Waktu Posting : 22-07-2016 16:55 | Dibaca : 3219x
By: agussyafii
Dalam Islam, keluarga diakui dan dihormati sebagai basis masyarakat. Nilai-nilai luhur ditanamkan untuk memelihara hubungan-hubungan yang sehat dan harmonis dalam keluarga; peraturan-peraturan akhlaq mengenai hubungan-hubungan ini oleh karenanya menjadi sangat penting.
Dan pergaulilah isteri-isteri kalian dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (Qs. an-Nisaa’: 19).
Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas) , maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri].
1. Dalam pandangan Islam, orang yang terbaik adalah yang terbaik dan terarah pada istrinya. Berlaku santun terhadap istri adalah bagian dari akhlaq Islam.
Baca juga : Cerita Pendek yang Menyentuh Hati Jutaan Orang
2. Karir seorang pria tidak harus dikejar dengan mengorbankan semua tujuan suci sedemikian sehingga beresiko bagi kehancuran perkawinannya. Terlepas dari seberapa keras ia harus bekerja untuk memberi nafkah bagi keluarganya, bagaimanapun sang suami tetap memiliki kewajiban ntuk meluangkan waktu bagi istrinya. Hal ini dapat dipenuhi lewat hiburan, menikmati saat-saat bercengkerama, bermain olahraga atau bentuk-bentuk lain mengisi waktu senggang yang diperkenankan oleh Islam.
3. Adalah menjadi bagian kebaikan seorang suami terhadap istrinya untuk memenuhi segala kebutuhannya, sepanjang tidak bertentangan dengan Islam. Sesungguhnya cara terbaik membelajakan uang dalam pandangan Islam adalah memberi nafkah pada keluarga.
4. Meskipun melakukan shalat di dalam rumah lebih baik daripada di masjid bagi perempuan, seorang istri tidak harus dicegah pergi ke masjid jika ia ingin melakukannya.
5. Membicarakan masalah-masalah pribadi dengan orang lain, yaitu perihal seksual, adalah sesuatu yang sepenuhnya diharamkan dalam Islam.
6. Kecemburuan seorang suami terhadap istrinya ada dua macam, kecurigaan yang tak berdasar atau cemburu buta, yang harus dijauhi dan kecemburuan dimana terdapat alasan yang kuat, yang dianjurkan.
7. Seorang suami tidak boleh membenci istrinya, karena jika ia tidak karena jika ia tidak menyukai salah satu karakteristiknya, ia boleh jadi menyukai sifatnya yang lain. Secara insidental, diharamkan dalam Islam untuk merubah karakteristik- karakteristik sang istri yang tidak disukai suaminya, sepanjang karakteristik- karakteristik itu tidak kontradiktif dengan Islam. Seorang istri memiliki personalitasnya sendiri yang berbeda dari suaminya, dan ia tidak berhak untuk menghancurkan kepribadian istrinya dan menyesuaikannya dengan kepribadiannya. Suami harus menyadari bahwa mungkin ada elemen-elemen tertentu dari karakter istrinya yang tidak menyenangkannya, sebagaimana halnya mungkin ada aspek-aspek tertentu dari karakteristiknya yang tidak disukai olehnya.
8. Seorang suami tidak boleh mencaci maki istrinya atau kerabatnya.
9. Hubungan suami-istri memiliki sifat khusus. Ia tidak akan membuahkan hasil kecuali jika pasangan itu berusaha mengatasi hambatan-hambatan artifisial yang disebabkan oleh rasa malu dan hambatan-hambatan sosial.
10. Hak yang diberikan ada suami untuk memimpin keluarga, tidak boleh mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan dan tindakan yang melampaui batas otoritasnya. Oleh karena itu, ia tidak boleh meminta istrinya untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuannya atau memberinya perintah yang amat banyak.
11. Bagi seorang suami yang menghormati dan menghargai kerabat dekat istrinya akan memperkuat hubungannya dengan istrinya.
12. Menghargai, merespek dan bersikap ramah terhadap teman-teman dan keluarga istrinya sebenarnya menjadi pertanda dari penghargaannya terhadap istrinya.
13. Sebagaimana telah disebutkan dalam pasal 12, persyaratan- persyaratan yang paling penting untuk dipenuhi dalam perkawinan adalah persyaratan- persyaratan yang terkandung dalam kontrak perkawinan. Oleh karena itu, setelah perkawinan persyaratan- persyaratan tersebut harus betul-betul diperhatikan, tidak boleh diabaikan dan dilupakan asalkan semuanya itu sesuai dengan hukum Islam.
14. Selalu mengingat-ingat dan menghitung-hitung kesalahan seorang istri, mencela perbuatan-perbuatan nya dan seringkali menyalahkannya, akan membahayakan ikatan perkawinan. Suami dianjurkan untuk melupakan kesalahan-kesalahan istrinya dalam berbagai hal.
15. Sikap tidak acuh seorang suami dan ayah terhadap istri atau anak-anaknya yang melanggar ajaran-ajaran Islam adalah merupakan kesalahan besar yang tidak boleh dilakukan seorang muslim.
16. Bagi suami yang mencaci maki istrinya atau menyalahkan perbuatan-perbuatan nya di depan orang lain, seperti anak-anak mereka, saudara-saudara dan lain-lain adalah merupakan sikap yang kasar.
17. Seorang suami tidak diperbolehkan menyuruh istrinya bekerja untuk menghasilkan uang. Memberinya nafkah adalah tanggung jawab suami saja.
Baca juga : 10 Kebiasaan Penyebab Diabetes
18. Pada waktu pulang ke rumah, suami tidak boleh memasuki rumah tanpa lebih dulu memberi tahu keluarganya akan kedatangannya dengan membunyikan bel atau mengetuk pintu. Ia harus memberi isyarat kedatangannya dengan memuji nama Tuhan, memberi salam pada mereka, shalat dua rakaat dan baru menanyakan bagaimana keadaan mereka.
19. Suami harus selalu berusaha menjaga aroma mulutnya agar senantiasa menyenangkan, sehingga sang istri tidak akan merasa terganggu atau tidak menyenangkan.
20. Hubungan suami dengan istrinya harus ditandai oleh adanya keseimbangan antara keteguhan hati yang tidak disertai kekerasan dengan fleksibilitas tanpa kelemahan.
14-07-2014 08:26
Berbagai dekade paling akhir bila kita memperhatikan kembali persoalan kesehatan di Indonesia maka didapat pergeseran yang cukup penting dari pola penyakit infeksi jadi penyakit kronik seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, serta stroke. Pergeseran pola penyakit ini di pengaruhi oleh banyak aspek, satu diantaranya ialah gaya hidup orang-orang yang saat ini beralih. Gaya hidup yang disebut dapat dilihat dari sisi nutrisi, manajemen stres, serta kegiatan fisik. Spesial tentang kegiatan fisik, mari kita perhatikan kembali aktivitas yang kita kerjakan selama 24 jam ini, apakah kita telah memasukkan daftar olahraga di dalamnya? Baca juga : Kenalilah Gejala Batu Empedu Seberapa kerap saat kita olahraga dibanding saat untuk duduk? Resiko penyakit kronik Beberapa besar orang yang banyak menggunakan waktunya untuk duduk serta tidak sering melakukan kegiatan fisik mempunyai resiko penyakit kronik lebih tinggi di banding orang yang cukup melakukan kegiatan fisik setiap harinya. Kegiatan duduk kerap dikatakan pula sedentary behaviour ini terhitung ketika ditempat bekerja, transportasi, melihat tv, serta dirumah yang banyak dikerjakan oleh pekerja kantor serta mahasiswa. Suatu riset dari Kansas State University pada 63. 048 pria berumur 45 serta 65 tahun sempat dikerjakan untuk hal semacam ini. Kaum partisipan studi isi survey perihal keadaan kronik yang mereka punyai serta seberapa banyak mereka duduk. Pria yang duduk lebih dari 4 jam /hari mempunyai insidensi menanggung derita penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, kanker atau desakan darah tinggi semakin besar. Semakin lama saat yang di habiskan untuk duduk tiap-tiap hari, semakin tinggi resiko terserang penyakit kronik. Penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah meningkat Sedentary behaviour mempunyai pengeluaran daya yang amat rendah kira–kira 1, 5 metabolic equivalent units (METs), hingga metabolisme badan jadi lebih rendah juga. Pembakaran kalori jadi amat lambat lantaran otot–otot badan tak banyak konsumsi daya, serta berlangsung pembentukan trigliserida serta LDL (low density lipoprotein—dikenal pula semacam kolesterol jahat—adanya hal semacam ini bisa menyebabkan penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah) makin meningkat. Baca juga : Ingin Sehat, Kurangi Konsumsi Garam Pola metabolisme ini bakal mengakibatkan timbulnya beragam jenis penyakit kronik. Penyakit kronik tak berkenaan dengan indeks massa badan, hingga orang–orang yang mempunyai badan ideal maupun kurus terus berisiko terserang penyakit kronik. Sisipkan kegiatan fisik Ada berbagai jalan untuk menyisipkan kegiatan fisik di sela–sela aktivitas sedentary behaviour, yakni : Jauhi ada di depan computer bila tiada yang hal utama yang ditangani Upayakan melakukan relaksasi atau peregangan otot setiap satu jam dari duduk terus-menerus Berjalanlah waktu pergi ke tempat–tempat yang dekat dengan jarak tempuh 5-15 menit Tambah baik olahraga dengan rekan–teman diakhir minggu dibanding hang out makan atau nonton bersama Batasi saat melihat TV Berolahragalah minimum 30 menit tiap-tiap hari Memperbanyak minum air putih.
15-10-2018 04:02
Kanker adalah penyakit yang sangat mematikan karena sulit disembuhkan. Terlebih saat kanker tersebut sudah pada stadium akhir atau stadium 4 yang membuat penderitanya kehilangan semangat hidup. Ada banyak faktor penyebab kanker seperti pola makan tidak sehat, berat badan berlebih (obesitas), kurang nutrisi, terlalu sering merokok, konsumsi minuman beralkohol hingga kurangnya aktivitas fisik. Banyak sekali jenis kanker yang dapat menyerang tubuh. Namun ada beberapa jenis kanker yang rentan diderita oleh kaum wanita. Berikut jenis kanker yang rentan diderita wanita : 1. Kanker serviks Knaker serviks atau kanker leher rahim rentan menyerang negara berkembang seperti Indonesia. Namun kanker ini juga mengancam para wanita di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak menyerang wnaita di Indonesia dan menjadi peringkat keempat di dunia. Menurut data, sebanyak 10,3% wnaita di Indonesia meninggal akibat terserang kanker serviks. 2. Kanker paru-paru Di tahun 2014, kasus kanker paru-paru terjadisebanyak 9,3% dan sebanyak 9,1% penderitanya meninggal dunia. Kanker paru-paru ini terjadi akibat sel-sel jaringan paru-paru tumbuh di luar dan membentuk tumor yang menyebabkan tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga kualitas hidup menurun drastis. 3. Kanker payudara Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Kanker payudara ini akibat munculnya sel-sel kanker di jaringan payudara yang meliputi kelenjar susu, lemak, saluran payudara dan jaringan ikat. Penyebab kanker payudara yaitu kelainan genetik, hormon dan gaya hidup yang buruk. Dari 49,9% kasus kanker payudara di tahun 2014, angka kematiannya mencapai 21,4%. 4. Kanker usus besar Di tahun 2014, sebanyak 11,7% kasus baru kanker usus besar muncul. Penyebab kanker ini diantaranya riwayat kesehatan keluarga memiliki polip di rektum atau usus besar dan memiliki radang usus. Risiko kanker usus besar akan semakin meningkat saat wanita memiliki berat badan berlebih akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak yang tinggi terutama lemak hewani. 5. Kanker ovarium Di tahun 2014 kasus kanker ovarium meningkat sebanyak 10,23%. Biasanya jenis kanker ini menyerang wanita berusia diatas 55 tahun. Namunkanker ini juga tak menutup kemungkinan dapat menyerang remaja dan anak-anak. Gejala kanker ovarium antara lain perut kembung, berat badan turun drastis, siklus haid tidak teratur dan panggul terasa tidak nyaman.
25-01-2026 12:52
Anies Rasyid Baswedan merupakan tokoh nasional yang memiliki latar belakang dan perjalanan karier yang relatif berbeda dibandingkan banyak politisi Indonesia lainnya. Ia dikenal luas sebagai intelektual, penggerak sosial, serta pejabat publik yang kemudian memasuki arena politik praktis. Dengan pengalaman di tingkat nasional dan daerah, Anies menjadi figur yang kerap diperbincangkan dalam berbagai diskursus politik. Dalam perjalanan tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) muncul sebagai salah satu partai yang memiliki relasi politik paling konsisten dengan Anies Baswedan.Perjalanan Anies dimulai dari dunia pendidikan dan pemikiran. Ia menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktor dan aktif dalam berbagai forum akademik, baik nasional maupun internasional. Kiprahnya sebagai Rektor Universitas Paramadina memperkuat reputasinya sebagai pemimpin intelektual yang mendorong dialog terbuka dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, Anies dikenal luas sebagai penggagas gerakan Indonesia Mengajar, sebuah inisiatif sosial yang menempatkan isu pemerataan pendidikan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan nasional.Pengalaman di ranah akademik dan sosial tersebut menjadi fondasi kuat ketika Anies memasuki pemerintahan pusat. Ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, posisi yang memberinya kesempatan memahami secara langsung kompleksitas birokrasi dan tantangan implementasi kebijakan publik. Meskipun masa jabatannya tidak berlangsung lama, pengalaman ini memperkaya perspektif Anies mengenai tata kelola pemerintahan dan perumusan kebijakan berskala nasional. Nama Anies kemudian semakin dikenal publik ketika ia maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.Dalam kontestasi politik Jakarta, PKS menjadi salah satu partai yang memberikan dukungan signifikan kepada Anies Baswedan. Dukungan tersebut dilandasi oleh kesamaan pandangan mengenai pentingnya keadilan sosial, transparansi pemerintahan, serta keberpihakan terhadap masyarakat yang kurang terlayani. PKS memandang Anies sebagai figur yang mampu menggabungkan nilai moral dengan pendekatan kebijakan yang rasional dan berbasis data, terutama dalam menghadapi tantangan perkotaan yang kompleks.Selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengedepankan pendekatan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan warga. Program penataan kawasan permukiman, penguatan sistem transportasi publik, serta kebijakan sosial yang menyasar kelompok berpenghasilan rendah menjadi bagian dari agenda pemerintahannya. Dalam proses tersebut, PKS berperan sebagai mitra politik melalui dukungan di parlemen daerah, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan.Dari perspektif PKS, Anies Baswedan dipandang sebagai tokoh yang merepresentasikan politik berbasis gagasan. Ia dikenal memiliki kemampuan menyusun dan menyampaikan narasi kebijakan secara sistematis serta komunikatif. Pendekatan ini membuat pesan-pesan politik dan kebijakannya relatif mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan religius, profesional, hingga pemilih muda perkotaan. Karakter ini sejalan dengan upaya PKS memperluas basis dukungan politik tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang diusung partai.Pada tingkat nasional, relasi antara Anies Baswedan dan PKS terus menunjukkan kesinambungan. PKS secara terbuka menyatakan dukungan politik terhadap Anies dalam berbagai agenda strategis. Dukungan tersebut didasarkan pada penilaian terhadap kapasitas kepemimpinan Anies, rekam jejaknya dalam pemerintahan, serta kemampuannya merumuskan visi pembangunan nasional yang menekankan prinsip keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan. Bagi PKS, Anies dipandang sebagai figur yang mampu membawa diskursus politik ke arah yang lebih substantif dan berorientasi solusi.Meskipun sering dikaitkan dengan PKS, Anies Baswedan bukan merupakan kader struktural partai tersebut. Status ini justru memperkuat posisinya sebagai tokoh nasional yang relatif independen. Ia memiliki ruang untuk membangun komunikasi dan kerja sama lintas partai tanpa terikat secara organisatoris. Bagi PKS, pola hubungan ini mencerminkan kemitraan strategis yang dibangun atas dasar kesamaan visi dan agenda kebijakan, bukan sekadar ikatan formal kepartaian.Ke depan, hubungan Anies Baswedan dan PKS diperkirakan tetap menjadi salah satu elemen penting dalam dinamika politik Indonesia. Anies membawa modal intelektual, pengalaman eksekutif, serta kemampuan membangun narasi publik yang kuat, sementara PKS memiliki struktur organisasi yang solid dan basis kader yang terdistribusi luas. Kombinasi ini menjadikan keduanya sebagai aktor politik yang tetap relevan dan diperhitungkan dalam berbagai konfigurasi nasional.relasi Anies Baswedan dan PKS memperlihatkan model kerja sama politik yang tidak semata didorong oleh kepentingan jangka pendek. Hubungan tersebut dibangun di atas kesamaan nilai, orientasi kebijakan, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat luas. Dalam konteks demokrasi Indonesia yang terus berkembang, pola relasi semacam ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kualitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.