Waktu Posting : 22-07-2016 09:33 | Dibaca : 3496x
1. Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula
darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis
kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan
kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung
aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori.
Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga
kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan
diabetes.
Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.
2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita.
Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit
degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke.
Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan
pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah
dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang
ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol
jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik)
dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan
kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak,
termasuk gorengan.
Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.
Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri
3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan
diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi
dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik
kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya
mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang
memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik
indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di
dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
Pengganti: Buah potong segar.
4. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.
5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara
Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun
belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat
ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor
dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit
Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko
obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki,
atau aktivitas lainnya.
Solusi: Bersepeda ke kantor.
6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir
besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon
epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi
untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk
maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena
stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri
pelan-pelan.
Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.
7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan
wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik
sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma
disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat,
seperti pola makan dan olahraga.
Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.
8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan
progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan
perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari
Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi
berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas
dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama
dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.
Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini)
9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan
kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari
makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit
paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama
tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan
oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga
membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.
Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.
10. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap
51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi
minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung
tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena
kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan
kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum
lebih banyak.
Pengganti: Jus dingin tanpa gula
23-05-2014 13:10
Kehidupan sebagai manusia modern setiap harinya kian kompleks. Berbagai perangkat teknologi yang menjejali setiap lini kehidupan telah menjadi salah satu ciri utama kehidupan masyarakat modern tersebut. Lihatlah saat ini berbagai macam perangkat teknologi, layaknya komputer telah hampir menguasai setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Nah dengan semakin disibukkannya kita dengan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan teknologi yang kian menyenangkan tersebut. Tak jarang akhirnya berbagai macam penyakit muncul dalam diri kita tanpa kita sadari sebelumnya. Dan lebih parahnya lagi hal tersebut terjadi secara mendadak dan telah berada dalam tahapan yang mengkhawatirkan. Di sini perlu untuk anda garis bawahi bahwa tidak semua jenis penyakit dapat menimbulkan gejala awal yang diketahui sehingga sering konsultasi ke dokter merupakan upaya nyata yang harus dilakukan. Konsultasi ke dokter untuk menanyakan tentang kondisi diri kita secara teratur merupakan upaya yang baik untuk kita lakukan. Di antaranya saya merangkum berbagai macam manfaat yang dapat kita peroleh dengan melakukan konsultasi ke dokter. Sebagai berikut. 1. Mencegah terkena penyakit yang berbahaya. Biasanya penyakit tertentu yang berbahaya akan dapat terdeteksi dengan adanya bantuan dari tenaga medis saja. Atau dalam kata lain penderita sering tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami sebuah penyakit yang berbahaya. Jadi dengan demikian ketika orang tersebut sering melakukan konsultasi secara bertahap ke dokter. Maka ia akan senantiasa terhindar dari resiko penyakit berbahaya karena jika terdapat gejala yang mengarah pada penyakit tersebut dapat mendapatkan penanganan yang tepat.  Baca juga :  Obat Herbal Tidur 2. Mendapatkan informasi tentang gaya hidup sehat terbaru. Anda bisa mengonsultasikan tentang gaya hidup seperti apa yang sesuai dengan diri anda. Kebutuhan akan gaya hidup ini di tiap-tiap orang berbeda sebagai akibat dari aktivitas harian yang berbeda. Karenanya jika anda berkonsultasi ke dokter maka anda akan dapat mengetahui pola hidup yang lebih baik untuk anda terapkan. 3. Manusia memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Nah hal ini dapat diketahui dengan berkonsultasi ke dokter. Anda dapat mengetahui makanan-makanan yang akan sangat baik bagi kesehatan anda maupun makanan-makanan yang sebaiknya anda hindari karena akan berdampak buruk jika ada konsumsi. 4. Meminta saran tentang jenis olahraga yang dapat anda lakukan. Ketika anda berkonsultasi ke dokter maka tidak ada salahnya jika anda menanyakan tentang pola olahraga seperti apa yang sekiranya layak untuk anda terapkan. Dalam hal ini dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan anda dan aktivitas yang anda jalani. Dengan hal ini olahraga yang anda lakukan dapat berjalan efektif dan memiliki manfaat yang maksimal bagi anda.  Baca juga : Pentingnya Konsultasi Dokter Anak  5. Berbagai masalah-masalah dan keluhan yang anda alami akan segera dapat teratasi dan diketahui penyebabnya jika anda mengonsultasikannya ke dokter. Dan upaya ini jauh lebih baik untuk anda lakukan karena bisa saja ketika anda meremehkan sebuah gejala. Bisa timbul sebuah penyakit di luar yang anda bayangkan selama ini. 6. Bagi para wanita biasanya identik dengan masalah kecantikan dan tubuh yang ideal. Maka dalam hal ini sebaiknya ketika ingin melakukan diet harus berdasarkan saran dari dokter. Dengan berkonsultasi kepada dokter tentang kebutuhan akan gizi yang diperlukan oleh tubuh anda selama menjalani masa diet. Maka diet yang ada lakukan pun akan terkontrol dan terprogram dengan jelas. Sehingga akan aman untuk anda lakukan. Demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sajikan kepada anda tentang berbagai manfaat yang akan anda peroleh ketika membiasakan diri untuk berkonsultasi ke dokter secara teratur. Dan akhirnya semoga beberapa ulasan yang saya sajikan di atas dapat bermanfaat untuk anda sekalian.
16-06-2024 15:13
Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil merupakan hal yang penting dilakukan. Ini karena kadar gula darah yang terlalu tinggi berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti stroke, gagal ginjal, bahkan kematian.Selain mengonsumsi obat medis, penderita diabetes juga bisa menggunakan beberapa bahan alami yang diduga efektif untuk menjaga kestabilan kadar gula darah dalam tubuh. Berbagai Jenis Obat Diabetes Alami Selain mengonsumsi obat diabetes yang diberikan oleh dokter, ada beberapa jenis obat diabetes alami yang diduga dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita prediabetes maupun diabetes, yaitu : 1. Kayu manis Salah satu obat diabetes alami yang dapat dengan mudah ditemukan adalah kayu manis. Obat alami ini diduga memiliki efek seperti insulin dalam tubuh yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Tidak hanya itu, kayu manis juga diduga dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi diabetes, termasuk penyakit jantung dan kerusakan saraf. Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas hingga efek samping kayu manis sebagai pengobatan diabetes. 2. Ginseng Tanaman ginseng, khususnya ginseng Amerika (Panax quinquefolius), merupakan salah satu jenis ginseng yang diduga dapat menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil. Jenis ginseng ini juga dapat mencegah resistensi insulin pada orang yang sehat, sehingga mencegah risiko terkena diabetes tipe 2. 3. Lidah buaya Obat diabetes alami selanjutnya adalah lidah buaya. Meski umumnya lebih dikenal sebagai obat untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti luka bakar ringan, tetapi lidah buaya juga diketahui dapat mengontrol kadar gula darah. Khasiat lidah buaya tersebut berasal dari kandungan fitosterol yang diduga dapat mengurangi kadar gula dengan menurunkan penyerapan gula di saluran cerna setelah makan. 4. Jahe Jahe merupakan jenis rempah yang cukup sering dijadikan sebagai pengobatan alami, termasuk obat diabetes. Berdasarkan beberapa penelitian, jahe diduga dapat menurunkan kadar gula darah yang tinggi dan menjaganya tetap stabil. Meski begitu, studi terkait jahe sebagai obat herbal untuk diabetes masih sangat terbatas sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui khasiat dan keamanannya. https://pafiyapen.org/ 5. Cengkeh Penelitian menunjukan bahwa cengkeh bisa menjadi salah satu pilihan obat diabetes alami. Ini berkat kandungan senyawa pada cengkeh yang diduga dapat meningkatkan produksi insulin dan menurunkan kadar gula darah. 6. Gymnema Gymnema merupakan salah satu obat alami yang diduga memiliki sifat antidiabetes dan dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes, khususnya diabetes tipe 2. Perlu diingat bahwa beberapa bahan alami di atas biasanya hanya digunakan sebagai pendukung obat diabetes, bukan pengganti obat diabetes yang diberikan oleh dokter. Selain itu, penderita diabetes juga perlu berhati-hati ketika mengonsumsi obat herbal. Pasalnya, menggabungkan obat alami dengan obat medis diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia atau kadar gula darah di bawah normal. Di samping mengonsumsi obat alami maupun medis, Anda juga perlu menjalani pola hidup sehat agar kadar gula darah tetap terjaga, misalnya dengan olahraga secara rutin, hindari asupan tinggi gula dan lemak, serta kelola stres. Meski beberapa bahan alami di atas dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu guna memastikan keamanan dan efektivitasnya sebagai obat diabetes alami.
05-05-2026 17:22
Kuretase merupakan salah satu prosedur medis yang sering kali menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat. Secara sederhana, kuretase adalah tindakan medis yang dilakukan untuk membersihkan jaringan di dalam rahim. Prosedur ini biasanya dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dan memiliki tujuan yang beragam, mulai dari penanganan keguguran hingga keperluan diagnostik.Dalam dunia medis, kuretase dikenal sebagai prosedur yang aman jika dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku. Salah satu alasan paling umum dilakukannya kuretase adalah ketika seorang perempuan mengalami keguguran dan masih terdapat sisa jaringan dalam rahim. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi serius. Oleh karena itu, kuretase menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pasien.Selain itu, kuretase juga digunakan sebagai metode untuk mendiagnosis kondisi tertentu. Misalnya, dokter dapat mengambil sampel jaringan dari rahim untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Proses ini membantu dalam mendeteksi adanya kelainan seperti polip, hiperplasia, atau bahkan kanker endometrium. Dengan demikian, kuretase tidak hanya berfungsi sebagai tindakan kuratif, tetapi juga diagnostik.Namun, di luar konteks medis, kuretase sering kali disalahpahami. Sebagian masyarakat mengaitkannya dengan praktik aborsi, yang di beberapa tempat masih menjadi isu sensitif baik secara hukum maupun moral. Padahal, penting untuk memahami bahwa tidak semua kuretase berkaitan dengan penghentian kehamilan. Banyak kasus di mana prosedur ini justru dilakukan untuk menyelamatkan nyawa atau mencegah komplikasi yang lebih serius.Persepsi negatif terhadap kuretase sering kali dipengaruhi oleh kurangnya edukasi dan informasi yang akurat. Stigma yang muncul dapat membuat perempuan enggan mencari bantuan medis ketika mengalami masalah reproduksi. Hal ini tentu berbahaya, karena keterlambatan penanganan dapat memperburuk kondisi kesehatan. Oleh karena itu, edukasi publik menjadi kunci untuk mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi.Dari sisi psikologis, menjalani kuretase bukanlah pengalaman yang mudah bagi banyak perempuan. Prosedur ini sering kali berkaitan dengan kehilangan, terutama dalam kasus keguguran. Dukungan emosional dari keluarga dan tenaga medis sangat dibutuhkan agar pasien dapat melalui proses pemulihan dengan baik. Selain itu, konseling juga dapat membantu dalam mengatasi trauma atau rasa bersalah yang mungkin muncul.Dalam konteks sosial, penting bagi masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih empatik dan suportif. Alih-alih menghakimi, pendekatan yang lebih manusiawi akan membantu perempuan merasa lebih aman untuk berbagi pengalaman dan mencari pertolongan. Media juga memiliki peran besar dalam membentuk opini publik. Penyajian informasi yang seimbang dan berbasis fakta dapat membantu mengurangi stigma yang selama ini melekat pada kuretase.Di era digital saat ini, akses terhadap informasi sebenarnya semakin mudah. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih kritis dalam menyaring sumber informasi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Konsultasi langsung dengan tenaga medis tetap menjadi langkah terbaik untuk mendapatkan penjelasan yang akurat dan sesuai dengan kondisi individu.Sebagai penutup, kuretase adalah prosedur medis yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan. Memahami fungsi dan tujuannya secara tepat dapat membantu mengurangi stigma yang tidak perlu. Dengan edukasi yang baik dan dukungan sosial yang kuat, diharapkan masyarakat dapat melihat kuretase dari perspektif yang lebih objektif dan manusiawi.Klinik Aborsi Medical merupakan klinik kuret di Jakarta yang menyediakan layanan tindakan aborsi dengan prosedur medis yang aman dan terstandar. Tindakan aborsi ditangani langsung oleh dokter spesialis kandungan (SpOG) yang berpengalaman dalam bidang kesehatan reproduksi wanita. Klinik ini telah melayani ribuan pasien dari berbagai wilayah di Indonesia. Tim medis kami menangani setiap tindakan aborsi secara aman dan profesional, serta menjaga kenyamanan dan privasi pasien sebagai prioritas utama. Apabila Anda sedang mencari klinik kuret resmi, aman, dan terpercaya di Jakarta, tim kami siap membantu.