah kecil biasa yang tidak perlu dikhawatirkan sama sekali. Padahal, beberapa jenis keputihan juga dapat menjadi pertanda adanya masalah penyakit yang lebih serius di area vagina dan rahim wanita. Para wanita tersebut memang memiliki siklus menstruasi yang teratur, dan keputihan termasuk ke dalam siklus tersebut yang dialami sebelum dan/ atau sesudah datang bulan. Namun, beberapa wanita mengalami siklus keputihan yang cukup parah; dalam jumlah banyak dan waktu yang sangat lama atau bahkan terjadi setiap hari. Ketika keputihan sudah dialami dalam jumlah sangat banyak, berwarna kecoklatan atau kehijauan, dan berbau amis serta menimbulkan rasa gatal dan/ atau panas di sekitar vagina, itu berarti keputihan tersebut merupakan pertanda adanya suatu penyakit. Konsultasi ke dokter adalah cara terbaik untuk mengetahui penyebab utama keputihan semacam ini dan mencarikan pengobatan yang tepat agar tak menjadi lebih parah. Sebagai perawatan di rumah, ada beberapa obat herbal yang bisa Anda pilih untuk mengurangi resiko keputihan dan mengurangi jumlahnya.   Daun Sirih   Daun sirih merupakan tanaman obat yang khasiatnya sudah dipercaya sejak dulu untuk mengobati keputihan dan merawat daerah kewanitaan agar tetap sehat. Daun sirih mengandung berbagai senyawa aktif yang dapat berperan sebagai anti bakteri, anti kuman, anti bakteri dan anti oksidan. Untuk mengobati keputihan, Anda bisa memanfaatkan daun sirih dengan cara merebus sepuluh lembar daun ini ke dalam dua liter air selama lima menit. Dinginkan air rebusan dan gunakan untuk membasuh daerah kewanitaan sebanyak tiga kali seminggu. Baca juga : Obat Herbal Trigliserida Sangat Mudah Ditemukan   Kandungan anti kuman dan anti oksidan dalam daun sirih akan sangat efektif dalam membunuh kuman penyebab keputihan dan menyehatkan sel – sel di daerah kewanitaan. Akan tetapi, penggunaan daun sirih juga tidak disarankan terlalu sering karena justru akan mematikan bakteri baik yang juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan area sekitar vagina. Tanaman Sambiloto Di dunia pengobatan herbal Indonesia, sambiloto juga merupakan jenis tanaman yang sudah sangat lazim digunakan dalam pembuatan jamu – jamuan berkhasiat. Sambiloto sendiri mengandung berbagai senyawa aktif seperti anti oksidan plavonoid, laktone, alkane, homoandrografolid, aldehid, keton, dammar, asam kersik, dan mineral. Tanaman sambiloto ini telah digunakan sejak zaman nenek moyang terdahulu sebagai obat untuk segala penyakit, dan salah satunya yaitu untuk mengobati keputihan dan masalah kewanitaan lainnya. Untuk mengkonsumsinya dan menikmati khasiat sambiloto ini, cukup ambil tiga batang tanaman sambiloto dan rebus dengan empat gelas air hingga berkurang menjadi dua gelas. Minum air rebusan ini sebanyak ¾ gelas, tiga kali sehari hingga keputihan berkurang atau berhenti. Lidah Buaya (Aloe Vera) Lidah buaya juga merupakan tanaman yang sangat dikenal dan sangat banyak tumbuh di tanah Indonesia. Jika sebelumnya tanaman ini dikenal dengan khasiatnya sebagai penyubur dan penghitam rambut, serta sumber serat yang menyehatkan tubuh, ternyata lidah buaya juga memiliki khasiat lain sebagai obat herbal keputihan. Lidah buaya yang mengandung serat yang tinggi, vitamin C dan juga vitamin E, juga memiliki khasiat sebagai antiseptik, anti virus, anti jamur, dan anti bakteri sehingga juga dapat digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi keputihan. Cara menggunakannya yaitu dengan beberapa batang lidah buaya yang dipotong – potong dan diblender. Rebus lidah buaya halus dengan lima lembar daun sambiloto ke dalam dua gelas air. Dinginkan dan gunakan untuk membasuh area kewanitaan sebanyak dua kali sehari. Baca juga : Kolesterol Tinggi Memabahayakan Kesehatan Keputihan juga merupakan masalah yang disebabkan oleh sensitivitas daerah kewanitaan yang terkontaminasi bakteri, jamur atau parasit. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga bagian ini agar tetap bersih dan tidak lembab sehingga kuman tidak dapat tumbuh di sekitarnya. Ketika keputihan terasa semakin mengganggu dan terjadi hingga cukup lama, sebaiknya atasi dengan mencoba satu dari beberapa obat herbal di atas. Jika keputihan masih saja tidak dapat diatasi, segera hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Featured Image
Mengenal Penyebab Xerostomia (Mulut Kering) Dan Cara Mencegahnya

01-07-2014 09:29

Xerostomia atau yang lebih di kenal dengan mulut kering, bukan merupakan satu jenis penyakit. Xerostomia adalah tanda-tanda dari beragam penyakit atau keadaan kesehatan yang lain. Keadaan ini mengakibatkan produksi air liur jadi menyusut atau malahan tiada sepenuhnya. Air liur berperan untuk membasahi mulut, menolong menelan, serta mencicipi makanan. Air liur pula menolong mencegah pembentukan plak gigi yang dikarenakan oleh makanan. Kecuali itu, air liur pula menolong menetralkan asam mulut yang membahayakan enamel gigi. Xerostomia bisa berlangsung lantaran berbagai hal. Tersebut di bawah ini ialah 5 pemicu paling umum yang kerap menyebabkan xerostomia : 1. Efek Samping Obat Obat-obatan adalah pemicu paling umum terjadinya xerostomia. Beberapa ratus obat bisa mengakibatkan mulut kering. Terhitung salah satunya ialah obat pembasmi rasa sakit, obat-obatan untuk depresi, obat flu, obat kejang otot, serta obat alergi. Orang lansia kerap minum banyak obat-obatan, terhitung obat yang barangkali dapat mengakibatkan mulut kering. Oleh karenanya, banyak dari mereka yang alami keadaan mulut kering.   Baca juga : Waspadai Stroke di Usia Muda 2. Komplikasi dari Penyakit serta Infeksi Berbagai penyakit terkait dengan mulut kering. Salah satunya ialah diabetes, anemia, cystic fibrosis, rheumatoid arthritis, desakan darah tinggi, serta infeksi HIV. Xerostomia pula berlangsung pada sindrom Sjogren. Pada keadaan ini, antibodi badan menyerang kelenjar saliva serta kelenjar air mata. Berbagai infeksi virus, seperti penyakit gondok, pula merubah produksi air liur serta mengakibatkan xerostomia. 3. Dehidrasi Tiap-tiap keadaan yang mengakibatkan hilangnya cairan badan pula bisa mengakibatkan xerostomia. Keadaan ini terhitung demam, keringat terlalu berlebih, muntah, diare, kehilangan darah, atau kehilangan air lewat kulit lantaran luka bakar. 4. Terapi Radiasi Xerostomia ialah efek samping yang umum berlangsung lantaran terapi radiasi untuk menyembuhkan kanker di kepala serta leher. 5. Operasi Pengangkatan Kelenjar Ludah Bila berlangsung pembengkakan yang besar pada kelenjar ludah, operasi pengangkatan kelenjar barangkali mesti dikerjakan. Bila kelenjar ludah diangakat, maka sudah pasti produksi air liur bakal berhenti. Mulut kering ialah keadaan yang merubah seputar satu dari empat sampai lima orang dewasa, terlebih wanita. Mulut kering (xerostomia) dikarenakan terlebih lantaran kurangnya air liur untuk melindungi mulut terus basah. Berlangsung penurunan sekresi air liur dari kelenjar ludah, hingga mengakibatkan keadaan ini. Xerostomia biasanya berlangsung pada umur dewasa muda (seputar 20 tahun) serta umur lanjut (60-80 tahun). Tersebut ialah 6 tanda-tanda umum dari xerostomia : 1. Perasaan lengket serta kering di mulut serta lidah 2. Bibir pecah-pecah 3. Kesusahan dalam mengunyah, menelan, rasakan, atau berbicara 4. Mulut luka 5. Bau napas tidak enak 6. Gigi palsu yang jadi jadi tak nyaman   Baca juga : Mengenal 8 Jenis Penyakit Peredaran Darah Air liur menolong dalam mengunyah, menelan serta mengolah makanan. Air liur pula membuat perlindungan gigi dari pembusukan dengan jalan membersihkan bekas makanan, gula serta asam yang dihasilkan oleh bakteri. Saat kekurangan air liur, seperti dalam keadaan mulut kering, maka keadaan ini bisa mengakibatkan resiko kesehatan semacam ini: 1. Kurang air liur bakal turunkan pH mulut (mulut semakin asam) hingga menambah resiko rusaknya gigi, penyakit gusi, bau mulut, serta infeksi mulut. 2. Beberapa hal yang bisa diakibatkan oleh adanya mulut kering antara lain susah dalam mengunyah, menelan dan berbicara, gigi palsu jadi longgar, rasa terbakar, penurunan kepekaan akan rasa makanan, sakit mulut dan tenggorokan. Langkah tersebut bisa mencegah keadaan mulut kering atau xerostomia : 1. Tidur dengan mulut terbuka mengakibatkan mulut kering pada pagi hari. Sebisa-bisanya bernapaslah dengan hidung saat tidur. 2. Memakai buatan pencegah mulut kering. Untuk lebih aman, tanyakan dengan dokter tentang buatan yang paling jitu. 3. Melindungi kebersihan mulut. Sikat gigi serta berkumur dengan cara teratur. Pakai juga benang gigi (dental floss). 4. Minum air sekurang-kurangnya 8 gelas /hari. 5. Jauhi konsumsi kafein serta alkohol

Featured Image
Gunakanlah Obat Dengan Tepat Dan Sesuai Aturan

23-06-2014 01:59

Obat adalah suatu hal yang biasanya dikonsumsi waktu seorang sakit. Waktu menanggung derita flu, batuk, sakit maag atau sakit kepala (pusing), umumnya orang mengobatinya dengan konsumsi obat bebas yang bisa dibeli di warung, toko atau apotik. Hal semacam ini dikarenakan lantaran penyakit itu biasanya cepat pulih serta dikira tak beresiko. Namun, ada hal yang butuh dicermati waktu Anda konsumsi obat bebas atau antibiotik. Obat Bebas Obat bebas ialah obat yang bisa dibeli dengan cara bebas atau tak memerlukan resep dokter. Obat bebas cukup aman dikonsumsi apabila ikuti ketentuan gunakan serta dosis yang terdaftar dalam paket. Anda pula mesti meyakinkan apakah obat bebas itu betul-betul obat bebas yang aman, bukan hanya obat yang memerlukan resep dokter namun bisa dibeli dengan cara bebas.   Baca juga : Cara Melindungi Diri dari Serangan Flu Cocokkan obat yang bakal dikonsumsi dengan penyakit yang terkena. Umpamanya, waktu Anda batuk, cermati apakah batuk itu terhitung tipe batuk kering atau batuk berdahak. Batuk kering umumnya dikarenakan lantaran ada iritasi. Sedang batuk berdahak lantaran masuknya virus atau bakteri hingga tubuh keluarkan lendir untuk melawannya. Atau apabila Anda menanggung derita flu, bisa dideteksi apakah flu dikarenakan virus atau bakteri. Flu yang dikarenakan virus umumnya keluarkan cairan encer yang sesungguhnya dapat sembuh dengan cukup beristirahat, minum banyak air, serta makan makanan bergizi serta memiliki kandungan vitamin terutama vitamin C, tiada butuh konsumsi obat. Sebaliknya, apabila cairan kental bermakna flu dikarenakan oleh bakteri yang butuh diatasi dengan konsumsi obat atau mungkin dengan pergi ke dokter untuk memperoleh antibiotik.   Baca juga : Pijat yang Tepat, Badan Sehat dan Segar Anda butuh tahu apa kandungan yang ada dalam obat bebas serta meyakinkan supaya Anda atau orang yang bakal konsumsi obat itu tak mempunyai alergi pada kandungan obat. Jauhi konsumsi kandungan spesifik dari obat dikonsumsi dengan dosis 2 x lipat atau lebih. Hal semacam ini bisa saja jika seorang konsumsi obat flu serta obat sakit kepala berbarengan hingga kandungan parasetamol yang ada dalam ke-2 obat itu masuk ke tubuh dengan dosis ganda. Di bawah ini tabel kandungan yang biasanya ada dalam obat bebas serta kegunaannya.   Efek samping yang bisa berlangsung apabila kelebihan dosis (over dosis) obat ialah nyeri lambung, jantung berdebar, gelisah, kejang atau hilang kesadaran. Efek terburuknya bisa menyebabkan kematian. Kapan Waktu yang Pas untuk Minum Obat? Konsumsi obat, baik obat bebas atau obat dengan resep dokter terhitung antibiotik baiknya tak dikerjakan waktu perut dalam situasi kosong lantaran bisa mengakibatkan efek yang jelek. Senantiasa pakai air putih bukan hanya kopi, susu atau teh waktu minum obat. Serta yang terutama senantiasa ikuti saran penggunaan supaya terlepas dari efek samping yang beresiko. Antibiotik Apabila Anda tak kunjung pulih sesudah konsumsi obat bebas, baiknya Anda selekasnya pergi ke dokter supaya bisa diberikan obat yang jitu. Untuk penyakit yang menyangkut infeksi, biasanya dokter bakal menyajikan antibiotik, meskipun dalam banyak masalah ada yang bisa sembuh tiada konsumsi antibiotik. Maka, tiada kelirunya Anda bertanya tipe dan manfaat obat yang didapatkan dokter. Antibiotik yang dikonsumsi terlalu berlebih dalam periode pendek bisa mengakibatkan alergi seperti gatal-gatal, nyeri lambung, mual atau bengkak pada bibir, kelopak mata, serta sisi tubuh yang lain. Efek yang lain ialah bakteri jadi kebal, hingga jika bakteri yang sama menyerang tubuh dibutuhkan antibiotik dengan dosis yang semakin banyak atau antibiotik yang lebih berat untuk melawannya. Karenanya bila Anda sakit tak terlampau kronis, baiknya jauhi pemakaian antibiotik, lantaran bisa bikin bakteri dalam tubuh lebih kebal. Di negara-negara maju, pemakaian antibiotik dibatasi serta tak gampang diberikan pada pasien. Dokter umumnya bakal menyajikan resep dengan obat non antibiotik terkecuali keadaan infeksi atau penyakit pada pasien telah tergolong kronis. Pakai obat dengan bijak, serta rasakan faedahnya. Baiknya Anda melindungi keadaan kesehatan tubuh Anda. Tetapi bila Anda sakit, pakai serta pastikan obat dengan jitu. Semoga cepat pulih!

...