Waktu Posting : 07-07-2016 22:58 | Dibaca : 2333x
Beberapa penyakit terkadang memiliki gejala yang sama sehingga salah diagnosis bisa terjadi. Oleh karena itu, jelilah mengamati gejala penyakit sehingga kita bisa memberikan informasi yang jelas kepada dokter.
Gejala seperti diare berkepanjangan, berat badan turun tanpa sebab, dan sakit perut merupakan gejala yang bisa menandakan berbagai penyakit, misalnya radang usus ataupun kanker.
Diagnosis yang tidak tepat akan membuat pengobatan yang diberikan tidak optimal dan akhirnya penyakitnya akan berkepanjangan. Ketahui apa saja penyakit yang paling sering salah didiagnosis.
Baca juga : Efek Terburuk Jika Bayi Diberi Vaksin Palsu
Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyerupai depresi. Studi menunjukkan, setidaknya ada 73 persen pasien yang mengidap sleep apnea dengan gejala mirip dengan depresi, seperti bad mood, menyakiti diri sendiri, dan pikiran untuk bunuh diri. Namun, ketika pasien tersebut dirawat dengan perawatan untuk sleep apnea, sembilan di antaranya sembuh.
Gejala-gejala kondisi ini meliputi perasaan sedih atau putus asa, tidak bertenaga, dan kecemasan bisa dikatakan mirip dengan gejala depresi. Penyakit lain dengan gejala yang mirip adalah masalah tiroid, penyakit bipolar, kekurangan vitamin D, dan gula darah rendah.
Baca juga : Umur Pria Menentukan Subur Tidaknya Sperma
Penyakit celiac merupakan gangguan pencernaan yang bisa dipicu oleh terlalu banyak mengonsumsi gluten, seperti roti. Penyakit ini terkadang butuh waktu cukup lama, yakni 6-10 tahun sebelum terdeteksi akurat.
Gejala penyakit celiac hampir sama dengan masalah pencernaan lain sehingga dokter banyak yang keliru dan harus mengidentifikasi apa yang terjadi dengan usus Anda.
Jika Anda berusia di bawah 50 tahun dan mengalami mati rasa, sulit berbicara, penglihatan kabur, terkadang dokter mendiagnosisnya sebagai migrain, vertigo, atau keracunan alkohol. Ketika peneliti mengkaji ulang data pasien yang berusia 16-50 tahun, 14 persen di antaranya dipulangkan karena hanya sakit kepala atau mabuk. Salah satu penyebabnya adalah karena sangat jarang orang berusia kurang dari 45 tahun yang terkena stroke.
Gejala arthritis, yakni rasa nyeri dan bengkak pada persendian, sering dirasakan pula oleh penderita fibromyalgia. Penyakit ini juga memiliki gejala sakit kepala, mengantuk, dan tidak nyaman pada usus.
Jika sakit pada tubuh berpindah-pindah ke bagian tubuh yang lain dan berlangsung selama tiga bulan, segera periksa ke dokter untuk penanganan fibromyalgia lebih lanjut.
Kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, dan sendi adalah gejala yang bisa muncul pada penderita multiple sclerosis dan penyakit lyme. Gejala lyme juga menyerupai penyakit lain, seperti fibromyalgia dan flu.
18-09-2018 14:54
Sakit kepala merupakan salah satu penyakit yang sering kali menyerang dan membuat sulit melakukan aktivitas dengan baik. Ada beberapa faktor penyebab sakit kepala antara lain yang berasal dari pikiran yang stress, tekanan darah tinggi, kelelahan, gejala flu, dll. Jangan abaikan jika sakit kepala menyerang karena akan sangat membuat tidak nyaman dan tidak dapat melakukan aktivitas dengan maksimal. Cara paling simpel yang mudah dilakukan untuk mengatasi sakit kepala yaitu dengan istirahat yang cukup dan minum obat pereda sakit kepala. Selain dua hal tersebut, ada cara lain untuk menyembuhkan sakit kepala yaitu dengan mengonsumsi makanan dan minuman lezat seperti berikut ini : Kopi Mengonsumsi kopi dapat mengobati sakit kepala namun tidak boleh berlebihan karena bisa memperparah sakit kepala yang diderita. Minumlah 2 hingga 3 cangkir setiap hari dapat mengobati sakit kepala dan membuat perasaan bahagia. Pisang Pisang mengandung nutrisi yang dapat membuat pikiran menjadi rileks danmengobati sakit kepala. Selain itu, pisang juga bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta perasaan bahagia. Pisang juga dipercaya dapat melancarkan sistem peredaran darah serta membuat tubuh semakin fit. Jamur Nutrisi yang terkandung pada jamur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membuat otak menjadi lebih rileks, sistem pencernaan lebih sehat dan peradaran darah lancar. Yogurt Yogurt mengandung kalsium yang cukup tinggi yang ampuh untuk mengobati sakit kepala dan melancarkan sistem pencernaan.
07-08-2018 16:45
Jatuh cinta merupakan hal alamiah yang pasti akan dirasakan semua orang. Tak dapat dipungkiri, saat jatuh cinta pasti perasaan akan sangat bahagia. Ternyata, jatuh cinta bukan hanya dapat membuat orang bahagia tapi memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Saat jatuh cinta, seseorang akan memiliki banyak energi positif yang mengalir dalam tubuh dan membuat kinerja tubuh lebih optimal sehingga semua fungsi organ tubuh dapat bejalan dengan lancar. Berikut ini manfaat jatuh cinta untuk kesehatan : 1. Menjaga daya tahan tubuh tetap optimal Perasaan bahagia saat jatuh cinta membuat tubuh tidak mudah stres dan depresi serta dapat membantu menjaga dan merangsang sistem kekebalan tubuh agar lebih prima. Hal ini juga dapat mengurangi risiko tubuh terserang berbagai macam penyakit. 2. Mengurangi tingkat stres dan depresi Penelitian yang dilakukan oleh Journal of Health dan Social Behaviour mengatakan jika orang yang baru menikah memiliki kemungkinan yang rendah terkena depresi daripada orang yang belum menikah. Hal ini terjadi karena saat jatuh cinta tubuh akan mengeluarkan hormon serotonin yaitu hormon yang memberikan perasaan bahagia dan tenang. 3. Dapat mengurangi rasa nyeri Saat memegang tangan pasangan maka rasa nyeri pada tubuh akan berkuran. Efek jatuh cinta dapat mengurangi rasa nyeri di tubuh. 4. Rasa cemas berkurang Saat jatuh cinta maka akan mengeluarkan hormon dopamin yang akan memberikan efek positif dan optimis pada tubuh sehingga rasa cemas pun hilang. 5. Menjaga kesehatan jantung Efek bahagia saat jatuh cinta dapat mnurunkan tekanan darah serta frekuensi denyut nadi serta dapat meingkatkan kualitas sistem yang mengatur kinerja jantung sehingga kesehatannya pun dapat terjaga. 6. Menjaga kesehatan kulit Tersenyum dan tertawa sepanjang hari akan mengurangi kadar kortisol yang menyebabkan stres yang juga dapat memicu masalah kulit seperti jerawat.
17-06-2014 06:57
Mengenal pengertian, pemicu, gejala serta tipe atau jenis sinusitis atau infeksi sinus amatlah utama lantaran angka peristiwa serta prevalansi penyakit ini di Indonesia cukup tinggi di mana umumnya penderitanya ialah wanita serta dana pengobatannya relatif mahal. Prevalansi sinus akut pada pasien pasien saluran nafas atas seputar 25 Persen di mana angka ini cukup besar dibanding negara-negara lain. Apakah itu sinus? Dalam pengetahuan anatomi, sinus ialah rongga yang ada dalam tulang atau jaringan tubuh serta biasanya ditemukan pada tulang muka serta terhubung dengan hidung semacam sisi dari system pernapasan. Dengan cara normal, sinus terbuka ke saluran pernapasan pada hidung lewat ostium. Manusia memiliki 4 setel rongga sinus (tengok gambar di atas), yakni : 1. Sinus frontalis (frontal sinus), yang terdapat di dahi 2. Sinus maksilaris (maxillary sinus) di belakang tulang pipi 3. Sinus ethmoidalis (ethmoid sinus) di belakang mata 4. Sinus sphenoidalis (sphenoid sinus) terdapat di belakang tulang ethmoid. Ke empat sinus di atas kerap disebutkan semacam satu kesatuan yang dimaksud dengan nama sinus paranasal di mana sel pada setiap sinus ialah sel sekresi mukus, sel epitel serta sebagian sel yang disebut sisi dari system kekebalan tubuh (makrofaga, limposit serta eosinofil). Baca juga : Tips Menghindari Kerontokan Rambut Manfaat dari sinus ialah melembabkan serta menghangatkan hawa yang masuk serta membuat perlindungan susunan di sekelilingnya (mata serta saraf), menambah resonansi nada, semacam penyangga melawan trauma di wajah serta turunkan berat tipe kepala. Apakah itu sinusitis atau infeksi sinus? Sinusitis berlangsung saat mikro organisme pathogen seperti virus, bakteri serta jamur tumbuh didalam sinus serta mengakibatkan berlangsung penghambatan pada ostium sinus hingga mukus (ingus serta upil) serta nanah tak dapat keluar atau terhalang yang mengakibatkan terjadinya infeksi. Pembuangan kotoran ini (bila tak terganggu) umumnya berlangsung dari rongga hidung menuju tenggorokan atau lubang hidung. Infeksi ini bakal mengakibatkan radang pada satu atau lebih sinus yang bisa mengakibatkan berlangsung ketidaknyaman. Peradangan pada rongga hidung dimaksud semacam sinusitis serta bisa pula dikarenakan oleh alergi serta iritasi pada sinus, sinusitis ini merupakan satu diantara dari sebagian keadaan atau masalah yang bisa memengaruhi manusia sepanjang seumur hidupnya di mana umumnya bakal berlangsung saat debu atau kotoran dari hawa serta lingkungan mengakibatkan iritasi pada rongga hidung hingga berlangsung demam. Sinusitis dapat juga berlangsung lantaran hidung hirup zat kimia atau penyalahgunaan semprotan hidung, terdaftar sejumlah 30 masyarakat semua dunia menderita sinusitis. Pemicu terjadinya sinusitis 1. Ada infeksi Infeksi bisa diakibatkan oleh virus atau bakteri, infeksi ini bakal menyebabkan terjadinya radang. Peradangan yang timbul bisa di sekitar rongga hidung ataupun tenggorok, peradangan dapat juga berlangsung pada organ-organ di daerah seputar rongga hidung serta tenggorok seperti amandel atau tonsil serta kelenjar adenoid. Peradangan itu menyebabkan sakit serta nyeri khas di area pada rongga hidung serta tenggorok. Baca juga : Berkenalan dengan Infeksi Menular Seksual 2. Rongga hidung alami sumbatan Sumbatan yang berlangsung pada rongga hidung bisa dikarenakan oleh penyakit ataupun kelainan susunan anatomis hidung, penyakit yang bisa menyebabkan terjadinya sinusitis diantaranya ialah tumor, polip. Tumor atau polip. Tumor serta polip di rongga hidung dapat menimbukan sumbatan yang setelah itu jadi sinusitis. Wujud anatomis tulang hidung yang bengkok dapat juga menyumbat aliran hawa ataupun mukus hingga menyebabkan terjadinya sinusitis. 3. Alergi Alergi bisa berbentuk senyawa alergen seperti makanan, zat kimia ataupun hawa ekstrim, baik dingin ataupun panas. Pada keadaan terkena alergi, tanggapan tubuh ialah alami radang serta pembengkakan. Bila pembengkakan berlangsung di lokasi sinus, maka terjadi sumbatan rongga sinus menyebabkan sinusitis. 4. Trauma pada fisik Trauma fisik seperti stress, kemasukan air, bisa mengakibatkan pendarahan berbuntut sinusitis. 5. Infeksi berat pada gigi Infeksi yang timbul pada gigi geraham atas kanan ataupun kiri, terlebih geraham 1, 2 serta 3 bisa menjalar hingga ke dalam rongga sinus maksilaris serta menyebabkan sinusitis. Beberapa gejala yang terjadi Gejala umum dari penyakit sinusitis ialah sakit kepala serta sakit di wajah di sekitar hidung, mata serta dahi. Satu dari 4 pasien barangkali bakal alami demam terlebih pada sinusitis akut. Gejala yang lain ialah : 1. Ingus atau upil yang keluar tak berwarna 2. Rongga hidung jadi kaku 3. Sakit tenggorokan serta batuk 4. Berlangsung sensitivitas atau sakit kepala saat jalan atau bergerak 5. Sakit pada gigi atau telingga 6. Terasa letih serta susah bernapas 7. Bila dikarenakan alergi, mata jadi gatal serta kerap bersin.