Waktu Posting : 04-08-2014 08:38 | Dibaca : 4086x
1. Gunakan air bersih untuk memasak mie,jangan gunakan air sisa rebusan mie.
2. Masukan mie ketika air yang direbus sudah mendidih.
3. Masaklah mie hingga matang, jangan dimasak setengah matang karena masih ada zat lilin yang melapisi lapisan mie belum lepas.
4. Jika anda membuat mie goreng maka pisahkan mie dengan air rebusan mie hingga mie sedikit kering, namun jika anda membuat mie rebus maka jangan memakai air rebusan sebagai kuah tapi masaklah air bersih lagi untuk kuahnya.
Baca juga :Pencetus Penyakit DiabetesÂ
5. Gunakanlah sebagian dari bumbu bawaan mie saja, karena bumbu bawaan mie mengandung banyak pengawet. Dan alangkah baiknya anda mengunakan bumbu buatan sendiri untuk merendahkan konsumsi pengawet pada bumbu.
6. Pakai minyak zaytun sebagai pengganti minyaknya.
7. Minum habbasy oil 1 - 2 kapsul 1 jam sebelum konsumsi mie instan agar kadar toksin pengawet, penyedap, dan lilinnya bisa tereduksi.
Baca juga :Â Tips Kembali Langsing Usai Lebaran Â
12-07-2018 15:22
Obat kolesterol tradisional banyak dicari sebagai salah satu cara orang untuk menyembuhkan penyakit kolestrol yang tradisional. Berbagai ramuan di wariskan oleh pendahulu kita sebagai jalan untuk mengurangi keluhan kolestrol. Obat tradisional biasanya diracik dari ramuan tanaman obat baik daun, biji, akar dan buah buahan. Berikut ini adalah beberapa resep obat kolesterol yang tradisional yang dapat Anda temukan dan racik sendiri di rumah. Bahan-bahan untuk Membuat Obat kolesterol Tradisional Kunyit Nama ilmiah tanaman ini adalah curcuma domesticae rhizoma. Biasanya orang menggunakan tanaman kunyit untuk bumbu masakan khas Indonesia. Khasiat tersembunyi dari tanaman kunyit sebagai cara untuk memperlancar darah dan energi vital. Selain itu, kunyit juga dapat digunakan sebagai anti bakteri dan anti inflamasi. Untuk membuat resep tradisional ini cukup bersihkan rimpang kunyit, iris tipis. Kemudian masukkan irisan kunyit kedalam 2 gelas air hingga tinggal 1 gelas. Saring, minum setelah dingin 3x sehari untuk 12 minggu. Temulawak Tanaman yang masuk kedalam keluarga rimpang rimpangan ini bernama latin curcumae rhizoma. Manfaat alami yang terkandung di dalamnya adalah membantu proses pengeluaran empedu menuju usus. Untuk membuatnya, Anda perlu menyiapkan 3 rimpang temulawak parut. Masukkan parutan kedalam ½ cangkir air panas. Tunggu hingga dingin dan mengendap. Minum air yang berada pada atas endapan. Konsumsi setiap hari untuk mendapatkan efek yang maksimal. Sambiloto Tanaman ini secara turun temurun telah banyak digunakan sebagai bahan pembuatan ramuan tradisional. Cara pembuatannya cukup mudah, yakni dengan merebus 20 gram sambiloto kering ke dalam 3 gelas air, hingga menyusut menjadi 1 gelas. Saring dan minum setiap hari. Buah mengkudu Buah mengkudu memiliki khasiat melancarkan metabolisme tubuh Anda. Jika Anda ingin mengkonsumsi obat kolestrol tradisional tapi malas jika harus merebus ramuan setiap hari, Anda dapat mengonsumsi ramuan tradisional yang saat ini sudah tersaji dalam kemasan. Yakni sebuah obat kolesterol yang terbuat dari perpaduan antara mengkudu dan buah naga merah. Jangan lupa pastikan ramuan herbal instan yang anda konsumsi sudah ada izin kesehatan yang berlisensi.
13-12-2024 18:36
Kuret lazim dilakukan pada wanita yang mengalami keguguran saat usia kandungan trimester pertama. Kuret atau dalam bahasa medis dikenal sebagai D&C (dilation and curettage) merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan atau membersihkan sisa jaringan atau perdarahan dari dalam rahim.Tindakan kuret terdiri dari dilasi dan kuretase. Dilasi ialah tindakan membuka leher rahim untuk selanjutnya dilakukan kuretase, yaitu pembersihan isi rahim.Dalam tindakan itu, dokter akan akan mengeruk lapisan dalam dinding rahim dengan sendok kuret hingga bersih dari sisa jaringan dan perdarahan. Selain itu, dokter dapat pula menggunakan vacuum aspiration untuk menyedot sisa jaringan. Meski sudah banyak dilakukan, masih ada sederet fakta mengenai kuret yang perlu Anda tahu.Semua Keguguran Pasti akan Dikuret?Faktanya, 50 persen kasus keguguran tidak membutuhkan prosedur kuret. Artinya, jaringan dianggap dapat keluar dengan sendirinya hingga bersih. Namun, hal ini tetap bergantung pada usia kehamilan serta kondisi rahim. Usia kehamilan lebih dari 10 minggu umumnya memerlukan tindakan kuret untuk membantu membersihkan jaringan dalam rahim.Kuret Dibius Total atau Tidak?Saat akan dilakukan kuret, pasien akan menjalani anestesi atau dibius secara total. Hal ini perlu dilakukan karena prosedur ini dapat menimbulkan rasa nyeri.Apa Saja Komplikasi kuret?Sama seperti setiap prosedur atau tindakan medis lainnya, prosedur kuret pun dapat menimbulkan beberapa risiko usai tindakan. Risiko yang dapat muncul antara lain kerusakan pada jaringan leher rahim, perforasi rahim (rahim bolong), infeksi, atau timbulnya jaringan parut dalam rahim.Apakah Kuret Memengaruhi Kesuburan Rahim Kelak?Kuretase dapat menimbulkan jaringan parut pada dinding rahim, yang dikenal dengan istilah sindrom Asherman (Ashermans syndrome). Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan menstruasi yang tidak teratur atau nyeri hebat saat menstruasi.Selain itu, sindrom Asherman dipercaya berisiko menyebabkan keguguran pada kehamilan selanjutnya dan mengganggu kesuburan. Beberapa wanita dengan sindrom Asherman dapat mengalami kesulitan untuk hamil. Kalaupun berhasil hamil, sindrom ini berisiko menyebabkan gangguan pada perkembangan janin. Sering kali tindakan operasi pada penderita sindrom ini dapat membantu meningkatkan peluang memiliki kehamilan yang sehat. Kuret Dapat Membantu Mendiagnosis Kelainan Rahim?Ya. Kuret dapat membantu dokter untuk mendiagnosis dan mengatasi adanya keabnormalan pada rahim. Misalnya, perdarahan yang abnormal, polip, ketidakseimbangan hormonal, tanda menopause, kanker rahim, ataupun tumor jinak rahim.Apakah Ada Perdarahan Pasca Kuret?Pada umumnya setelah satu minggu dari keguguran dan kuret, darah sudah tidak keluar lagi. Yang perlu Anda perhatikan, ketika darah yang keluar semakin berkurang maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Siklus Haid Dapat BerubahSetelah kuret dilakukan, perubahan siklus haid dapat terjadi. Haid bisa datang lebih awal ataupun terlambat. Pasca keguguran, tubuh membutuhkan waktu untuk mengembalikan keseimbangan hormon. Dalam waktu kurang lebih enam bulan setelah keguguran, seharusnya siklus haid Anda sudah kembali seperti biasa. Sebelum enam bulan, siklus haid dapat tidak teratur.Hubungan Intim dan Hamil Pasca KuretPada masa-masa awal setelah tindakan kuret, Anda disarankan untuk menghindari hubungan intim. Hal ini bertujuan mencegah infeksi yang masuk ketika leher rahim masih terbuka. Setelah terjadi haid rutin, Anda baru diperbolehkan untuk berhubungan. Tapi ingat, ini menandakan Anda sudah kembali subur dan dapat hamil. Gunakan kondom untuk mencegah kehamilan setidaknya 3-6 bulan pasca kuret untuk mempersiapkan rahim kembali untuk dapat hamil.Itulah beberapa fakta mengenai kuret. Mengenal dan mengetahui fakta-fakta tentang kuret akan membantu Anda memulihkan diri usai prosedur dilakukan. Namun, jika terjadi gejala tidak biasa setelah kuret, seperti demam, kram perut selama lebih dari dua hari, perdarahan parah, keluar cairan berbau tak sedap dari vagina, segera periksakan diri ke dokter.Adalah Klinik Raden Saleh yang merupakan salah satu Klinik Kuret kesehatan kandungan yang telah berdiri sejak 1988. Kami fokus pada pelayanan tindakan kuretase yang aman dan profesional. Dikenal luas oleh dokter SpOG di seluruh Indonesia, kami telah dipercaya selama lebih dari 35 tahun untuk merawat wanita dan pasangan yang mengambil keputusan untuk mengakhiri kehamilan. Dengan pengalaman dan komitmen kami terhadap keselamatan serta kesehatan pasien.
26-01-2016 09:26
Kasus keracunan massal Keracunan makanan dan minuman tengah menjadi topik hangat yang dibahas masyarakat belakangan waktu ini. Terlebih kasus wanita cantik bernama Wayan Mirna yang meregang nyawa akibat mengkonsumsi kopi. Kasus ini sempat mendapatkan sorotan publik, mengingat hingga saat ini belum diketahui siapa yang sengaja meracuni wanita tersebut. Apalagi belum ada kepastian dari pihak polisi ada motif apa dibalik pembunuhan yang dilakukan melalui racun minuman tersebut. Kasus Mirna sebenarnya bukanlah satu-satunya kasus keracunan yang ditangani oleh pihak polisi. Hanya saja kasus ini cukup menarik, sebab ditemukan racun sianida dalam dosis yang sangat mematikan di dalam kopi wanita tersebut. Padahal sianida sendiri adalah salah satu jenis racun yang memang sudah dilarang keras digunakan oleh pemerintah. Dalam kasus ini sendiri, bisa dibilang sianida dimasukkan secara sengaja ke dalam kopi untuk menghilangkan nyawa si pengkonsumsinya. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah pembunuhan ini terjadi di sebuah tempat umum, kafe yang cukup ternama. Selain kasus kematian Mirna melalui racun sianida, kita diingatkan kembali dengan beberapa kasus keracunan massal. Beberapa diantaranya sempat menjadi bencana luar biasa, akibat jumlah korban yang mencapai ratusan orang. Kita mungkin juga tidak lupa kasus keracunan sekeluarga yang usai melahap makanan hasil olahan tangan sang ibu rumahtangga. Baca juga : Mengenali Alarm Dari Tubuh yang Kekurangan Vitamin Menilik semua kasus keracunan tersebut, kita tentu waspada dengan kondisi kesehatan keluarga kita. Tentu tak ada salah satu dari kita yang menginginkan anggota keluarga mengalami keracunan makanan dan minuman. Oleh karena itu, memang ada baiknya kita memproteksi atau melindungi keluarga kita agar tak mengalami keracunan. Setidaknya menghindarkan mereka dari mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi racun ataupun bakteri penyebab keracunan pada tubuh. Bahan baku makanan yang kita konsumsi sebenarnya sangat rentan terkontaminasi racun. Pasalnya pestisida yang digunakan untuk menyuburkan pertumbuhan tanaman pun dapat meracuni tubuh. Terlebih jika Anda tidak benar dalam upaya membersihkan atau mengolahnya sebelum dimasak. Saat membersihkan sayuran atau buah-buahan, ada baiknya dicuci di bawah air mengalir. Penggunaan pupuk pada sayur-sayuran dan buah-buahan pun harus diperhatikan dan diminimalisir masuk ke dalam tubuh Anda. Pastinya akan lebih terjamin higienis dan sterilitasnya jikalau Anda mencuci atau membersihkannya sebelum diolah atau dikonsumsi. Sayuran yang baru dipetik tersebut, bisa Anda olah dengan menu atau resep andalan keluarga. Saat disajikan, tentu akan terlihat betapa menikmatinya anggota keluarga dengan menu sederhana berbahan dasar alami nan segar. Perlu diingat, pengolahan yang salah dapat menjadi perantara dari racun atau bakteri untuk masuk ke dalam tubuh Anda. Sebagai pembeli yang bijak, Anda harusnya lebih teliti dalam memilih bahan baku masakan yang hendak diolah. Sebaiknya jangan membeli bahan makanan yang telah rusak atau tidak layak konsumsi lagi. Pasalnya bahan makanan seperti ini sudah sangat mudah dikontaminasi oleh bakteri atau racun yang menyebabkan keracunan. Hal ini sangat berlaku pada daging yang sudah banyak dihinggapi lalat atau binatang layaknya cacing hati yang perlu diperhatikan secara seksama. Pada dasarnya, penyebab keracunan pada seseorang adalah bakteri yang berkembang di dalam makanan yang mereka konsumsi. Proses pengolahan dan penghidangan yang tidak bersih atau higienis pun bisa menjadi perantara keracunan makanan dan minuman. Bakteri yang hidup pada proses tersebut pada akhirnya melepaskan toksin atau racun pada makanan yang mereka hinggapi. Biasanya makanan yang paling mudah terkontaminasi adalah makanan dengan kadar lemak tinggi. Makanan yang diproses dengan cara pengalengan pun sangat rentan dari kontaminasi bakteri maupun racun. Mengingat kondisi kaleng kemasan yang bisa saja cacat saat sampai ke tangan Anda atau sebelum diolah dan disajikan. Adapun bahan makanan yang sangat rentan terkontaminasi racun adalah kerang, cumi, daging-dagingan, susu, yogurt, roti, keju, biskuti, es krim ataupun makanan hasil laut. Untuk semua makanan berkandungan lemak tinggi seperti ini, Anda perlu menjaga higienisitasnya lebih tinggi dan steril. Penanganan keracunan dini Lalu, apa sajakah penanda dari keracunan itu sendiri pada tubuh seseorang? Tak sulit sebenarnya mengenali gejala atau ciri-ciri keracunan pada seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Biasanya mereka akan mengeluhkan dan merasakan pusing disertai pening, perut yang berasa mual dan berakhir pada muntah-muntah, seringnya buang air besar, badan yang terasa limbung atau bergoyang, demam tinggi yang disertai menggigil sampai kejang-kejang. Bila sudah mengalami kejang-kejang, ini artinya racun yang masuk ke dalam tubuh Anda sudah mencapai otak. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, ada baiknya segera mengambil tindakan medis. Tindakan kritis yang paling dianjurkan untuk dilakukan adalah membawa pasien ke UGD (Unit Gawat Darurat). Biasanya dokter akan mengambil tindakan yang lebih serius, di samping melakukan infus pada tubuh pasien. Infus pada pasien penderita keracunan makanan dan minuman bertujuan mengganti cairan tubuh yang hilang. Pasalnya ada banyak cairan yang keluar saat gejala keracunan dialami dan mengakibatkan lemas dan lunglai. Seperti yang telah diketahui bersama, ada banyak cara yang bisa dijadikan perantara makanan menjadi beracun. Faktor semacam ini biasanya diakibatkan oleh bahan makanan mentah yang memang tidak layak konsumsi. Artinya bahan baku tersebut mengandung zat berbahaya, seperti peptisida yang memang masih menempel pada buah-buahan maupun sayuran. Keracunan bisa pula diakibatkan oleh penyimpanan bahan dasar berupa susu maupun daging yang tidak tepat di dalam lemari pendingin. Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan Dengan Cara Pencegahannya Keracunan bisa pula diakibatkan oleh pengolahan yang salah, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Salah satunya adalah mengolah mie instan tanpa mengganti air rebusaan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Air rebusan tersebut tetap dijadikan kuah untuk mie yang siap Anda konsumsi tersebut. Kondisi ini bisa pula diakibatkan oleh daging, burger ataupun sosis yang dimasak tanpa matang secara merata. Alhasil bakteri pada daging tidak mati secara sempurna dan malah dikonsumsi oleh tubuh. Hal lainnya yang patut Anda waspadai adalah makanan siap konsumsi yang telah masuk masa kadaluarsa. Seperti yang kita ketahui, sayur bayam lebih baik dikonsumsi langsung dan tidak melebihi waktu 3 jam setelah dimasak. Pasalnya ada zat berupa racun yang berkembang pada sayuran karena terpapar suhu ruangan cukup lama. Kondisi lainnya adalah proses pengolahan makanan yang tidak memperhatikan kadar higienisitas dan dimasak oleh mereka yang tengah sakit. Bagi Anda yang tengah mencari cara menangani keracunan pada anggota keluarga, ada baiknya mengetahui saran satu ini. Dimana memberikan air kelapa muda atau susu murni pada mereka yang mengalami keracunan. Dengan catatan, si penderita keracunan masih dalam keadaan sadar dan masih bisa diajak berkomunikasi. Pada mereka yang sudah tidak sadar, miringkan kondisi tubuh atau hingga tertelungkup untuk mengeluarkan makanan yang masih bisa dikeluarkan. Untuk tindakan selanjutnya, bawa penderita ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan keracunan makanan dan minuman.