Agar Wajah Mulus Bebas Jerawat

Additional Image

Waktu Posting : 07-06-2014 20:40 | Dibaca : 3124x

Jerawat memanglah tidak membahayakan nyawa, namun cukup mengganggu tampilan. Wajah yang semula bersih serta mulus jadi ternoda oleh tonjolan-benjolan kecil. Seringkali, wajah yang penuh jerawat membuat kita jadi kurang percaya diri serta kurang yakin diri.

Tetapi, walau mengganggu, janganlah sembarangan menyingkirkan jerawat. Alih-alih hilang, bahkan bakal menyebabkan iritasi kulit serta membekas yang malah sulit di hilangkan. Nyaris tiap-tiap orang sempat merasai persoalan dengan jerawat. Walau umum dihadapi pada saat remaja serta pubertas, tidak tidak sering persoalan jerawat juga berlanjut sampai dewasa.

Jerawat merupakan peradangan menahun yang berlangsung lantaran terjadi penyumbatan pori-pori kulit yang disebabkan produksi kelenjar minyak terlalu berlebihan serta penumpukan beberapa sel kulit mati. Secara alami, minyak dihasilkan tubuh untuk menajga kelembaban serta kesehatan kulit. Namun produksi minyak terlalu berlebih bisa menyebabkan jerawat. Asal tak mengalami infeksi, jerawat sesungguhnya bisa pulih sendiri.
 
Baca juga : Cara Menjaga Kesehatan Sendi

Wajah, bahu, dada, lengan serta punggung sisi atas, leher dan pantat merupakan bagian-bagian tubuh yang kerap diterpa jerawat lantaran mempunyai banyak kelenjar minyak.

Berikut ini sejumlah aspek jadi pemicu jerawat kerap timbul pada kulit kita :

• Kosmetik, penggunaan kosmetik yang tak pas bisa mengakibatkan jerawat.
• Hormon, penambahan produksi hormon membuat keadaan tak seimbang hingga jerawat bisa nampak. Umumnya berlangsung lantaran stres, waktu mendekati siklus haid serta pada waktu saat remaja atau pubertas. Hormon yang mengakibatkan jerawat ialah androgen.
• Genetik. Bila orang tua mempunyai jerawat lantaran produksi kelenjar minyak yang berlebihan, maka besar kemungkinan bakal menjalani penurunan pada anak.
• Pola hidup tak sehat, rutinitas merokok, minum alkohol, kurang tidur serta terlampau banyak pikiran bisa menambah hormon androgen yang menjadi penyebab jerawat.
• Mikroorganisme, bakteri yang masuk ke susunan kulit bisa mengakibatkan jerawat. Bakteri menyebarkan toksin serta membunuh beberapa sel baik dan berkembang biak ditempat itu, hingga terjadi peradangan serta nampak jerawat.

Mencegah aspek-faktor penyebab jerawat sebagai sisi dari pola hidup serta kebiasaan keseharian memanglah dapat jadi jalan keluar untuk menjauhkan diri dari persoalan jerawat yang lebih serius. Umpamanya, dengan rajin membersihkan muka tiga kali satu hari untuk menyingkirkan sel kulit mati, kotoran, bekas rias muka serta keringat.
 
Baca juga : Kulit Manggis dan Jenis Kanker yang Mematikan

Tetapi yang paling efisien dikerjakan ialah menghalangi bakteri pemicu jerawat, meredakan peradangan serta mencegah produksi sebum/minyak yang terlalu berlebih. Untuk menghalangi proliferasi bakteri pemicu jerawat, pakailah produk pembersih yang berteknologi anti-bacterial adhesive. dan untuk mengurangi sekresi sebum serta meredakan peradangan serta zinc PA gunakan nicotinamide.

Kecuali itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan tipe perawatan yang cocok sesuai dengan tipe serta keadaan kulit, dan jenis jerawat, terlebih apabila jerawat yang Anda alami cukup kronis, telah meradang serta tidak kunjung pulih sendiri. Juga diharap untuk tak memegang serta memencet jerawat supaya tak mengalami infeksi serta meninggalkan noda hitam di wajah

Yang pasti, untuk memperoleh kulit sehat bebas jerawat dan parut yang diakibatkan pasca peradangan, diperlukan rangkaian tindakan yang terus-menerus serta tak bisa dikerjakan pada kurun waktu hanya semalam. Jangan anggap menjaga kulit menjadi sebuah beban. Seperti tubuh yang butuh makan, kulit juga perlu perwatan yang jitu serta terus-menerus.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Hati-hati saat Sakit Kepala Belakang

26-05-2014 23:51

Masalah kesehatan menjadi sebuah masalah yang kian dihadapi oleh masyarakat saat ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli menyatakan bahwa penyakit yang diderita oleh masyarakat modern kini semakin kompleks karena banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak memperhatikan kesehatan. Sebut saja konsumsi makanan instan yang kian hari semakin meningkat. Selain itu masih terdapat pola hidup kurang sehat lainnya yang timbul sebagai dampak adanya kemajuan dalam bidang teknologi yang tidak terbendung saat ini. Jelas hal tersebut akhirnya menimbulkan masalah kesehatan yang kian menakutkan bagi para manusia modern.                   Menyimak tentang masalah kesehatan yang semakin kompleks ini pun akhirnya mengantarkan kita untuk lebih mengetahui tentangnya. Salah satunya yang akan kita bahas di sini tentang permasalahan kesehatan adalah tentang sakit kepala. Ya hampir setiap orang di antara kita pernah mengalaminya di dalam hidup ini. Biasanya ketika kita mengalami sakit kepala, mungkin banyak di antara kita yang memilih untuk tidur, tetapi sebagian lainnya ada yang membiarkannya dan sebagian yang lain, yang lebih perhatian terhadap kesehatannya memilih untuk berkonsultasi ke dokter. Penting untuk anda ketahui bahwa dari beberapa hal yang saya katakan di atas saat seseorang mengalami sakit kepala, maka yang paling baik untuk dilakukan adalah segera berkonsultasi ke dokter. Terlebih saat anda merasakan sakit kepala belakang. Hal ini dikarenakan ketika kita berkonsultasi ke dokter maka kita dapat mengetahui apakah yang mengakibatkan kita mengalami sakit kepala. Baca juga : Kenali Ciri-ciri Kanker Lambung                    Secara umum dapat kita simpulkan bahwa sakit kepala yang terjadi pada diri seseorang ini terjadi akibat kurangnya suplai oksigen yang masuk ke otak. Saat pasokan oksigen yang masuk ke otak ini terganggu, maka yang terjadi adalah otak akan melakukan kinerja yang lebih berat dari biasanya. Sehingga kerja otak yang berlebihan ini akhirnya membuat kepala terasa sakit.                   Yang perlu anda waspadai saat sedang sakit kepala adalah karena sakit kepala seperti sakit kepala belakang menjadi indikasi akan terserang penyakit berbahaya. Banyak di antara penyakit berbahaya layaknya jantung, paru-paru dan juga penyakit lainnya ditandai dengan sering merasakan sakit kepala terlebih dahulu sebagai gejala awal. Karenanya ketika anda mengalami sakit kepala terlebih sakit kepala belakang maka sebaiknya anda segera melakukan konsultasi ke dokter terkait. Hal ini semata-mata bertujuan untuk mengetahui informasi terkait penyebab sakit kepala yang anda alami. Dan jika kemudian sakit kepala tersebut timbul sebagai sebuah indikasi penyakit berbahaya, maka anda akan segera mendapatkan perawatan yang lebih dini sebelum penyakit tersebut bertambah parah. Baca juga :Luka Diabetes Sembuh Sangat Sulit                   Selain melakukan konsultasi ketika mengalami sakit kepala. Maka anda juga dapat melakukan upaya preventif atau pencegahan terhadap sakit kepala ini. Cara yang paling baik untuk dilakukan adalah dengan selalu berpikiran positif. Dengan selalu berpikir positif, tubuh akan bekerja dengan baik termasuk otak yang dapat bekerja secara seimbang. Pikiran positif tersebut dapat anda kembangkan dalam kehidupan anda ketika anda merasa nyaman, sehingga anda perlu mendapatkan suasana nyaman tersebut. Hal ini dapat anda peroleh salah satunya dengan melakukan refreshing ketika anda memiliki banyak beban pikiran. Jika hal ini anda terapkan dalam kehidupan anda maka resiko untuk terkena sakit kepala terlebih sakit kepala belakang pun dapat anda kurangi.                   Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya berikan kepada anda tentang sakit kepala belakang tersebut. Semoga beberapa ulasan yang telah saya sampaikan di atas, mampu memberikan banyak manfaat bagi anda sekalian. Sekian, dan sampai jumpa pada ulasan menarik pada perjumpaan yang selanjutnya. Selamat beraktivitas!

Featured Image
Tips Aman dan Seru Saat Solo Traveling

05-10-2018 04:26

Liburan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu untuk melepas penat setelah melakukan banyak aktivitas yang padat. Berlibur bersama teman-teman memang menyenangkan, namun ada juga yang lebih memilih untuk melakukan perjalanan liburan sendirian (solo traveling) dengan berbagai macam alasan. Dengan melakukan liburan sendirian, maka risiko pun akan semakin besar dan ditanggung sendiri. Biaya yang seharusnya dapat ditekan karena bisa dibagi dengan teman harus ditanggung sendiri hingga risiko keamanan atau hal-hal tidak menyenangkan lainnya. Namun jangan khawatir untuk Anda yang berencana melakukan solo traveling, Anda pun dapat melakukan liburan dengan aman dan seru dengan mengikuti beberapa tips berikut ini : 1. Lakukan seservasi secara online Memesan hotel dadakan setelah sampai di tempat tujuan sangat tidak efektif apalagi saat melakukan solo traveling. Sebaiknya lakukan pemesanan hotel secara online karena lebih mudah dan praktis serta menghindari kejadian jika hotel telah penuh. 2. Selalu waspada saat berkenalan dengan orang baru Agar suasana tidak sepi memang perlu menjalin komunikasi dengan orang-orang baru di sekitar tempat wisata. Senyum saat ada yang menoleh merupakan senjata andalan dan ucapkan sepatah dua patah kata saat mereka mengajak mengobrol. Namun tetap harus berhati-hati dan jangan langsung percaya pada orang yang baru dikenal. 3. Jangan terlalu sering menggunakan earphone Earphone dapat menjadi teman selama perjalanan, namun terlalu sering menggunakan earphone akan menyebabkan tingkat komunikasi dengan orang lain berkurang sehingga Anda tidak mendapat teman baru untuk mengobrol saat melakukan solo traveling. 4. Pelajari budaya lokal Setiap daerah atau negara memiliki budaya yang berbeda. Saat hendak mengunjungi suatu tempat lebih baik pelajari terlebih dahulu, tempat, budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat disana agar dapat memahami kebiasaan penduduk setempat. Bisa juga dengan mempelajari bahasa mereka agar dapat berkomunikasi dengan baik. 5. Lakukan duplikasi dokumen penting Banyak risiko yang dapat terjadi selama perjalanan, untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang dapat terjadi maka sebaiknya lakukan duplikasi beberapa dokumen penting seperti paspor, VISA, KTP, tiket pesawat dan hotel.  

Featured Image
Akibat Yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat Bagi Kesehatan

23-02-2016 06:17

Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sebagai pelindung tubuh pakaian juga dapat mempercantik penampilan pemakainya. Pakaian meliputi baju (sebagai atasan) dan celana (sebagai bawahan). Celana merupakan salah satu jenis pakaian yang berfungsi menutup pinggang sampai mata kaki atau hanya menutup hingga lutut atau paha.   Seiring perkembangan zaman, dunia fashion pun juga mengalami perkembangan. Banyak model pakaian bermunculan, perkembangan model pun mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Munculnya beragam model tersebut menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh para desainer dalam memberikan penampilan yang semakin menarik untuk masyarakat. Beberapa pakaian pun kemudian menjadi trend dan digandrungi oleh sebagian besar masyarakat, salah satunya adalah celana ketat (legging) atau pun jins ketat.   Baca juga : Apakah LGBT Itu Penyakit atau Bukan?     Celana ketat (legging) adalah celana yang di desain sesuai bentuk tubuh pemakainya atau disebut dengan press body. Beberapa wanita beranggapan bahwa menggunakan celana ketat jauh lebih nyaman dibandingkan memakai rok. Bukan hanya wanita ternyata model celana ketat juga digandrungi oleh kaum lelaki. Akan tetapi, jika dilihat dengan jeli penggunaan celana ketat terutama yang berbahan jins, sebenarnya justru mempersulit penggunanya dalam mengenakan serta melepasnya. Selain itu, ternyata celana ketat juga memiliki bahaya lain bagi kesehatan. Apa saja bahayanya, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.   Bahaya Menggunakan Celana Ketat (Legging) Sirkulasi darah tidak lancar dan menimbulkan penyumbatan. Menggunakan celana ketat (legging) dapat menimbulkan sirkulasi darah jadi terhambat dan terjadi penyumbatan. Hal tersebut karena pembuluh darah kuhususnya di bagian selangkangan, paha serta organ disekitarnya  mengalami penekanan. Sirkulasi yang terhambat pada bagian kaki tersebut biasanya disebut dengan varises. Akibat yang ditimbulkan antara lain, darah yang membeku serta dapat menimbulkan pembengkakan. Menjadi pemicu terjadinya kemandulan. Pada wanita, penggunaan celana ketat (legging) dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan gangguan reproduksi hingga mengalami kemandulan. Hal tersebut dapat terjadi karena tumbuhnya jamur di sekitar organ intim atau organ reproduksi yang kemudian berpengaruh pada prooduktivitas sel telur yang menyebabkan terjadinya kemandulan. Bukan hanya itu saja, pada beberapa kasus juga terjadi gatal-gatal, flek serta keputihan, hingga terjadi iritasi pada area vagina. Mengalami masalah pada saraf. Penggunaan celana ketat dalam jangka waktu yang lama atau panjang, akan menyebabkan penyakit neuritis. Penyakit neuritis tersebut berasal dari saraf pada bagian paha luar atau disebut dengan sindrom Bernhardt, tidak jarang pemakai celana ketat juga mengalami nyeri hingga kesemutan bahkan mati rasa. Beberapa ahli di bidang kesehatan telah berulang kali memberikan peringatan khususnya pada wanita mengenai bahaya pemakaian celana ketat. Karena wanita jauh lebih rentan mengalami gangguan saraf. Akan tetapi, jika peringatan tersebut diabaikan, maka hal buruk yang mungkin terjadi adalah deformasi kerusakan saraf dan tubuh. Merusak kulit. Menggunakan celana ketat yang press body tentu akan menyebabkan kulit pemakainya jadi lebih sering bergesekan dengan celana yang digunakan. Hal tersebut membuat kulit akan mengalami masalah kerusakan hingga masalah serius seperti infeksi kulit dan muncul ruam-ruam pada kulit. Biasanya infeksi tersebut muncul di sekitar paha, apalagi jika bahan celana terbuat dari bahan yang kasar. Infeksi saluran kemih. Diungkapkan oleh dr. Hilarry Jones dari TENA Brand Ambassador bahwa menggunakan celana ketat dalam jangka panjang akan menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika hal tersebut terjadi, maka kandung kemih menjadi terlalu aktif atau mengalami kelemaham. Pada pria, banyak kasus yang terjadi seperti testis yang rentan terkilir. Menimbulkan iritasi dan jamur. Penggunaan celana ketat, khususnya di Indonesia yang memiliki iklim tropis akan menimbulkan iritasi, menyebabkan kelembaban, dan muncul jamur. Keringat yang terlalu banyak tersebut menjadikan jamur lebih mudah berkembang. Hal yang biasanya akan terjadi adalah gatal-gatal pada kulit. Jamur yang biasanya muncul diantaranya, jamur kurap dengan gejala gatal serta muncul benjolan merah, jamur kandida dengan gejala gatal dan basah, serta jamur panu dengan gejala timbul bercak berwarna putih dan coklat. Meninggalkan bekas hitam. Pada awalnya mungkin pengguna celana ketat akan merasakan radang ringan. Akan tetapi, jika proses tersebut terjadi dalam jangka waktu lama, maka akan muncul bercak hitam di daerah pangkal paha. Bercak hitam tersebut akan hilang dengan sendirinya jika telah berhenti memakai celana ketat. Namun bekas hitam tersebut tidak akan mudah dihilangkan, memerlukan waktu yang cukup lama. Menurunkan produksi sperma. Untuk para pria, menggunakan celana ketat dalam jangka waktu yang panjang berakibat pada produksi sperma. Produksi sperma akan menurun, seharusnya produksi sperma pada saat-saat normal adalah sekitar 60 juta per mililiter, karena menggunakan celana ketat sehingga menurunkan produksi sperma menjadi kurang lebih 20 juta per mililiter (jika menggunakan celana ketat secara rutin dan lama). Menyebabkan penyakit paresthesia. Penyakit Paresthesia merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya merasa kesemutan dan merasa kepanasan hingga seperti merasa terbakar. Hal tersebut karena aliran darah yang tidak lancar sebagai salah satu akibat buruk dari penggunaan celana ketat. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pinggul dan paha. Mengganggu kerja usus. Menurut seorang internis yang berasal dari Stamford Connecticut dr. Octaviano Bessa, mengungkapkan penggunaan celana ketat dapat mengganggu atau menimbulkan hambatan pada mobilitas usus. Hal tersebut menimbulkan rasa sakit pada bagian perut setelah dua hingga tiga jam setelah makan serta merasakan rasa tidak nyaman. Sesak nafas. Ternyata pemakaian celana ketat juga dapat menimbulkan sesak nafas, hal tersebut karena sirkulasi darah yang terhambat atau tidak berjalan lancar. Akibat paling parah dari sesak nafas ialah mengalami pingsan atau tidak sadarkan diri. Menyusahkan diri sendiri. Hal tersebut karena memakai dan melepas celana ketat sangat menyusahkan penggunanya. Berkeringat pada bagian paha dan sekitarnya dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pemakainya, serta menimbulkan beberapa penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas. Baca juga : Tips Keramas Benar dan Sehat   Bahaya Menggunakan Jins Ketat Menurut ahli bedah Keren Boylem dari Greator Bltimore Medical Center (USA), penggunaan jins ketat dapat memicu penyakit meralgia paresthetica. Penyakit tersebut merupakan suatu kondisi dimana sesuatu (dalam hal ini celana jins ketat) mermas saraf yang melewati paha luar serta mengakibatkan rasa terbakar, kesemutan dan mati rasa. Pemakaian jins ketat tersebut diyakini oleh ahli bedah dapat menimbulkan tekanan yang konstan pada saraf. Hal tersebut disebut dengan sindrom kesemutan paha. Pada wanita penyakit tersebut lebih rentan. Pengguna celana jins ketat akan mengalami rasa geli yang tidak biasa, yang diarasakan turun naik pada sepanjang paha. Semua itu merupakan gejala kerusakan pada saraf. Tekanan pada saraf secara intens dan berulang dapat mengakibatkan kerusakan saraf permanen. Beberapa akibat di atas dapat disimpulkan bahwa pemakaian celana ketat (legging) maupun jins ketat dapat terjadi pada pria dan wanita. Setelah mengetahui beberapa akibat yang ditimbulkan karena pemakaian celana ketat (legging) atau pun celana jins ketat, apakah Anda masih ingin terus menggunakannya? Celana ketat (legging) maupun jins ketat memang salah satu jenis pakaian bagian bawah yang sedang trend serta digandrungi banyak orang. Akan tetapi, kita harus tetap memperhatikan keamanan serata kenyamanannya. Jadi, sebaiknya pilihlah pakaian yang tetap mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta kesehatan.

...