Pencetus Penyakit Diabetes

Additional Image

Waktu Posting : 06-08-2014 12:59 | Dibaca : 2697x

Penyakit kencing manis  atau diabetes ini sudah diderita umat manusia sejak 1500 SM. Usia penyakit yang begitu lama ternyata tidak membuat orang memahami bahaya penyakit ini dengan baik. Penderita penyakit ini setiap tahun selalu mengalami kenaikan signifikan. Bila anda sedang menderita diabetes sebaiknya terapkan obat herbal penyakit diabetes yang terbukti berkhasiat. Karena pengobatan kimiawi biasanya tidak menyentuh akar permasalahan penyakit dan bisa merusak organ tubuh lainnya.

Baca juga : Pria Lebih Berisiko Kanker Hati  

Kegemaran menyantap makanan manis dianggap sebagai penyebab terbesar serangan diabetes. Memang diabetes ditandai dengan kdar gula darah yang berlebihan. Kondisi ini dikarenakan tubuh mengalami kekurangan insulin. Hormon insulin ini berfungsi dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Kekurangan insulin dikarenakan fungsi pankreas yang tidak optimal lagi. Sehingga insulin tidak bisa mengubah gula darah menjadi energi dengan optimal. Pola makan yang buruk dan gerak tubuh yang kurang sangat mencetus serangan diabetes.

Baca juga : Tips Sehat dan Aman Mengkonsumsi Mie Instant 

Kegemukan juga merupakan salah satu pencetus serangan kencing manis. Oleh karenanya anda harus pandai dalam mengontrol pola makan agar tidak berlebihan. Selain menghindari makanan yang tinggi kadar gulanya, anda juga harus senantiasa menghindari konsumsi makanan tinggi garam, tinggi lemak dan tinggi kolesterol. Karena berbagai zat tersebut terbukti bisa merangsang serangan diabetes. Selalu konsumsi makanan dengan nutrisi dan gizi seimbang bisa melawan serangan diabetes. Konsumsi obat herbal penurun kadar gula darah juga bisa diterapkan.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Cegah Gangguan Pendengaran Dengan Makan Ikan

17-09-2014 00:01

Banyak riset yang sudah memperlihatkan faedah kesehatan dari mengonsumsi ikan. Serta, pada kesempatan ini nampaknya daftar faedah itu bakal jadi tambah. Pasalnya, suatu studi besar yang beberapa waktu terakhir dikerjakan sudah membuktikan bahwa mengonsumsi ikan bisa menurunkan resiko masalah pendengaran pada wanita. Ikan serta pencegahan masalah pendengaran Kaum peneliti di Brigham and Women’s Hospital di Boston, Amerika Serikat, mendapatkan bahwa mengonsumsi sekurang-kurangnya dua hidangan ikan serta omega-3 (rantai panjang asam lemak tidak jemu ganda omega-3) tiap-tiap minggunya bisa menolong menghindar atau menghalangi terjadinya masalah pendengaran.   Baca juga : Cara Membakar Lemak untuk Turunkan Berat Badan Gangguan pendengaran ialah keadaan yang umum berlangsung tetapi sering kali melumpuhkan. Meskipun penurunan pendengaran kerap dikira semacam segi yang tak terelakkan disebabkan penuaan, mengidentifikasi berbagai aspek resiko yang bisa beralih dengan cara mungkin sudah menyajikan wawasan baru pada kemungkinan pencegahan atau penundaan masalah pendengaran yang berlangsung. Riset yang diterbitkan dengan cara on-line pada tanggal 10 September 2014 lantas dalam American Journal of Clinical Nutrition ini melibatkan kian lebih 65. 000 wanita dari th. 1991 sampai 2009. Dari jumlah itu, di ketahui kian lebih 11. 600 wanita alami masalah pendengaran.   Baca juga : Menyikat Gigi Sebelum Tidur, Pentingkah? Tetapi wanita-wanita yang makan dua jumlah ikan atau lebih tiap-tiap minggunya di ketahui mempunyai resiko 20 % lebih rendah untuk alami masalah pendengaran dibanding dengan mereka yang tidak sering konsumsi ikan, riset tunjukkan. Semakin khusus lagi, konsumsi semakin banyak konsumsi omega-3 yang umumnya diketemukan pada makanan laut dihubungkan dengan resiko yang lebih rendah untuk masalah pendengaran. Konsumsi ikan seperti tuna, ikan berwarna gelap, ikan berwarna jelas, kerang, serta sejenisnya condong dihubungkan dengan resiko masalah pendengaran yang lebih rendah. Temuan ini tunjukkan bahwa makanan mungkin saja pula mempunyai peran utama pada pencegahan masalah pendengaran yang berlangsung. Sesaat kaum peneliti temukan jalinan pada mengkonsumsi ikan yang semakin besar serta pencegahan masalah pendengaran, riset ini tak menunjukkan jalinan sebab-akibat dengan cara segera.

Featured Image
Mengapa Minum Antibiotika Harus Dihabiskan?

29-05-2014 03:43

Nanang sudah setahun ini mengidap amandel. Hampir setiap bulan amandelnya kumat. Menurut dokternya, sudah derajat tiga dan belum perlu dioperasi. Namun setiap kali serangan amandelnya datang, Nanang mesti minum antibiotika. Kalau tidak, amandelnya meradang hebat, bernanah dan tak sembuh-sembuh. Linggar juga begitu. Bahkan ia sudah sering sekali sampai tak bisa bernapas kalau sedang serangan. Tapi Linggar tak mau dioperasi. Ia takut, dan lebih suka memilih minum kapsul antibiotika saja. Nanang dan Linggar memang sudah sejak kecil minum obat antibiotika, obat untuk memusnahkan kuman penyakit. Namun menurut pengakuan ibunya, obat antibiotikanya sering tidak pernah dihabiskan. Selain minumnya kurang teratur, begitu terasa membaik, ia langsung menyetop sendiri minum antibiotikanya. Padahal dokternya memberinya sampai 5 hari. Ia minum cuma 2 sampai 3 hari saja. Tapi apakah karena minum antibiotika yang tak habis, dapat menimbulkan amandel? Oh, tidak. Bukan karena antibiotika yang tak dihabiskan amandel muncul, tapi karena kelenjar pertahanan tubuh di rongga mulut itu yang kalah perang melawan bibit penyakit. Dan kebiasaan minum antibiotika yang setengah-setengah itu dapat membuat kuman penyebabnya menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika tersebut. Dan kalau kumannya sudah kebal begitu, ia akan menyerang ulang penderita, dengan demikian penyakit akan menahun. Amandelnya sering terserang, dan tak sembuh jika diberikan jenis antibiotika yang sama. Perlu dicari jenis antibiotika yang lain. Baca juga : Inilah Herbal Penangkal Bau Mulut   Terlalu Bebas Berantibiotika Obat antibiotika tergolong obat daftar G. Artinya hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Namun di kota-kota besar, toko-toko obat menjualnya tanpa resep dokter, dan digunakan secara bebas, bahkan tanpa aturan yang benar. Mudah dipahami, akibat dari pemakaian antibiotika yang tidak tertib ini, maka populasi berjenis-jenis kuman menjadi bertambah merajalela. Ia bukan saja menurunkan generasi yang kebal terhadap beberapa jenis antibiotika yang digunasalahkan, tapi juga semakin sukar menciptakan jenis antibiotika baru untuk memusnahkan generasi kuman yang baru. Banyak kuman sudah resisten sehingga pemakaian antibiotika semakin terbatas untuknya. Kita perlu melakukan uji kebal (resistensi tes) untuk memilih jenis antibiotika mana yang cocok untuk kuman yang sedang diidap seorang penderita penyakit infeksi. Dengan demikian tembakan kita lebih terarah. Sekarang sedikit-sedikit orang membeli kapsul sendiri, lalu meminumnya dengan aturan sendiri, dan tak tahu kapan obat harus dihentikan. Pemakaian antibiotika yang berkepanjangan juga bukan tanpa efek sampingan. Organ hati, ginjal dan darah adalah bagian dari tubuh kita yang paling sering dipengaruhinya. Sejak penisilin ditemukan, generasi kuman sudah semakin beraneka dan antibiotika pun kian bermunculan untuk membasminya. Masing-masing mempunyai peluru sendiri untuk menembak bagian kuman yang mana, dan tidak setiap antibiotika mampu membunuh semua kuman yang pernah kita kenal. Ada jenis yang bisa menyeluruh, ada yang hanya untuk beberapa jenis saja. Tetrasiklin tidak untuk anak kurang dari 10 tahun Sekarang terdapat banyak anak-anak yang mengeluh karena gigi-geliginya berwarna tidak seperti mutiara. Kuning keruh keabuan, bukan karena malas menggosok gigi, tapi karena memang mutu giginya yang buruk akibat pemakaian antibiotika dari golongan tetrasiklin (tetracycline). Jenis antibiotika ini berpengaruh terhadap pembentukan gigi-geligi sejak janin. Jadi memang tidak boleh diberikan bagi anak-anak, sekurang-kurangnya sampai anak mencapai usia 8 tahun. Baca juga : Atasi Jerawat Membandel Dengan Bahan Alami  Celakanya, karena setelah gigi (benihnya) terbentuk buruk, tidak ada cara untuk memutihkannya, dengan mengasah atau mengikisnya sekalipun, kecuali melapisinya dengan mantel gigi pada seluruh permukaan gigi, terutama yang tampak dari luar. Obat jenis ini pun paling sering digunakan karena amat umum dan cukup tua selain golongan kloramfenikol (chloramphenicol). Di puskesmas, poliklinik, di balai pengobatan, tetrasiklin banyak digunakan, dan kini saatnya kita perlu pandai memilih jenis antibiotika mana yang boleh dan mana yang tidak. Bisa Suntikan Untuk jenis tertentu, antibiotika hanya dapat diberikan melalui suntikan. Antibiotika streptomisin (streptomycine) untuk penderita penyakit TBC atau Lepra, diberikan hanya lewat suntikan. Biasanya, penderita lebih tertib karena harus mengunjungi dokternya, dibanding yang harus diminum sendiri. Jika ada satu orang yang tidak tertib menggunakan antibiotika, berarti akan tumbuh jutaan kuman yang sedang dibasmi yang mewariskan generasi baru yang kebal terhadap antibiotika tersebut. Dapat dihitung, berapa banyak jenis kuman yang melahirkan generasi baru yang kian kebal terhadap antibiotika yang ada, harus menjadikan kita semakin takut. Iya, kan?!  

Featured Image
Waspadai Batuk Tapi Jangan Takut

02-05-2014 03:11

Waspadai Batuk Tapi Jangan Takut  - Batuk, jenis sakit yang satu ini tidak dikategorikan sebagai penyakit namun bisa jadi gejala bagi penyakit contohnya seperti TBC. Batuk yang menjadi gejala suatu penyakit adalah yang terjadi berkepanjangan setidaknya mencapai waktu dua minggu. Apabila sudah melebihi jangka waktu tersebut, maka jangan anggap batu yang Anda alami sebagai batu biasa. Anda harus segera mengambil tindakan baik itu ke dokter ataupun mengobatinya dengan obat herbal. Batuk sendiri dikategorikan ke dalam dua macam, ada batuk yang berdahak dan batuk kering. Pembeda dari kedua jenis batuk ini adalah penyebabnya. Batuk berdahak disebabkan oleh radang atau infeksi pada saluran pernafasan, polusi udara termasuk asap rokok, efek dari flu, dan peningkatan jumlah asam lambung. Sedangkan untuk batuk kering, penyebabnya adalah virus yang dibawa oleh flu karena biasanya batuk kering terjadi setelah flu reda, bisa juga karena adanya penyempitan pada saluran pernafasan, alergi terhadap sesuatu, efek dari pemakaian obat-obatan sejenis antibiotic, dan selain menjadi penyebab batuk kering yang terjadi bisa saja karena Anda mulai terserang asma. Batuk tentu akan mengganggu aktivitas Anda, bukan hanya karena capek terus-terusan tapi membuat Anda sendiri tidak nyaman jika berada di antara banyak orang. Anda malu dan orang merasa terganggu. Untuk itu, kenali jenis batuk Anda sebelum batuk semakin parah dan berdampak pada timbulnya penyakit serius seperti fangritis, asma, radang saluran pernafasan, difteri, atau mungkin saja ada benda asing yang masuk ke tenggorokan yang belum Anda terdeteksi. Itulah kenapa sebaiknya Anda harus memeriksakan jenis batuk Anda ini ke dokter agar diketahui penyebabnya. Baca juga : Jangan Biarkan Asam Urat Menjerat Anda   Namun, untuk deteksi awal sebelum pergi ke dokter bisa juga Anda lakukan sendiri yaitu dengan menghitung hari dimana Anda mulai batuk, ketika sampai di empat belas hari batuk belum sembuh maka batuk inilah yang bisa jadi serius. Kemudian, apakah batuk Anda disertai sakit lain seperti demam, mual, pembengkakan di tenggorokan dan terasa sakit, serta kepala pusing. Anda harus waspada karena bisa jadi batuk tersebut bersamaan terjadi dengan amandel yang membengkak. Selanjutnya, jika batuk tersebut berdahak, Anda harus memastikan dahaknya mulai dari kekentalan dan warnanya. Seringkali batuk berdahak yang menjadi penyebab penyakit menunjukan indikasinya dengan warna yang tidak wajar bahkan bisa sampai berdarah. Harus diperhatikan juga, waktu batuk muncul setiap harinya, apakah batuk tersebut muncul setiap saat atau hanya pada waktu tertentu seperti malam hari saja. Sebagai tindakan awal dalam pengobatan batuk berupa cara pencegahan, Anda bisa melakukan beberapa cara. Anda harus mengeluarkan dahak yang terus keluar bersama dengan batuk. Jangan sampai dahak menumpuk di tenggorokan dan saluran nafas tertututpi, Anda pun akhirnya tersengal-sengal kesulitan bernafas. Hindari polusi, jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut. Suhu dingin akan membuat batuk semakin parah, jadi usahakan tubuh selalu hangat saat batuk. Begitu juga ketika mandi, sebaiknya gunakan air hangat. Minum air putih setiap hari dan jangan sampai kekurangan. Batuk tentu membuat penderitanya capek, jadi usahakan jangan sampai badan Anda kecapekan dengan bekerja juga dan membuat tubuh mengalami kelelahan. Batuk bukannya sembuh tapi malah susah sembuh. Setelah menggunakan cara tersebut sebagai pencegahan agar batuk tidak semakin parah, lakukan pula cara berikut sebagai tindakan pengobatan dengan menggunakan obat alami. Sebetulnya bisa saja secara praktis membeli obat batuk di toko obat atau di warung yang banyak dijual. Namun, pengobatan batuk secara alami lebih disarankan karena efek samping obat kimia yang tidak bagus untuk kesehatan. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping   Jeruk nipis merupakan buah yang tepat untuk meredakan batuk. Caranya cukup diperas saja dan dicampurkan dengan kecap secukupnya. Anda hanya harus rutin dalam sehari mengkonsumsinya sebagai sirup obat batu alami. Batuk pun perlahan akan mereda dan sembuh. Namun, kebanyakan orang tidak menyukai campuran rasa antara air jeruk nipis dan kecap ini. Anda pun bisa mengganti kecap sebagai campurannya dengan madu. Madu lebih disukai karena terasa lebih enak dengan rasa manisnya. Anda juga bisa mencampurkan madu pada air hangat atau teh hangat yang akan Anda minum sebagai penjaga daya tahan tubuh dikala batuk. Bahan lain yang bisa digunakan dalam pengobatan alami untuk batuk adalah daun sirih dan jahe. Ambil sari daun sirih dan dengan merebusnya dalam air. Lalu, minum airnya selagi hangat setidaknya sekali sehari. Jika Anda tidak suka rasanya, Anda bisa menambahkan madu sebagai perasa dan penambah manfaat. Jangan khawatir, walaupun rasanya manis madu tidak akan membuat batuk semakin parah karena madu bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sebetulnya, untuk Jahe Anda bisa menjadikannya sebagai penghangat alami tubuh untuk mencegah batuk semakin parah dengan tambahan bahan yaitu kencur. Anda cukup merajang atau memarut kedua bahan tersebut lalu peras airnya. Air tersebut jika diminum selain menghangatkan tenggorokan juga bisa menghangatkan suhu tubuh sehingga batuk tidak semakin parah. Selain bagi orang dewasa, cara ini juga bisa menjadi solusi bagi anak kecil yang batuk. Tapi, karena anak kecil tidak mungkin mau meminumnya, maka rajangan atau parutan jahe dan kencur bisa dioleskan pada bagian tubuhnya. Selain efek hangat diberikan lewat meminumnya, kedua bahan ini mampu menghangatkan walaupun itu hanya dioleskan pada kulit luar tubuh saja. Jadi, walaupun harus waspada terhadap batuk, dengan mengetahui cara pencegahan dan pengobatan alaminya. Anda tidak perlu takut.

...