Waktu Posting : 30-06-2014 19:31 | Dibaca : 2854x
13-06-2014 22:53
Berusaha tetap berolah raga meskipun banyak kesibukan memang baik supaya tubuh memiliki keseimbangan dan bisa tetap bugar. Akan tetapi, bagaimana kalau hanya memiliki waktu luang pada malam hari? Mau tak mau, pilihan orang sibuk adalah berolah raga di malam hari. Olah raga tentu memilki banyak manfaat dalam tubuh. Namun, saat dilakukan di malam hari, ternyata ada risiko-risiko yang harus ditanggung oleh tubuh. Bila tak kuat, alih-alih sehat, tetapi kita justru akan sakit. Seperti kita yang memiliki jadwal dan jam kerja, organ-organ di dalam tubuh kita pun memiliki jadwal kerjanya masing-masing. Bila aktivitas kita tidak mengikuti jadwal kerja organ-organ tubuh, terjadi pemaksaan kerja yang akhirnya membuat tubuh sakit. Baca juga : Membakar Kalori dengan TRX Secara fisiologis manusia memiliki siklus hidup yang normal, yaitu mulai beraktivitas pagi hingga sore hari dan pada malam harinya beristirahat. Siklus yang tidak normal biasanya hanya dimiliki orang yang berprofesi sebagai anggota satuan pengamanan karena ia harus beraktivitas di malam hari sedangkan siang harinya beristirahat. Siklus tubuh yang normal itu dimulai pada pagi hari saat bangun tidur. Saat itu jadwal kerja organ tubuh ternyata masih dalam tahap rendah. Fungsi jantung, volume paru-paru, kemampuan otak, tekanan darah, kemampuan otot, kelenturan sendi, dan kapasitas hormon norepinephrine serta adrenergik dalam batas yang rendah. Semakin jam berlalu ke siang hari, kemampuan organ-organ tubuh meningkat. Pada sore hari, seluruhnya mencapai kemampuan maksimal. Kekuatan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh maksimal, volume paru-paru terbesar, kekuatan otot yang terkuat, kelenturan sendi, tekanan darah terbaik, dan peningkatan hormon yang terbaik. Baca juga : Penyebab Kencing Berdarah Pada sore hari seluruh organ tubuh bisa bekerja maksimal karena oksigen terkonsentrasi ke sana. Itu berkaitan juga dengan kondisi lambung yang paling kosong adalah saat sore hari sehingga oksigen di jantung lebih banyak. Memasuki malam hari, kemampuan semua organ tubuh itu akan terus berkurang dan mencapai titik terendah pada tengah malam saat kita memang seharusnya sudah tidur. Pada pagi hari, siklusnya akan terulang lagi. Waktu olah raga terbaik adalah sore hari karena di situlah titik puncaknya. Kalau terlalu malam sudah tidak baik karena kemampuan semua organ tubuh mulai menurun. Kalau tetap dipaksakan, organ-organ mengalami pemaksaan untuk bekerja. Bila tindakan seperti ini dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, dipastikan mengganggu kerja fisiologis organ-organ tubuh. Apalagi olah raga malam lebih banyak dilakukan orang yang bekerja penuh sepanjang harinya. Daya tahan tubuh yang semakin lemah karena keletihan akan membuat kita lebih berisiko mengalami gangguan fisiologis. Tujuan olah raga tentu saja untuk sehat, jangan memaksakan diri sampai akhirnya jatuh sakit.
24-08-2018 12:15
Olahraga merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Selain mengonsumsi makanan sehat, tubuh juga perlu melakukan olahraga agar otot dan seluruh bagian tubuh bergerak dan mengeluarkan keringat. Makanan sehat dan olahraga harus seimbang dan ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari sebelum melakukan olahraga agar tidak terjadi kram. 1. Makanan pedas Kram dan nyeri ulu hati setelah olahraga kerap dialami saat mengonsumsi makanan pedas sebelum olahraga. Makanan yang mengandung banyak rasa dan bumbu akan memerlukan cukup waktu untuk proses pencernaan, pengaturan untuk tidur siang dari pada latihan berat. 2. Minuman olahraga Beberapa merk khusus minuman olahraga sebenarnya hanya memiliki gizi yang rendah namun tinggi gula. Hal ini membuat tubuh menjadi lemas dan sebaiknya pilihlah jus natrium seperti tomat yang memiliki kalium agar tekanan darah tetap normal dan sehat serta membantu tubuh tetap terhidrasi karena rendah sodium. 3. Cokelat dan kue Cokelat dan kue merupakan jenis makanan tinggi gula sehingga tidak baik dikonsumsi sebelum olahraga. 4. Sayuran hijau Sayuran hijau mentah seperti bayam, brokoli, kangkung dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat bepergian karena mengandung banyak gas yang akan tersimpan diperut serta menyebabkan kembung. Lebih baik untuk mengonsumsi salad hijau sebelum olahraga. 5. Muffin dan roti gandum Kedua makanan tersebut menyediakan banyak energi karena mengandung banyak gula. Efek sampingnya lebih banyak dari pada khasiatnya. Pilihlah bahan makanan lain seperti tortilla putih yang mengandung rendah serat serta irisan pisang dan mentega kacang untuk penambah energi.
05-05-2014 00:01
Pentingnya Memahami Kulit Dan Fungsinya - Kulit adalah bagian terluar dari tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk melindungi organ-organ tubuh bagian dalam, mengatur suhu tubuh (thermoregulator), sebagai indra peraba, dan sebagainya. Selain itu, kulit memberikan pengaruh besar terhadap kecantikan. Demikian pentingnya fungsi kulit hingga perlu diberikan perhatian khusus agar terhindar dari kerusakan. Selain akibat benda tajam dan benturan, kulit juga dapat rusak akibat lingkungan alam seperti sinar matahari. Selain sebagai selimut tubuh dan sebagai pelindung alat-alat tubuh yang ada di bawahnya, kulit juga memiliki fungsi-fungsi penting yang lain, mencegah badan menjadi kering, menyaring bahan-bahan yang tak diperlukan badan, mengatur panas badan, melindungi badan dari ancaman luar, dan memberi peringatan awal pada sistem saraf akan adanya bahaya-bahaya dari luar. Dalam pemilihan dan penggunaan kosmetik ada faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan agar kulit tampil cantik, sehat, dan aman. Faktor-faktor tersebut adalah lingkungan alam, manusianya, dan kosmetiknya. 1. Faktor Lingkungan Alam Lingkungan tropis yang bermatahari terik dan udara panas serta lembab memiliki pengaruh yang berbeda dengan lingkungan subtropis yang kurang sinar mataharinya dan berhawa dingin (4 musim) serta kering, misalnya Amerika, Eropa, baik terhadap kulit maupun terhadap kosmetiknya. Baca juga : Menghindari Sakit Jantung di Waktu Tua Di daerah tropis seperti Indonesia, kulit banyak berminyak dan berkeringat sehingga kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi dan lengket mudah menyebabkan timbulnya jerawat. Sebaliknya, di lingkungan subtropis yang dingin dan kering, kulit lebih kering sehingga banyak membutuhkan kosmetik yang kandungan minyaknya tinggi. Sinar matahari dalam jumlah sedikit diperlukan untuk kehidupan manusia, tetapi dalam jangka waktu yang panjang sinar matahari sangat berbahaya dan dapat menginduksi efek buruk antara lain kanker, katarak mata, penuaan dini, kerusakan-kerusakan kulit lain. Hal ini terjadi karena reaksi peroksidan lemak pada permukaan kulit dengan sinar UV (ultra violet) dan oksigen udara yang menghasilkan radikal-radikal oksigen yang bebas dan akan masuk ke dalam kulit serta merusak sel-sel kulit dan menimbulkan rantai-rantai radikal di tubuh dan kerusakan-kerusakan sel yang lain. Oleh karena itu diperlukan perlindungan kulit terhadap sinar matahari. Perlindungan untuk kulit orang Indonesia akan berbeda dengan perlindungan kulit untuk orang Eropa dan Amerika. Udara yang panas dan matahari yang terik juga dapat merusak kosmetik sehingga ketika dipakai dapat menimbulkan berbagai kelainan pada kulit. 2. Faktor Manusia Perbedaan ras kulit, tipe kulit, kepekaan kulit dan pandangan hidup tentang kulit yang dianggap cantik (esthetic behavior) serta pengetahuan akan seluk-beluk kosmetik dan cara pemakaiannya yang benar sangat berpengaruh terhadap hasil pemakaian kosmetik pada kulit. Kulit ras Kaukasia (Eropa) yang putih mengandug sedikit pigmen melanin, kecil-kecil, dan mudah pecah (pheomelanin) menyebabkan kulitnya sulit menjadi cokelat (tanning). Sementara kulit rasa Asia dan Negro yang banyakmengandung pigmen melanin, ukurannya besar-besar dan sulit pecah (eumelanin) sehingga kulit yang sudah coklet ini mudah menjadi lebih cokelat. Baca juga : Mengolah Bahan Alam untuk Menyembuhkan Asam Urat Perbedaan tipe kulit membutuhkan kosmeik yang juga berbeda. Kulit orang Eropa yang kering membutuhkan banyak pelembab, sedangkan kulit orang Asia/Indonesia yang berminyak di iklim tropis yang lembab panas tidak membutuhkan kosmetik yang lengket berminyak karena dapat memicu terjadinya jerawat. 3. Faktor Kosmetik Kosmetik secara universal harus aman, tidak merusak kulit dan tubuh karena kosmetik dipergunakan berulang-ulang dalam jangka panjang dipergunakan oleh semua umur dari bayi hingga usia lanjut dan dipergunakan di seluruh tubuh setiap hari. Salah memakai kosmetik atau memakai kosmetik yang tidak tepat guna dan secara berlebih-lebihan dapat menimbulkan kerusakan kulit. Saat ini ribuan macam kosmetik ditawarkan di pasaran dengan berbagai cara sehingga menimbulkan keinginan orang untuk memakainya. Akan tetapi, tidak jarang berlawanan dengan maksud semula memakai kosmetik untuk mempercantik diri, yang didapat malah sebaliknya, kulit menjadi rusak seperti noda hitam, kulit merah seperti udang rebus dan lain-lain karena kosmetik itu.