Waktu Posting : 15-06-2014 09:56 | Dibaca : 2910x
Manusia akan lebih bahagia hidupnya jika mampu selalu menjaga kesehatannya. Punya banyak uang tetapi habis untuk membayar rumah sakit juga akan percuma saja bukan. Kesehatan adalah hal yang paling mahal harganya karena bisa menghancurkan semua yang kita miliki jika kita tidak menjaganya. Untuk hidup sehat kita perlu menyeimbangkan antara asupan makanan dan olahraga juga aktivitas. Jangan sampai kita hanya makan terus menerus tanpa membakar kalori. Ini hanya akan menyebabkan bertumpuknya lemak dan menjadi obesitas atau berat badan berlebih. Jika sudah begini beragam macam penyakit seperti kolesterol, jantung, diabetes, stroke, asam urat dan darah tinggi akan setia datang kepada Anda. Apakah semua itu bisa dihindari? Mereka yang terlanjur terkena kolesterol harus waspada. Memang benar tubuh kita membutuhkan kolesterol dan bahkan mampu memproduksi kolesterol itu sendiri dalam batas normal. Tetapi itu untuk kolesterol yang baik. Jika tubuh kita terlalu banyak menimbun kolesterol jahat maka akibatnya akan sangat fatal. Lemak akan bertumpuk, pembuluh darah akan tersumbat dengan lemak-lemak, jantung akan terbungkus lemak, hati akan menggemuk karena lemak dan hidup kita akan selesai.
Baca juga : Hidung Sehat Pangkal Tubuh yang Sehat
Karena kolesterol disebabkan oleh makanan yang tidak terkontrol lalu apakah makanan juga bisa menurunkannya kembali? Tentu saja bisa, hanya saja tidak semua makanan bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah kita. Berikut akan kami berikan beberapa jenis makanan yang ternyata mampu membantu kita untuk bebas dari kolesterol jahat yang membandel.
Beberapa makanan dan buah diatas sangat disarankan untuk dikonsumsi demi menurunnya kadar kolesterol jahat. Akan tetapi harus Anda imbangi dengan konsumsi makanan sehat lainnya seperti sayuran hijau. Jauhi makanan berlemak dan yang mengandung kolesterol jahat terlalu tinggi. Jika perlu, lakukan diet untuk mengatasi kelebihan berat badan dan konsultasikan menu yang tepat pada dokter atau ahli gizi sehingga diet yang Anda lakukan akan berhasil dengan baik.
05-10-2014 17:38
Pernahkah Anda mendengar sebuah penyakit bernama ‘limfoma’? Limfoma ialah keganasan pada system limfe. Keganasan ialah perkembangan sel yang tak normal serta terlalu berlebih. Keganasan ini menyerang sel darah putih, yang disebut sisi dari system pertahan tubuh manusia. Apa sajakah tanda-tanda dari limfoma? Mari kita simak satu per satu. 1. Pembesaran kelenjar getah bening Pembesaran kelenjar getah bening adalah pembesaran pada system kelenjar getah bening. Disebabkan perkembangan sel terlalu berlebih jadi sel bakal berkumpul serta membuat tonjolan. Tonjolan ini umumnya bisa teraba di berbagai daerah seperti leher, ketiak atau selangkangan. Baca juga : Turunkan Berat Badan dengan Konsumsi Pisang 2. Demam Demam pula adalah tanda-tanda yang umum didapati pada pasien dengan limfoma. Demam bisa berlangsung disebabkan berbagai hal, salah satunya ada senyawa kimia yang dihasilkan, kematian sel. Pasien bisa mengeluhkan ada demam berkelanjutan yang tak pulih dengan obat penurun panas. Demam yang dihadapi pasien mungkin tak dibarengi ada infeksi pada organ lain, yang makin menguatkan ada limfoma pada pasien. Di bawah ini berbagai tanda-tanda limfoma yang lain : 3. Penurunan berat tubuh Penurunan berat tubuh adalah tanda-tanda khas dari keganasan. Metabolisme pada pasien dengan keganasan bisa bertambah. Hal semacam ini bakal mengakibatkan terjadinya penurunan berat tubuh. Kecuali itu, pasien dengan keganasan dapat pula mengeluh ada penurunan nafsu makan yang selanjutnya mengakibatkan penurunan berat abdan. Baca juga : Body Mass Index Bila tak diakukan dengan baik, penurunan berat tubuh bisa beresiko jelek pada situasi umum pasien. 4. Lemas Lemas adalah tanda-tanda umum yang dikeluhkan oleh pasien dengan keganasan. Tetapi, lemas ialah tanda-tanda yang tak khusus serta bisa didapati pada beragam kelainan yang lain. Jadi untuk menegakkan diagnosis limfoma dibutuhkan kontrol untuk tahu tanda-tanda lain yang ada. Itu ialah empat tanda-tanda yang umum didapati pada pasien dengan limfoma. Tetapi untuk memastikan diagnosis dibutuhkan kontrol fisik yang komplit oleh dokter. Bila Anda mengeluhkan tanda-tanda di atas, coba tanyakan ke dokter paling dekat.
13-07-2014 12:42
Cuma sekitar 5% dieter yang sukses turunkan serta mempertahankan berat tubuhnya. Bagaimana dengan Anda? Bila Anda termasukdalam 95 % yang tidak berhasil, sesungguhnya bukan hanya Anda yang tidak berhasil, namun diet Anda yang tak efisien serta efektif turunkan berat tubuh. Nyaris seluruhnya program diet tidak berhasil lantaran diet itu merubah jalan kerja badan. Bila hendak meraih berat tubuh ideal, raihlah dengan jalan yang alami, lantaran akhirnya bakal lebih terpelihara. Dengan cara alami, mekanisme pertahanan diri telah terbentuk, tersebut kenapa nenek moyang kita sukses bertahan dalam periode kelaparan. Evolusi berlangsung kurun waktu yang amat lama, hingga mekanisme pertahanan diri tadi tetap alami penurunan sampai ke generasi kita walau zaman kelaparan telah lama dilewati. Baca juga : Cara Mengatasi Galaktosemia Teori ini menuturkan kenapa saat Anda berhenti diet, Anda bakal kembali ke posisi awal. Makin cepat Anda memperoleh hasil dari diet yang dikerjakan, makin cepat juga berat tubuh kembali. Sekali lagi, lantaran metabolisme seorang susah dirubah kurun waktu singkat. Saat melakukan diet, badan Anda dengan mekanismenya bakal kirim tanda ke otak bahwasanya Anda tidak sering makan/tidak sering ada makanan yang masuk dalam badan, mengakibatkan badan memperlambat metabolisme pembakaran kalorinya hingga cadangan daya senantiasa tersimpan. Saat Anda makan, maka daya yang tak dipakai bakal disimpan lagi untuk hadapi kelaparan di masa-masa diet. Mengakibatkan malah cadangan daya bakal senantiasa tersimpan. Saat Anda terasa telah turunkan berat tubuh, badan tetap berasumsi Anda dalam keadaan saat kelaparan, hingga metabolisme tetap lambat walau sebenarnya Anda telah kembali ke pola makan yang normal. Dapat dipikirkan? Kalori masuk semakin banyak, cadangan disimpan semakin banyak, metabolisme melambat, serta Anda kurang kegiatan. Ya berlangsung lagi penumpukan berat tubuh, juga lebih cepat dibanding periode diet Anda. Pertanyaan yang perlu diserahkan pada diri Anda : apakah program diet yang Anda kerjakan itu menolong Anda, serta tak mengecewakan? Apakah Anda meyakini menjalaninya? Serta paling utama apakah dapat Anda aplikasikan seumur hidup? Baca juga : Hindari 8 Kebiasaan Buruk Bagi Tubuh Bila Anda melakukan pola makan sehat serta seimbang, pertanyaan-pertanyaan itu tak butuh Anda jawab, serta akhirnya Anda bakal lebih sehat serta berat tubuh juga lebih terpelihara. Kalori hanya kalori Janganlah senantiasa menyalahkan kalori, karenanya tidaklah hanya satu argumen berat tubuh Anda senantiasa naik. Berat tubuh naik lantaran ada aspek yang tidak berkenaan segera dengan makanan. Memanglah bila Anda konsumsi kalori lebih sedikit kurun waktu yang lama dapat bikin berat tubuh Anda turun. Banyak saran yang menyampaikan bahwasanya untuk meraih penurunan berat tubuh 500 gr/minggu maka butuh kurangi konsumsi kalori sejumlah 500 kkal /harinya. Jumlah 500 kkal /hari kurang lebih sama juga dengan porsi satu kali makan utama. Jadi jika keperluan kalori harian Anda 2.000 kkal, bermakna Anda cuma bisa makan 1.500 kkal.
03-05-2014 04:29
Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal - Kesehatan adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan Anda yang perlu Anda jaga secara baik. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mulai dari mengatur pola makan yang ideal hingga berolahraga secara teratur. Di sisi lain, Anda juga perlu mengetahui tentang berbagai jenis penyakit serta masalah kesehatan yang bisa mengancam kesehatan Anda. Mengetahui detail mengenai berbagai jenis penyakit serta masalah kesehatan akan memungkinkan Anda untuk mencegah atau mengatasi penyakit tersebut secara lebih optimal. Salah satu jenis penyakit yang cukup umum ditemui saat ini adalah batu ginjal. Secara sederhana, penyakit batu ginjal dapat dideskripsikan sebagai pembentukan kristal pada ginjal yang dapat berakibat pada rusaknya fungsi ginjal serta terjadinya infeksi. Ada berbagai hal penting yang perlu Anda ketahui mengenai penyakit batu ginjal sehingga Anda dapat melakukan pencegahan atau menemukan pengobatan yang tepat untuk penyakit ini. Hal pertama yang sebaiknya Anda ketahui mengenai penyakit batu ginjal adalah penyebab serta gejala penyakit ini. Secara umum, penyebab utama penyakit batu ginjal adalah pembentukan kristal kalsium oksalat yang terjadi pada organ ginjal. Penumpukan asam urat juga dianggap sebagai salah satu penyebab utama terbentuknya batu ginjal. Oleh karenanya, bila Anda terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam urat atau kalsium oksalat dalam kadar tinggi, kemungkinan terbentuknya batu ginjal akan menjadi tinggi pula. Makanan yang mengandung kadar protein tinggi juga dapat memicu terbentuknya batu ginjal. Karenanya, penting bagi Anda untuk memperhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi serta memilih pola makan yang seimbang untuk mencegah terbentuknya batu ginjal. Selain faktor makanan, dehidrasi atau kurangnya cairan dalam tubuh juga dianggap sebagai salah satu penyebab utama terjadinya penyakit batu ginjal. Bila tubuh Anda kekurangan cairan, hal tersebut bisa memicu terjadinya pengentalan urine yang dapat berujung pada pembentukan endapan atau batu pada ginjal Anda. Baca juga : Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan Faktor lain yang dianggap sebagai salah satu penyebab utama terjadinya penyakit batu ginjal adalah terlalu sering berada dalam ruangan dengan suhu tinggi atau berada di bawah paparan suhu panas. Bila Anda bekerja dalam ruangan yang bersuhu tinggi seperti pada dapur atau bengkel, maka tubuh Anda akan lebih cepat kehilangan cairan. Hal ini juga bisa terjadi apabila Anda terlalu sering bekerja di luar ruangan dan mendapat paparan sinar matahari langsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Ketika cairan dalam tubuh Anda hilang karena suhu atau udara panas, maka Anda akan mengalami dehidrasi yang dapat berdampak pada terjadinya pengentalan urine seperti yang disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kebiasaan kurang minum, hal tersebut juga bisa memicu terjadinya dehidrasi yang dapat berujung pada pembentukan batu ginjal. Gangguan fungsi metabolisme tubuh juga dapat menjadi penyebab penyakit batu ginjal. Bila fungsi metabolisme tubuh Anda tidak berjalan sebagaimana mestinya, garam-garam dalam urine Anda bisa mengendap dan membentuk kristal penyebab penyakit batu ginjal. Selain itu, faktor lain yang dianggap sebagai penyebab penyakit batu ginjal adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar kalsium serta vitamin D yang tinggi. Setelah mengetahui penyebab penyakit batu ginjal, hal berikutnya yang perlu Anda ketahui adalah gejala yang ditimbulkan oleh penyakit batu ginjal. Mengetahui gejala penyakit batu ginjal secara dini akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan penanganan yang lebih cepat terhadap penyakit ini. Adapun gejala pertama yang ditimbulkan oleh penyakit batu ginjal adalah rasa nyeri yang timbul di sekitar area perut atau pinggang. Rasa nyeri yang ditimbulkan bisa bervariasi intensitasnya tergantung dari ukuran batu ginjal yang terbentuk. Bila batu ginjal berukuran sangat kecil, hal ini mungkin bahkan tidak akan menunjukkan gejala apapun. Namun bila Anda merasakan nyeri pada bagian punggung bawah, perut bagian bawah, atau selangkangan, Anda sebaiknya mewaspadai rasa nyeri ini sebagai gejala batu ginjal. Selain itu, rasa nyeri juga bisa muncul pada saat buang air kecil. Selain rasa nyeri, gejala lain yang biasa muncul pada penyakit batu ginjal adalah mual, muntah, serta demam. Mual dan muntah biasanya terjadi diakibatkan rasa nyeri yang sudah terlalu kuat. Sementara itu, bila penyakit batu ginjal sudah semakin kritis, maka akan bisa mengakibatkan penderita menjadi demam atau menggigil. Perubahan warna serta karakteristik urine juga dapat dianggap sebagai gejala penyakit batu ginjal. Urine yang keluar disertai dengan keluarnya darah juga bisa diwaspadai sebagai salah satu gejala penyakit batu ginjal. Baca juga : Mengenal Gejala Serta Penyebab Penyakit Maag Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit batu ginjal. Cara yang paling mudah namun juga dianggap sebagai cara yang paling efektif adalah dengan menjaga kadar cairan dalam tubuh Anda. Minum air secukupnya dianggap sebagai salah satu cara yang cukup efektif dalam mencegah terjadinya pembentukan batu pada ginjal. Dengan minum air secukupnya, maka kandungan air dalam urine akan meningkat sehingga dapat memperkecil potensi pengentalan urine. Pada musim panas, Anda dianjurkan untuk menambah konsumsi air putih sehingga kadar air dalam tubuh Anda tetap berada dalam batas normal. Selain banyak minum, cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit batu ginjal adalah dengan mengurangi atau membatasi konsumsi makanan yang mengandung kadar kalsium, protein, atau garam yang tinggi. Anda juga perlu membatasi konsumsi susu dengan kadar kalsium tinggi bila Anda ingin mencegah terjadinya penyakit batu ginjal secara lebih efektif. Terakhir, berolahraga secara teratur juga dapat mencegah terjadinya penyakit batu ginjal karena olahraga dapat membantu metabolisme tubuh untuk bekerja secara lebih optimal. Dengan memperhatikan pola makan serta menjalankan gaya hidup sehat, Anda dapat mencegah terjadinya penyakit batu ginjal secara lebih efektif.