Waktu Posting : 06-06-2014 15:00 | Dibaca : 2272x
07-09-2014 23:46
Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks. Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis. Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.
04-10-2014 07:04
Penyakit kelamin adalah penyakit yang menyerang organ sex pria ataupun wanita yang umumnya ditularkan lewat jalinan sex ataupun sex oral. Kaum pria sekarang ini baiknya mesti lebih siaga terhadap kesehatan alat kelamin mereka. Hal semacam ini akibat dari sekarang ini banyak bermunculan penyakit kelamin yang bisa membahayakan alat kelamin pria. Di samping infeksi kandung kemih atau kanker prostat, masih ada penyakit yang diberi nama Retrograde Ejaculation. Baca juga : Akupuntur Tanam Benang untuk Dukung Kecantikan Retrograde ejaculation berlangsung saat air mani yang semestinya keluar waktu pria berejakulasi, kembali masuk ke kandung kemih. Hal semacam ini disebakan lantaran katup pada kandung kemih tak bisa berperan dengan cara normal untuk hentikan air mani yang kembali masuk ke kandung kemih. Mengakibatkan waktu berejakulasi, tiada atau sedikit jumlah air mani yang keluar. Beberapa hal yang bisa mengakibatkan berlangsung penyakit kelamin ini. Salah satunya ialah diabetes, konsumsi obat untuk tekanan darah tinggi, operasi panggul, cedera atau operasi pada tulang punggung sisi bawah, serta rusaknya saraf di seputar alat kelamin. Baca juga : Mengenal Olahraga Lompat Tali (Skipping) dan Manfaatnya bagi Tubuh Meskipun penyakit ini tak memengaruhi kekuatan Anda untuk ereksi, tetapi urin Anda jadi keruh sesudah bersetubuh lantaran urin Anda memiliki kandungan air mani. Retrograde ejaculation bakal berefek besar pada kesuburan Anda. Oleh karenanya jika Anda menderita satu penyakit, coba untuk mengecek apakah obat Anda memiliki kandungan zat yang bisa mengakibatkan Anda memperoleh penyakit ini ataukah tidak.
12-06-2014 23:31
Darah yang tercampur didalam kencing bisa menyebabkan kekhawatiran sendiri untuk yang merasakannya. Keadaan ini dalam dunia medis di kenal dengan nama hematuria. Hematuria bisa mengindikasikan ada penyakit serius yang berlangsung, tetapi dapat pula cuma disebabkan kecelakaan mudah disebabkan olah fisik yang terlampau keras ataupun ada dampak samping dari konsmsi obat spesifik seperti aspirin. Ada dua tipe hematuria, yakni gross hematuria serta microscopic hematuria. Sebagai perbedaan diantara keduanya ialah pada gross hematuria, darah bisa segera tampak tercampur dalam air seni, sesaat pada microscopic hematuria, darah cuma tampak sesudah air seni di check memakai dipstik atau mungkin dengan mikroskop. Hematuria bisa diidentifikasi dalam air seni yang berwarna merah atau berwarna seperti minuman kola. Pendarahan pada air seni umumnya tak jadi sakit, tetapi bila ada gumpalan darah yang mengakibatkan kencing berdarah, hal itu bisa menyebabkan rasa sakit. Baca juga : Mengetahui Serba-serbi Kanker Payudara Kecuali lantaran ada darah yang tercampur, kencing berwarna seperti darah ialah terdapatnya konsumsi obat-obatan pencuci perut serta makanan seperti kelembak serta buah beri dapat memengaruhi warna air seni. Pada pergantian warna kencing yang dikarenakan makanan atau minuman tak bakal ditemukan darah pada kontrol urin dengan memakai dipstik atau dengan cara mikroskopik Penyembuhan untuk kencing berdarah tergantung pada pemicu munculnya darah, sebagian salah satunya : 1. Infeksi saluran kencing lantaran ada bakteri yang masuk badan lewat saluran kencing serta berkembang biak didalam kandung kemih. Gejalanya ialah ada hasrat untuk buang air kecil terus-menerus, rasa sakit serta terbakar waktu buang air kecil, dan bau air kencing yang menyengat, dan kerapkali dibarengi demam. Darah yang ada dalam kencing umumnya bertipe microscopic. 2. Infeksi pada ginjal disebabkan oleh bakteri yang masuk ginjal dari aliran darah serta beralih ke saluran kencing. Umumnya kecuali jadi sakit, pasien akan alami demam. 3. Batu ginjal yang terbentuk lantaran ada pengkristalan protein dalam air seni yang melekat pada dinding ginjal ataupun kandung kemih. Batu-batu yang mengkristal ini lalu mengeras serta belum jadi sakit sepanjang batunya belum menghambat saluran kencing. Darah bisa berbentuk gross ataupun microscopic. 4. Pembesaran prostat pada pria yang bisa berlangsung bersamaan dengan pertambahan umur yang lalu bisa menghimpit saluran kencing hingga menghalangi aliran kencing. Gejalanya diantaranya ada kesusahan buang air kecil diiringi dengan biasanya timbul hasrat untuk buang air kecil. Baca juga : Olahraga Malam, Sehatkah? 5. Penyakit ginjal lain seperti glomerulonephritis yang menyebabkan peradangan pada system filter di ginjal. Ada infeksi virus, penyakit pembuluh darah, serta persoalan dengan system imun seperti immunoglobulin. 6. Kanker prostat, kandung kemih, serta ginjal dapat juga jadi pemicu munculnya darah pada air seni. Umumnya tak ada tanda-tanda awal dari kanker-kanker itu. 7. Penyakit turunan yang bikin hemoglobin dalam sel darah merah jadi abnormal dapat juga menyebabkan darah dalam air seni. Sindrom Alport, yang merubah membran penyaring darah dalam glomeruli dalam ginjal. 8. Rusaknya ginjal disebabkan kecelakaan. Penyembuhan hematuria umumnya dengan konsumsi antibiotik untuk bersihkan saluran kencing yang terinfeksi, obat-obatan yang berperan untuk memperkecil prostat yang alami pembesaran, sampai terapi untuk memecahkan batu di kandung kemih ataupun di ginjal. Bila tak ditemukan keadaan serius karenanya ada darah dalam urin, tak dibutuhkan penyembuhan apa pun. Untuk menghindar kemungkinan penyakit serius yang terkait dengan darah didalam air kencing, senantiasa minum air sesuai dengan keperluan keseharian (semacam patokan dasar bisa digunakan hitungan 30-35cc/kgBB untuk orang dewasa, di mana keperluan ini bisa meningkat bila ada penambahan stres fisik atau metabolik), bersihkan sisi pribadi sesudah lakukan jalinan fisik ataupun buang air kecil, berhenti merokok serta minum minuman keras, serta janganlah sempat menahan hasrat untuk buang air kecil.