Waktu Posting : 11-06-2014 20:44 | Dibaca : 3328x
12-09-2022 11:58
 Inkontinensia urine adalah  suatu kondisi yang sering dialami oleh para geriatri (lansia). Penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal yang harus kita perhatikan sedini mungkin, sebelum mencapai umur lanjut yang cenderung lebih rentan terhadap penyakit, seperti terkena penyakit inkontinensia urine.  Inkontinensia Urine Inkontinensia urine merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang dalam menampung banyak urine. Urine dapat keluar melalui saluran kemih tanpa dikendalikan secara sadar atau justru mengalami kesulitan saat mengeluarkan urine. Banyak lansia menganggap bahwa inkontinensia urine merupakan bagian dari proses penuaan alami, sehingga sebagian besar dari mereka tidak mengunjungi rumah sakit. Sesungguhnya, terdapat beberapa kondisi dimana inkontinensia urine bukan disebabkan oleh proses penuaan, yakni disebabkan oleh penyakit tertentu. Obesitas, diabetes, infeksi, maupun kelainan mental tertentu dapat menyebabkan terjadinya gangguan tersebut. Diperlukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui dengan pasti penyebab dari terjadinya inkontinensia urine. Berikut ini adalah 4 jenis inkontinensia urine yang umum ditemukan yaitu : 1. Stress Incontinence – Mengompol ketika sudah penuh Kandung kemih berfungsi untuk menampung urine hingga penuh. Penderita stress incontinencre memiliki otot pengatur proses berkemih yang lemah. Sehingga ketika sudah terisi penuh dan memberikan tekanan pada otot tersebut, urine dapat keluar. Proses ini dapat terjadi saat batuk, bersin, tertawa, maupun mengangkat beban berat. Kelainan ini dapat disebabkan oleh penuaan, kehamila, dan operasi. 2. Urge Incontinence – Ingin berkemih secara berkala Sering memiliki keinginan untuk bekemih secara tiba-tba dan terjadi pada interval yang singkat (kurang dari 30 menit). Kandung kemih belum terisi penuh, namun penderita urge incontinence ingin segera ke toilet. Hal ini terjadi karena adanya kontraksi dinding pembuluh darah yang tidak teratur sehingga menekan urine yang ditampung. Kemudian penderita merasakan keinginan untuk berkemih secara tibat-tiba dan mengeluarkan volume urine yang sedikit. Kelainan ini dapat disebabkan oleh infeksi, ketidakstabilan otot dinding pembuluh darah, dan tumor. 3. Overflow Incontinence – Mengeluarkan urine sedikit dan tiba-tiba Penderita overflow incontinence justru memiliki hambatan dalam mengeluarkan urine. Urine pada kandung kemih akan menumpuk dan hanya dapat keluar saat tekenannya sangat tinggi. Urine yang dapat keluar pun hanya sedikit, namun terjadi secara tiba-tiba. Jenis ini lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Kelainan ini dapat disebabkan oleh batu kandung kemih, perbesaran prostat, tumor, atau kerusakan saraf. 4. Mixed incontinence – Lebih dari satu jenis inkontinensia urine Penderita mengalami lebih dari satu jenis inkontinensia urin, seperti adanya stress incontinence dan urge incontinence secara bersamaan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis faktor, salah satunya penderita mengalami kandung kemih yang overaktif ditambah dengan adanya kelainan saat penutupan saluran kandung kemih. Penyebab Inkontinensia Urine  di antaranya adalah : ·         Usia (kelemahan otot dasar panggul) ·         Kehamilan dan persalinan ·         Kegemukan (obesitas) ·         Hormon, Menopause ·         Diabetes Melitus (DM), Stroke ·         Operasi pengangkatan rahim ·         Infeksi saluran kemih (ISK) ·         Penyakit paru-paru / Batuk kronik Tidak selalu mudah untuk mencegah inkontinensia urine, namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya inkontinensia. Inilah pola hidup sehat yang harus dijalankan:  Dapatkan Berat Badan yang Sehat   Obesitas bisa meningkatkan risiko inkontinensia urine. Kamu bisa menurunkan risikonya dengan menjaga berat badan yang sehat melalui olahraga teratur dan makan sehat. Gunakan kalkulator berat badan sehat untuk melihat apakah berat badan sesuai dengan tinggi badan kamu.  Perhatikan Kebiasaan Minum       Tergantung pada masalah kandung kemih yang kamu alami, dokter biasanya memberikan saran tentang jumlah cairan yang harus diminum. Jika kamu mengalami inkontinensia urine, kurangi alkohol dan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan minuman bersoda. Minuman ini bisa menyebabkan ginjal menghasilkan lebih banyak urine dan mengiritasi kandung kemih.  Jika kamu harus sering buang air kecil di malam hari (nokturia), cobalah minum lebih sedikit pada jam-jam sebelum tidur. Namun, pastikan tetap cukup minum di siang hari.  Setiap orang disarankan minum 6 hingga 8 gelas cairan sehari (tidak lebih), kecuali jika dokter menyarankan lebih. Banyak orang dengan inkontinensia urine menghindari minum cairan, karena mereka merasa hal itu menyebabkan masalah. Namun, membatasi asupan cairan membuat inkontinensia urine menjadi lebih buruk, karena mengurangi kapasitas kandung kemih.  Rutin Latihan Dasar Panggul     Hamil dan melahirkan bisa melemahkan otot-otot yang mengontrol aliran urine dari kandung kemih. Jika kamu hamil, memperkuat otot dasar panggul bisa mencegah inkontinensia urine.   Berhenti Merokok     Jika kamu merokok, maka risiko inkontinensia urine lebih tinggi. Hal ini karena batuk membuat otot dasar panggul jadi tegang. Jadi, menghentikan kebiasaan merokok dapat menjadi cara mencegah inkontinensia urine.  Lakukan Olahraga yang Tepat   Olahraga sit-up berdampak tinggi memberikan tekanan pada otot dasar panggul dan bisa meningkatkan kebocoran urine. Untuk memperkuat dasar panggul dan meredakan gejala, gantilah olahraga berdampak tinggi, seperti jogging dan aerobik, dengan latihan kekuatan seperti pilates. Olahraga pilates juga mampu memperkuat otot inti, yang bermanfaat untuk mencegah inkontinensia urine.  Hindari Mengangkat Beban   Mengangkat beban membuat otot dasar panggul tegang, jadi hindari kapanpun kamu bisa. Saat memang harus mengangkat sesuatu, seperti menggendong anak atau membawa tas belanjaan, kencangkan otot dasar panggul sebelum dan selama mengangkat.  Konsumsi Makanan yang Tepat     Hindari makanan pedas dan asam, seperti kari dan buah jeruk, karena dapat mengiritasi kandung kemih dan memperburuk kebocoran dan gejala inkontinensia lainnya.   Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai pola hidup sehat yang bisa mencegah inkontinensia urine. Jika kamu mengalami inkontinensia urine yang tidak bisa ditangani sendiri, segera bicarakan pada dokter. Â
30-08-2016 06:39
Mata adalah organ tubuh yang didalam tubuh tapi terlihat dari luar, sehingga harus dijaga kesehatannya lebih baik. Mata memiliki retina yang sangat mudah rusak jika terkena sinar matahari langsung, oleh karena itu, nelayan-nelayan yang sering melaut, banyak yang terkena penyakit katarak, karena pada saat melaut tidak memakai pelindung buat mata. Bagaimana menjaga mata agar pada saat umur 60an, tidak terkena katarak? Hindari dari sinar matahari langsung. Jika proses melihat sampai memicingkan mata, berarti mata menerima sinar terlalu banyak. Jika terlalu sering memicingka mata berarti makin cepat terkena katarak. Baca juga : Penyakit Pada Kulit Polisi yang bertugas di luar, di jalan raya, yang sehari-hari terkena matahari, harus hati-hati juga. Jangan sampai setelah pensiun kena katarak. Polisi yang memakai kacamata hitam, bukan cuma untuk gaya gayaan, tapi untuk kesehatan matanya, jadi sudah seharusnya jika ada biaya pembelian kacamata hitam untuk polisi yang bertugas di luar ruangan. Banyak yang tidak menyadari pentingnya menjaga mata sejak muda, pada saat masih sehat matanya. Untuk pengendara kendaraan roda 2 ataupun 4, di jalanan yang panas terik, sehingga pengendara memicingkan matanya, berarti sudah seharusnya menggunakan kacamata hitam. Ada beberapa pengendara yang menggunakan kacamata ada juga yang tidak. Setelah memperhatikan jalanan pada saat berkendaraan, jumlah pemakai kacamata hitam masih sedikit prosentasenya, kurang dari 50%. Baca juga : Khasiat Jus Kulit Manggis  Pengetahuan untuk menjaga kesehatan mata sangat penting, bagi orang yang sehari-harinya selalu terkena sinar matahari.
11-05-2014 19:35
Pria yang memulai olahraga daya tahan setelah usia 40 bisa mendapatkan manfaat jantung jangka panjang yang sama seperti orang-orang yang memulai olahraga sebelum usia 30 tahun, penelitian baru yang menemukan. Penelitian ini melibatkan 40 pria sehat, berusia antara 55 dan 70 , yang tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung. 10 dari orang-orang itu tidak pernah melakukan olahraga rutin selama lebih dari 2 jam seminggu . Sisanya 30 telah melaksanakan olahraga rutin setidaknya 7 jam seminggu selama lebih dari 5 tahun , baik awal sebelum usia 30 atau setelah usia 40. Olahraga rutin mereka terlibat baik bersepeda atau berjalan. Baca juga : Bawang Merah, Herbal Sehat dari Dapur Pria yang mulai rutin olahraga berat, mereka sebelum usia 30 telah melakukannya selama rata-rata 39 tahun ( sejak usia 22 ), sementara mereka yang dimulai setelah usia 40 telah melakukannya selama rata-rata 18 tahun ( sejak umur 48 ). Istirahat denyut jantung adalah serupa antara laki-laki pada kedua kelompok olahraga (sekitar 57-58 denyut per menit ) , tetapi jauh lebih tinggi di antara pria yang tidak berolahraga ( hampir 70 denyut per menit ). Orang-orang dalam dua kelompok olahraga juga memiliki pengambilan oksigen maksimal yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang tidak berolahraga. Pria pada kedua kelompok olahraga rutin menunjukkan bukti yang sama dalam perbaikan olahraga terkait dalam struktur dan fungsi jantung. Baca juga : Sering Bertengkar dan Khawatir Bisa Meningkatkan Risiko Kematian Jadi, meskipun ada perbedaan usia biologis, tapi dengan modifikasi olahraga pada mulai umur 40 tampaknya tidak mengganggu manfaat jantung. Namun, olahraga daya tahan juga bermanfaat untuk kepadatan tulang , untuk massa otot, stres oksidatif. Dan manfaat ini diketahui lebih besar jika olahraga dimulai pada awal kehidupan. Dengan olahraga yang teratur dapat memperlambat struktur dan fungsi jantung yang makin menua. Tidak pernah terlalu terlambat untuk mengubah cara hidup Anda dan mendapatkan lebih aktif secara fisik. Ini akan selalu bermanfaat bagi jantung dan kesejahteraan. Dan tidak perlu untuk olahraga tingkat tinggi selama berjam-jam seminggu. Menggunakan tangga daripada lift, atau berkebun secara teratur, dapat bermanfaat juga. (TTR)