24-04-2014 02:38
Pertumbuhan teknologi saat ini yang sangat pesat dan berubahnya pola hidup masyarakat ke arah kehidupan yang segalanya menjadi praktis, banyak menimbulkan kasus-kasus baru dalam ilmu kesehatan. Dimana pola hidup praktis saat ini sudah semakin meluas ke hamper sisi kehidupan masyarakat, dan yang paling dominan adalah pola hidup praktis yang berhubungan dengan gaya hidup yaitu seperti Konsumsi Makanan. Banyak kita dapatkan saat ini berbagai macam olahan makanan yang beredar luas di masyarakat yang dikemas secara praktis sehingga mudah dan cepat untuk disajikan, bukan hanya itu kini bumbu bumbu penunjang untuk membuat makanan olahan pun banyak tersedia dalam bentuk yang mudah disajikan sebaga ibahan pendukung dalam membuat makanan. Olahan-olahan makanan cepat saji yang sudah ada saat ini, bagi sebagian pihak yang kurang memperhatikan kesehatan justru sangat membantu mereka, yaitu Gaya Hidup. Gaya hidup yang diartikan oleh sebagian orang modern inilah yang menyebabkan banyak dari sebagian masyarakat lebih tertarik mengkonsumsi makanan ataupun olahan makanan yang cepat saji, karena yang menjadi dasar mereka mengkonsumsi makanan cepat saji adalah karena mereka nilai lebih cepat dan praktis dalam menghidangkan serta mengkonsumsinya. Seperti yang kita ketahui bersama olahan makanan siap saji adalah semua jenis makanan / olahan yang disimpan atau disediakan dalam bentuk makanan atau olahan yang dikemas sedemikian rupa dan praktis, sangat mudah disajikan dan dihidangkan, serta dalam proses penyajianya menggunakan cara ataupun proses yang lebih sederhana tidak membutuhkan alat bantu tertentu dalam membuatnya serta tidak memakan waktu yang lama. Baca juga : Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Obat Herbal Tentunya dengan semakin beredarnya olahan makanan cepat saji berserta beragam bentuk kemudahan dalam menyajikannya, banyak ditemukan pula dampak-dampak negatif yang semakin bermunculan terkait dengan bahaya yang ditemukan karena mengkonsumsi makanan cepat saji. Banyak ilmuwan dibidang penelitian kesehatan yang telah membuktikan bahwa berbahayanya banyak mengkonsumsi makanan dan olahan pangan cepat saji. Karena berdasarkan riset yang mereka lakukan, telah banyak menghasilkan fakta dan bukti yang otentik bahwa olahan ataupun makanan cepat saji sangat berperan sebagai pemicu munculnya berbagai macam penyakit di tubuh orang yang mengkonsumsinya. Bukanhal yang aneh, segala sesuatu yang praktis tentunya akan mempunyai resiko tinggi dibandingkan dengan yang alami. Jika kita kembali kemasa lalu, dimana pada saat ingin membuat makanan hanya bisa di dapat tentu dengan bersusah payah baik di mulai dari mengumpulkan terlebih dahulu bahan baku, membutuhkan waktu yang lama dalam proses pengolahanya namun di sisi lain tidak ada efek negatifnya dan sangat minim sekali menyebabkan timbulnya penyakit. Seiring dengan semakin berkembangnya hal ini, telah banyak dilakukan penelitian terkait dengan dampak dari mengkonsumsi makanan cepat saji. Berdasarkan banyaknya informasiakan hal tersebut, berikut beberapa kasus yang disebabkan efek dari mengkonsumsi makanan cepat saji yang sudah banyak diteliti oleh para ilmuwan di dunia diantaranya sebagai berikut: “ Di tahun 2011 ada sebuah riset yang telah dipublikasikan dan dicetak dalam Nutrition Research and Practice (NRP), yang berisi tentang hubungan antara olahan pangan dengan penyakit. Dalam hasi lriset tersebut di simpulkan, ternyata adanya zat aditif dalam olahan makanan cepat saji yang dapat memacu terjadinya alergi terhadap beberapa anak dengan kondisi tertentu, selain itu juga selain adanya kandungan zat aditif, kandungan lemak yang dalam olahan makanan cepat saji juga menjadi factor utama yang menyebabkan seseorang mengidap penyakit asma ” Baca juga : Khasiat dan Manfaat Sirsak “ Di Amerika Serikat berdasarkan data yang ada saat ini, juga telah dinyatakan dan diakui bersama oleh para penduduknya bahwa banyaknya kasus-kasus obesitas (kelebihan berat badan) yang melanda Negeri Paman Sam tersebut adalah mayoritas di sebabkan oleh konsumsi masyarakat Amerika yang cukup besar terhadap olahan makanan cepat saji. Dan selain itu juga berdasarkan data hasil riset terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat akhir-akhir ini seperti yang telah di kutip dalam salah satu jurnal kesehatan di Amerika Serikat yaitu Thorak, disimpulkan bahwa salah satu pemicu sering terjadinya kasus penyakit eksim dan asma di masyarakat Amerika Serikat adalah tidak lain disebabkan oleh tingginya tingkat konsumsi penduduk Amerika Serikat terhadap makanan olahan cepat saji, data dan kesimpulan ini didapatkan berdasarkan riset yang dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada koresponden yang dipilih secara random (acak) terhadap 15 jenis olahan makanan yang sering dan gemar di konsumsi oleh masyarakat Amerika Serikat, dimana dari data yang didapat bahwa makin banyak dan berkembangnya kasus-kasus penyakit asam dan eksim yang dipilih dari 2 golongan usia masyarakat Amerika Serikat yaitu kelompok usia dewasa dan anak-anak remaja ialah di sebabkan karena banyak mengkonsumsi cepat saji. Dalam riset yang dilakukan dalam studi tersebut didapatkan kesimpulan dan juga fakta bahwa konsumsi olahan makanan cepat saji yang dikonsumsi dalam waktu satu minggu, di dapatkan hasil bahwa dalam waktu satu minggu tersebut olahan makanan cepat saji mampu menjadi penyebab gejala asma hingga 39% dari warga Amerika Serikat, dan berdasarkan data yang didapat juga bahwa 27% dari jumlah warga di Amerika Serikat dengan categori level anak-anak remaja jumlah korban yang terkena penyakit asma cukup meningkat di level anak-anak “ “ Dalam sebuah media berita yang dirilis pada rubric bidang kesehatan berdasarkan data ilmiah yang hasilkan oleh seorang peneliti dari University of Minnesota School of Public Health, Minneapolis dr Andrew Odegaard, beliau menyatakan bahwa semua orang yang mengkonsumsi olahan dan makanan siap saji yang kebarat-baratan berpotensi terserang penyakit diabetes golongan kedua. Hal ini disebabkan ialah karena tidak adanya aturan-aturan yang berlaku terhadap penggunaan trans-fatty acid yaitu zat aktif yang tidak pernah diatur dalam undang-undang di negara-negara Asia. Disana disebutkan bahwa komposisi lemak yang ada dalam makanan cepat saji sangat berpotensi terhadap timbulnya penyakit diabetes bagi kalangan remaja “ Itulah beberapa contoh kasus dan juga fakta yang di dapat terkait dengan dampak dari mengkonsumsi makanan cepat saji, meskipun demikian dengan banyaknya data-data hasil riset yang ditemukan terhadap dampak negative dari mengkonsumsi makanan cepat saji di lain sisi masih banyak juga kita temukan sebagian masyarakat di negeri kita ini yang meremehkan tuntunan pola hidup sehat, menurut mereka hal itu harus di lakukan agar bisa di katakana mempunyai pola hidup modern. Tentu, pola pandang yang sempit jika kita harus mengakuinya. Karena di jaman yang serba teknologi dan berkembang ini menjaga pola hidup sehat perlu di lakukan untuk mengimbangi kegiatan dan aktifitas sehari-hari, di mana dengan semakin berkembangnya pola hidup yang semakin modern dan juga teknologi yang semakin canggih tentunya akan juga memberikan dampak negative terhadap keberlangsungan hidup. Di mana akan banyak penyakit yang mungkin muncul karena tidak menjaga dengan baik pola hidup sehat sebagai dampak dari perkembangan jaman dan teknologi saat ini. Jadi jika kita ingin hidup sehat marilah kita jaga pola hidup, semaksimal mungkin hindari olahan makanan yang tersedia praktis (cepat saji) agar bisa hidup sehat.
Baca Selengkapnya24-04-2014 08:55
Khasiat Dan Manfaat Sirsak - Sirsak masuk ke Indonesia diperkirakan pada Abad XIX. Nama sirsak berasal dari bahasa Belanda, zuurzak. Zuur artinya asam dan zak berarti kantong. Jadi secara harfiah sirsak memiliki arti buah yang berasa asam. Bisa jadi ini didasari kombinasi rasa buahnya yang manis dan asam. Selain daunnya, hampir sekujur bagian tanaman sirsak juga memiliki manfaat untuk pengobatan. Buahnya, batangnya, bahkan bijinya pun memiliki manfaat yang tak bisa dipandang sebelah mata. Di Indonesia tanaman ini memiliki beberapa nama, yaitu nangka sebrang dan nangka londo (Jawa), nangka walanda dan sirsak (Sunda), nangka buris (Madura), srikaya jawa (Bali), deureuyan belanda (Aceh), durio ulondro (Nias), serekaja (Bugis), jambu landa (Lampung), dan durian betawi (Minangkabau). Baca juga : Obat Herbal Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata Saat ini di Indonesia dikenal dua varietas sirsak yang dibedakan berdasarkan rasanya. Varietas sirsak yang rasanya manis dikenal juga dengan sirsak ratu. Varietas ini berbuah kecil, lengket di lidah, dan bijinya sedikit. Varietas lainnya adalah sirsak yang memiliki rasa asam. Jenis ini berukuran lebih besar dan mempunyai banyak biji. Sirsak jenis ini tersebar luas di Indonesia. Tanaman sirsak belum dibudidayakan secara besar-besaran, tetapi umumnya ditanam secara terbatas di halaman atau pekerangan rumah. Masyarakat Indonesia sudah mengemal tanaman sirsak sebagai obat-obatan. Sebagian besar nenek moyang kita sudah menggunakannya sebagai obat untuk mengobati beberapa macam penyakit diantaranya mengobati bisul batu, penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), obat penurun panas (demam/meriang), mengobati penyakit hepatitis, obat batuk, obat sakit gigi dan masih banyak lagi. Baca juga : Pola Hidup Menyantap Makanan Cepat Saji dan Hubunganya Dengan Kesehatan Selain dikonsumsi layaknya buah segar, sirsak juga bisa diolah menjadi makanan dan minuman. Banyak masyarakatt di Indonesia membuat makanan olahan berbahan dasar sirsak seperti dodol sirsak dan selai sirsak. Selain dodol dan selai, kita juga mengenal jus sirsak. Jus sirsak merupakan minuman hasil olahan buah sirsak yang sehat dan menyegarkan. Bahkan dengan teknologi terkini, daun sirsak yang mengandung zat acetogenins ini diolah menjadi jus dipadukan dengan kulit manggis. Acetogenins dikenal sebagai zat yang berkhasiat untuk menumpas kanker.
Baca Selengkapnya23-04-2014 21:58
Ada kecenderungan kian hari obat tradisional atau yang sekarang kita kenal dengan sebutan obat herbal kian diburu. Itu setidaknya yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Semakin banyak dokter yang memberi resep pengobatan menggunakan ramuan herbal dan banyak yang terbukti menyembuhkan.Fakta yang berkembang saat ini kontras sekali dengan dekade 80-an. Ketika itu, ada seorang dokter di Jakarta yang memberi resep ramuan herbal pada pasiennya dan berdampak pada izin prakteknya dicabut. Berbeda dengan China, negara biang pengobatan herbal. Di negara yang terbesar jumlah penduduknya ini setiap orang yang berobat ke rumah sakit diberi pilihan; berobat secara herbal (menggunakan ramuan tradisional) atau modern (menggunakan obat berbahan kimia)?Baca juga : Tips Memilih Obat Herbal Pelangsing Masyarakat di China sejak puluhan abad yang lalu hingga sekarang meyakini sekali obat herbal tak kalah mutunya dibandingkan dengan obat modern. Tidak hanya penyakit-penyakit ringan, tapi penyakit berat seperti kanker, stroke, hipertensi, diabetes, asam urat bisa sembuh dengan obat herbal. Diantara obat herbal tersebut yang sudah terkenal untuk mengatasi atau menyembuhkan penyakit mematikan itu adalah sirsak, kulit manggis, buah naga, mengkudu, dll.Di tempat asalnya, Benua Amerika, sirsak telah menjadi tanaman pengobatan yang diandalkan masyarakat setempat. Orang Indian misalnya, telah berabad-abad menggunakan tanaman ini untuk mengobati penyakit jantung, asma, reumatik, dan penyakit hati. Karena khasiatnya, sirsak menjadi salah satu tanaman obat yang diperknenalkan ke dunia lama setelah Christoper Columbus menemukan Benua Amerika pada 1492. Kemudian setelah itu orang Spanyol membawanya ke Filipina dan daerah tropis sekitarnya.Baca juga : Obat Herbal Untuk Penyakit Kolesterol Memang benar, buah manggis (terutama kulit buahnya) memiliki banyak khasiat yang luar biasa bagi kesehatan dan kecantikan. Zat xanthone yang terdapat dalam kulit manggis inilah yang menyebabkan buah ini memiliki daya obat yang kuat dan ampuh. Beberapa penyakit yang diyakini dapat disembuhkan oleh kulit manggis diantaranya peluruh haid, obat sariawan, penurun panas, obat jerawat, disentri, kanker, kolesterol, diabetes, penyakit jantung, dll.Diakui atau tidak, buah naga merupakan salah satu buah-buahan yang memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri. Pasalnya, buah naga ini tidak hanya unik dari segi namanya, tetapi juga unik dari segi morfologinya (bentuk akar, bunga, batang, dll). Dari beberapa sumber, diketahui bahwa buah naga memiliki khasiat bagi kesehatan manusia seperti pencegah kanker usus, penyeimbang kadar gula darah, pelindung kesehatan mulut, pengurang kolesterol, pencegah pendarahan, obat keluhan keputihan, dan penyembuh bagi beberapa penyakit lainnya.Baca juga : Menurunkan Berat Badan Dengan Obat Diet HerbalSementara itu, secara turun-temurun buah mengkudu (Noni) sudah digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satu buah yang berasal dari Indonesia ini telah terbukti secara ilmiah melalui penelitian dapat menyembuhkan beragam penyakit, antara lain kolesterol, diabetes melitus (kencing manis), asam urat dan hipertensi (tekanan darah tinggi).Itulah beberapa manfaat kesehatan dari aneka tanaman herbal. Jika Anda termasuk salah seorang yang memiliki risiko kesehatan (terserang penyakit) seperti itu, tidak ada salahnya bila Anda mencoba mengkonsumsi obat herbal, biasanya berbentuk jus, yang berbahan dasar dari buah-buahan/tumbuhan alami sebagai obat penawar atau pencegah penyakit tersebut. Kini saatnya Anda beralih ke pengobatan herbal sebab sekarang obat herbal tak lagi dipandang sebelah mata.
Baca Selengkapnya