Waktu Posting : 03-05-2014 14:19 | Dibaca : 3585x
19-01-2015 21:07
Malam bu,usia saya 35 tahun saya mempunyai masalah disekitar wajah dan leher yaitu tumbuh kutil diwajah dan leher tapi tumbuhnya kecil,dan tahi lalat diarea bawah mata saya tumbuhnya sedikit lebih besar,gimana bu?
16-06-2014 11:13
Pamor minuman berenergi naik daun seiring dengan musim pertandingan Piala Dunia. Alasannya, tentu saja untuk membuat badan tetap bugar saat beraktivitas esok harinya. Namun, adakah dampak buruk untuk kesehatan tubuh? Minuman berenergi diciptakan untuk dikonsumsi agar badan tetap berstamina meski kurang istirahat. Oleh karenanya, jenis minuman ini sering dipilih banyak orang untuk begadang atau memulihkan badan setelah begadang. Kalau dilihat di kemasannya, minuman itu memiliki kandungan yang sebenarnya bisa dikatakan baik. Ada vitamin B Complex, ginseng, dan ada juga yang mengandung despantal. Meski memang ada juga nikotin dan kafeunnya. Vitamin B complex yang juga merupakan vitamin neurotropik, dikatakannya memberikan manfaat pada kesegaran tubuh. Ginseng pun bermanfaat untuk kesegaran tubuh, sementara despantal berfungsi untuk merangsang nafsu makan. Baca juga : Cara Mudah Turunkan Gula Darah Sementara, kafein dalam minuman itu bekerja layaknya kopi. Kafein membuat irama atau frekuensi jantung meningkat sehingga seakan-akan tubuh merasa kuat untuk terus "on" meskipun sudah waktunya untuk istirahat. Begitupun nikotin, ia bekerja seperti kafein yang akhirnya ikut merangsang sistem syaraf dan pembuluh darah ikut meningkat. Apakah lantas minuman itu bisa dikatakan suplemen yang baik? Tentu saja ada risiko kesehatan akibat mengkonsumsi minuman berenergi untuk meningkatkan stamina. Apalagi bila itu dikonsumsi dalam jumlah banyak untuk jangka waktu yang panjang. Minuman itu akan membuat tubuh merasa fit tanpa istirahat. Padahal, seluruh organ tubuh mulai dari otak, jantung, hati, dan semuanya memerlukan istirahat yang wajar untuk pemulihan fungsi selnya. Risikonya, pasti organ tubuh akan terganggu fungsinya kalau dipaksa bekerja keras. Jantung adalah organ yang paling terkena dampaknya. Bila tubuh tidak istirahat dan malah terus beraktivitas, maka kerja jantung akan terganggu. Efek samping ringan yang muncul adalah rasa berdebar-debar, sementara risiko fatalnya adalah serangan jantung. Otak juga akan terganggu karena didorong untuk terus bekerja. Tanda-tanda awal gangguan di kepala adalah dengan munculnya rasa pusing. Selain itu, konsumsi minuman benergi juga bisa mengganggu sistem pencernaan seperti gangguan maag. Bila dikonsumsi sekali-sekali dan amat jarang, dampak negatifnya tidak akan muncul. Namun, yang mengkhawatirkan, di dalam minuman itu ada kafein dan nikotin yang memberikan efek adiktif atau candu. Seseorang akan merasa butuh terus, jadinya minum sangat banyak. Minuman itu bisa menimbulkan ketergantungan. Baca juga : Kiat Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Konsumsi dalam jumlah banyak itu juga akan berisiko penyakit diabetes. Hal itu diakibatkan kandungan gula yang cukup tinggi di dalam minuman tersebut. Kandungannya akan berkali-kali lipat kalau dikonsumsi lebih dari satu botol. Kalaupun boleh dikonsumsi, berapa botol? Minuman itu bukanlah obat yang memiliki takaran konsumsi. Jadi jangan terbuai dengan sensasi rasa segar saat meminumnya, tetapi setelahnya malah menjadi sakit. Dan, yang pasti diingat, seluruh organ tubuh kita membutuhkan istirahat berkualitas supaya memperbaiki sel-selnya. Meminumnya sekali saja demi begadang nonton bola oke-oke saja, asal jangan dijadikan kebiasaan sampai akhirnya tubuh tidak bisa lagi menemukan waktunya untuk beristirahat. Saat minuman berenergi dibutuhkan agar badan tetap fit, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah : Untuk minuman berenergi dalam bentuk botol, saat mengkonsumsinya paling banyak adalah dua botol untuk hari tu saja. Namun, tetap saja jangan dikonsumsi terus-menerus di hari-hari berikutnya. Bila sudah meminum minuman berenergi, pastikan jangan lagi mengkonsumsi kopi dan teh yang mengandung kafein. Bila semua dikonsumsi, risiko jangka panjangnya akan lebih berbahaya bagi tubuh. Bila sudah terasa jantung berdebar, kepala pusing, atau nyeri lambung,berhenti mengkonsumsinya. Setelah mengkonsumsinya, perbanyak minum air putih. Hal ini akan membantu ginjal untuk mengeluarkan hasil dari metabolisme tubuh sehingga diharapkan bisa mengurangi efeknya.
03-07-2024 12:16
Bidang kesehatan merupakah salah satu ranah pekerjaan yang memiliki banyak peminat. Alasannya karena berbagai profesi dalam bidang ini memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Salah satu profesi yang mungkin Anda minati adalah profesi apoteker. Apoteker adalah lulusan Sarjana Farmasi yang bertugas menginformasikan dan memberikan obat-obat yang sedang Anda konsumsi. Selain tugas itu, apoteker juga memiliki kewajiban pokok lainnya. Jika Anda berminat untuk menggeluti profesi ini, berikut adalah beberapa tugas dan keahlian apoteker yang perlu Anda ketahui. Apoteker adalah profesi yang berhubungan dengan pengelolaan obat dan berkaitan dengan kesehatan. Mereka bertanggung jawab untuk mengatur, menyimpan, dan menyediakan obat-obatan sesuai dengan resep dokter. Apoteker juga berperan dalam memberikan informasi dan saran tentang obat-obatan kepada pasien. Mereka juga dapat memberikan konsultasi kesehatan dan mengevaluasi efektivitas terapi obat bagi pasien. Sebagai seorang apoteker, Anda memiliki kewajiban untuk melayani pasien yang meminta informasi terkait obat-obatan yang mereka konsumsi. Selain itu, Anda juga perlu memberi obat yang telah diresepkan oleh dokter kepada pasien. Dalam melakukan tugas ini, Anda harus memastikan bahwa obat-obatan yang diberikan tidak saling berinteraksi. Selain memberikan obat pada pasien, apoteker juga memiliki tanggung jawab untuk meracik obat-obatan. Bersama dengan profesional kesehatan lain, apoteker juga merencanakan dan mengevaluasi efektivitas obat-obatan terhadap pasien. Setiap pasien harus mendapatkan penanganan kesehatan yang tepat. Jika Anda mengalami penyakit-penyakit ringan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, Anda dapat meminta saran klinik ataupun obat-obatan yang dijual bebas kepada apoteker. Terakhir, apoteker juga bertanggung jawab dalam memastikan bahwa apotek telah mengikuti peraturan pemerintah tentang penjualan obat. Keahlian atau Skill yang Perlu Dikuasai Apoteker Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seorang apoteker adalah lulusan Sarjana Farmasi dan lulus ujian kompetensi untuk bisa bekerja sebagai di posisi ini. Selama masa pendidikan, apoteker perlu menguasai bidang ilmu kesehatan serta kimia. Selain itu, ada beberapa keahlian lain yang dibutuhkan untuk menjadi seorang apoteker. Berikut adalah berbagai keahliannya : Memahami jenis dan komponen obat-obatan serta pengaruhnya terhadap pasien. Mengetahui hukum-hukum dalam praktik farmasi Mengenal alternatif praktik kesehatan dan pengobatan. Memahami cara meracik maupun mencampur obat-obatan secara akurat dan tidak memberikan efek samping. Mampu mendesain, memproduksi, serta mendistribusi obat. Mampu memantau obat dari resep dokter agar dapat digunakan dengan sesuai. Mampu menjalankan konsultasi jika dibutuhkan pasien. Setelah mengetahui berbagai tanggung jawab dan keahlian yang perlu dimiliki oleh seorang apoteker, Anda mungkin akan bertanya-tanya proses apa saja yang harus dilewati untuk mendapatkan posisi ini? Ada beberapa tahap yang perlu Anda lewati jika ingin memiliki pekerjaan ini. Adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut : 1. Lulus SMA Jurusan IPA atau SMK Farmasi Pertama-tama, Anda perlu lulus dari pendidikan SMA jurusan IPA atau SMK Farmasi. Jurusan saat SMA/SMK berpengaruh dalam lolos tidaknya Anda ke pendidikan sarjana S1 Farmasi. Sebab, ada beberapa kampus yang mengharuskan pendaftar S1 Farmasi berasal dari jurusan IPA atau SMK Farmasi. Selain itu, banyak juga yang menyarankan agar Anda mengambil SMK Farmasi karena akan lebih mudah saat berkuliah nantinya. Ini karena SMK Farmasi akan mempelajari dasar-dasar yang dibutuhkan dalam S1 Farmasi. 2. Lulus Pendidikan Sarjana (S1) Farmasi Tahap kedua, Anda perlu menjadi lulusan jurusan Farmasi di pendidikan S1. Selama pendidikan, Anda akan banyak belajar teori dan praktik terkait obat-obatan. Di samping itu, Anda juga dapat mengikuti program magang selama 2-3 bulan Pastikan Anda lulus pendidikan S1 Farmasi dengan menyelesaikan seluruh mata kuliah dan tugas akhir skripsi agar dapat mendapatkan ijazah S1. 3. Melakukan Sumpah Profesi Apoteker Sama seperti perawat dan dokter, untuk mewujudkan profesi ini, Anda perlu mengambil sumpah profesi. Sumpah ini akan diambil di waktu yang sama dengan para lulusan jurusan farmasi lainnya. 4. Menyelesaikan Pendidikan Profesi Apoteker Agar dapat menjadi apoteker profesional, Anda bisa mengambil pendidikan lagi selama 2 tahun. Mirip seperti pendidikan sebelumnya, Anda akan mendapatkan teori dan praktik yang lebih mendalam terkait ilmu farmasi dan perlu menyelesaikan tesis untuk dapat dinyatakan menjadi apoteker profesional. 5. Menerima Surat Tanda Registrasi (STR) Di tahap berikutnya, Anda perlu mengurus Surat Tanda Registrasi setelah menjadi lulusan S1 maupun selesai menjalankan pendidikan profesi. Surat ini berfungsi sebagai persyaratan untuk menjadi apoteker profesional dan membuka apotek sendiri. Untuk mendapatkan STR, Anda perlu mengerjakan uji kompetensi dan dinyatakan lulus. Ujian untuk mendapatkan STR dilakukan setiap setahun sekali dan diselenggarakan secara serentak. Jika tidak lulus, Anda dapat mengambil kembali ujian tersebut di tahun depan. 6. Menerima Izin Usaha Terakhir, untuk membuka usaha sendiri, Anda perlu menyiapkan berbagai berkas dan surat izin yang dibutuhkan, seperti surat izin profesi, surat izin usaha, dan masih banyak lagi. Tak lupa, Anda perlu memiliki modal yang cukup dan kemampuan bisnis serta manajemen yang baik. Setelah menjadi apoteker profesional, ada beberapa tempat yang dapat menjadi pilihan Anda untuk mulai bekerja sebagai profesi ini, di antaranya adalah : Industri farmasi Farmasi Rumah Sakit Apotek Pelayanan farmasi di pemerintahan Pedagang Besar Farmasi (PBF) Farmasi komunitas Pada akhirnya apoteker adalah profesi mulia yang bertanggung jawab dalam memberikan obat beserta informasinya agar pasien dapat sembuh. Jika Anda ingin menjadi apoteker, penting sekali untuk memahami tugas, kompetensi yang harus dimiliki, serta cara untuk menjadi apoteker agar Anda dapat meraih cita-cita bekerja menjadi apoteker dengan mudah. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai apoteker, kunjungi https://pafikotameureudu.org/