Waspadai Stroke Di Usia Muda

Additional Image

Waktu Posting : 30-06-2014 19:31 | Dibaca : 2854x

Stroke didefinisikan semacam manifestasi klinik masalah otak fokal (setempat) atau global (menyeluruh) yang berjalan lebih dari 24 jam disebabkan masalah pembuluh darah. Dengan kata lain, peristiwa stroke melibatkan komponen pembuluh darah (meliputi yang termuat di dalamnya) di otak, masalah saraf pusat (otak atau sumsum tulang), serta berjalan cukup lama.

Rencana utama yang butuh dimengerti juga disini ialah kekurangan oksigen dari beberapa sel otak untuk bekerja. Oleh karenanya, sumbatan pembuluh darah serta kurangnya aliran sel darah merah didalam otak oleh hal apa pun bisa menimbulkan stroke pada ujung-ujumgnya.

Dengan cara garis besar, stroke dikelompokkan jadi dua : stroke perdarahan atau stroke penyumbatan (dikatakan iskemik). Pada orang muda, stroke penyumbatan seringkali didapati dari pada stroke perdarahan.
 
Baca juga : Turunkan Kadar Kolesterol Anda dengan 5 Makanan Ini

Beberapa unsur resiko terkena stroke memanglah bisa ditemukan pada orang muda serta temuan itu sedikit tidak sama pada orang yang lebih tua. Pada umur atau usia muda, perhatian ditujukan pada berbagai unsur resiko seperti tersebut di bawah ini  :

Merokok. Merokok sejumlah 1-10 batang /hari mempunyai resiko 2.2 kali, sedang lebih dari atau sama juga dengan 40 batang rokok /hari berisiko 9.1 kali. Dalam hubungan dengan stroke, penambahan pembekuan darah dan rusaknya susunan pembuluh darah jadi mekanisme yang ditimbulkannya hingga memudahkan penimbunan lemak ataupun sumbatan didalam pembuluh darah dengan cara menyeluruh, tergolong didalam otak.

Migrain. Migrain memegang fungsi sampai 2 kali lipat dari pada orang tidak dengan migrain dalam membuat stroke. Tetapi, belum banyak terjelaskan bagaimana mekanismenya. Sangkaan paling akhir memperlihatkan penurunan aliran darah di otak lantaran memanglah migrain memperlihatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah disebabkan spasme waktu serangan. Umumnya pembuluh darah di tepi belakang semakin banyak terkena. Cermati juga bahwasanya kelainan di pembuluh darah itu sendiri bisa mengakibatkan migrain yang berlanjut jadi stroke, seperti rusaknya susunan pembuluh darah.

Kehamilan. Kehamilan tidak sering mengakibatkan stroke. Biasanya peristiwanya berkisar pada berhari-hari mendekati sampai 6 minggu setelah kelahiran. Butuh dipahami bahwasanya kehamilan itu sendiri tidaklah jadi aspek resiko stroke, tetapi berbagai situasi yang diakibatkannyalah sebagai pencetus kemungkinan munculnya stroke. Kehamilan bisa mengakibatkan darah lebih kental, eklamsia, atau pergantian pada susunan jantung. Munculnya situasi tersebutlah sebagai aspek resiko terjadinya stroke.

Obat Terlarang. Obat terlarang suntikan barangkali mengakibatkan terbentuknya sumbatan disebabkan dari beberapa bahan asing penyerta dan infeksi pada jantung selau asal-muasal peristiwa stroke pada pasien. Obat-obatan dengan efek pada saraf simpatis bisa mengakibatkan juga peradangan pada pembuluh darah, penambahan pembekuan darah, sampai hipertensi mendadak. Amfetamin serta kokain adalah misal obat yang bisa mengakibatkan hal itu.

Kontrasepsi Oral. Kontrasepsi oral, terlebih dengan kandungan estrogen tinggi, mempunyai resiko 4 kali lipat, sedang estrogen rendah berisiko 2 kali lipat. Tetapi, dengan cara seluruh riset, masalah stroke pada mereka yg konsumsi pil kontrasepsi tergolong rendah (4 dari 100. 000 wanita per tahun). Resiko itu umumnya baru meningkat bila memanglah mempunyai migrain atau aspek resiko yang lain.

Stroke Dimulai Kelainan Organ Badan

Temuan lain yang lebih tidak sering semacam pemicu stroke pada umur muda ialah kelainan jantung, infeksi, serta kelainan ketahanan badan.
 
Baca juga : Mengenal Penyebab Xerostomia (Mulut Kering) dan Cara Mencegahnya

Kelainan Jantung. Kelainan jantung yang disebut meliputi masalah irama jantung, rusaknya katup jantung, serta kelainan susunan jantung. Seluruhnya menyebabkan munculnya bekuan darah yang tetap labil hingga bisa terbawa dalam aliran darah sebelum saat pada akhirnya menyumbat pembuluh darah yang diameternya lebih kecil dari ukuran sumbatan itu.

Infeksi. Infeksi pemicu stroke bisa disebabkan oleh tuberkulosis, hepatitis C, hepatitis B, HIV, sifilis, serta parasit (sistiserkus).

Kelainan Daya Tahan Badan. Kelainan imunitas seperti lupus ikut bertindak oleh lantaran pembentukan berlebihan dari reaksi ketahanan badan berkumpul membuat satu sumbatan. Aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah oleh lantaran endapan lemak) tidak sering didapati pada masalah stroke orang muda, namun memanglah di ketahui berlangsung penambahan pembentukan aterosklerosis di lingkungan orang muda saat saat ini tiada tanda-tanda. Untuk sifilis, tuberculosis, serta HIV, pengambilan cairan otak yang biasanya dikerjakan lewat tulang belakang dibutuhkan untuk konfirmasi diagnosis.

Tak disangkal bahwasanya tetap ada kira-kira sepertiga masalah stroke pada umur muda yang pemicunya belum di ketahui, hingga riset selalu berjalan untuk mencari pemicu baru. Perhatian pada kesehatan jantung, infeksi, kelainan systemik lain, pemakaian obat-obatan spesifik barangkali mencetuskan stroke di umur muda.

Tak tertutup kemungkinan bahwasanya di umur muda seorang telah memperlihatkan pembentukan aterosklerosis tidak dengan disadari hingga modifikasi gaya hidup telah dibutuhkan lebih dini.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Olah Raga Malam, Sehatkah?

13-06-2014 22:53

Berusaha tetap berolah raga meskipun banyak kesibukan memang baik supaya tubuh memiliki keseimbangan dan bisa tetap bugar. Akan tetapi, bagaimana kalau hanya memiliki waktu luang pada malam hari? Mau tak mau, pilihan orang sibuk adalah berolah raga di malam hari. Olah raga tentu memilki banyak manfaat dalam tubuh. Namun, saat dilakukan di malam hari, ternyata ada risiko-risiko yang harus ditanggung oleh tubuh. Bila tak kuat, alih-alih sehat, tetapi kita justru akan sakit. Seperti kita yang memiliki jadwal dan jam kerja, organ-organ di dalam tubuh kita pun memiliki jadwal kerjanya masing-masing. Bila aktivitas kita tidak mengikuti jadwal kerja organ-organ tubuh, terjadi pemaksaan kerja yang akhirnya membuat tubuh sakit. Baca juga : Membakar Kalori dengan TRX  Secara fisiologis manusia memiliki siklus hidup yang normal, yaitu mulai beraktivitas pagi hingga sore hari dan pada malam harinya beristirahat. Siklus yang tidak normal biasanya hanya dimiliki orang yang berprofesi sebagai anggota satuan pengamanan karena ia harus beraktivitas di malam hari sedangkan siang harinya beristirahat. Siklus tubuh yang normal itu dimulai pada pagi hari saat bangun tidur. Saat itu jadwal kerja organ tubuh ternyata masih dalam tahap rendah. Fungsi jantung, volume paru-paru, kemampuan otak, tekanan darah, kemampuan otot, kelenturan sendi, dan kapasitas hormon norepinephrine serta adrenergik dalam batas yang rendah. Semakin jam berlalu ke siang hari, kemampuan organ-organ tubuh meningkat. Pada sore hari, seluruhnya mencapai kemampuan maksimal. Kekuatan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh maksimal, volume paru-paru terbesar, kekuatan otot yang terkuat, kelenturan sendi, tekanan darah terbaik, dan peningkatan hormon yang terbaik. Baca juga : Penyebab Kencing Berdarah   Pada sore hari seluruh organ tubuh bisa bekerja maksimal karena oksigen terkonsentrasi ke sana. Itu berkaitan juga dengan kondisi lambung yang paling kosong adalah saat sore hari sehingga oksigen di jantung lebih banyak. Memasuki malam hari, kemampuan semua organ tubuh itu akan terus berkurang dan mencapai titik terendah pada tengah malam saat kita memang seharusnya sudah tidur. Pada pagi hari, siklusnya akan terulang lagi. Waktu olah raga terbaik adalah sore hari karena di situlah titik puncaknya. Kalau terlalu malam sudah tidak baik karena kemampuan semua organ tubuh mulai menurun. Kalau tetap dipaksakan, organ-organ mengalami pemaksaan untuk bekerja. Bila tindakan seperti ini dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, dipastikan mengganggu kerja fisiologis organ-organ tubuh. Apalagi olah raga malam lebih banyak dilakukan orang yang bekerja penuh sepanjang harinya. Daya tahan tubuh yang semakin lemah karena keletihan akan membuat kita lebih berisiko mengalami gangguan fisiologis. Tujuan olah raga tentu saja untuk sehat, jangan memaksakan diri sampai akhirnya jatuh sakit.

Featured Image
Cegah Kram! Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini Sebelum Olahraga

24-08-2018 12:15

Olahraga merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Selain mengonsumsi makanan sehat, tubuh juga perlu melakukan olahraga agar otot dan seluruh bagian tubuh bergerak dan mengeluarkan keringat. Makanan sehat dan olahraga harus seimbang dan ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari sebelum melakukan olahraga agar tidak terjadi kram. 1. Makanan pedas Kram dan nyeri ulu hati setelah olahraga kerap dialami saat mengonsumsi makanan pedas sebelum olahraga. Makanan yang mengandung banyak rasa dan bumbu akan memerlukan cukup waktu untuk proses pencernaan, pengaturan untuk tidur siang dari pada latihan berat. 2. Minuman olahraga Beberapa merk khusus minuman olahraga sebenarnya hanya memiliki gizi yang rendah namun tinggi gula. Hal ini membuat tubuh menjadi lemas dan sebaiknya pilihlah jus natrium seperti tomat yang memiliki kalium agar tekanan darah tetap normal dan sehat serta membantu tubuh tetap terhidrasi karena rendah sodium. 3. Cokelat dan kue Cokelat dan kue merupakan jenis makanan tinggi gula sehingga tidak baik dikonsumsi sebelum olahraga.  4. Sayuran hijau Sayuran hijau mentah seperti bayam, brokoli, kangkung dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat bepergian karena mengandung banyak gas yang akan tersimpan diperut serta menyebabkan kembung. Lebih baik untuk mengonsumsi salad hijau sebelum olahraga. 5. Muffin dan roti gandum Kedua makanan tersebut menyediakan banyak energi karena mengandung banyak gula. Efek sampingnya lebih banyak dari pada khasiatnya. Pilihlah bahan makanan lain seperti tortilla putih yang mengandung rendah serat serta irisan pisang dan mentega kacang untuk penambah energi.

Featured Image
Pentingnya Memahami Kulit Dan Fungsinya

05-05-2014 00:01

Pentingnya Memahami Kulit Dan Fungsinya  - Kulit adalah bagian terluar dari tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk melindungi organ-organ tubuh bagian dalam, mengatur suhu tubuh (thermoregulator), sebagai indra peraba, dan sebagainya. Selain itu, kulit memberikan pengaruh besar terhadap kecantikan. Demikian pentingnya fungsi kulit hingga perlu diberikan perhatian khusus agar terhindar dari kerusakan. Selain akibat benda tajam dan benturan, kulit juga dapat rusak akibat lingkungan alam seperti sinar matahari. Selain sebagai selimut tubuh dan sebagai pelindung alat-alat tubuh yang ada di bawahnya, kulit juga memiliki fungsi-fungsi penting yang lain, mencegah badan menjadi kering, menyaring bahan-bahan yang tak diperlukan badan, mengatur panas badan, melindungi badan dari ancaman luar, dan memberi peringatan awal pada sistem saraf akan adanya bahaya-bahaya dari luar. Dalam pemilihan dan penggunaan kosmetik ada faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan agar kulit tampil cantik, sehat, dan aman. Faktor-faktor tersebut adalah lingkungan alam, manusianya, dan kosmetiknya. 1. Faktor Lingkungan Alam Lingkungan tropis yang bermatahari terik dan udara panas serta lembab memiliki pengaruh yang berbeda dengan lingkungan subtropis yang kurang sinar mataharinya dan berhawa dingin (4 musim) serta kering, misalnya Amerika, Eropa, baik terhadap kulit maupun terhadap kosmetiknya.   Baca juga : Menghindari Sakit Jantung di Waktu Tua   Di daerah tropis seperti Indonesia, kulit banyak berminyak dan berkeringat sehingga kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi dan lengket mudah menyebabkan timbulnya jerawat. Sebaliknya, di lingkungan subtropis yang dingin dan kering, kulit lebih kering sehingga banyak membutuhkan kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi. Sinar matahari dalam jumlah sedikit diperlukan untuk kehidupan manusia, tetapi dalam jangka waktu yang panjang sinar matahari sangat berbahaya dan dapat menginduksi efek buruk antara lain kanker, katarak mata, penuaan dini, kerusakan-kerusakan kulit lain. Hal ini terjadi karena reaksi peroksidan lemak pada permukaan kulit dengan sinar UV (ultra violet) dan oksigen udara yang menghasilkan radikal-radikal oksigen yang bebas dan akan masuk ke dalam kulit serta merusak sel-sel kulit dan menimbulkan rantai-rantai radikal di tubuh dan kerusakan-kerusakan sel yang lain. Oleh karena itu diperlukan perlindungan kulit terhadap sinar matahari. Perlindungan untuk kulit orang Indonesia akan berbeda dengan perlindungan kulit untuk orang Eropa dan Amerika. Udara yang panas dan matahari yang terik juga dapat merusak kosmetik sehingga ketika dipakai dapat menimbulkan berbagai kelainan pada kulit. 2. Faktor Manusia Perbedaan ras kulit, tipe kulit, kepekaan kulit dan pandangan hidup tentang kulit yang dianggap cantik (esthetic behavior) serta pengetahuan akan seluk-beluk kosmetik dan cara pemakaiannya yang benar sangat berpengaruh terhadap hasil pemakaian kosmetik pada kulit. Kulit ras Kaukasia (Eropa) yang putih mengandug sedikit pigmen melanin, kecil-kecil, dan mudah pecah (pheomelanin) menyebabkan kulitnya sulit menjadi cokelat (tanning). Sementara kulit rasa Asia dan Negro yang banyakmengandung pigmen melanin, ukurannya besar-besar dan sulit pecah (eumelanin) sehingga kulit yang sudah coklet ini mudah menjadi lebih cokelat.   Baca juga : Mengolah Bahan Alam untuk Menyembuhkan Asam Urat   Perbedaan tipe kulit membutuhkan kosmeik yang juga berbeda. Kulit orang Eropa yang kering membutuhkan banyak pelembab, sedangkan kulit orang Asia/Indonesia yang berminyak di iklim tropis yang lembab panas tidak membutuhkan kosmetik yang lengket berminyak karena dapat memicu terjadinya jerawat. 3. Faktor Kosmetik Kosmetik secara universal harus aman, tidak merusak kulit dan tubuh karena kosmetik dipergunakan berulang-ulang dalam jangka panjang dipergunakan oleh semua umur dari bayi hingga usia lanjut dan dipergunakan di seluruh tubuh setiap hari. Salah memakai kosmetik atau memakai kosmetik yang tidak tepat guna dan secara berlebih-lebihan dapat menimbulkan kerusakan kulit. Saat ini ribuan macam kosmetik ditawarkan di pasaran dengan berbagai cara sehingga menimbulkan keinginan orang untuk memakainya. Akan tetapi, tidak jarang berlawanan dengan maksud semula memakai kosmetik untuk mempercantik diri, yang didapat malah sebaliknya, kulit menjadi rusak seperti noda hitam, kulit merah seperti udang rebus dan lain-lain karena kosmetik itu. 

...