Waktu Posting : 29-05-2014 19:55 | Dibaca : 2412x
14-01-2015 03:57
Jerawat adalah salah satu masalah pada kulit wajah yang paling sering diderita banyak orang. Penyebab dari jerawat itu sendiri sebenarnya ada banyak. Namun penyebab paling besar timbulnya jerawat adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dan dari segi makanan yang dikonsumsi. Sayangnya masalah jerawat pada kulit wajah tidak hanya muncul saat jerawat itu datang. Bahkan saat jerawat itu pergi masalah baru akan muncul kembali. Masalah tersebut adalah luka yang ditimbulkan akibat jerawat yang pernah muncul. Luka yang ditimbulkan ini biasanya membekas berwarna hitam. Diindikasi luka menghitam ini akibat dari tangan usil yang suka memencet jerawat saat masih belum atau sudah muncul. Namun penjelasana medis tentang luka menghitam ini adalah karena terganggunya kolagen akibat radang yang disebabkan oleh jerawat. Karena membekas dan juga berwarna hitam, luka bekas jerawat ini akan mengurangi kemulusan kulit wajah. Akibatnya wajah terlihat suram dan tidak menyenangkan. Baca juga : Obat Tradisional Kolesterol Jenis-jenis Luka Bekas Jerawat Rasanya banyak orang pernah mengalami munculnya jerawat pada wajah. Banyak orang pula mengalami luka bekas jerawat yang sangat mengganggu kemulusan kulit wajah. Namun tidak banyak orang yang memiliki wawasan luka yang ditimbulkan akibat munculnya jerawat. Padahal wawasan ini perlu untuk dapat mengobati bekas luka jerawat kita dengan tepat sehingga wajah bisa kembali mulus. Ada tiga jenis luka bekas jerawat yang telah teridentifikasi. Luka bekas jerawat pertama adalah atrophic, yakni luka jerawat yang tidak dalam melainkan sedikit dangkal. Luka kedua adalah boxcar. Luka kedua ini adalah jenis luka bekas jerawat yang lebih dalam dari luka pertama dan memiliki ciri-ciri luka yang menggulung. Luka ketiga adalah ice pick yakni luka bekas jerawat yang sangat dalam yang tampilannya menyerupai lubang kecil dibagian atasnya. Ketiga luka ini biasanya memiliki tingkat keparahan yang dapat dilihat dari warna kulit tempat timbulnya jerawat. Biasanya orang dengan kulit warna hitam akan cenderung mengalami bekas luka yang menghitam pula. Sedangkan pada orang yang memiliki kulit cerah, bekas luka akan kemerahan. Luka-luka bekas jerawat ini jika dibiarkan akan membawa dampak buruk pada kulit wajah. Bahkan luka-luka ini semakin bertambah parah karena beberapa hal dibawah ini: 1. Terpapar sinar matahari atau uv. 2. Dipencet/ disentuh dengan tangan. 3. Diolesi dengan vitamin E. Baca juga : Bersih dari Komedo dengan Bahan Alami Mengatasi Bekas Luka Jerawat Untuk mengatasi bekas luka jerawat sangat efektif dilakukan jika kita mengetahui bekas luka-luka yang ditimbulkan oleh jerawat. Namun yang paling sering digunakan untuk mengatasi bekas luka jerawat adalah dengan menggunakan cream jerawat yang berjenis kortikosteroid. Gunakan cream jerawat ini selama jerawat muncul dan meradang. Oleskan cream pada jerawat yang meradang supaya kortikosteroid diserap kulit sehingga radang akan berkurang. Namun cream ini adalah cream yang dalam penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter karena jika dipakai dengan serabutan akan membawa dampak berbahaya bagi kulit wajah. Penggunaan cream jenis kortikosteroid ini akan berefek langsung pada jerawat yang timbul. Setelah dioleskan, cream ini akan memberikan efek kering pada jerawat dan tidak lagi berwarna merah meradang. Saat luka jerawat mengering sebaiknya gunakan pigmen kulit yang akan membantu kecerahan wajah kembali normal. Pigmen kulit seperti kojid acid sangat bagus digunakan karena bahan-bahan alami seperti jamur, bearbarry dan vitamin C. Untuk luka jerawat yang sangat dalam biasanya diatasi dengan melakukan prosedur laser yang lebih mahal dari prosedur lainnya.
05-05-2014 18:22
Tips Sehari-hari untuk Pencegahan Wasir - Wasir adalah salah satu jenis gangguan kesehatan yang sangat menyakitkan namun juga memalukan. Wasir itu sendiri adalah sebuah kondisi dimana terjadinya peradangan atau pembengkakan yang terjadi di dalam saluran anus atau di bibir anus itu sendiri. Penyakit ini terbagi atas dua jenis yaitu wasir dalam (internal) dimana pembengkakan terjadi didalam anus dan wasir luar (eksternal), dimana pembengkakan terjadi di luar atau menonjol keluar dari rektum sehingga dapat terlihat dengan jelas. Pada kasus wasir yang parah, tindakan pembedahan atau operasi adalah satu-satunya jalan keluar. Banyak orang yang enggan untuk melakukan tindakan yang satu ini karena bukan hanya biayanya yang cukup mahal, proses penyembuhannya sendiri juga bisa cukup lama. Oleh karena itu, jalan terbaik untuk menghindari operasi adalah dengan melakukan berbagai upaya untuk tidak mengidap wasir sejak dini alias melakukan tindakan pencegahan. Tips keseharian yang bisa dilakukan untuk mencegah wasir : Mengkonsumsi banyak makanan berserat Wasir disebabkan oleh adanya tekanan yang sangat besar pada daerah anus atau pada bagian bawah rektum. Tekanan ini bisa terjadi karena banyak hal dan salah satunya adalah penekanan feses yang keras serta pemaksaan pada waktu mengejan. Hal ini sebenarnya bisa dicegah dengan banyak mengkonsumsi serat yang akan membuat feses menjadi lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan Baca juga : Mengolah Bahan Alam untuk Menyembuhkan Asam Urat Konsumsilah air yang cukup Mengkonsumsi air putih sekitar 2 liter (sekitar 8 gelas) setiap harinya memiliki banyak sekali manfaat kesehatan termasuk diantaranya adalah membantu proses buang air besar menjadi lebih lancar. Konsumsi air yang cukup juga bisa didapatkan bukan hanya dengan minum air putih namun juga dengan makan buah-buahan berair, susu dan sumber cairan lain (selain kopi dan teh yang bisa menyebabkan diuretik ) Menjaga asupan garam Konsumsi garam yang berlebihan bukan hanya bisa memicu terjadi tekanan darah tinggi namun bisa juga menyebabkan cairan dalam tubuh menjadi menyusut. Bila cairan dalam tubuh kurang, bisa memicu terjadinya pembengkakan di beberapa jaringan tubuh termasuk di daerah rektum Hindari mengejan pada saat buang air besar Dengan mengkonsumsi serat dan minum yang cukup, proses buang air besar bisa berjalan lancar tanpa perlu bersusah payah untuk mengejan Mengurangi mengangkat beban yang terlalu berat Mengangkat beban yang terlalu berat di duga merupakan salah satu penyebab wasir. Kurangi mengangkat beban yang terlalu berat atau kalau memungkinkan menghindarinya sama sekali Menurunkan berat badan Berat badan berlebih meningkatkan resiko seseorang untuk menderita wasir dan juga berbagai jenis penyakit lainnya. Menghindari duduk dalam jangka waktu lama Duduk dalam waktu yang terlalu lama dalam jangka waktu yang panjang dipercaya meningkatkan resiko seseorang terkena wasir. Bila pekerjaan Anda menuntut Anda untuk duduk sepanjang hari, Anda bisa mensiasatinya dengan melakukan perenggangan setiap satu jam sekali atau berdiri dan berjalan-jalan sesekali. Baca juga : Cari Obat Darah Tinggi Tanpa Efek Samping? Olahraga secara teratur Melakukan beberapa olahraga ringan secara teratur adalah salah satu kunci penting dalam upaya pencegahan berbagai jenis penyakit termasuk wasir. Berbagai tindakan pencegahan tersebut perlu dilakukan sejak dini dan bukan hanya saat gejala-gejala wasir mulai dirasakan. Namun, ada kalanya penyakit ini tidak bisa dihindari. Untuk Anda yang menderita penyakit wasir, berbagai tindakan yang masuk dalam tindakan pencegahan diatas tetap perlu dilakukan. Selain itu, ada juga beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rasa sakit dan juga untuk menyembuhkan wasir itu sendiri, berupa: Berendam dalam air hangat. Hal ini bisa membantu untuk melancarkan peredaran darah di daerah anal dan sekitarnya Memberikan kompres dingin. Kompres dingin yang ditempelkan pada area yang membengkak bisa membantu mengecilkan pembengkakan Jagalah kebersihan pada daerah intim dan sebaiknya tidak menggunakan bahan-bahan kimia atau yang mengandung alkohol serta pewangi untuk daerah tersebut Mengkonsumsi obat. Ada berbagai jenis obat pereda rasa nyeri yang bisa dikonsumsi untuk meredakan rasa sakit yang muncul Memilih pengobatan herbal. Ada berbagai jenis bahan alami yang bermanfaat untuk wasir. Penggunaan bahan alami tergolong aman, mudah didapatkan, terjangkau dan bisa memberikan hasil yang lebih efektif dibandingkan obat konvensional.
13-01-2025 18:39
Kuret (atau kuretase) adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim wanita. Prosedur ini biasanya melibatkan penggunaan alat yang disebut kuret, yang berfungsi untuk mengikis lapisan dalam rahim. Kuret sering dilakukan bersamaan dengan dilatasi, di mana leher rahim dibuka (dilatasi) sebelum jaringan diangkat. Prosedur ini dikenal sebagai Dilatasi dan Kuretase (D&C).Tujuan dan Indikasi Prosedur Kuret :Kuret dilakukan untuk berbagai alasan medis, antara lain :Mengatasi Perdarahan AbnormalJika seorang wanita mengalami perdarahan menstruasi yang berat atau tidak teratur, kuret bisa digunakan untuk membersihkan lapisan rahim dan menghentikan perdarahan.Mengobati Keguguran atau Kehamilan Tidak BerhasilSetelah keguguran, jaringan janin atau plasenta mungkin tertinggal di rahim. Kuret dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa jaringan tersebut dan mencegah infeksi atau komplikasi lebih lanjut.Diagnostik untuk Kondisi RahimDalam kasus tertentu, kuret dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dari dinding rahim yang akan diperiksa di laboratorium. Ini bisa digunakan untuk mendiagnosis kondisi seperti kanker rahim, polip, atau hiperplasia endometrium (penebalan lapisan rahim).Menghilangkan Polip atau Tumor Jinak di RahimPolip atau tumor jinak (fibroid) di dalam rahim dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau perdarahan yang tidak normal. Kuret bisa digunakan untuk menghilangkannya.Menghentikan Perdarahan Pasca MelahirkanSetelah melahirkan, jika ada sisa plasenta atau jaringan lain yang tidak keluar secara sempurna, kuret dapat dilakukan untuk membersihkannya dan mencegah komplikasi seperti perdarahan berat atau infeksi.Manfaat dari Prosedur Kuret :Mengatasi Kondisi Medis yang SeriusKuret bisa membantu mengatasi kondisi seperti perdarahan hebat, keguguran, atau infeksi di rahim dengan menghilangkan jaringan yang menyebabkan masalah.Mencegah Komplikasi Lebih LanjutJika jaringan yang tersisa di dalam rahim tidak diangkat, ini bisa menyebabkan infeksi serius, perdarahan berkepanjangan, atau bahkan masalah kesehatan jangka panjang. Kuret membantu mencegah komplikasi ini.Mendapatkan Diagnosis yang AkuratKetika dilakukan untuk tujuan diagnostik, kuret memungkinkan dokter mendapatkan sampel jaringan yang bisa diperiksa untuk mengetahui adanya kanker atau kondisi lain yang memerlukan perawatan khusus.Mengembalikan Siklus Menstruasi yang NormalPada wanita yang mengalami perdarahan abnormal atau tidak teratur, kuret dapat membantu mengembalikan siklus menstruasi ke kondisi yang lebih normal dengan membersihkan lapisan rahim.Adalah Klinik Aborsi Jakarta sebuah Klinik kesehatan kandungan yang di dedikasikan untuk pelayanan kebidanan dan kandungan dengan memberikan layanan aborsi aman tanpa efek samping yang sesuai dengan prosedur medis agar menekan kasus aborsi yang tidak aman yang banyak dilakukan oleh wanita dengan cara aborsi yang tidak aman seperti menggunakan obat aborsi, jamu aborsi, dan cara ilegal lainnya.Tindakan di Klinik Raden Saleh ini ditangani oleh Dokter SpOG (Obstetri & Genekologi) Asli dan bukan Bidan atau dokter Umum seperti di Klinik Aborsi lainnya. Peralatan medis Modern dan canggih serta alat medis Steril dimiliki dan digunakan di Klinik Aborsi Raden Saleh sehingga menjamin proses Aborsi aman tanpa efek samping tanpa takut adanya penularan penyakit serta tanpa infeksi.