Waspada, Ini 5 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis!

Additional Image

Waktu Posting : 07-07-2016 22:58 | Dibaca : 2292x

Beberapa penyakit terkadang memiliki gejala yang sama sehingga salah diagnosis bisa terjadi. Oleh karena itu, jelilah mengamati gejala penyakit sehingga kita bisa memberikan informasi yang jelas kepada dokter.

Gejala seperti diare berkepanjangan, berat badan turun tanpa sebab, dan sakit perut merupakan gejala yang bisa menandakan berbagai penyakit, misalnya radang usus ataupun kanker.

Diagnosis yang tidak tepat akan membuat pengobatan yang diberikan tidak optimal dan akhirnya penyakitnya akan berkepanjangan. Ketahui apa saja penyakit yang paling sering salah didiagnosis.

Baca juga : Efek Terburuk Jika Bayi Diberi Vaksin Palsu  

 

 

- Diagnosis: Depresi
Penyakit sebenarnya: Sleep apnea

 

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyerupai depresi. Studi menunjukkan, setidaknya ada 73 persen pasien yang mengidap sleep apnea dengan gejala mirip dengan depresi, seperti bad mood, menyakiti diri sendiri, dan pikiran untuk bunuh diri. Namun, ketika pasien tersebut dirawat dengan perawatan untuk sleep apnea, sembilan di antaranya sembuh.

Gejala-gejala kondisi ini meliputi perasaan sedih atau putus asa, tidak bertenaga, dan kecemasan bisa dikatakan mirip dengan gejala depresi. Penyakit lain dengan gejala yang mirip adalah masalah tiroid, penyakit bipolar, kekurangan vitamin D, dan gula darah rendah.

Baca juga : Umur Pria Menentukan Subur Tidaknya Sperma 

 

- Diagnosis: IBS (irritable bowel syndrome)
Penyakit sebenarnya: Penyakit celiac

 

Penyakit celiac merupakan gangguan pencernaan yang bisa dipicu oleh terlalu banyak mengonsumsi gluten, seperti roti. Penyakit ini terkadang butuh waktu cukup lama, yakni 6-10 tahun sebelum terdeteksi akurat.

Gejala penyakit celiac hampir sama dengan masalah pencernaan lain sehingga dokter banyak yang keliru dan harus mengidentifikasi apa yang terjadi dengan usus Anda.

 

 

- Diagnosis: Migrain
Penyakit sebenarnya: Stroke

 

Jika Anda berusia di bawah 50 tahun dan mengalami mati rasa, sulit berbicara, penglihatan kabur, terkadang dokter mendiagnosisnya sebagai migrain, vertigo, atau keracunan alkohol. Ketika peneliti mengkaji ulang data pasien yang berusia 16-50 tahun, 14 persen di antaranya dipulangkan karena hanya sakit kepala atau mabuk. Salah satu penyebabnya adalah karena sangat jarang orang berusia kurang dari 45 tahun yang terkena stroke.

 

 

- Diagnosis: Artritis reumatoid (radang sendi)
Penyakit sebenarnya: Fibromyalgia (nyeri tubuh)

 

Gejala arthritis, yakni rasa nyeri dan bengkak pada persendian, sering dirasakan pula oleh penderita fibromyalgia. Penyakit ini juga memiliki gejala sakit kepala, mengantuk, dan tidak nyaman pada usus.

Jika sakit pada tubuh berpindah-pindah ke bagian tubuh yang lain dan berlangsung selama tiga bulan, segera periksa ke dokter untuk penanganan fibromyalgia lebih lanjut.

 

 

- Diagnosis: Multiple sclerosis
Penyakit sebenarnya: Penyakit lyme

 

Kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, dan sendi adalah gejala yang bisa muncul pada penderita multiple sclerosis dan penyakit lyme. Gejala lyme juga menyerupai penyakit lain, seperti fibromyalgia dan flu.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Penyebab dan Gejala Aborsi Spontan

02-06-2020 18:08

Barangkali anda sudah sering mendengar kata aborsi yang identik dengan upaya dalam langkah menggugurkan kandungan, terutama pada kehamilan yang tidak diharapkan. Akan tetapi sebenarnya ada juga istilah aborsi spontan. Apakah yang dimaksud dengan aborsi spontan? Di dalam bahasa latin, aborsi dikenal juga dengan sebutan abortus atau orang mengenalnya sebagai keguguran. Yaitu suatu kondisi di mana terjadi kematian janin sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Terjadinya peristiwa keguguran ini tanpa didahului dengan tindakan tertentu yang akan memicunya sehingga disebut dengan sebutan abortus spontan. Dan berdasarkan data yang ada bahwa sekitar 20 sampai dengan 30 persen wanita yang hamil mengalami peristiwa perdarahan dari vagina pada usia kehamilan 20 minggu pertama. Di antara jumlah yang tersebut sekitar 50 persen di antaranya mengalami aborsi spontan.   Ketika terjadi perdarahan atau flek pada wanita hamil, sebenarnya itu bukan merupakan sesuatu hal yang wajar. Oleh sebab itu bila terjadi demikian maka sesegera mungkin melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kebidanan serta kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta penanganan yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Di antara gejala- gejala yang merupakan tanda dari terjadinya aborsi spontan adalah : Terjadinya perdarahan dari vagina. Sakit perut. Kram perut Sakit pinggang.  Lemas. Demam. Namun demikian, meski gejala-gejala di atas adalah kriteria dari abortus spontan tetap diperlukan adanya pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan USG. Walaupun aborsi kerap diidentikkan dengan pengguran kandungan yang dilakukan dengan senagaja atau adanya campur tangan manusia tetapi aborsi spontan tidak didahului dengan pemberian obat tertentu yang memicunya terjadinya abortus. Pada aborsi spontan terjadi secara alami serta terjadi karena adanya gangguan pada janin yang tengah dikandung. Adapun aborsi spontan  ada beberapa jenis, yaitu : Aborsi komplit Adalah fenomena keguguran pada saat seluruh hasil pembuahan  keluar dari rahim ketika kehamilan beruisa kurang dari 20 minggu. Ditandai dengan keluarnya darah yang berbentuk gumpalan. Abortus inkomplit Yaitu suatu kondisi di mana hanya sebagian dari hasil pembuahan yang keluar. Dan untuk memastikan tindakan yang harus dilakukan dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter spesialis. Apakah membutuhkan tindakan yang lebih lanjut seperti dilakukan tindakan kuret ataukah cukup diberikan obat. Abortus imminens Adalah suatu keadaan keguguran yang masih dapat diselamatkan dengan cara pemberian obat untuk memperkuat kandungan. Missed abbortion Yaitu keadaan keguguran di mana keadaan janin sudah dalam keadaan mati akan tetapi masih berada di dalam rahim. Abortus habitualis Merupakan jenis keguguran yang sering juga disebut dengan abortus berulang karena penderita tersebut mengalami keguguran hingga tiga kali berturut-turut.    Peristiwa terjadinya aborsi spontan seringkali terjadi karena adanya gangguan genetik yang cukup fatal pada sang janin. Namun selain itu juga, ada beberapa faktor dari kondisi ibu hamil yang merupakan risiko terjadi aborsi spontan seperti : Berusia di atas 35 tahun ketika hamil. Mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti penyakit tiroid dan diabetes. Memiliki riwayat keguguran sebanyak 3 kali pada kehamilan sebelumnya. Aborsi spontan juga dapat terjadi karena hal-hal berikut ini : Terjadi infeksi seperti herpes,rubela. Adanya gangguan hormon. Sistem imun yang respons. Mengkonsumsi obat-obatan yang memberikan efek buruk pada janin. Terjadinya gangguan fisik pada ibu. Adanya kkelainan pada dinding rahim. Mengkonsumsi kafein secara berlebihan. Memiliki kebiasaan buruk seperti minum alkohol, merokok serta penyalahgunaan obat-obatan. Memiliki riwayat trauma atau kecelakaan.  Agar dapat mencegah terjadinya aborsi spontan, tentunya hal yang harus dilakukan adalah selalu menjaga kesehatan ibu serta janin. Dengan tidak melakukan kebiasaan buruk seperti minum minuman yang mengnadung alkohol dan jalani pola makan yang sehat serta rutin memeriksakan kehamilan pada dokter spesialis.Namun apabila terjadi perdarahan dan keadaan janin sudah tidak dapat diselamatkan atau menimbulkan bahaya bagi ibu dan janin, perlu dilakukan tindakan seperti yang dianjurkan oleh dokter. Salah satunya adalah melakukan tindakan kuret untuk membersihkan jaringan yang berada di dalam rahim. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi bila rahim masih terdapat jaringan karena dapat menimbulkan infeksi. Melakukan tindakan kuret pun tidak dilakukan di sembarang  tempat, harus dilakukan pada tempat yang telah terpercaya di mana ditangani oleh dokter spesialis yang berkompeten. Klinik Raden Saleh  adalah salah satunya, di mana klinik ini merupakan klinik aborsi  yang melakukan prosedur kuret sesuai dengan penanganan kuret yang baik dan benar. Klinik Raden Saleh memberikan pelayanan kuret yang aman dan dalam bentuk acuan perawatan, tindakan medis serta diagnostik juga upaya rehabilitasi medis dalam memenuhi kebutuhan pasien-pasiennya.

Featured Image
Mengenal Gejala serta Penyebab Penyakit Maag

03-05-2014 03:28

Mengenal Gejala serta Penyebab Penyakit Maag  - Ada berbagai masalah kesehatan yang bisa Anda alami bila Anda tidak menjaga kesehatan Anda secara baik. Salah satu masalah kesehatan yang cukup umum ditemui saat ini adalah penyakit maag. Secara umum, penyakit maag dapat dijelaskan sebagai suatu kondisi yang terjadi akibat adanya gangguan pada lambung yang diakibatkan oleh kadar asam lambung yang meningkat secara drastis. Salah satu hal penting yang perlu Anda ketahui mengenai penyakit maag adalah gejala yang muncul akibat dari penyakit ini. Adapun gejala penyakit maag antara lain berupa munculnya rasa sakit pada daerah lambung serta ulu hati, perut terasa kembung apabila telat makan, serta rasa sakit yang muncul di daerah perut sehabis makan. Selain itu, gejala penyakit maag lainnya adalah rasa mual, muntah-muntah, sendawa meskipun dalam keadaan lapar, turunnya nafsu makan, pucat, keringat dingin, serta pusing. Gejala penyakit maag dapat bervariasi dan berbeda-beda tergantung dari parah atau tidaknya penyakit maag yang diderita oleh seseorang. Baca juga :  Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Selain mengetahui gejala penyakit maag, hal penting lain yang sebaiknya Anda ketahui mengenai penyakit maag adalah penyebab penyakit ini. Seperti yang disebutkan di atas, penyakit maag muncul akibat kadar asam lambung yang meningkat secara drastis. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor. Penyebab kadar asam lambung yang meningkat antara lain adalah gaya hidup yang kurang sehat, ketidakteraturan pola makan, mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar lemak tinggi secara terus-menerus, kebiasaan merokok, mengkonsumsi kopi secara berlebihan, mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol, mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama, serta mikroorganisme yang merugikan yang hidup dalam lambung. Selain itu, stress, tubuh terlalu lelah, tekanan emosi, serta kurang tidur juga dapat dianggap sebagai pemicu terjadinya penyakit maag. Dengan mengetahui penyebab penyakit maag, Anda akan bisa mengenali penyakit ini sedini mungkin serta melakukan pencegahan atau pengobatan secara lebih efektif. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh penderita maag adalah pola makan serta jenis-jenis makanan yang dikonsumsi. Secara umum, penderita penyakit maag dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis makanan. Di lain pihak, ada juga jenis-jenis makanan yang justru dianjurkan bagi penderita maag. Jenis-jenis makanan yang dianjurkan bagi penderita penyakit maag cukup beragam. Jenis makanan pertama yang dianjurkan bagi penderita penyakit maag adalah makanan yang menjadi sumber karbohidrat seperti bubur, biskuit, kentang, serta makanan yang terbuat dari tepung. Jenis makanan lain yang dianjurkan bagi penderita penyakit maag adalah sayur-sayuran yang tidak menghasilkan gas bila dicerna dan tidak berserat. Adapun jenis sayur-sayuran yang bisa dikonsumsi oleh penderita penyakit maag antara lain berupa brokoli, labu kuning, wortel, dan labu siam. Beberapa jenis buah-buahan juga merupakan jenis makanan yang dianjurkan bagi penderita penyakit maag. Adapun jenis buah-buahan yang dianjurkan bagi penderita penyakit maag adalah jenis buah-buahan yang tidak bersifat asam dan tidak mengandung alkohol seperti tomat, pepaya, dan pisang. Sementara itu, jenis-jenis makanan serta minuman yang sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit maag antara lain berupa makanan yang dapat merusak dinding lambung secara langsung seperti jagung dan nasi keras, makanan sumber protein hewani seperti ikan dan daging yang berlemak, makanan serta minuman dengan kadar serat serta gas yang tinggi seperti kedondong dan buah kering, minuman yang mengandung alkohol dan soda seperti susu dan anggur putih, makanan yang mengandung cuka, makanan yang bersifat pedas, obat-obatan atau suplemen yang bersifat asam seperti suplemen vitamin C dan obat-obatan yang mengandung asam salisilat, makanan yang susah dicerna, makanan dengan kadar lemak tinggi, makanan dengan kadar santan tinggi, coklat, keju, sayuran tertentu seperti sawi, kol dan buah-buahan tertentu seperti nangka dan durian, serta goreng-gorengan. Makanan-makanan tersebut sebaiknya dihindari untuk mencegah timbulnya resiko penyakit maag. Baca juga : Obat Herbal Dan Makanan Untuk Menstabilkan Kadar Kolesterol Berbicara mengenai pencegahan penyakit maag, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah timbulnya penyakit ini. Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit maag adalah dengan mengatur pola makan. Makan secara teratur merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penyakit maag. Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit maag adalah dengan menghindari berbagai jenis minuman yang bisa memicu peningkatan kadar asam lambung seperti minuman beralkohol, minuman bersoda, serta kopi. Memilih jenis makanan yang dapat dicerna dengan mudah juga merupakan salah satu langkah efektif dalam mencegah terjadinya penyakit maag. Selain itu, Anda juga bisa mencegah terjadinya penyakit maag dengan cara beristirahat yang cukup. Pola tidur teratur terbukti dapat mencegah terjadinya penyakit maag secara lebih efektif. Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit maag adalah dengan menghindari stress. Stress merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya produksi asam lambung. Dengan menghindari stress, Anda akan bisa mencegah terjadinya penyakit maag secara lebih efektif. Saat ini ada cukup banyak obat-obatan yang dijual di pasaran yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit maag. Selain obat-obatan generik, Anda juga bisa menemukan berbagai jenis obat-obatan herbal untuk penyakit maag. Obat-obatan herbal biasanya lebih disukai karena jenis obat-obatan ini terbuat dari bahan alami yang lebih aman digunakan. Selain itu, harga obat-obatan herbal juga lebih terjangkau dan biasanya memiliki khasiat yang lebih baik dibandingkan obat-obatan generik. Bila Anda ingin membeli obat herbal untuk penyakit maag, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan seperti bahan baku, cara kerja obat, petunjuk penggunaan, serta harga obat herbal tersebut. Jangan lupa untuk memeriksa tanggal produksi serta tanggal kadaluarsa obat herbal untuk maag yang akan Anda beli sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat optimal dari obat herbal tersebut.

Featured Image
Tips Berpuasa Bagi Penderita Asma

03-07-2014 11:21

Untuk umat muslim yang mempunyai penyakit khusus, kehadiran bulan Ramadan kerap membawa kecemasan spesifik. Pertanyaan-pertanyaan seperti : apakah saya dapat berpuasa, bagaimana bila penyakit saya kambuh waktu berpuasa, atau bagaimana dengan penyembuhan saya adalah sederet pertanyaan yang kerap nampak. Dengan cara spesial untuk pasien Asma, pasien umumnya cemas apakah dapat menunaikan beribadah puasa dengan baik serta kerapkali bingung tentang pemakaian obat semprot pelega napas (inhaler).   Baca juga : Cara Mengatasi Jerawat di Usia Dewasa Supaya kaum pasien asma dapat menjalani puasa dengan baik, di bawah ialah beberapa hal yang penting dicermati : Kunjungilah dokter Anda untuk memperoleh kontrol kesehatan terlebih dulu 1 bln. sampai 1 minggu sebelum saat Anda mulai berpuasa. Dokter bakal lakukan wawancara medis serta kontrol fisik untuk tahu apakah derajat asma yang Anda alami termonitor dengan baik serta memastikan penyembuhan yang sesuai sama. Bila Anda memakai inhaler, serta tak hendak memakainya pada waktu berpuasa. Pakailah inhaler pada waktu sahur serta berbuka untuk tetap mengontrol asma Anda. Anda baiknya tetap senantiasa membawa dan inhaler Anda. Bila Anda terkena serangan asma pada waktu berpuasa, cepatlah memakai inhaler Anda. Dehidrasi dapat bikin saluran pernapasan jadi kering hingga dapat menyebabkan terjadinya asma. Karenanya, Anda butuh mencukupi keperluan cairan yang cukup pada waktu sahur serta berbuka. Jauhi kegiatan dibawah terik cahaya matahari atau di ruang ber-AC yang terlampau dingin serta kering lantaran dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Bila Anda alami perburukan tanda-tanda asma sepanjang berpuasa, cepatlah menghubungi dokter untuk memperoleh penyesuaian terapi. Tanyakan pula dengan Ustadz Anda tentang pemakaian inhaler pada waktu berpuasa. Baca juga : Cara Menjaga Kesehatan Mulut Selama Berpuasa

...